
Besok paginya
Seperti biasanya sudah hal biasa bagi Arum , bangun lebih awal di setiap paginya .
Bahkan ia lebih awal bangun dari pada asisten rumah tangga yang berkerja dirumah papany .
Keramahan dan kebaikan hati Arum membuat para asisten rumah tangga simpatik padanya .
Mereka menyukai Arum yang begitu ramah dan tidak menyombongkan diri walaupun dia sudah menjadi anak orang kaya raya dia tidak pernah melupakan asal usulnya .
Keadaan pagi sedikit kacau hari, saat sarapan pagi di gelar keluarga ideal ini tiba tiba saja bel rumah berdering berulang kali, salah seorang asisten berlari dari dapur untuk membuka kan pintu rumah ,
" biar saya aja bi " ucap Arum meletakkan kedua sendoknya di atas piring bergegas ke depan rumah.
Begitu pintu di buka, Arum di buat kaget ternyata itu abangnya Yayan .
" Abang, ada apa ?"
" gak ada cuma mau lihat kondisi kamu, gimana kabar mu dek ?"
" baik "
Tiba tiba saja bang yayan mendorong Arum agar menyingkir dari pintu , iapun masuk kedalam rumah .
" waaaah.... Besar sekali rumah mu dek , beruntung baget kamu dapat orangtua angkat kaya raya dan baik hati "
" jangan macem macem deh bang, jangan bikin keributan disini '"
" siapa juga mau bikin keributan aku kesini cuma mau minta duit sama mu Abang minta duit istri Abang mau melahirkan "
" Arum gak punya duit "
" ayolah pelit baget sih kamu ini juga demi keponakan mu kan "
" Arum gak punya uang Arum gak jualan lagi bang , lagipula abangkan kerja "
" mana orangtua angkatmu "
" Arum mohon bang jangan buat keributan disini "
Mendengar keributan, pak agung menghampiri Arum yang tak kunjung kembali.
" ada apa Arum ?"
" Awas dulu ! Abang mau ngomong sama bapak angkat mu "
Yayan mendorong Arum yang menghalanginya
" siapa ini nak ?"
" kenalkan pak saya saudara kandung Arum nama saya Yayan "
" oh iya salam kenal "
" begini pak "
tiba tiba Bu Sinta datang, melihat Yayan Bu Sinta menatapnya dengan mata tajam
" mau apa lagi kamu !"
" tenang dulu Bu "
" ada apa ma ? Apa mama udah saling kenal sama abangnya Arum ?"
" kenal pa, papa ingat waktu itu mama cerita kasih uang ke abangnya Arum ya... Inilah orangnya "
" mama nyakin dia orangnya "
" nyakin pa, mama kenal betul muka dia , mama nyakin dia kesini mau minta uang lagi pa "
" iya betul saya mau kesini mau minta uang kasih saya uang Bu , saya tau kalian orang kaya yang dermawan "
" butuh uang brapa ? "
" saya butuh uang 20jt buat istri saya "
"gak ! Saya gak akan berikan uang sepeser pun untuk mu "
" sudahlah ma, tunggu sebentar "
Pak agung masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil uang tidak berapa lama kemudian ia kembali dengan membawa beberapa tumpukan uang di tangannya .
" kalau boleh saya tau , kamu butuh uang untuk apa ?"
" istri saya mau melahirkan saya butuh uang "
" jangan berikan uang pak "
" sudah gak papa Arum, kasihan abangmu , ini uang 30jt saya lebihkan untuk mu pulanglah bawa uang ini selamat kan istri dan anakmu sudah menunggu mu "
" trimakasih pak trimakasih "
" sama sama semoga persalinan istri mu normal dan baik baik saja"
" trimakasih pak, Arum bg pulang ya "
"iya bg salam buat mbak "
" iya , Bu saya berterimakasih "
Buru buru Yayan pergi begitu menerima uang dari pak agung
" kenapa papa kasih uang pa"
" sudahlah ma dia butuh anggap saja sedekah"
__ADS_1
Datang kerumah sakit untuk membayar administrasi untuk persalinan istrinya .
Beberapa jam setelah pembayaran administrasi dan operasipun di laksanakan , memakan waktu selama 2 jam akhirnya terdengar tangisan bayi dari dalam ruang operasi, Yayan menunggu kabar di depan ruang operasi .
" Alhamdulillah, operasi nya lancar itu pasti suara tangisan anakku "
Dengan mata berkaca kaca, dokter pun keluar dari dalam ruang operasi .
" bagaiman kondisi istri saya ?"
" Alhamdulillah operasi berjalan lancar istri bapak dalam tahap pemulihan , anak bapak sehat berjenis kelamin perempuan "
" Alhamdulillah trimakasih dokter , apa saya boleh menemui istri saya "
" boleh silahkan "
Yayan masuk kedalam ruangan memeluk istrinya yang masih terbujur lemah di atas meja operasi
" bang anak kita perempuan bang "
" iya dek trimakasih sudah kasih Abang anak perempuan "
" iya bang, Abang dapat uang dari mana bayar operasi nya ?"
" udah gak usah di pikirkan dulu, yang terpenting adek baik baik dan anak kita sehat"
" mas gak mencuri kan "
" itu uang halal dek , uang itu Abang dapat dari orangtua angkat Arum "
" Abang pergi kesana ?"
" iya tadi Abang terpaksa ke sana karena Abang gak tau lagi mau pergi kemana "
" udah ya, jangan bahas itu lagi "
Yayan pun keluar dari ruang operasi menuju ruang bayi untuk mengazani anak nya .
Selesai mengazani putrinya, Yayan berpapasan dengan Arum dan orangtua angkat adiknya .
" eh bapak , ibu " sapa Yayan sambil berjabat tangan keduanya .
" bagaimana kondisi istri dan anak mu ?" sapa pak agung .
" Alhamdulillah anak saya sudah lahir pak "
" Alhamdulillah " ucap mereka bersama an
" laki laki apa perempuan ?" ucap Bu Sinta
" perempuan Bu"
" Alhamdulillah , pasti kamu seneng baget ya "
" Alhamdulillah Bu, saya sudah lama pengen anak perempuan baru ini Allah kabulkan walaupun kehadiran dia setelah kami jatuh miskin "
" iya pak trimakasih juga sudah bantu saya buat bayar biaya rumah sakit istri saya pak "
" sama sama nak Yayan anggap saja itu bantuan dari bapak "
" iya pak trimakasih juga Bu , dan trimakasih dek "
" sama sama bang "
Sejak saat itu kedekatan antara saudara ini kembali terjalin .
Arum sering berkunjung kerumah Abang pertamanya untuk menjenguk keponakan dan sekedar mengantarkan makanan untuk mereka .
Bahkan kedekatan antara Dimas dan Arum mulai terjalin , Arum sering bertemu dengan Dimas menemaninya bermain basket sampai bermain futsal .
Perasaan pada Arum sudah tidak bisa ia tahan lagi, Dimas memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya pada Arum .
Saat menonton Dimas bermain futsal .
Arum duduk bersama penonton di kursi para penonton .
Dimas menghampiri Arum,
" Kamu keren baget aku gak nyangka kamu bisa main basket " ucap Arum sambil memuji kepandaian Dimas
" trimakasih "
" Kok bisa sih kamu pandai main basket ?"
" aku suka nonton dari tv kalau ada pertandingan basket "
" ya ampun otodidak dong "
" iya "
" iiih kamu hebat Dimas hebat baget "
Boy yang berada di tempat yang sama merasa tidak terima kala mendengar Arum memuji Dimas.
" Itu belum seberapa Arum, kamu bisa lebih Muji Dimas kalau dia bisa ngalahin aku main basket ,gimana ?"
" Kamu gila ya boy, bilang aja kamu takut kalah saing iya kan "
" apaan sih, aku serius kalau Dimas gak berani berarti dia cemen mental tempe "
" Udah deh ah kamu malah ngajak taruhan lagi , udah yok Dimas kita pulang aja "
" Hahaha... Itu sama aja Dimas gak jago Arum dia cuma sok sok jago karena depan kamu iyakan Dimas "
" lagian ya, di kampung mana ada basket " timpal boy yang membuat Dimas naik fitam .
__ADS_1
" ok ,! Aku mau dan bersedia "
" naaaah! Gitu dong dari tadi , ya udah yok kita mulai "
Keduanya menuju ke tengah lapangan ,
sebelum memulai pertandingan , boy menarik kera baju Dimas sambil berbisik
" kalau aku menang kau jauhi Arum paham ?"
" yaaa... Kalau aku yang menang kau yang harus jauhi Arum ?"
" yaa...."
" ok ! kalau begitu kita mulai sekarang "
pertandingan pertama keduanya mendapat nilai seri, kemudian di sambung pertandingan kedua yang di menang kan oleh Dimas .
" gimana aku menangkan ?"
Boy diam seribu bahasa dengan perasaan nya yang jengkel dan tidak terima .
" kenapa dia bisa menang seharusnya aku yang menang !"
ucapnya sambil menendang bola, Dimas pergi bersama Arum.
" kamu hebat ternyata mas "
" makasih rum "
Dimas terdiam sejenak memperhatikan kecantikan wajah Arum wanita yang selama ini ia damba dambakan .
Sadar dirinya di perhatikan Arum menepuk pundak Dimas sambil berkata
" kamu kenapa mas ? Kok bengong gitu "
" gaaak aku gak nyangka aja kita bisa bareng lagi "
" kenapa kok gak nyangka ?"
" yaaa... Aku pikir kita gak akan mungkin bisa bareng kayak gini lagi "
" kamu bisa aja "
Tiba tiba saja Dimas meraih tangan Arum dan berkata " Arum, aku udah lama baget nyimpan perasaan ini aku udah coba berdamai sama perasaan aku tapi aku tetap kalah aku tetap gak bisa nahan perasaan aku ini , aku suka sama kamu rum "
Seketika Arum diam mematung dengan mulut tertutup rapat dan mata melotot.
Perlahan ia menarik tangan nya kembali
" maaf Dimas , aku gak bisa , aku gak bisa "
" kenapa rum ?, apa karena aku orang desa ?"
" gak ada hubungan nya Dimas , bagiku kamu itu sahabat aku aku gak mungkin ada perasaan sama kamu , kalau pun ada bukan sekarang Dimas bisa saja nanti setelah aku menyelesaikan pendidikan ku dan mendapat gelar yang slama ini aku perjuangkan "
Dimas menunduk kan kepalanya Arum tau Dimas kecewa tapi Arum sudah berjanji pada almarhum abangnya Danu kalau ia tidak akan berpacaran sampai ia benar benar sukses meraih mimpinya .
" ya udah ... Aku antar pulang ya ?" ucap Dimas menutupi kecewa an nya
Sejak kejadian itu, Arum menghindari bertemu dengan Dimas .
Ia takut Dimas semakin menaruh hati padanya .
bahkan untuk bertemu dengan Dimas pun ia slalu menolak , kejanggalan mulai terlihat oleh ibu angkatnya.
Beliau menghampiri Arum di dalam kamar ny
" nak mama boleh masuk ?"
" boleh ma "
" mama gak lagi ganggu Arum kan ?"
" gak ma , ada apa ma ?"
" mama mau tanya kamu kenapa nak ? Sudah hampir 5 kali nak dimas kesini pengen ketemu sama kamu tapi slalu kamu tolak ada apa nak apa yang terjadi "
Arum tersenyum pada ibu nya
" gak ada apa apa kok ma , Arum cuma fokus mau ujian besok "
" sayang,,, kasihan nak Dimas dia seperti kehilangan kamu ada apa sih, Arum juga gak kayak biasanya "
Arum menghela nafasnya sembari melempar senyuman pada ibunya
" Arum blm bisa ma ketemu sama Dimas karena , Arum takut Dimas makin susah lupain Arum "
" tunggu tunggu, mama gak paham ini maksud nya gimana "
" udah ah ma .. Arum blm bisa cerita sama mama "
" tunggu deh , mama dulu juga pernah kayak kalian ini backstreet terus akhirnya mama sama papa jodoh juga , jangan bilang Arum di tembak sama Dimas trus Arum tolak ?"
Arum tersenyum seolah mengiyakan perkataan ibunya ,
" ya ampun sayang,, segitunya kamu takut cinta merusak pendidikan kamu nak "
" Arum gak ada pilihan lain ma, Arum juga udah janji sama almarhum bang Danu , almarhum orangtua Arum, begitu juga mama sama papa yang udah sayang banget sama Arum Arum gak mau ngecewain kalian "
" yaaallah nak kamu memang anak yang hebat lebih mengedepankan kepentingan yang lain dari pada diri mu "
" mama sayang sama kamu , mama bersyukur sekali sama yang maha kuasa karena sudah pertemukan kita "
" Arum juga senang banget ma bisa bertemu sama mama sama papa bisa jadi bagian dari kehidupan kalian "
__ADS_1
Kedua anak ibu ini saling berpelukan meluapkan rasa syukur yang teramat dalam .
Sosok Bu Santi memang hanya sebagai ibu angkat tapi ketulusannya pada Arum membuat Arum begitu menyayangi nya .