
Setelah melewati perjuangan yang luar biasa, cobaan di detik-detik terakhir mendapatkan gelar seorang dokter bibi dari kampung tiba tiba datang .
Sempat terjadi cekcok keributan antara keduanya, lagi lagi beliau mempermasalahkan keberadaan Arum didalam rumah adik nya .
" mbak datang kok gak kabari Sarah dulu "
" kenapa ? Biar kamu suruh supir jemput aku ke terminal gitu "
" gak mbak kan saya bisa jemput ke terminal "
" eleeeh... Emangnya kamu bisa bawa mobil ? Kayak bisa aja hidup masih butuh bantuan orang lain saja sudah sombong "
" saya gak sombong mbak saya kan maksudnya baik bagaimana kalau tadi mbak kenapa-napa di jalan siapa yang tau "
" Ndak ! saya gak Ndak bakal kenapa kenapa toh saya juga sudah sering kesini "
Bibi mulai menyusuri sudut sudut ruangan dan langkahnya terhenti di depan foto besar yang terpajang di dinding foto Bu Santi dan pak agung bersama Arum layaknya sebuah keluarga harmonis.
" ini apa apaan toh kok foto anak pungut itu di pajang Disini"
" mbak, nama nya Arum anak kami bukan anak anak pungut "
" eleeeh... kamu toh Yo, kalau seandainya kamu gak mandul pasti adik saya sudah punya anak sudah bahagia bukannya malah Leles anak dari jalanan Ndak tau anak siapa ntar harta adik saya di gondol baru kamu saya tuntut ke Pangadilan "
" astaghfirullah mbak, saya juga gak mau gak punya anak gak bisa hamil tapi kan saya juga berusaha tapi Allah berkata lain "
" eleeh .. Saya paling gak suka dengar orang itu ngelesss aja kerjanya , usaha jangan cuma cari alasan saja "
" bi.... Bibi .... "
" engge nya , eh ndoro rupanya "
" siapa yang pajang Poto ini disini "
__ADS_1
" nyonya putri ndoro "
" turunin saya Ndak mau muka anak gembel ada di rumah adik saya , turunin "
Bibi menoleh ke arah Bu Sinta , Bu Sinta menganggukkan kepalanya
" baik ndoro "
" satu lagi tolong barang Barang dia taruh di gudang saya mau tempati kamar nya "
" gak bisa gitu dong kak, kalau kakak mau istirahat di kamar tamu ya kalau gak di kamar bawah dekat aku kamar aku "
" kamu yang ngatur sekarang dirumah ini "
" tapi kak, gak mungkin kan anak aku tidur di gudang , gudangkan banyak barang barang gak di pake banyak tikus juga , aku gak izinin Arum tidur di gudang "
" Ndak.. Dia harus tidur di gudang titik "
" walaikumussalam "
" assalamualaikum bi " ucap Arum menyodorkan tangannya di hadapan bibi
melihat tangan Arum bibi malah memalingkan wajahnya.
" Kebetulan dia sudah muncul , tolong barang barang kamu barang rongsokan itu kumpulin dan tidur di gudang sana "
" gak bisa kak "
" udah gak papa ma, biar Arum tidur di gudang aja "
" dia aja gak keberatan toh "
" jangan nak jangan mama gak mau kamu tidur di gudang itu banyak tikus nya "
__ADS_1
" gak papa ma , nanti Arum bersihin lagi deh pasti cantik"
" yaa Allah nak "
" ya udah tunggu apa lagi , udah sana "
" baik bibi "
Arum menuju kamarnya di bantu oleh bibi membereskan barang-barangnya dan kegudang bersama bibi .
" ya Allah nenek lampir , sabar ya neng ngadepin nenek lampir itu "
" iya bi "
" bibi , bibi "
" saya ndoro "
" kamu ngapain disitu ayo bantu saya buat beres beres kamar saya "
" baik ndoro "
" maaf ya neng bibi gak bisa bantu neng "
" gak papa bi,"
" nanti bibi ke sini lagi deh ya "
Arum tersenyum melihat kondisi gudang yang kotor dan berantakan .
" aku bisa aku pasti bisa ini salah satu cobaan Allah buat ku "
ucapnya mulai membersihkan seisi gudang .
__ADS_1