
Boy terpesona melihat kecantikan wajah natural Arum .
" Ada apa boy? ada yang salah di wajah aku ?"
" Gak, kamu cantik "
" apa ? aku gak denger ?"
Sadar dengan ucapannya boy menutup mulutnya dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
" gak ada udah gak usah di bahas lagi, aku mau tanyak kemarin kamu gak masuk kuliah Sampai 4 hari pergi kemana ?"
"hmmm... liburan ke kampung ayah angkat ku kamu tau gak boy tempatnya indaaaah baget aku seumur umur gak pernah lihat tempat seindah itu indaaaaah baget, trus gak cuma itu ada sawaahhh luasss baget, indah baget deh aku jamin ntar kalo kamu kesana bakal betah gak mau pulang, yaaa... tapi kalau orang yang candu sama gadget tinggal di sana gak bakal hidup "
" loh kenapa rum ? ada virus dimana ?"
" gak,,, gak ada sinyal "
" ya ampun rum rum aku pikir ada apa "
" ya... kan kalau orang yang udah kecanduan susah lepas dari handphone , udah kayak separuh nyawanya lagi "
" aku sih gak biasa aja "
" masa sih, paling juga 15 menit udah kehilangan "
" apaan sih rum "
__ADS_1
" Lagian nih aku udah ngajuin tempat buat KKN kita, mana tau kita satu kelompok "
" kamu ngajuin dimana rum ?"
", hmmm... di kampung bapak angkat aku"
" astaga naga kenapa musti ke situ "
" kenapa gak? disana itu gak ada dokter kalau sakit itu musti ke kota jaraknya hampir 2 jam coba bayangin gimana kesakitan ya warga disitu "
Mendengar cerita Arum, boy tidak bisa membayangkan bagaimana terpencilnya desa yang Arum maksud
" Kamu gila rum ? masa ngajuin tempat terpencil gitu "
" loh emangnya kenapa ? kan gak salah sih "
" gak jauh ah paling juga 7-8 jam ke sana "
" ya Allah Arum kita kan bisa cari tempat lain"
" udah deh disitu aja, aku jamin nanti kamu gak akan nyesal "
" ya udah terserah kamu aja "
Boy hanya bisa pasrah dengan keputusan wanita yang ia cintai itu.
Selesai masalah beasiswa, beralih ke kehidupan Dimas di kampung, setelah kepergian Arum Dimas sering merenung tak semangat berkerja membantu ibunya ia trus memandangi sesuatu di tangannya, ibu yang memperhatikan perubahan anaknya menghampiri Dimas dan bertanya
__ADS_1
" Ada le ? kenapa ibu perhatikan semakin hari kamu selalu merenung ada aapa ?"
" Dimas mutusin buat kuliah ke kota Bu"
" kamu serius le?"
" (sambil mengangguk kepalanya ) iya Bu, Dimas pikir Dimas harus manfaatkan masa muda Dimas buat kejar impian Dimas boleh ya Bu ?"
Ibu menghela nafas nya membelakangi Dimas
" kenapa le ? kenapa tiba tiba pengen ke kota, mau ketemu Arum ya ? le, kamu anak ibu satu satunya, ibu gak mau kamu merasakan apa yang ibu rasakan, ibu mohon lupakan Arum, jangan terus berharap sama dia le "
Dimas beranjak dari tempat duduknya bersujud di kaki ibunya mencium kaki ibunya berkali kali
" Bu, Dimas tau masa lalu ibu pahit, tapi Dimas mohon jangan samain kehidupan Dimas dengan ibu, tidak semua orang sama Bu, bisa jadi Arum beda dari pak agung namanya juga ibu dan pak agung tidak berjodoh mau gimana lagi Bu ? Dimas mohon, Dimas janji akan pulang setiap Minggu buat jenguk in ibu disini "
" bangun le "
Dimas berdiri tegap di hadapan ibunya, ibu menyeka air matanya untuk tidak menetes membasahi pipiny
" ibu izinkan le, ibu kasih izin tapi janji jangan kecewakan ibu "
Mendengar izin dari sang ibunda, penuh kebahagiaan Dimas memeluk ibunya
" trimakasih Bu trimakasih"
"iya nak jaga dirimu di sana ingat ibu dan almarhum bapak mu"
__ADS_1
" engge Bu "