
Belum selesai sampai disitu,
Arum di minta ke ruangan rektor .
Di dalam ruangan Arum hanya diam saja, dia tidak tau apa penyebab nya dia minta keruangan rektor .
" Silahkan duduk " ucap rektor dengan wajah tegang
" trimakasih pak "
" bagaimana kabar nya Arum ?"
" baik pak "
" maksud dan tujuan saya meminta Arum datang kesini , begini nak Arum saya terpaksa harus menghapus beasiswa nak Arum , karena nak Arum sudah mampu "
" Saya mohon pak, jangan di hapus itu hasil kerja keras saya pak "
" tapi nak Arum, mohon maaf bapak nak Arum pemilik universitas ini saya tidak bisa menerima kritik an orang orang nak"
Arum terdiam dengan perasaan sedih, sebab ia sudah berjuang untuk mendapatkan nya penuh perjuangan.
Arum pun keluar dari ruangan rektor dengan perasaan sedih.
Dari kejauhan boy melihat Arum yang baru keluar dari ruangan rektor ia menghampiri nya
" Ada apa rum ? kok muka kamu sedih gitu habis keluar dari ruang an rektor?"
Arum menghela nafasnya " gak ada apa apa kok "
"Rumm, gak mungkin gak ada apa apa tapi muka kamu di tekuk gitu cerita dong rum"
"beasiswa aku di cabut "
__ADS_1
" Loh kenapa rum ?"
" alasannya karena aku sudah mampu "
"udahlah rum ikhlaskan saja pasti papa kamu gak akan tinggal diam beliau pasti mau menanggung jawabi kuliah kamu juga kan rum"
" ini bukan soal mau dan tidak, tapi ini soal kerja keras dan perjuangan aku dulu mendapatkan ny boy, lagian aku gak mau membebani kedua orangtua angkat ku dengan biaya kuliah ku ini , aku sudah berjanji sama kedua orang tua waktu itu "
Arum menangis dia benar benar merasa hancur , Arum pun pulang lebih awal. ia bergegas ke pemakaman keluarganya.
Sesampainya disana , Arum menangis di pusara kedua orangtuanya.
"( menangis terisak Isak) assalamualaikum bapak ibu bang Danu, Arum lagi sedih, Arum pengen cerita maafin Arum beasiswa Arum harus di cabut Arum gak sanggup Bapak ibu kak Danu Arum berjuang keras untuk mendapatkan itu, Arum harus bagaimana , "
Mendapat kabar putrinya pulang lebih awal papa mencarinya melalui gps di handphone putrinya, papa mengikuti petunjuk GPS , dan menemukan Arum di pemakaman umum, beliau sempat mendengar perkataan Arum yang menangis di atas pusara ibunya .
Pak agung ikut menangis mendengar perkataan Arum , pak agung menghampiri Arum dan berkata " Nak,"
Arum bebalik badan ke arah suara ia sangat kaget begitu melihat pak agung di belakangnya ,.,
" ada apa nak ? ceritalah"
Arum menyapu air matanya dan berkata " gak ada apa apa pa, Arum kangen sama keluarga Arum "
" papa sudah dengar nak, soal beasiswa Arum yang akan di cabut, jangan sedih nak papa akan tanggung semua kuliahmu nak sampai selesai, bukannya papa sudah kasih tabungan buat Arum sebentar papa cek dulu "
Papa membuka aplikasi perbankan dari handphone nya berapa terkejutnya papa melihat nominal di rekening masih utuh tidak berkurang sedikitpun.
" Kenapa nominal nya masih utuh nak ?"Arum terdiam dan menundukkan kepalanya
" Ayo kita pulang papa mau bicara gak bagus kita bicara di pemakaman begini "
Kedua ayah dan anak inipun pulang kerumah untuk membicarakan tentang kuliah Arum.
__ADS_1
setelah sampai dirumah, bigung melihat anak dan suaminya sudah pulang mama panik menghampiri kedua nya yang baru saja turun dari dalam mobil.
" Ada apa pa ? Arum sakit ? "
" gak kok ma Arum gak papa "
" jadi kenapa ? kok tumben dari kampus pulang cepat "
" Arum izin ma "
"* kenapa bajunya kotor begitu sayang "
mama menunjuk baju Arum
" Arum habis dari pemahaman ma "
" ooh,,, ada apa sih pa perasaan mama gak enak "
" sini duduk dulu "
ibu dan arumpun duduk di hadapan papa
" Arum terpaksa kehilangan beasiswa nya ma"
"oh karena itu Arum pulang cepat nak ? kenapa sayang ? Arum takut gak bisa kuliah lagi ? lihat mama nak lihat mama " Bu Sinta mengangkat dagu Arum untuk lebih leluasa melihat wajah Arum
Keduanya saling menatap satu sama lain, tak kuasa membendung air matanya arumpun meneteskan air matanya .
" Jangan risau nak, ada mama sama papa yang bakal nanggung jawab pi semua keperluan mu nak "
" Yang bikin papa gak habis pikir , papa sudah buatkan tabungan khusus buat Arum yang papa isi uang nominal 100jt tapi serupiah pun tidak di pakai sama Arum ma "
" apa itu benar nak ?"
__ADS_1
" maafin Arum pa ma , Arum gak mau nyusahin mama sama papa "
" gak ada yang d susahkan sama kamu nak semua senang kamu ada di antara kami "