
Pagi harinya....
seperti biasanya, setiap pagi Dimas slalu datang kerumah kakek dan nenek sambil membawa sekotak kue untuk kakek dan Arum , bibi yang dekat dengan Dimas melarang Dimas mendekati Arum
" kamu suka ya sama Arum ?"
Dimas terdiam ia tersenyum pada bibi
" Kalau bisa jangan deh"
" kenapa Bi , apa ada yang salah sama Arum?"
" banyak baget, dia kan cuma anak pungut Abang bibi latar belakang keluarga nya aja kacau jangan deh "
" bibi tau dari mana ?"
" tau lah bibi udah cari tau "
" Dimas, tau kok bi kalau Arum itu gadis baik baik " ucapan Dimas membuat bibi terdiam, ingin membenarkan tapi bibi gengsi memang ia Arum anak baik baik selama di kampung ia slalu bangun lebih awal membantu membereskan rumah kebun dan memasak di dapur bahkan perkejaan yang diluar kemampuan bibi , dengan mudah Arum kerjakan.
begitu juga dengan ibunya yang melarang putranya mendekati anak mantan kekasih nya.
"ibu gak suka kalau kamu dekat dengan Arum".
"kenapa Bu ? salah nya dimana Arum kan baik sopan gk pernah jahatin kita , apa karena hubungan ibu dulu dengan pak agung ? Dimas gk permasalahkn bu kalaupun apa yang menimpa ibu dulu menimpa Dimas, Dimas ikhlas Bu "
" tapi nak "
Rasa trauma ibu membuat ia melarang Dimas mendekati Arum.
mencari cara agar putranya bisa menjauhi Arum, ibu tau kalau Rachel juga menyukai Dimas putranya
" mungkin dengan cara aku deketin nak Rachel dengan Dimas biar Dimas bisa lupa sama Arum "
Setiap pagi juga ibu selalu mampir khusus menyapa dan membawa sarapan untuk Rachel di depan Arum .
__ADS_1
" Assalamualaikum nak Rachel ya ?"
" iya , saya Rachel emangnya kenapa?"
Mendengar perkataan Rachel yang jutek dan tidak tau sopan santun ibu kaget dan bertolak belakang dengan sikap sopan yang di miliki Arum meskipun tidak kenal dengan orang itu ia tetap bersikap sopan
" beda ternyata ,nak Rachel sombong tapi aku Ndak boleh nyerah kalau nak Rachel tau aku ibunya Dimas pasti dia sopan " ucap ibu didalam hati
" Bu " Arum menyapa ibu sambil menunduk kan badannya , tidak menghiraukan sapaan Arum ibu malah membuang badan membelakangi Arum
"Ini ibu bawakan sarapan buat nak Rachel "
"ih siapasih !"
" Rachel ini ibunya Dimas " Arum memperkenalkan ibu ke Rachel yang blm tau siapa wanita yang berdiri di depannya , Rachel kaget dengan mata melotot ia tersenyum manis
" maaf Bu, saya gak tau kalau ibu , orangtuanya Dimas "
" iya Ndak papa namanya juga gak tau "
" Iya nak Rachel gak papa, ini ibu bawakan kue buat nak Rachel sarapan "
" waaahh.... trimakasih ya Bu "
Rachel merampas makanan yang masih di tangan ibu dengan tidak sopannya, ibu melihat Arum yang hanya berdiri sambil tersenyum padanya .
" ibu pulang dulu ya "
" yaa .. byeee..." Rachel melambaikan tangan dan terus memakan kue yang di bawa ibu sambil berdiri
" apa orang kita begitu ya? kok gak bilang trimakasih atau apa ya ? tapi ya sudahlah yang penting Arum tidak dekat dekat dengan putraku "
Ibupun kembali pulang kerumah nya , sementara Dimas masih di kebun teh memastikan kondisi lahan teh mereka baik baik saja .
...----------------...
__ADS_1
Arum menyadari sikap dari ibunda Dimas yang tidak menyukai dirinya, dan tidak suka kalau dia dekat dengan Dimas.
Malam ini malam ulangtahun Arum, besok dimana ia pertama kali di lahirkan kedunia .
Ia menangis mengingat semua perjalanan hidupnya, mengingat masa kecilnya sewaktu kedua orangtuanya masih hidup di dunia .
Dulu mereka orang berkecukupan, tidak pernah merasa kekurangan hidup di dalam kesederhanaan tapi setelah ia di lahirkan kehidupan mereka mulai berubah, entah dirinya yang membawa sial tapi di dalam agama tidak ada istilah anak pembawa sial lebih tepatnya cobaan hidup, ayahnya yang awalnya perkerjaan nya bagus di pecat dari tempat bekerja dan bekerja serabutan demi ke 5 anaknya tak sampai disitu kecelakaan kerja membuat ayah harus lumpuh dan sakit sakitan .
Tak lama berselang kemudian disusul ibu setelah usianya menginjak 2 tahun ibu pun jatuh sakit tidak bisa bangkit lagi dan hanya mengabiskan waktu di atas kasur.
Sejak itu keluargaku pun hancur berantakan bercerai berai entah dimana , hanya tertinggal aku dan kak Danu yang merawat kedua orangtua kami ini, aarum dan kak Danu yang saling bahu membahu untuk mencari nafkah meskipun dia slalu di tentang di marah jika lebih memilih mencari uang dari pada sekolah, tapi Arum sangat mencintai dan menyayangi kakak nya terutama Danu yang berkorban banyak untuk hidupnya .
Arum meratap di taman depan rumah sambil menikmati keindahan malam.
tiba tiba Nenek keluar menyadari cucunya sedang sedih nenek menghampiri nya dan bertanya " Ada apa sayang , sudah larut malam tapi masih di luar ?"
"nenek " Arum menyeka air matanya
" kok cucu nenek nangis ? ada apa sayang ?"
nenek mendekap tubuh Arum dengan hangatnya layaknya nenek dan cucunya
"Besok Arum ulangtahun nek , Arum teringat perjalanan hidup Arum dulu nek "
" masyaallah sayang, besok cucu nenek ulang tahun ke berpaa ?"
" 23 nek "
", waaah.... selamat ulang tahun cucu nenek tersayang , jangan sedih ya nak, siapapun Arum bagaimana pun masa lalu Arum, Arum tetap cucu nenek "
" makasih nek "
mereka saling berpelukan ,saling menguatkan insting seorang nenek dan cucu layaknya memiliki hubungan darah di antara keduanya.
Mengetahui putrinya yang sedang berada di kampung ulang tahun , diam diam kedua orangtua angkat Arum datang ke kampung memberikan kejutan untuk putri mereka.
__ADS_1
kemungkinan besok pagi kedua orangtua nya akan sampai di kampung