
Kedekatan Arum dan Dimas di sadari oleh mama, mama mengambil badan untuk melarang putrinya dekat dengan anak dari wanita yang pernah menjadi bagian hidup suaminya .
Malam ini moment yang tepat di mana mama meminta Arum untuk menjauhi Dimas.
" Arum , boleh mama bicara sebentar nak?"
" boleh ma"
Mama mengelus wajah putrinya dan berkata
" Maaf sebelumnya , mungkin ini perasaan mama atau apa, mama lihat Arum semakin dekat dengan Dimas "
Arum tersenyum dan berkata " cuma sebatas teman kok ma "
" Nak, boleh gak mama minta satu hal "
" boleh dong ma "
" mama harap Arum dan Dimas tidak sampai ke jenjang yang serius ya nak "
__ADS_1
Arum terdiam mendengar perkataan ibunya, ia benar benar risau, jujur ia juga mulai nyaman di dekat Dimas begitu itunya melarang ia khawatir tentang perasaan nya ini
" Arum gak keberatan kan sayang ?"
Arum tersenyum dan berkata " gak kok ma Arum sama Dimas cuma sebatas teman "
" syukurlah, mama jadi tenang kalau dengar langsung dari Arum "
Semenjak itu Arum menjaga jarak dari Dimas ternyata Dimas juga mendapat teguran dari ibunya yang melarang Dimas untuk dekat dengan Arum .
" Le, ibu perhatikan semenjak anak KKN itu datang ke kampung kita kamu gak ada waktu buat ngecek kebun teh kita , Ono Opo le ? apa karena ada Arum ?"
" maaf Bu, besok Dimas ke kebun buat cek kebun teh kita "
" Bu, Arum itu wanita baik baik gak mungkin Arum sakiti Dimas "
" Le dulu juga ibu begitu tapi apa ujung ujungnya ibu sakit hati le "
" sudahlah Bu, ikhlas kan sakit yang pernah ibu rasakan insyaallah Allah akan ganti Karo bahagia seng mendingan "
__ADS_1
" Iyoo, ibu sudah ikhlas tapi tolong lah le jangan dekat dekat Arum ibu mohon, kalau kamu masih mau dekat dekat perempuan itu ibu minggat saja "
cetus ibu lalu masuk kedalam kamar, ketakutan kekecewaan di antara kedua belah pihak, ibu Dimas takut apa yang dirasakan olehnya dirasakan lagi oleh putranya , sementara Bu Sinta takut jika Arum dan Dimas saling mencintai yang ada papa dan ibu nya Dimas akan sering bertemu dan beliau takut terulang masa lalu .
Flashback ke kejadian dulu yang membuat ibu Dimas trauma .
Dulu, ibu Dimas dan pak agung menjalin hubungan. seluruh warga kampung mengetahui hubungan mereka itu, kedua keluarga juga sudah berumbung untuk kapan akan di adakan pagelaran acara yang meriah.
saat itu keadaan nya pak agung sedang di kota karena baru merintis bisnis di sana dan baru menyelesaikan pendidikannya.
sementara Bu Dimas hanya anak dari kepala desa setempat memilih untuk tidak kuliah dan lebih memilih mengelola kebun teh milik ayahnya .
Menjalin hubungan jarak jauh tidak mengentarkan mereka, zaman nya blm ada hp loh ya blm bisa video call dan SMS .
Untuk mengetahui kabar kekasihnya ibu nya Dimas sering mengirim surat untuk pak agung kadang di balas oleh pak agung kalau pas hari libur nya tapi kalau hari biasa jangan harap balasan .
Hubungan mereka sudah hampir 8 tahun, buseeet lama juga ya ? kalau kredit motor udah bisa 3 motor itu 🤣🤣
Tidak pernah bertemu sekali bertemu cuma 2 tahun sekali itu juga pas lebaran. Di ulang tahun jadian mereka ke 7 pak agung pulang ke desa untuk menemui kedua keluarga nya dan kekasihnya .
__ADS_1
Di kepulangan pak agung ini kedua keluarga ini sepakat akan di adakan pesta pertunangan untuk mengikat mempelai wanita agar tidak di ambil orang katanya , tapi tanggapan pak agung " maaf sebelumnya, kenapa mendadak sekali, saya blm ada persiapan lagi pula tunangan itu bukan main main saya harus mempersiapkan cincin untuk calon istri saya bukan ? berilah saya nafas agar saya bisa menyiapkan semua nya termasuk cincin untuk kekasih saya, beri saya waktu tahun depan , saya siap untuk menikah"
awalnya permintaan nya di bantah tapi akhirnya di setuju karena benar juga kata nya terlalu terburu buru