
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan mereka pun mendarat di bandara internasional soekarno-hatta
supir yang ditugaskan untuk menjemput tuannya pun segera mempersilahkan tuannya masuk kedalam mobil dan memasukkan semua barang-barang kedalam bagasi.
" Bagaimana keadaan disini eko? apakah semua baik baik saja, selama saya pergi, " ujar angga dengan lirih menatap kearah supirnya
" Iya tuan muda, selama anda pergi semua terlihat baik-baik saja, " ujar eko sambil melirik atasannya dari kaca spion
" Syukurlah kalau begitu, " ucap angga
πππ
Tidak terasa 40 menit berlalu, merekapun sampai dikediaman pratama
Anita sudah berdiri diambang pintu untuk menyambut kedatangan putra dan menantunya
Sedangkan eko langsung membukakan pintu mobil untuk Tuan dan nyonya mudanya setelahnya barulah dia membawa semua barang yang berada dibagasi mobil dengan dibantui oleh pak udin beserta pelayan
Visual gambar kediaman keluarga pratama, ini bagian depan rumahnya ya, berbeda lagi dengan bagian belakang yang lebih lebar
Angga berjalan sambil mengenggam erat jari jemari istrinya hingga sampai diambang pintu
" Assalamu'alaikum my, " ucap angga mencium punggung tangan ibunya dengan takzim diikuti oleh arsyila yang berdiri disampingnya
" Waalaikumsalam nak, " ucap anita lalu mengulurkan tangan nya kepada angga dan arsyila
Kemudian anita langsung memeluk putra dan menantunya secara bersamaan
__ADS_1
" Mamy yang sabar ya, " ucap arsyila sambil mengeratkan pelukannya kepada sang ibu mertua
" Iya nak, insyaallah , " ujar anita tersenyum sambil mengelus kepala angga dan arsyila
" Yasudah, ayo kita masuk! " ujar anita dengan senyum hangatnya
Angga dan arsyila mengangguk lalu mengikuti langkah anita dari belakang
Di ruang tamu
Setelah menyalami semua keluarga nya andi dan angga langsung berpelukan sedangkan arsyila memilih duduk disamping sang nenek yang sedang terpuruk
" Nenek yang tabah ya, Syila yakin nenek pasti bisa melewatinya, " ujar arsyila dengan lembut sambil mengelus punggung wanita yang sedang bersedih itu
" Iya nak insyaallah, " ucap nenek yani sambil tersenyum tipis
Beberapa saat kemudian
tampak banyak keluarga dan para sahabat yang mengantarkan jenazah kakek arif.
Tak hanya itu kediaman pratama pun dipenuhi para pelayat yang datang beriringan untuk mendoakan jenazah kakek arif, mungkin karena dikenal karena kebaikannya sehingga orang-orang banyak yang datang mendoakan beliau.
Setelah berdoa merekapun menaburinya dengan bunga setelah itu semua orang berjalan meninggalkan makam yang masih basah itu, begitu juga dengan andre beserta keluarganya.
πΉ
Malam semakin larut para pelayat mulai berpamitan pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam
Sesampainya dikamar angga langsung mencari sosok sang istri, tapi yang dicari malah tak ada. Dia pindai setiap sudut kamar tapi tetap saja hasilnya nihil! kemudian dia berjalan menuruni anak tangga guna mencari sang istri.
__ADS_1
Anita yang kebetulan dari dapur segera menghampiri putranya
" Nak ngapain disini? sudah malam lo, tidur gih, " ujar anita sambil memandang putranya. " Oiya tadi menantu mamy titip pesan kamu tidur duluan saja, " ujar anita menjelaskan apa yang disampaikan oleh menantunya
" Emang istri angga kemana my? " tanya angga penasaran kenapa sang istri menyuruhnya tidur duluan
" Tadi kami lagi membujuk nenekmu agar mau makan! Kan kamu tau sendiri beliau sangat terpukul dengan kepergian kakekmu, " ujar anita sambil menyeimbangi langkah lebar sang putra
" Oh, ucap angga sambil berjalan menuju kamar sang nenek
π·
Sesampainya didepan kamar terlihat arsyila yang lagi membantu sang nenek meminum obat lalu membantu beliau berbaring diatas kasur, kebetulan pintu kamar sang nenek terbuka sedikit jadi mereka bisa dengan mudah melihat apa yang ada didalam
Angga yang melihat itupun lantas tersenyum lebar dengan apa yang dilakukan sang istri
" Lihatlah nak menantu mamy sangat baik! Kau sangat beruntung nak mendapatkan seorang istri yang hatinya lembut dan pengertian, " ujar anita setengah berbisik kepada sang putra
" Iya my, angga sangat beruntung mendapatkan seorang istri seperti arsyila, " ujar angga tersenyum manis sambil menatap haru dengan kebaikan sang istri
" Sayangβ¦, tidur yuk, " ucap angga sambil menatap sang istri yang berjalan kearahnya
Arsyila tidak menjawabnya dia hanya menoleh kearah ibu mertuanya
" Pergilah nak, temani suamimu tidur! Jangan khawatirkan nenek biar mamy yang menjaganya, " ujar anita sambil tersenyum hangat kearah menantunya
Arsyila mengangguk
Tanpa berkata apa-apa angga langsung menggendong istrinya menuju kamar sedangkan arsyila hanya pasrah dengan perlakuan sang suami yang menurutnya sangat romantis
__ADS_1
Anita yang melihat itu hanya tersenyum lalu masuk kekamar sang mertua