
kediaman pak andre pratama
pagi harinya pak andre dan keluarga nya sedang bersantai santai di ruang keluarga nya.
"gimana nak, apakah kamu sudah bilang sama kevin? tanya pak andre dengan lirih
" sudah pi, katanya boleh kok!. ucap. Amelia sambil tersenyum
"alhamdulillah" ucap. pak andre sambil tersenyum
"terimakasih ya sayang, kamu sudah mau mengerti dengan samua keadaan ini. kan kamu tau sendiri tidak mungkin kita bersenang senang sedangkan keluarga arsyila dalam keadaan berduka." ucap. ibu Anita sambil mengelus punggung anaknya dengan sayang
"iya mi, amel mengerti kok!.. ucap.Amelia dan memeluk tubuh maminya dengan erat
" jadi angga gak disayang nih? ucap. angga sambil memasang wajah cemberut, karena melihat kakak kakaknya dipeluk oleh orang tuanya.
"yaallah ga, gitu aja cemburu!. gimana nanti kalau kamu punya istri!..ucap.andi sambil tertawa kecil.
" Biarin" ucap. angga dengan lirih
"anak kita yang satu ini berbeda banget ya mi?ucap.pak andre kemudian melirik kearah istri nya
" iya pi, orang nya pencemburu banget."ucap.ibu anita sambil tertawa kecil.
"cemburu itu kan tandanya sayang mi" ucap. angga sambil tersenyum.
" iya mami tau itu, kamu memang yang terbaik "ucap.ibu anita sambil tertawa kecil
" terimakasih mi" ucap. angga dan mencium pipi maminya kemudian berjalan menuju kamarnya.
Amelia dan andi hanya bisa tertawa ketika melihat tingkah lucu adiknya itu.
setelah bersiap siap, mereka pun melajukan mobilnya menuju rumah arsyila
__ADS_1
selama perjalanan tidak ada satupun yang berbicara, semua orang yang ada dimobil itu sedang dalam hayalan masing-masing.
tak lama kemudian mereka pun sampai di kediaman ibu arumi.
mereka disambut hangat oleh keluarga arumi.
setelah selesai dimandikan, dikafani, dan disholatkan, mereka pun membawa jenajah ibu arumi ke peristirahatan terakhirnya.
setelah selesai di taburi bunga, mereka pun membaca doa untuk almarhumah ibu arumi.
setelah selesai semua orang mulai berpulangan, kini tinggal beberapa orang saja.
arsyila terus menangis sambil memegang batu nisan ibunya.
"arsyila ikhlas kan semua nya nak" ucap. ibu lia sambil mengelus pucuk kepala arsyila yang tertutup hijab.
"syila harus sabar ya!. ucap. lena dengan lirih
" iya bi, terimakasih!. ucap. arsyila dengan lirih
"kasihan sekali dia, dengan keadaan seperti ini dia harus kehilangan orang yang dicintainya!.
ingin ku duduk disamping nya, memeluk dan menenangkannya!.. batin angga dengan sedih
" bibi duluan ya"ucap.ibu lia dan lena dan berjalan menuju parkiran.
"iya bi, ucap. mereka dengan kompak
" arsyila kita pulang yok!.ucap. salsa yang duduk disamping arsyila.
"aku mau disini dulu sa, kalau kamu mau pulang duluan aja!.. ucap. arsyila sambil tersenyum.
" tapi kan sa, kalau kamu ada apa apa gimana!. ucap. Salsa dengan khawatir
__ADS_1
"tidak usah khawatir sa, aku gk papa kok." ucap. arsyila sambil tersenyum.
"baiklah" ucap. Salsa sambil tersenyum
"loh kakak masih disini? tanya Salsa kearah angga
" iya, kau mau pulang? tanya angga dengan lirih
"kakak mau nunggu arsyila ya? tanya salsa dengan lirih
" iya" ucap. angga sambil tersenyum
"kamu tidak usah khawatir, gk aku apa apain kok sahabat mu!.. ucap. angga dengan lirih
" ooh, baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya kak, syil" salsa sambil tersenyum
"iya, hati hati" ucap. arsyila sambil tersenyum
kemudian salsa berjalan menuju parkiran dan melajukan mobilnya kerumah arsyila.
"kakak ngapain nunggu aku? tanya arsyila dengan lirih
"cuman mastiin aja kalau kamu tidak apa apa" ucap. angga sambil tersenyum
"oiya, turut berduka cita ya syil, semoga kamu selalu tabah dan sabar atas semua yang terjadi" ucap. angga dengan lirih.
iya, terimakasih kak" ucap. arsyila sambil tersenyum
"yasudah kita pulang yuk, ucap. angga dengan lirih
" baiklah "ucap.arsyila sambil tersenyum
" ibu arsyila pulang ya, terimakasih karena telah merawat arsyila dari bayi hingga seperti ini"ucap.arsyila kemudian mencium batu nisan ibunya.
__ADS_1
kemudian mereka berjalan kearah parkiran dan melaju ke rumah arsyila