
cuaca yang dingin membentang kota jakarta, hari itu sangat gelap kelihatan dari cuacanya hujan akan segera tiba.
di sepanjang lorong rumah sakit Medistra, nampak sebuah keluarga yang sedang berjalan tergesa-gesa menuju ruangan pasien. siapa lagi kalau bukan keluarga arsyila, raka berjalan di barisan paling belakang tapi tanpa sengaja dia menabrak kursi roda yang ada di samping nya
" maaf mbak saya tidak sengaja, saya terlalu fokus dengan henphone saya! " ucap. raka yang tidak enak hati
" tidak apa apa pak, kami memaklumi nya!. ucap. seorang perempuan sambil memegang kursi roda yang didepan nya
" sekali lagi saya minta maaf, " kalau begitu saya permisi mbak, assalamu'alaikum! ucap.raka sambil melangkah kan kakinya
" iya pak, Waalaikumsalam " ucap. perempuan tersebut yang ternyata adalah dina, teman kerja arsyila saat di mall.
sesampainya di depan ruangan pasien
" Assalamu'alaikum " ucap. mereka dengan kompak
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap.andre kemudian mempersilakan mereka duduk
" bagaimana keadaan arsyila pak, apakah ada perkembangan? ucap. adam dengan khawatir
" sekali lagi saya minta maaf pak, keadaan mereka saat ini sangat kritis! dokter mengatakan kalau mereka mengalami koma! " ucap. andre
" apa? koma pak? ucap. lena sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya
" astagfirullah yallah... " ucap. adam
" sabar sayang... semuanya akan baik baik saja! ucap.adam sambil mengelus punggung istrinya
berusaha untuk meyakinkan istrinya
" sebenarnya apa yang terjadi pak? kenapa bisa seperti ini! " sahut lia dengan lirih
" kemarin malam arsyila, Andi, dan udin sedang mencari makanan diluar, nah pada saat itu mereka menyelamatkan seorang perempuan kemudian dibawa kerumah sakit terdekat. pagi harinya andi mengatakan sedang perjalanan pulang kerumah! tetapi pada saat di tengah jalan mereka kecelakaan, menurut penjelasan polisi ada seseorang yang menyabotase mobil mereka hingga menyebabkan kecelakaan! " ucap. andre
__ADS_1
" dan sekali lagi saya minta maaf, atas kejadian ini! " ucap. andre dengan lirih
" bapak tidak perlu minta maaf! semua ini sudah menjadi takdir Allah SWT, " ucap. Adam
" yang terpenting sekarang, kita selalu mendoakan mereka! semoga sakit nya cepat sembuh. " ucap. adam
" iya, sebaiknya kita bersiap siap untuk berbuka puasa! sambil bersih bersih, " ucap. lena dengan lirih
mereka pun beranjak dari duduk nya untuk bersih bersih dan memesankan beberapa makanan untuk berbuka puasa.
tak berapa lama waktu yang ditunggu tunggu pun tiba, mereka berbuka puasa bersama dengan tenang setelah melakukan sholat maghrib secara bergantian.
ditempat lain
Sarah berjalan dengan tergesa-gesa untuk menuju tempat arsyila dan andi. karena sebelumnya dia sudah dihubungi oleh angga mengabarkan kalau mereka ada di rumah sakit.
bisa kita rasakan, sebagaimana perasaan Sarah, dia merasa bersalah kecelakaan itu tidak akan terjadi kalau mereka tidak menolong ku pikir Sarah dalam hati sambil meneteskan air matanya.
sesampainya dirumah sakit, Sarah langsung menyalami semua keluarga yang ada disitu dan langsung di peluk oleh ibu Anita.
" tidak nak, semua ini bukan salahmu! semua nya sudah menjadi takdir nak. kita doakan saja semoga mereka cepat siuman, " ucap. ibu Anita mengelus punggung Sarah
" terimakasih tante, sudah memaafkan aku, " ucap. Sarah sambil melerai pelukannya
" iya sama-sama nak, " Jawab ibu Anita
" Bolehkah Sarah menjenguk mereka tan, aku ingin melihat kondisi mereka! ucap. sarah memohon
" Boleh, tapi jangan lama lama ya, " ucap. ibu Anita tersenyum kemudian Sarah mengangguk
kemudian Sarah masuk keruangan Arsyila dan andi, mereka dalam satu ruangan yang sama, atas permintaan keluarga nya
" assalamu'alaikum " ucap. Sarah kemudian menemui ranjang Arsyila, dia duduk disamping Arsyila dan memegang tangan nya dengan erat
__ADS_1
" Arsyila maafkan aku ya, semua ini salah ku kalau saja kalian tidak menolong ku pasti kalian tidak mengalami ini semua! kalian harus kuat ya, masih banyak yang menyayangi kalian di dunia ini! kalian yang terbaik Arsyila.. ucap. Sarah kemudian dia berjalan mendekati ranjang andi
" andi maafkan kakak ya, semua ini salah ku! kau sangat baik, kalian menolong ku dan menganggapku sebagai kakak kalian, padahal baru tadi malam kalian menolong ku dan sekarang kalian mengalami kecelakaan! terimakasih sudah menganggap ku sebagai kakakmu! semoga kalian cepat sembuh ya. assalamu'alaikum, " ucap. Sarah kemudian berjalan keluar ruangan.
" bagaimana nak! mereka belum siuman ya? tanya ibu Anita lirih
" belum mi, belum ada pergerakan sedikit pun! ucap Sarah kemudian duduk disamping Anita.
" mi, angga ke dalam dulu ya! angga juga mau lihat keadaannya," ucap. angga kemudian beranjak dari duduk nya
" iya, jangan lama lama ya, " ucap Anita kemudian diangguki oleh angga
" assalamu'alaikum " ucap angga kemudian mendekati ranjang kakaknya kemudian duduk di samping nya
" kak, cepat siuman ya. biar kita bisa makan bareng, berantem, lari larian dan kerja bareng! walaupun kita sering berantem, tapi angga sayang sama kakak cepat sembuh ya kak! doaku selalu menyertai mu, " ucap. angga kemudian mencium kening kakaknya
setelah itu dia berjalan mendekati ranking Arsyila.
" Arsyila, cepat sembuh ya! aku tau kau selalu kuat dalam menjalani semua cobaan ini! kau wanita yang kuat, cantik, sabar, sederhana dan penyayang! kau istimewa, Arsyila apakah kau tau kalau aku mempunyai sebuah rasa kepada mu? setiap aku berada di dekat mu , aku selalu nyaman dan bahagia! aku ingin kau menjadi pendamping hidupku dan menyempurnakan separuh agama ku! cepat sembuh ya Arsyila, aku selalu mendoakanmu, " ucap. angga kemudian mencium kening Arsyila dan meneteskan air mata.
kemudian dia berjalan keluar ruangan, sesampainya di luar semua orang terkejut dibuat nya
" Loh nak, kamu kenapa nangis? apa terjadi sesuatu! tanya Anita memastikan
" kamu kenapa nangis ga? tumben kamu nangis gk seperti biasanya, " sahut andre
" tidak apa apa mi, pi, angga permisi dulu ya! assalamu'alaikum, " ucap. angga kemudian melangkah kan kakinya
" iya, Waalaikumsalam " ucap. mereka dengan kompak
" angga kenapa sih pi, gak biasanya dia nangis! apa mungkin karena andi dan Arsyila ya pi? " tanya Anita
" mungkin aja sih mi, mami nggak usah terlalu memikirkan nya dia kan sudah dewasa! ucap. andre kemudian memeluk istri nya dari samping
__ADS_1
" iya pi, ucap. Anita kemudian memeluk suaminya...