Wanita mandiri

Wanita mandiri
Arsyila wanita yang sabar


__ADS_3

kembali lagi ke arsyila ya🐧


setelah bersiap siap arsyila akhirnya pergi melangkah kan kakinya ke luar, kini jam sudah menunjukkan pukul 3 sore tiba, saatnya dia harus berangkat ke mushola untuk mengajari anak anak untuk mengaji.


"ibu arsyila berangkat dulu ya" nanti kalau ada apa apa segera hubungi syila!. ucap. arsyila sambil mencium punggung tangan ibunya kemudian pergi melangkah kan kakinya.


"iya hati hati ya nak" ucap. ibu arumi kemudian melambangkan tangannya kearah arsyila.


setelah berjalan sekitar 5 menit akhirnya arsyila sampai ke mushola.


"Assalamu'alaikum adik adik" ucap. arsyila sambil tersenyum


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kakak, ucap. mereka dengan kompak.


setelah selesai berdoa, merekapun mulai mengaji, tak terasa sudah sekitar 1 jam arsyila mengajari mereka mengaji azan Asar pun berkumandang.


" adik adik kita akhiri dulu ya, mengajinya! sekarang waktunya kita sholat Asar. jadi untuk itu bergegaslah berwudhu."ucap. arsyila dengan lembut.


"iya kak arsyila" ucap. mereka dengan kompak.


mereka pun berwudhu, setelah itu bergegas sholat berjamaah. setelah sholat arsyila menyempatkan diri menyampaikan nasihat kepada mereka dengan baik.


"adik adik kakak yang kakak sayangi" sebelum pulang kakak mau menyampaikan nasihat kepada kalian! setuju gk? Tanya arsyila dengan senyuman nya.


"setuju kak."ucap. mereka dengan kompak


"alhamdulillah, kakak hanya bisa mendoakan kalian lewat doa.dimanapun kalian berada saat sudah dewasa nantinya"


nah disini kakak mau menjelaskan betapa pentingnya orang yang mempunyai semangat dalam belajar. contohnya seperti mengaji, betapa banyak manfaat dalam mengaji dan yang rajin membaca Al-Quran. seperti mendapat pahala dan diangkat derajatnya sama Allah swt. nah disamping ini juga kita harus membantu orang tua ya! seperti mencuci piring, menyapu rumah dan lain sebagainya.


"nah kakak mau bertanya siapa disini yang mau jadi guru di pesantren? Tanya arsyila sambil tersenyum.


" kami kak"ucap.akbar, Fely dan Naura dengan kompak.


"wah, hebat ya adik adik kakak, kakak doakan semoga cita citanya tercapai ya." ucap. arsyila


Aamiin, ucap. mereka dengan kompak


"yaudah sampai disini dulu ya adik adik belajar nya, dan jangan melawan sama orang tuanya ya." ucap. arsyila sambil mengulurkan tangannya


"iya kak arsyila, kami pulang duluan ya assalamualaikum ucap. mereka dengan kompak


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ucap. arsyila sambil tersenyum


sekitar 5 menit berjalan kaki akhirnya arsyila sampai dirumah nya


"assalamu'alaikum ibu" ucap. arsyila


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh nak, sudah pulang? Tanya ibu arumi


" iya bu, jawab arsyila mencium punggung tangan ibunya dan memeluk tubuh ibunya dengan erat.

__ADS_1


arsyila merasakan tubuh ibunya tidak berdaya, diapun menoleh kewajah ibunya dan seketika itu ibunya tak sadarkan diri lagi.


"astagfirullah ya Allah ibuu, ucap. arsyila sambil menangis dan menidurkan ibunya di sofa, dia segera memesan taksi online, melangkah kan kakinya kedalam kamarnya dan mengambil uang simpanannya.


sekitar 5 menit supir taksi pun tiba


setelah itu arsyila mengangkat tubuh ibunya dengan sekuat tenaga nya.


" pak tolong percepat jalan nya pak" ucap. arsyila sambil menangis tersedu sedu.


"iya mbak, jawab supir taksi tersebut.


" ibu bertahanlah, sebentar lagi kita akan sampai."ucap.arsyila sambil menangis 20 menit kemudian mereka pun sampai dirumah sakit, ibu arumi segera ditangani oleh para dokter, sedangkan arsyila dia tidak diperbolehkan masuk kedalam terpaksa dia menunggu di kursi penunggu.


Air mata nya selalu berjatuhan hingga membuat hijab nya basah


"kenapa ibu tidak memberitahu ku tadi, ibu selalu menyembunyikan kesakitan nya, semenjak ayah pergi ibu selalu sakit sakitan, pasti ibu sedih karena ayah pergi duluan." Batin arsyila sambil menyeka air mata nya.


Tepat pada saat itu ada seorang laki laki duduk yang tak jauh darinya untuk menjenguk nenek nya yaitu angga


angga menoleh kearah perempuan tersebut karena sedari tadi perempuan itu selalu menangis, tanpa pikir panjang dia segera menghampiri perempuan tersebut.


"ini untuk mu" ucap. angga dan memberikan sapu tangan nya.


"jangan berlarut dalam kesedihan, walaupun ada masalah kita hanya bisa berdoa. karena semua itu sudah menjadi takdir Allah swt, tersenyumlah agar kau bahagia" ucap. angga dengan tegas.


"iya, Terima kasih nasihat nya" ucap. arsyila sambil menyeka air mata nya dengan sapu tangan angga.


"Dok bagaimana keadaan ibu saya dok" Tanya arsyila dengan wajah khawatir.


"Alhamdulillah, ibu anda hanya perlu istirahat yang cukup, kalau tidak itu akan sangat beresiko,dan satu lagi dia harus dirawat inap."ucap.dokter Linda dengan lirih


"Dirawat inap dok? ucap. arsyila dengan nada terkejut.


" iya, soalnya penyakit nya sedikit beresiko"ucap.dokter Linda dengan tegas


"Bolehlah saya masuk dok" ucap. arsyila


"Boleh, masuklah" ucap dokter Linda dengan lirih


"Terima kasih dok" ucap. arsyila dan melangkahkan kakinya ke dalam ruangan tersebut.


"sama sama" ucap. dokter Linda sambil melangkah kan kakinya untuk memeriksa pasien lainnya


"Kasihan sekali perempuan itu, kenapa hatiku sakit ketika melihat nya menangis" Batin angga


yang masih setia berdiri di depan ruangan itu, sehingga dia mendengar percakapan antara ibu dan anak itu.


"Ibu jangan banyak bergerak dulu, maafkan syila karena tidak bisa menjaga ibu dengan baik," ucap. arsyila sambil menangis tersedu sedu


"jangan meminta maaf nak, kamu tidak salah, justru ibu lah yang salah karena ibu selalu merepotkan mu.. ucap. ibu arumi sambil menangis.

__ADS_1


" Tidak ibu"jangan berbicara seperti itu.! ucap. arsyila sembari memeluk tubuh Ibunya dengan erat setelah itu mencium punggung tangan ibunya


"Nak ayo kita pergi dari sini, kita harus pulang? Tanya ibu arumi.


" Tidak ibu, ibu harus dirawat.! jawab arsyila


"Tetapi kita tidak punya uang lagi nak " ucap. ibu arumi.


"Ibu tidak perlu khawatir, syila masih punya uang simpanan! ucap. arsyila


" Maafkan ibu ya nak, ibu selalu merepotkan kamu."ucap.ibu arumi sambil menangis.


"Tidak ibu, arsyila lah yang meminta maaf" ibu jangan menangis lagi, tersenyumlah agar ibu bahagia.arsyila akan selalu mendoakan untuk kesembuhan ibu.! ucap. arsyila sambil menyeka air mata ibunya


" iya nak".ucap.ibu arumi sambil tersenyum.


sedangkan Angga dia sangat terharu setelah mendengar percakapan antara ibu dan anak itu.


"Sungguh wanita yang sabar, hatinya sangat mulia"bahkan dia sangat sayang kepada ibunya Batin angga


setelah itu angga berjalan kemeja kasir, dan membayar semua administrasi pasien tersebut


" itu ya dok, yang ruangan no 3,ucap.angga sambil menunjuk kearah tempat rawat ibu arumi."


"sebentar ya mas, saya cek dulu" ucap. perawat tersebut sambil membuka daftar pasien


"ibu arumi ya mas,yang ruangan no 3" ucap. perawat tersebut dengan lirih.


"Iya dok.! ucap. angga sambil melangkahkan kakinya ke dalam ruangan neneknya


" Assalamu'alaikum, ucap. angga sembari mencium punggung tangan kakek, nenek, papi dan maminya."


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap. mereka dengan kompak


"Cucu kesayangan kakek dan nenek, sungguh sangat tampan.! ucap. kakek arif sambil mengelus kepada cucunya dengan penuh sayang."


"Terima kasih kakek, kakek juga sangat tampan" ucap. angga sambil tertawa kecil dan memeluk kakeknya


"Jadi kami gak dianggap ni, ucap. pak andre sambil memasang wajah cemberut.!


seketika itu angga menoleh kearah papi dan maminya dan mencium papi dan maminya


" Muach, muach, sudah kan papi, mami ucap. angga sambil tertawa kecil."


"Sudah nak, sekarang peluk papi.jawab pak andre


seketika itu angga memeluk papi dan maminya dengan erat dan tersenyum semanis mungkin


" Oh ya kata dokter, kakek, nenek serta pak udin besok sudah bisa pulang.! ucap. angga dengan penuh semangat."


"Alhamdulillah" ucap. mereka dengan kompak

__ADS_1


__ADS_2