Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
11. Kecewa


__ADS_3

"Bersiaplah, nak. Dalam sepuluh menit asisten pribadimu, Teddy akan menjemputmu dengan helikopter karena kamu harus secepatnya melakukan operasi donor mata." Ucap tuan Miller.


"Tapi Daddy, bagaimana dengan Sandra, aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian di sini?" Tanya Tuan Richard.


"Dia bisa mengurus dirinya sendiri, yang penting kamu dulu yang harus dievakuasi terlebih dahulu. Salju sudah menghalangi jalanan, jadi tidak memungkinkan kamu untuk bisa mencapai kota dengan cuaca seperti ini." Ujar nyonya Catherine.


Tuan Richard sepertinya tidak senang dengan ucapan kedua orangtuanya yang ingin menelantarkan kekasihnya di daerah pegunungan. Ia pun menyanggupinya untuk kembali ke kota dengan helikopter dan akan berkoordinasi dengan asistennya Teddy untuk bisa membawa Sandra bersamanya.


"Baik Daddy, aku akan segera pulang." Tuan Richard mengakhiri pembicaraannya dengan kedua orangtuanya.


"Apakah kamu sudah mendapatkan donor mata sayang?" Tanya Sandra dengan wajah yang sudah pucat pasi.


"Iya Sandra, aku akan segera bisa melihat kamu dan alam sekitarnya lagi. Sandra tolong temani aku selama operasi, nanti usai operasi, orang yang ingin aku lihat pertama kali adalah kamu sayang." Pinta Tuan Richard dengan wajah berbinar.


"Tuan Richard! aku merasa sangat tersanjung dan gembira atas kabar ini, yang paling penting saat ini kamu harus segera menjalani operasi. Selamat ya sayang!" Semoga operasinya berjalan dengan sukses." Ucap Sandra terlihat getir mendapatkan kabar gembira untuk Tuan Richard tapi kabar duka untuk dirinya yang akan segera pergi dari kehidupan Tuan Richard.


"Apakah hari ini perpisahan kita Tuan Richard?" Gumam Sandra membatin.


Baru saja keduanya ingin kembali ke rumah peristirahatan, terdengar helikopter yang sudah tiba di depan penginapan mereka. Sandra melambaikan tangannya untuk memberi tahukan kepada asisten Teddy di mana keberadaan mereka saat ini.


Teddy terlihat gembira melihat pasangan ini yang sedang menunggu kedatangannya. Ketika helikopter sudah mendarat sempurna, Teddy langsung menghampiri pasangan yang saat ini sedang bahagia.


"Apa kabar Tuan Richard dan bagaimana dengan liburan kalian?" Tanya Teddy sambil menikmati kopi hangat yang disiapkan oleh Sandra untuknya dan dua orang pilot dan co-pilot.


"Di sini sangat menyenangkan Teddy, hanya saja aku tidak terlalu suka kalau hanya aku saja yang harus pulang ke kota sendiri tanpa Sandra." Ucap Tuan Richard sedih.


"Tuan Richard, anda harus segera kembali ke kota dan langsung ke rumah sakit karena para tim dokter sedang menunggu anda." Pinta Teddy.


"Bagaimana dengan Sandra, aku ingin pulang bersamanya ke kota, aku ingin dia ada di sana saat aku sedang menjalani operasi." Ucap Tuan Richard yang bersikeras ingin pulang bersama Sandra.


"Mengenai nona Sandra serahkan padaku. Aku akan menjemputnya lagi Tuan Richard. Yang penting saat ini, anda dulu yang harus kami prioritaskan untuk segera berangkat ke rumah sakit yang sudah direkomendasikan dokter keluarga anda. Lagi pula donor mata itu harus di donor segera karena waktu anda sangat ringkas Tuan Richard ." Ucap Teddy setengah memaksa.

__ADS_1


Sandra terlihat bingung dengan sikap Tuan Richard. Ia merasa serba salah, antara ikut atau tidak bersama Tuan Richard saat ini. Iapun punya rencana sendiri untuk bisa menghindari Tuan Richard ketika kekasihnya itu akan segera melihat dunia lagi.


"Tuan Richard, tidak usah kuatirkan, saya bisa mencapai kota dengan jalan darat, yang penting anda dulu yang harus segera ke rumah sakit." Pinta Sandra.


"Tapi, kata Daddy, kalau saat ini kondisi jalanan tidak memungkinkan kamu bisa melakukan perjalanan untuk bisa sampai ke kota. Aku mohon maafkan aku sayang karena meninggalkan kamu di sini sendirian?" Berjanjilah kamu akan menemaniku di sana selama aku menjalani operasi." Pinta Tuan Richard lalu mengecup bibir sang kekasih penuh kemesraan.


"Aku mencintaimu Tuan Richard!" Keduanya berciuman dan berpelukan erat sesaat, lalu Teddy mohon pamit kepada Sandra dengan menuntun Tuan Richard menuju helikopter kecil yang hanya memuat empat orang saja sehingga tidak bisa mengangkut Sandra bersama mereka.


Helikopter kembali terbang meninggalkan Sandra yang nampak terpaku di tengah salju yang makin menumpuk.


Sandra berjalan menuju penginapannya dengan tertatih-tatih karena tubuhnya yang saat ini gemetar ketakutan setelah mengetahui Tuan Richard akan segera kembali melihat.


Iapun menenangkan diri dengan meneguk minuman beralkohol untuk menghangatkan tubuhnya sambil mendekati perapian di dalam penginapan tersebut.


Setelah dirasanya cukup hangat tubuhnya dan perasannya mulai tenang, Sandra nekat pulang kembali ke kota. Iapun tidak ingin mengikuti permintaan sang kekasih untuk kembali ke rumah sakit dan menemani Tuan Richard.


"Aku tidak akan membuat kesalahan lagi dengan menemuimu lagi Tuan Richard setelah matamu berhasil di operasi." Ucap Sandra lirih sambil mengendarai kendaraannya.


Setibanya di kota, Tuan Richard sudah siap menerima donor mata, namun dokter Nathan yang bertindak sebagai bedah mata, sangat kaget dengan keadaan ini. Pasalnya mata yang sudah disiapkan olehnya untuk Tuan Richard, malah di peruntukkan untuk seseorang yang memiliki hubungan dengan kepala pemerintahan di negara tersebut.


Dokter Nathan buru-buru menghampiri keluarga tuan Miller.


"Maafkan saya tuan Miller! teman sejawat ku telah melakukan kesalahan. Ia salah paham atas penjadwalan operasi mata yang seharusnya Tuan Richard yang mendapatkan donor mata tersebut tapi ia malah memberikan kepada kerabat dari persiden." Ucap dokter Nathan gugup tanpa mau menatap mata tuan Miller.


"Apa...?" Jadi, mata itu kalian berikan kepada orang lain?" Bukankah saya yang sudah memesannya terlebih dahulu untuk putra saya Richard?" Ucap tuan Miller yang sangat kecewa karena ketidakadilan terjadi sangat jelas dihadapan mereka.


"Maafkan saya Tuan Miller, ini diluar dari sepengetahuan saya. Saya sangat tidak enak dengan anda dan juga putra anda Tuan Richard, tolong beri saya kesempatan untuk mendapatkan lagi donor mata selanjutnya." Ucap dokter Nathan hati-hati.


"Dasar bodoh! kamu kira setiap saat bisa mendapatkan organ tubuh seseorang dengan sangat mudah?" Hampir dua tahun putraku menantikan donor mata dan sekarang kalian malah mengutamakan orang lain yang baru saja kehilangan pengelihatan nya. Kalian sedang berhadapan dengan keluarga saya saja sudah tidak mampu menanggulangi situasi darurat seperti ini, apa lagi kalau berhadapan dengan keluarga orang yang tidak punya pengaruh apapun di kota ini, pasti kalian tidak menghargai nilai manusia yang sama di mata hukum yang memiliki hak sepenuhnya untuk mendapatkan keadilan tanpa melihat status sosial mereka." Ucap tuan Miller dengan nada kecewa.


Setelah mengetahui kebenaran yang menyakitkan dirinya saat ini,

__ADS_1


Iapun segera menemui putranya yang sudah berada di ruang inap milik tuan Richard dan menceritakan apa yang terjadi. Mendung diwajah Tuan Richard terlihat sangat menyedihkan. Ia sangat kecewa pada orang-orang pemangku kepentingan yang meremehkan kepentingan orang lain.


"Maafkan Daddy, nak!" ucap tuan Miller sambil menepuk-nepuk punggung putranya, Tuan Richard.


Tuan Richard begitu syok mendengar pernyataan ayahnya yang mengejutkan dirinya.


"Kenapa bisa begitu Daddy?" Kapan aku punya kesempatan untuk bisa melihat lagi?" Bukankah untuk mendapatkan donor mata itu sangat sulit?" Keluh Tuan Richard sedih.


"Teddy, bawa lagi aku ke Sandra!" Titah Tuan Richard.


"Maafkan saya Tuan Richard!" Nona Sandra sedang menempuh perjalanan darat untuk bisa sampai ke kota. Pihak penginapan yang mengatakan itu ketika saya tidak bisa menghubungi ponselnya nona Sandra ." Ucap Teddy.


"Bukankah kata kamu cuaca sangat ekstrim saat ini. Jalanan sangat licin dan kendaraan roda empat sulit melewatinya.


Aku minta sekarang kamu hubungi dia dan cari wanitaku sampai ketemu. Aku tidak ingin dia mengalami kendala di jalan." Teriak Tuan Richard.


"Anak buah kita sedang menyisir jalan untuk mencarinya Tuan." Ucap Teddy.


"Siapa suruh kamu mengerahkan anak buahmu, Sandra tidak ingin berhadapan dengan siapapun kecuali kita berdua. Minta anak buahmu untuk tidak mencari Sandra. Apakah kamu memberikan foto Sandra pada mereka?"


"Tidak Tuan Richard. Mereka mencarinya dengan alat pelacak karena kendaraan yang anda berikan kepadanya di lengkapi dengan alat pelacak." Ujar Teddy.


"Kalau begitu, sebaiknya kamu sendiri mencarinya tanpa melibatkan anak buahmu. Sandra akan marah padaku jika bertemu dengan orang lain yang mengenal dia sebagai wanitaku." Ucap Tuan Richard.


"Baik Tuan Richard. Tapi aku harus mengantar anda pulang ke apartemen atau ke mansion orangtua anda." Ucap Teddy kelihatan bingung.


"Saya akan pulang bersama Daddy dan mommy, tapi kalau kamu sudah menemukan Sandra, tolong kabari aku secepatnya. Aku akan kembali ke apartemen jika kamu sudah menemukannya. Aku akan menunggunya di sana." Ucap Tuan Richard pada asistennya tuan Teddy.


Di tempat yang berbeda, keadaan kendaraan Sandra tidak bisa bergerak karena jalanan di tutup. Polisi dan para pihak terkait menjaga lokasi yang saat ini sedang rawan kecelakaan karena banyak mobil yang terperosok di jurang karena minimnya cahaya lampu di tengah butiran salju yang berjatuhan dari langit.


Ditambah tidak ada sinyal di lokasi itu, membuat Sandra cukup sulit untuk meminta Teddy datang menolongnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, aku bisa bermalam di sini hanya dengan bekal seadanya. Siapa yang akan menolong aku saat ini?" Keluh Sandra yang terkurung di dalam mobilnya karena kedinginan.


__ADS_2