Wanita mandiri

Wanita mandiri
episode 35


__ADS_3

Dikediaman pratama


Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, tapi hujan tak kunjung reda sejak semalam.semua keluarga dibuat khawatir dengan kondisi kakek arif! mulai kemarin beliau mengaduh kalau sakit nya kambuh dan atas permintaan beliau dia tidak mau dirawat dirumah sakit. semua keluarga hanya bisa pasrah atas permintaan kakek arif.


" Mas, yang kuat ya! harus bertahan... ucap nenek yani sambil memeluk suaminya dengan erat


" Maafkan mas ya... bila mas punya salah! ucap kakek arif tersenyum


yani mendongakkan kepala nya dan menatap suami yang menemaninya selama ini, sungguh dia tidak sanggup bila harus kehilangan suaminya


" Mas tidak pernah salah, justru yani yang selama ini salah! jangan pernah tinggal kan yani mas, aku nggak sanggup......! " ucap nenek yani berderai air mata


" Jangan menangis! hati mas sakit melihat kamu menangis sayang! " sahut kakek arif menyeka air mata istri nya dan memeluk istrinya dengan erat


Diruangan itu semua orang hanya bisa menangis, sungguh cinta antara arif dan yani memiliki cinta yang sangat besar meski usia sudah tua mereka tetap romantis.


" Bertahanlah ayah, ayah harus kuat demi kami semua! maafkan kami yang tidak bisa menjadi anak yang baik? " ucap andre sambil duduk di pinggiran kasur


" Ayah minta maaf ya, kalau ayah punya salah tolong maafkan ayah! waktu ayah tidak banyak lagi, " ucap kakek arif lirih sambil mengelus kepala istrinya yang tertutup hijab


" Tidak ayah...... ucap andre sambil mengeratkan pelukannya. air mata nya bercucuran mendengar ucapan ayah nya


" Sabar pi... semua akan baik baik saja! ucap Anita sambil mengelus punggung suaminya


Andi dan angga yang baru sampai kerumah langsung menerobos pintu dengan keras. mendengar kakeknya sakit mereka langsung bergegas pulang dengan tergesa-gesa! sedangkan reza hanya geleng-geleng melihat kelakuan bosnya.


" Astagfirullah, yallah, " ucap anita sambil memegang dadanya karena kaget. dia sangat jengkel dengan kelakuan putranya


" Assalamu'alaikum, ucap Andi dan disusul oleh angga dibelakangnya


" Waalaikumsalam! ucap mereka serempak


" Yaallah kek! apa yang terjadi kek? ucap andi memegang tangan kakeknya


" Waktu kakek tidak banyak lagi nak," ucap kakek arif memandang ke dua cucunya


" Jangan bicara seperti itu kek! semua akan baik baik saja!" ucap angga menatap kakeknya dengan sedih


tak lama kemudian datanglah amel beserta suaminya


sesampainya dirumah mereka hanya bisa menangis berharap kondisi kakeknya semakin membaik


Di rumah sakit

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore


tapi hujan tak kunjung reda akhirnya arsyila hanya bisa menunggu


Fadil yang kebetulan baru pulang kerja tak sengaja melihat orang yang sangat dicintainya


Fadil datang menghampiri arsyila


Fadil membuka jaketnya dan meletakkannya dipunggung arsyila sontak arsyila terkejut kemudian membalikkan tubuhnya


" Kak fadil??? ucap arsyila terkejut melihat fadil ada dihadapannya


" Kenapa?? tanya fadil dengan santai


" Nunggu siapa?? tanya fadil lagi


" Emm ...tidak ada kak! oiya kakak sejak kapan ada disini? tanya arsyila dengan ramah


" Barusan! tadi kebetulan kakak pulang kerja terus lihat kamu disini deh," sahut fadil tersenyum


" Ohh, sahut arsyila


" Nungguin hujan reda ya? gimana kalau syila ikut sama kakak aja! biar gk kehujanan," ucap fadil mengusulkan


" Tapi ...


" Iya, tapi motornya gimana kak? ucap arsyila


" Udah ntar nanti aja! tenang ok, " ucap fadil dengan singkat dan diangguki oleh arsyila


Didalam mobil fadil dan arsyila sesekali bercanda dan bertanya kabar


" Oiya syil, kita mampir ke resto bentar ya? soalnya kakak mau beli sesuatu! " ucap fadil sambil menyetir mobilnya


" Iya kak! sahut arsyila tersenyum


tak lama kemudian mereka sampai


Fadil segera turun dari mobil dan mengajak arsyila untuk ikut bersamanya.


awalnya arsyila tidak mau tapi karena tidak enak dengan fadil diapun mengiyakannya.


Selesai membeli pesanannya fadil memberikan 1 potong martabak kepada arsyila.

__ADS_1


arsyila pun menerimanya. tapi tanpa mereka sadari ada orang yang memotret fadil dan arsyila sejak diparkiran tadi.


Di tempat lain


Angga sedang duduk diteras rumah arsyila,


hatinya sangat cemas kepada arsyila! bagaimana tidak dia mampir kerumah sakit untuk menjemput arsyila tapi pihak rumah sakit mengatakan kalau arsyila sudah pulang dari tadi diapun melajukan mobilnya kerumah arsyila tapi tetap saja hasilnya nihil.


dia duduk sambil melamun tapi lamunan nya buyar melihat notifikasi pesan di henphone nya


Dia segera membukanya, tangannya mengepal melihat arsyila bersama pria lain


5 menit kemudian datanglah fadil dan diikuti arsyila dibelakangnya. angga berusaha bersikap tenang untuk menahan amarahnya


" Assalamu'alaikum, ucap fadil dan arsyila barengan


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh! sahut angga berwajah masam


" Eh angga! gimana kabarnya bro, makin tampan aja, " ucap fadil sambil merangkul angga


" Baik! ucap angga dengan singkat


" Yasudah saya pamit dulu ya! assalamu'alaikum ," ucap fadil kemudian masuk kedalam mobil


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap angga dan arsyila


" Udah lama ya kak, nunggunya? soalnya tadi,...belum sempat arsyila melanjutkan ucapannya angga langsung bersuara


" Sudah tau! jagalah batasanmu arsyila. pernikahan kita akan dilangsungkan beberapa hari lagi, bila kau tidak serius denganku! katakan padaku arsyila! " ucap angga sambil menatap kearah lain


Arsyila yang mendengar itu langsung diam tak bersuara, dia merasa bersalah kepada angga


" Maafkan aku! sungguh aku selalu menjaga batasanku dengan lelaki lain, tidak ada laki laki lain selain dirimu' tolong maafkan aku, " ucap arsyila menundukkan kepalanya.menahan air mata yang berada di pelupuk matanya


" Maafkan aku arsyila, ucap angga langsung menghambur memeluk arsyila.


aku telah suudzon kepadamu! tolong maafkan aku," ucap angga dan melerai pelukannya


angga tersenyum mendapat anggukan dari arsyila


" Udah jangan nangis lagi, nanti cantiknya hilang lo, " ucap angga kemudian menyeka air mata arsyila


" Ish gombal..! ucap arsyila mencubit pinggang angga

__ADS_1


" Nah gitu dong, ucap angga menatap arsyila yang tersenyum manis


kemudian mereka sama sama tertawa dan bercanda


__ADS_2