Wanita mandiri

Wanita mandiri
episode 38


__ADS_3

Dikantor polisi


" Cepat katakan, siapa yang menyuruh kalian? tanya angga dengan wajah garangnya


Dino dan teman temannya hanya diam seribu bahasa


" Apa misi kalian! dan siapa yang menyuruh kalian? cepat katakan atau aku akan melukaimu? " ucap angga lagi menahan emosinya yang sudah sampai keubun ubun


Dino hanya diam menundukkan wajahnya, hal itu membuat angga geram dan


Bugh! bugh...


angga mendaratkan bogem disudut bibir dino, hingga membuat sang empu meringis


" Hei apakah kau tidak punya mulut? " tanya angga lagi


" Sabar ga! jangan gegabah, kita harus sabar menghadapinya? ucap andi memegang pundak adiknya berusaha untuk menenangkan angga


" Bagaimana bisa, aku sabar kak! mereka sudah melukai arsyila dan hampir saja me. rasanya angga tak mampu melanjutkan ucapannya ,hingga dia menundukkan wajahnya


sakit rasanya orang yang dia cintai terluka


" Iya, kakak tau dek! ini pasti berat bagimu? kau harus kuat demi arsyila? ucap andi menasehati adiknya


" Iya kak,


" Za, tugaskan anak buah kita untuk berjaga disini! jangan sampai mereka lolos! " ucap angga dengan lantang dan tegas


" Baik tuan


Drettt


andi merogoh sakunya dan mendapati pesan dari sahabatnya


" Kakak, duluan ya! kalian hati hati dijalan, " ucap andi menepuk bahu adiknya


" Iya kak, hati hati!


" Hati hati bro! ucap reza merangkul bahu andi dan diangguki oleh andi


" Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap angga dan reza


" Kita kerumah sakit, sekarang! ucap angga langsung masuk kedalam mobil


Reza hanya mengangguk menjalankan perintah bos nya


Di dalam mobil, angga hanya diam menatap kosong keluar jendela. melihat itu reza berpikir sejenak bagaimana cara melunakkan hati angga yang mendadak seperti es batu


" Ga


" Hmm

__ADS_1


" Lagi mikirin apa sih, aku perhatiin kamu diam aja, " tanya reza dengan hati hati


" Entahlah za, aku juga bingung! " ujar angga dengan wajah bingung


" Yang sabar ya bro, semua pasti ada jalan keluarnya kok, " ujar reza menyemangati bos sekaligus sahabatnya itu


" Arsyila! aku khawatir dengannya dia pasti trauma, aku takut bila terjadi apa apa dengannya!...disisi lain, aku juga tahu kalau kami harus menjaga jarak agar tidak terjadi fitnah, " ucap angga dengan lirih


" Bukankah kalian akan menikah? " ucap reza


" Untuk saat ini, itu belum memungkinkan za!kau tau sendiri kan' keadaan arsyila seperti apa? " ucap angga dengan sendu


" Iya aku tahu ini pasti berat bagimu, tapi bagaimana dengan undangannya? bukannya itu sudah tersebar!.. ucap reza dengan hati hati


" Sudah, tapi aku tidak ingin menambah beban untuk arsyila, " ucap angga


" Hmm, membingungkan " ucap reza dengan pelan, kemudian memarkirkan mobilnya diparkiran


Reza dan angga berjalan beriringan hingga tiba didepan ruangan arsyila


" Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap adam


" Gimana kabarnya paman?? sehat? " tanya angga sambil menyalami adam dan lainnya


" Alhamdulillah sehat nak! lama tidak bertemu, nak angga makin tampan saja, " ucap adam tersenyum


" paman bisa saja, ohya paman udah lama --ya nunggunya? " ucap angga duduk disebelah adam


" Maaf ya paman! soalnya tadi ada urusan sebentar...ucap angga tak enak hati


" Tidak apa apa nak, ucap adam tersenyum lebar


" Saya kedalam dulu ya bi, ucap angga kepada lena yang duduk disamping suaminya


" Iya silahkan nak, ucap lena mempersilahkan angga masuk sambil tersenyum


" Terima kasih bi "


Angga perlahan mendekati ranjang arsyila, dilihatnya arsyila yang sedang melamun sambil menatap kearah jendela


" Assalamu'alaikum, ucap angga langsung duduk disamping ranjang arsyila


Arsyila yang tadinya menatap keluar jendela kini dia menoleh kearah suara didengarnya


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, kak...ucap arsyila yang ingin duduk tapi dilarang oleh angga


" Jangan duduk dulu, katakan padaku apa masih ada yang sakit? " tanya angga kemudian duduk di kursi samping ranjang arsyila


arsyila menggelengkan kepalanya


" Kakak tidak usah khawatir! syila sudah sembuh kok, " ucap arsyila dengan senyuman yang mengembang dipipinya

__ADS_1


Sungguh?? syila tidak bercanda kan, " ucap angga dengan wajah yang berbinar


" Sungguh kak...


" Besok hari pernikahan kita. apakah syila keberatan? " tanya angga dengan hati hati takut menyinggung perasaan calon istrinya


" Justru arsyila senang kak..semakin cepat maka semakin baik, jadi tidak perlu ditunda agar tidak menimbulkan fitnah, " ucap arsyila dengan lirih


" Alhamdulillah..terima kasih sudah memilih kakak menjadi pendamping hidupmu! dan kita akan belajar bersama sama untuk mengharapkan ridha nya, " ucap angga tersenyum


arsyila mengangguk sembari tersenyum manis


" Alhamdulillah kita juga setuju kok, semakin cepat maka itu lebih baik, " ucap anita yang tiba tiba masuk dengan senyum manisnya


" Mami??


" Sejak kapan mami ada disini? tanya angga mencium punggung tangan ibunya dan diikuti oleh arsyila


.


" Sejak tadi, ucap anita dengan senyuman


" Bagaimana kabar kamu nak? tanya anita mengusap lembut kepala arsyila yang tertutup hijab


" Alhamdulillah sudah membaik mi, " ucap arsyila tersenyum manis lalu memeluk anita


" Alhamdulillah..ucap anita mengelus punggung arsyila dengan penuh kasih sayang.


" Mami jadi gk sabar ni, nimang cucu dari kalian! " ucap anita memandang arsyila setelah melerai pelukannya


arsyila hanya tersenyum malu dan menundukkan pandangannya


" Insyaallah secepatnya mi, mami doakan aja ya semoga cepat dapat momongan, " ucap angga tersenyum sumringah


" Iya. iya mami doakan!


" Permisi..sebentar ya buk! kita cek keadaan nya dulu, " ucap dokter yang baru masuk keruangan arsyila


" Ohya..silahkan dokter! ucap anita tersenyum


ramah


dokter itu segera memeriksa arsyila, terlihat dari wajahnya bahwa arsyila sudah membaik


" Alhamdulillah.. keadaannya sudah membaik! pasien sudah bisa dibawa pulang, dan ingat makanan nya harus dijaga ya, " ucap dokter tersebut memperingati


" Alhamdulillah, terima kasih dokter... ucap angga


" Sama sama, ohya ini pak silahkan ditebus obatnya, " ucap dokter itu menyodorkan selembar kertas kepada angga kemudian diterima oleh angga


setelah itu dokter tersebut berlalu dari ruangan arsyila


" Titip arsyila bentar ya mi, angga mau nebus obatnya dulu sekalian mau bayar administrasi, " ucap angga mengalihkan pandangan kepada arsyila

__ADS_1


Tanpa menunggu sahutan dari maminya angga langsung keluar dari ruangan arsyila


__ADS_2