Wanita mandiri

Wanita mandiri
Titik terang


__ADS_3

Bibi akhirnya meninggal rumah, kembali ke kampung halaman nya membawa dendam yang mendalam .


Tak puas mengetahui kebusukan adiknya, papa mencoba mencek cctv di rumah sejak pertama kali adiknya datang kerumahnya. semua jelas di lihat nya kelakuan .


" ya tuhan... selama ini istriku yang berkerja bersih bersih rumah, pantas saja tubuh Sinta semakin hari semakin kurus dan suka sakit ternyata ini penyebabny keterlaluan kamu nur , tega sekali kamu terus menerus menyiksa istriku "


ucap papa yang ikut emosi melihat video rekaman cctv, ia benar benar tidak menyangka kelakuan adiknya sudah melampaui batas yang ia tau, pak agung benar benar merasa bersalah pada istrinya ia menghampiri istriny yang sedang menyiram tanaman di belakang rumah


" Sedang apa sayang ?" ucap pak agung mendekap tubuh istrinya dari belakang


" Lagi siram tanaman sayang "


" Ini kan bukan tugas kamu, aku kerja banting tulang buat penuhi semua kebutuhan kamu kebutuhan Arum aku sengaja bayar bibi dan mbak buat ngerjain semua perkerjaan dirumah ini bukan kamu yang harus kerjakan sayang, tugas kamu itu cuma satu duduk manis udah aku gak mau kamu kecapean sayang "


" gak papa mas lagian juga ini gak berat baget kerjaannya gak papa loh "


"aku minta maaf"


" minta maaf untuk apa , mas itu gak pernah nyakitin aku mas gak pernah salah sama sekali jadi gak perlu minta maaf seperti itu ya"


" aku minta maaf karena aku udah kecolongan terlalu sibuk kerja gak ada waktu buat kamu dan anak kita "


" udah gak papa , aku juga ngelakuin itu ikhlas mas "


" mas gak habis pikir kenapa mbak tega memperlakukan istriku seperti itu, mas gak bisa diam saja itu sama aja mas membiarkan dia menyakiti wanita yang paling mas cintai"


" Udahlah mas gak papa, aku ikhlas kok bagaimana pun juga mbak itu adik aku juga kan"


Blm merasa tenang pak agung akhirnya diam diam menghubungi orangtuanya untuk pulang ke kampung tanpa sepengetahuan istrinya.


" Hallo pak ?"


" hallo , ana apa Gung( " hallo, ada apa Gung) ?"


" besok agung mau pulang kampung pak"


"loh loh ana apa, kok ujug-ujug ngomonge?(loh loh ada apa kok kasih kabarnya tiba tiba gitu )"


" gak ada apa apa kok pak, agung kangen sama bapak sama ibu "


" oh ya ora apa-apa bapak mengko ngomong karo ibumu ( oh iya gak papa nanti bapak ngomong sama ibumu )"


" Iyo pak udah dulu ya pak assalamualaikum "


" walaikumussalam ,salam kanggo bojo lan putune arum( walaikumussalam , salam buat istri dan cucuku Arum)"


" enggeh pak "


Pak agung memutuskan jaringan telpon, ia menemui anak dan istrinya di balkon atas rumah , mereka sedang menikmati suasana di malam hari .


" Papa mau minum apa ?"

__ADS_1


" papa minum cappuccino aja sayang"


" baiklah, Arum buatkan ya pa"


" iya nak "


melihat raut wajah suaminy murung, mama penuh tanya


" Ada apa mas kok wajahnya murung gitu ?"


"Mas mau ajak istri mas sama anak mas ke kampung besok "


" ada apa mas kok tiba tiba aapa ibu sama bapak sakit disana "


" gak, mas kangen aja sama mereka "


" Yo tapi kok buru buru gitu mas "


" kita off dulu di kota ini, pengen tenangin diri juga disana kemaren kan kita sebentar disana besok kita sedikit lama disana ya , gak papa kan sayang ?"


" gak papa sih mas cuma apa gak terlalu buru buru ya ?"


" mudah2n sih gak sayang "


" ya udah kami ikut mas aja gimana baiknya"


Pagi hari nya , semua perlengkapan untuk berlibur ke kampung sudah di packing, waktunya keberangkatan mereka.


" sudah pa"


" mana Arum ?"


" Masih di kamar katanya dia lagi siapin laptopnya buat ngerjain tugas sekalian zoom"


" Oh ya udah , mama susul geh biar kita langsung berangkat "


" iya pa"


Mama masuk ke dalam rumah menghampiri Arum di dalam kamar Yang sedang video call dengan boy.


" Ada apa boy ?"


" rum kamu gak masuk ?"


" berapa kali sih harus aku bilang nama aku Arum bukan rum "


" astaga Arum namanya juga aku lupa "


" masih muda udah pelupa "


" iya deh bawel , kamu gak masuk Arum ?"

__ADS_1


" gak nih, papa ngajak pulang kampung "


" loh ada apa ? ada acara apa ? "


" katanya sih kangen sama kakek nenek disana "


" kamu juga ikut Arum ?"


" ikut , emangnya kenapa ? kamu mau ikut ?"


" kalau boleh "


" yaa... gak boleh dong yang ada ntar papa marah lagi "


" iya sih , ya udah deh aku pikir kamu sakit makanya gak masuk "


" aku baik baik aja kok "


" jaga kesehatan ya Arum , jangan lupa makan dan jangan lupain aku "


" makasih ya , tapi gak usah terlalu lebay juga lah, aku kan gak selama disana paling juga dua hari pulang "


" dua hari lama bagi aku Arum " ucap boy di dalam hati


Mereka saling menatap,


" ya udah deh, aku tutup dulu ya , kayak nya papa sama Mama udah nungguin aku byee"


" byeee Arum "


Arum menutup handphone nya dan berbalik badan betapa terkejutnya dia melihat ibunya sudah berdiri di pintu


" mama ? udah lama disitu ?"


mama tersenyum berjalan perlahan mendekati Arum , meraih tangan putrinya dan berkata " itu boy ?"


" iya ma "


" kalian pacaran ?"


" gak ma cuma teman "


" Arum suka sama boy ?"


" gak ma cuma teman "


" Kayaknya mama lihat boy suka sama kamu nak "


" gak ah ma perasaan mama aja , ya udah yuk ma Arum udah siap "


" Ayuk papa juga udah nungguin di depan "

__ADS_1


__ADS_2