
Dimas sudah membulatkan tekad untuk berangkat ke kota, demi menemui Arum dan melanjutkan cita citanya .
Saat semua sudah terencana, ibu yang awalnya menyetujui tiba tiba terjatuh di kamar mandi dan sakit, Dimas mengurungkan niatnya untuk berangkat ke kota
" Ibu jangan sakit lagi ya Bu "
" iya le, doakan ibu supaya cepat pulih dan kita bisa cepat pulang dari sini "
"engge Bu "
" maaf kan ibu ya le , karena ibu kamu jadi gagal ke kotanya "
" gak papa Bu, gak usah di pikirin kalau soal berangkatkan bisa aja kapan kapan Dimas ke kota kalau ibu sudah benar benar pulih"
" trimakasih ya le "
" engge Bu "
Semua impian dan niatnya harus di kuburnya dalam dalam.
2 Minggu setelah itu, Dimas kembali beraktivitas seperti semula dia tidak lagi berharap bertemu dengan Arum lagi
bahkan pelan pelan dia ingin melupakan Arum dan fokus ke kebun teh peninggalan bapaknya .
Tapi kali ini niat nya untuk move on harus di pending dulu, Karena Arum dan rombongan nya akan melaksanakan KKN di desa nya, antara lain ada Dinda, Tessa dan Rachel, begitu tau kepala kelompok nya adalah Arum Dinda keberatan dan meminta pertimbangan akhirnya jabatan di berikan padanya dengan suka rela oleh Arum.
" gak bisa gitu dong pak, masa saya harus jadi bawahan dia gak bisa saya gak terima "
" Ya udah pak, saya gak papa kalau harus jadi anggota biasa, saya juga blm bisa memimpin sebuah kelompok pak maaf "
" ya sudah, trimakasih nak Arum sudah mau mengalah, Dinda kamu bisa jadi pemimpin kelompok ya "
" gitu dong kita kan jadi tenang kalau yang mimpin kita tepat gitu " ucap Rachel sambil bertepuk tangan
" Apaan sih, gue gak setuju pak kalau Dinda yang musti mimpin kelompok ini " sahut Elina merasa keberatan
" Udah deh pak, gak usah di ganti ganti lagian kan kita ke kampung bapak nya Arum dia yang lebih tau seluk beluk orang orang disana dan juga udah tau semua juga kan pak udah deh gak usah di ganti lagi pak "
" Maaf elina , apa yang kamu bilang gak bener sih, aku blm tau seluk beluk disana trus aku juga baru 2 kali kesana dan aku tau nya dari nenek , menurut aku sih gak papa kalau Dinda yang mimpin diakan udah biasa mimpin kelompok sebelum nya kan , nanti kita belajar sama sama disana "
" Sudah sudah tenang, biar Dinda aja yang pimpin seperti kata Arum "
__ADS_1
🌟Anggota kelompok 🌟
Pemimpin
Dinda
wakil pemimpin
Boy
Anggota
Arum
Tessa
Elina
Rachel
Hengky (teman boy )
Dosen memutuskan kan Dinda lah yang tetap jadi pemimpin kelompok KKN nya.
Saat sedang menyusun barang barang kedalam mobil , boy menghampiri Arum yang sedang berkemas di belakang mobil
" Arum udah siap ?"
" udah , ada apa boy ?"
" kamu udah makan kan ?"
" udah aman , kamu udah makan ?"
" Ya tuhan mimpi apa aku Arum perhatian banget sama aku sampe nanyak aku udah makan apa belum "
suara hati boy sambil tersenyum dengan wajah memerah
Melihat boy hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan nya
Arum balik bertanya " kamu kenapa boy kok senyum sendiri ? aku nanyak udah makan malah senyum senyum sendiri"
__ADS_1
"aduuh apaan sih aku kok malah salting gini sih tukan jadi Arum tau deh kalau aku lagi senyum senyum "
ucap nya kembali di dalam hati, belum sempat menjawab pertanyaan Arum, Dinda dan gang nya pun datang
" boy , udah siap nih yuk berangkat yuk"
" bentar lagi ya, apa kalian gak mau pamit dulu sama orangtua kalian masing masing ?"
"oh iya yah kok papa blm sampe juga ya padahal kan aku udah kasih kabar juga "
sambung Tessa sesekali membuka handphone nya untuk memastikan kedatangan kedua orangtua nya.
" Boy , aku duduk di depan ya sebelah kamu"
" maaf Din, Arum yang duduk di depan"
"Arum kan bisa di belakang sih iya kan rum ? lu gak keberatan kan duduk di belakang "
" gak papa sih aku duduk dimana aja gak masalah "
" tu kan kamu dengar sendiri apa kata Arum kan dia juga gak keberatan kalau dia duduk di belakang"
" Ya udah lah terserah lu aja "
karna kesal boy pergi meninggalkan Dinda dan yang lainnya, di susul Tessa dan Rachel yang ikut pergi yang tertinggal hanya Dinda dan Arum , Arum tersenyum manis ke Dinda tapi Dinda malah menarik tangan Arum dan berkata
" tolong ya Arum, jaga jarak sama boy"
" maksud nya ?"
" Aku gak suka kalau kamu itu dekat dekat sama boy"
" aku sama boy cuma teman gak lebih "
" eleeh kamu punya perasaan kan sama dia"
" ya ampun, gak ada Dinda sama sekali aku gak punya perasaan apa apa sama boy"
" eleeh,, cewek mana sih yang gak suka sama boy, cuma cewek bodoh yang gak mau sama dia tolong ya lu jaga jauh jauh deh dari boy "
" harus berapa kali aku bilang lagi, aku sama boy cuma teman aku gak punya perasaan apa apa sama dia "
__ADS_1
" terserah lu deh yang penting jangan sampai aku lihat boy dekat sama kamu awas aja kalau sampai kamu berani dekatin boy"
Ucap Dinda mengancam Arum untuk menjaga jarak dengan boy lelaki yang dia sukai, Arum tidak menanggapi ancaman Dinda.