
Hari yang ditunggu pun tiba dimana dua orang sejoli yang akan dijadikan raja dan ratu dalam sehari, semua persiapan sudah disiapkan dengan sempurna. pernikahannya digelar dikediaman pratama dengan nuansa yang indah, sepanjang jalanan ada karpet merah yang digelar menuju singgasana pengantin dan terdapat banyak hiasan bunga yang bermekaran.
Hari ini angga terlihat sangat gagah, memakai kemeja putih dan dibalut setelan jas hitam dibagian luarnya. belum lagi peci yang
melekat dikepalanya menambah nilai plus ketampanan nya.
Senyum dibibirnya terus merekah menandakan betapa bahagia nya dia hari ini. Hari dimana setiap orang memimpikan nya, bagaimana tidak??? menikah dengan orang yang dicintai dan mencintai adalah hal yang terindah. berjodoh dengan seseorang yang ada dihati itu adalah impian dan harapan semua orang.
Tok...tok...
" Syila boleh bibi masuk? " tanya bibi Lia yang sudah sampai di depan pintu kamar arsyila
" Iya, sebentar bi, " Ujar arsyila dari dalam kamar sambil berjalan menuju pintu
klekk
pintu terbuka memperlihatkan bi Lia. arsyila segera memeluk dan menyalaminya dengan takzim setelah itu mempersilahkan masuk
Lia duduk ditepian tempat tidur memandang keponakan nya dengan perasaan campur aduk
" Apa kamu sudah siap nak? " tanya Lia yang netranya masih menatap keponaan nya
" Insyaallah bi, syila siap! menyandang status menjadi istri dari kak angga! " Ujar arsyila dengan hati yang bergetar. hatinya bimbang apa ini waktu yang tepat untuk pernikahan nya? dan kembali dia mengingat kedua orang tua nya yang sudah meninggal, hatinya kembali sesak ketika mengingat nya! sungguh arsyila merindukan ayah dan ibunya.
Lia kembali menatap mata arsyila yang sudah berembun, hatinya seakan ikut merasakan sedih yang dirasakan arsyila. detik berikut nya dia langsung mendekap erat tubuh ramping arsyila
" Bibi tau apa yang kamu rasakan nak! Ujar lia sambil mengelus punggung arsyila dengan kasih sayang, air mata lolos begitu saja membasahi pipi kedua nya
" Terima kasih bi, selalu ada buat arsyila? " Ujar arsyila usai melerai pelukan nya.
Lia hanya tersenyum senang
" Ohya akbar nya mana bik? apa dia tinggal? " tanya arsyila sambil menatap sekeliling
" Akbar ada dibawah sama ayah nya! tadi sih mau ikut, tapi takut mengganggu, " jawab Lia seadanya
Tok…tok…
" Arsyila tolong buka pintunya nak, ini mami! " Ujar anita dari luar kamar
" Iya mi, sebentar! " Ujar arsyila dari dalam kamar
klekk
" Silahkan masuk mi, " Ujar arsyila tersenyum sambil mempersilahkan anita masuk dan diikuti oleh MUA dibelakang nya
Dan detik berikut nya arsyila langsung dirias secantik mungkin oleh MUA. arsyila memakai gaun berwarna putih dengan jilbab yang senada, ditambahkan mahkota kecil diatas kepalanya sehingga memancarkan kecantikannya.
Tamu undangan pun sudah mulai berdatangan para kerabat, keluarga dan rekan bisnis yang ikut bekerja sama dengan perusahaan pratama
Terlihat angga yang sudah duduk didepan pak penghulu dengan perasaan yang tak karuan, kening nya sampai mengeluarkan keringat dingin akibat rasa gugup yang menyelimuti hatinya tapi dia berusaha menormalkan hati dan pikiran nya agar tidak terlalu gugup saat ijab akan berlangsung.
" Baiklah, kalau begitu mari mulai, " Ujar pak penghulu menjabat tangan angga.
angga pun menerima uluran tangan itu dan mulai menjabatnya
__ADS_1
" Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau angga arshaka pratama bin andreansyah dengan arsyila najwa putri binti ahmad mazan afif dengan mas kawin uang senilai seratus juta rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai, " ucap pak penghulu dengan lantang
" Saya terima nikahnya dan kawinnya arsyila najwa putri binti ahmad mazan afif dengan mas kawinnya tersebut tunai ," Ujar angga dengan lantang dan tegas
" Bagaimana para saksi, sah? " ujar pak penghulu kepada para tamu undangan
" Sah… ucap para tamu undangan yang ikut menyaksikan ijab qabul berlangsung
" Alhamdulillah,
Dan tibalah saatnya dimana arsyila yang berjalan menuruni anak tangga dengan diapit oleh anita dan lia
senyuman mengembang diwajah tampan angga ketika melihat istrinya yang sudah berjalan kearahnya, pria tampan terus menatap netra istrinya yang terus menundukkan pandangan nya
perlahan arsyila duduk disamping laki laki yang sudah menjadi suaminya itu dan menyalami suaminya dengan takzim begitu pula dengan angga langsung mendaratkan ciuman dikening sang istri dengan lembut
Setelah menandatangani surat pra nikah, angga langsung menggandeng arsyila menuju pelaminan. semua tamu sangat terharu melihat pasangan yang serasi itu tapi lain hal nya dengan fadil?…Ya fadil hanya tersenyum kecut saat melihat orang yang dicintai nya bersanding dengan orang lain tapi apa boleh buat bila takdir berkata lain tapi meskipun begitu dia sangat bahagia bila melihat arsyila bahagia walau bukan bersamanya.
" Selamat ya nak, semoga jadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah!…Ujar kakek arif menghentikan sejenak ucapan nya lalu memandang cucunya dengan penuh harap.
" Jadilah laki laki yang baik, bertanggung jawab dan bijaksana! kakek harap kau bisa membahagiakan istrimu nak, " Ucap kakek arif sambil tersenyum
" Insyaallah kek, doakan angga agar bisa menjadi suami yang baik untuk istriku dan ayah yang baik untuk anak anakku, " Ujar angga langsung memeluk kakeknya dengan air mata yang membasahi pipinya
" Doaku selalu menyertaimu nak! kakek akan mendoakan yang terbaik untuk kalian, " Ucap kakek arif mengelus punggung cucunya dengan penuh kasih
" Terimakasih kek, " Ujar angga usai melerai pelukannya
Lalu kakek arif langsung beralih kearah arsyila
Arsyila pun mengangguk lalu mencium punggung tangan kakek arif
" Selamat menempuh hidup baru nak, jadilah keluarga yang sakinah!… susah senang selalu bersama walaupun banyak ujian yang menghampiri? dan selalu mengingatkan satu sama lain, " Ujar nenek yani memandang kearah angga dan arsyila
Angga dan arsyila langsung mengangguk lalu memeluk nenek yani dengan air mata bahagia
" Selamat ya nak, statusmu sudah menjadi suami arsyila berusahalah menjadi suami yang baik untuk istri dan anak anakmu, " ujar andre kepada angga
" Doa kami selalu menyertai kalian nak, " ujar anita menambahi lalu melirik kearah andi
" Dan doakan semoga kakakmu cepat menyusul biar mami punya banyak cucu, " Ujar anita menggoda andi yang ada disamping nya
" Apaan sih mi, ujar andi dengan wajah dongkolnya
" Tenang aja mi, angga akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kak andi, " Ujar angga lalu melirik kearah salsa yang tepat berdiri di samping andi. " Dan menurut angga salsa cocok deh…" Ucap angga dengan senyum jahil
" Apaan sih ga, gk lucu deh! " ujar andi dengan kesal
" Iya ni kak angga, main jodoh jodohin orang aja! Emang nya ni zaman siti nurbaya, " Ujar salsa dengan wajah dongkolnya
" Kalau menantu baik, ganteng! ibu kasih restu deh nak, " ujar ani menambahi berusaha menggoda andi dan salsa yang sama sama jomblo
" Ibu apa apaan sih, kenapa jadi ikut ikutan, " Ucap salsa kesal lalu berjalan meninggalkan pelaminan begitu juga dengan andi yang kesal lalu meninggalkan pelaminan
" Kayaknya mereka jodoh deh, " Ujar anita tersenyum jahil
__ADS_1
" Aamiin, ujar mereka dengan kompak
" Selamat ya… ucap tamu undangan
" Selamat ya nak, selamat menempuh hidup baru… ujar tamu undangan yang lainnya
Terlihat seorang wanita parubaya menghampiri arsyila lalu memeluk nya dengan erat
arsyila pun membalas pelukan itu lalu mengelus punggung nya dengan lembut
" Bunda jangan menangis, " ujar arsyila berusaha menenangkan wanita yang sudah dianggapnya menjadi orang tuanya
" Bunda hanya terharu nak, semoga kalian bahagia ya nak, " ujar bunda sari usai melerai pelukan nya
Arsyila mengangguk lalu tersenyum kemudian matanya menatap sekeliling seolah mencari seseorang
" Rania kemana bun? kok gk ikut? " ujar arsyila kepada bunda sari
" Rania kurang enak badan nak, tadi sih mau ikut tapi karena kurang sehat jadi dibatalin deh," ujar bunda sari menjelaskan
" Semoga cepat sembuh ya bun sakitnya, " ujar arsyila yang ikut prihatin dengan rania yang sudah dianggapnya menjadi adiknya
" Ohya ini tadi rani, dia nitip ini kebunda! ujar bunda sari menyodorkan 3 kado kepada angga dan arsyila
" Banyak banget bun, ujar arsyila
" Ya, dari kita bertiga nak, " ucap bunda sari.
" Berarti kak fadil gk ikut ya bun? " tanya arsyila memastikan. Dia gk sadar kalau angga sangat kesal saat istrinya menyebut nama laki laki lain
" Tadi dia ikut sama bunda, tapi tiba tiba katanya ada urusan penting, " Ujar bunda sari dengan jujur
"Oh, ucap arsyila
" Yaudah bunda kesana dulu ya, ucap bunda maya kepada angga dan arsyila
" Ya silahkan bunda, ujar angga mencium punggung tangan bunda sari diikuti oleh arsyila
" Selamat ya nak, jadilah laki laki yang baik untuk istri dan anak anakmu, " ucap adam kepada angga lalu memeluk nya
" Insyaallah paman, ujar angga usai melerai pelukannya
" Selamat ya nak, jadilah istri yang berbakti kepada suamimu, " ujar lia memeluk keponakan nya dengan erat
" Iya bi, arsyila akan selalu mengingat nasihat yang diberikan oleh bibi, " ujar arsyila tersenyum manis
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, para tamu juga sudah berpulangan begitu juga dengan keluarga arsyila
" Syil kami pulang dulu ya, jaga dirimu baik baik! sekarang kau sudah menjadi seorang istri…jadilah istri yang baik dan patuh kepada suamimu. doaku selalu menyertaimu syil, kau sahabat terbaikku, " ujar salsa menangkup kedua pipi sahabat nya dengan deraian air mata
" Terimakasih sa, selama ini kau selalu ada untukku! kau sahabat terbaikku susah senang kita selalu bersama! doaku selalu menyertaimu sa, " ujar asryila dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
Mereka sama sama memeluk saling menguatkan lalu salsa dan orang tuanya pamit meninggalkan kediaman pratama
Setelah mobil salsa tidak terlihat lagi lalu angga menuntun istrinya kedalam kamar, istrinya itu terlihat sangat pucat dan lemah sehingga membuat angga khawatir. sesampainya dikamar arsyila langsung mandi dengan air hangat setelah itu menyiapkan pakaian suaminya yang sedang mandi
__ADS_1
Bersambung………