Wanita mandiri

Wanita mandiri
Sampai di kampung


__ADS_3

Hengky yang membawa mobil sampai ke desa dengan petunjuk jalan dari Arum .


Pagi harinya , Merekapun memasuki pedesaan, desa yang ramah penduduknya, asri udaranya yang tertiup angin begitu segar di kulit.


Tessa yang jatuh cinta pada kesegaran desa mengeluarkan tangannya dari kaca mobil sambil berteriak


" Waaaaaaah.... aku suka udaranya "


" Apaan sih lu Tessa, gak ada orang kota masuk kampung kayak kamu gitu "


" Emangnya kenapa sih kan emang segar udaranya, di mana mana sawah waaahhh.... air nya juga mengalir jernih baget ya tuhan...."


Tak henti hentinya Tessa memuji apa yang ia lihat , bahkan sesekali melambaikan tangan ke orang sekitar yang kami temui.


" indah baget ya ampun pantesan kamu betah disini Arum "


" iya Tessa"


" mana nih rumah nenek kamu Arum"


" sebentar lagi juga sampai kok"


Tak lama kemudian, merekapun sampai di depan nenek .


Arum keluar terlebih dahulu, untuk menyapa nenek dan kakek yang sudah tau kedatangan mereka.


" Assalamualaikum kakek, nenek "


" walaikumussalam , cucuku nenek "


keduanya saling berpelukan layaknya nenek dan cucu nya.


"Ajak teman teman mu masuk Arum " ucap kakek


" ayo masuk teman teman"


" iya kakek , kenalin kek ini teman Laras , yang ini namanya Dinda ketua kelompok kita "

__ADS_1


" hai kek "


" hai Dinda ? cantik ya Dinda "


" dunia udah mengakui nek kalau saya cantik"


"huuuuuuu..... nenek gak salah bilang Dinda cantik ? hahahah " sambar Elina tertawa terbahak bahak


" Husst, gak baik ngetawain nenek aku gitu" bisik Arum sambil menyodok baju Elina


"opss ! maaf ya aku kebablasan "


" sirik lu " ucap Dinda


" Udah udah, ini boy nek "


" hallo nak boy?"


" hallo nenek kakek, "


" trimakasih nek "


" yang ini Rachel "


" hallo nek kakek "


" namanya susah ya nak Rachel "


" iya nek biasa saya keturunan bule "


" bule apaan bule Ancol iya hahahaha" sambar Tessa tertawa terbahak bahak bersama Elina yang suka jahil


" hussst! udah dong, yang ini Tessa nek "


" hallo nenek , kakek nama aku Tessa "


" hallo nak Tessa , cantik dan paling imut dari yang lain "

__ADS_1


"uuuuuuh trimaksih nenek "


" jangan besar kepala lu, nenek baru bangun tidur lupa cuci muka iyakan nek ?"


ucap Elina


" hussst! yang ini Elina nek "


" halo nak elina , ini yang paling jahil ya tapi cantik "


" hahaha trimakasih nek , nenek juga cantik "


Selesai memperkenalkan diri teman temannya, mereka memilih beristirahat karena berhubungan rumah nenek besar jadi Hengky dan boy tidak perlu tidur terpisah mereka tidur di kamar belakang kamar dulu papanya arum sewaktu masih lajang.


" Arum sama yang cewek² tidur di atas ya nak, buat yang laki laki tidurnya di kamar belakang ya kamar dulu papa nya Arum sewaktu masih ini lajang "


" horeee berarti kita gak perlu cari kosan lagi di luar kan nek ?"


" iya tidur di belakang saja disini gak ada kamar kost" sambung bibi nur tiba tiba keluar dari dalam kamar


" maaf nek , ibu ini siapa ya ? Asisten rumah tangga disini ?" ucap Elina


" Elina, itu bibi aku "


" aduhhh maaf saya gak tau maaf ya bi"


" udah sana istirahat kalau mau makan masak sendiri ingat ya kalian disini gak gratis bayar "


" iya bi "


Bibipun masuk kembali ke dalam kamar , Elina berbisik ke Arum " Garang betul bibi lu Arum, ngeri gue kayak harimau mau nerkam tau "


" hussst ntar dia dengar "


Merekapun masuk ke dalam kamar masing masing, Arum , Elina, Tessa tidur bersama di kamar depan di sebelah kamar nenek sementara Rachel dan Dinda tidur di sebelah kamar bibi.


Merasa bosan di rumah ,Arum Tessa dan Elina pergi jalan jalan keliling kampung naik sepeda yang waktu itu di pakainya bersama papa dan mama.

__ADS_1


__ADS_2