Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
14. Hampa


__ADS_3

"Maaf Nyonya!" Tolong saya!" Ucap Sandra dengan suara bergetar menahan kedinginan.


Nenek itu mendiamkan anjingnya untuk tidak menyalak lagi. Kemudian ia pun membukakan pintu untuk tamunya.


"Apakah anda sedang tersesat?" Tanya nenek itu menyelidiki Sandra.


"Saya mengalami kecelakaan karena terjatuh dari helikopter dan saya tidak mengenali daerah ini. Apakah saya boleh menginap di tempat anda?" Tanya Sandra hati-hati.


Nenek Gloria mengamati wajah Sandra yang sangat cantik yang mengingatkan ia pada putrinya yang sudah tiada.


"Masuklah nona!" Kamu bisa menginap dan makan malam di gubuk milikku." Ucap nenek Gloria ramah.


"Terimakasih nenek! anda sangat baik, mohon maaf sudah merepotkan anda." Ucap Sandra lalu duduk di bangku kayu yang ada di ruangan tersebut.


"Apakah kamu ingin makan sesuatu?" Aku punya bubur gandum dan sup daging domba."


"Aku memang lagi lapar saat ini, nyonya. Kalau anda tidak keberatan saya ingin makan apapun yang anda tawarkan." Ucap Sandra santun.


Nenek Gloria menyiapkan makanan untuk mereka berdua karena dia sendiri sedang memasak makan malam saat ini.


"Entah mengapa malam ini, aku memasak makanan yang cukup banyak, ternyata aku kedatangan tamu yang sedang tersesat. Makanlah nak!" Tidak usah takut padaku karena aku juga orang baik sepertimu." Ucap nenek Gloria.


Sandra menyicipi masakan nenek Gloria dan ternyata sangat lezat. Ia pun menghabiskan makanan itu dan membuat nenek Gloria tersenyum senang.


"Apakah kamu benar-benar kelaparan?" Tanya nenek Gloria lalu menambahkan lagi makanan untuk Sandra yang memang masih lapar.


Tanpa merasa malu dan segan, Sandra menghabiskan lagi makanannya. Ia pun sampai bersendawa dan tersenyum malu pada nenek Gloria.


"Terimakasih nyonya, anda sangat baik." Ucap Sandra tulus.


"Apa yang terjadi padamu nak dan siapa namamu?"


"Namaku Sandra, aku tinggal di kota, namun helikopter yang membawa aku saat mereka melakukan evakuasi aku dan temanku yang sedang terisolir karena cuaca buruk, malah mengalami kecelakaan karena kerusakan pada mesinnya.


Tubuhku terpental jauh di sini karena pintu helikopter patah. Saat helikopter itu oleng dan aku tidak tahu di mana helikopter itu jatuh saat ini.

__ADS_1


Saat aku sadar dari pingsan, hari mulai gelap dan aku bisa menemukan gubuk anda ini." Sandra menceritakan kronologi kecelakaan yang dialaminya bersama asisten pribadi kekasihnya Tuan Richard.


"Berarti kamu tidak bisa kembali ke kota dengan kendaraan mesin karena jalanan masih belum bisa di lewati. Andaipun kamu nekat, kamu harus menunggang kuda untuk mencapai kota yang terdekat untuk bisa mendapatkan bantuan." Ucap nenek Gloria.


"Terimakasih nyonya!" Saya sangat mengharapkan bantuan anda dan siapa nama anda dan juga anjing yang manis ini?" Tanya Sandra yang terlihat mulai akrab dengan nenek Gloria.


"Panggil saja namaku nenek Gloria dan ini Dawang." Ujar nenek Gloria sambil mengelus punggung Dawang yang sedang berkenalan dengan Sandra.


Nenek Gloria menunjukkan kamar tidur untuk Sandra agar bisa beristirahat malam ini dengan nyaman.


"Ini kamar mendiang putriku. Tidurlah di sini!" Kalau mau ke kamar mandi ada di dalam kamar ini." Ucap nenek Gloria sambil menunjukkan letak toilet yang ada di kamar mendiang putrinya.


Sandra kagum dengan gubuk itu karena di dalamnya sangat bersih dan tertata rapi walaupun dari luar terlihat tidak terawat.


Iapun menghempaskan tubuhnya lalu memilih tidur karena badannya masih terasa lelah.


"Syukurlah, aku masih selamat dari kecelakaan helikopter itu. Tapi bagaimana dengan nasib tuan Teddy?" Apakah dia baik-baik saja seperti aku?" Tanya Sandra cemas lalu bergumam lirih menyebut nama sang kekasih lalu tertidur.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Keduanya saling berpegangan tangan dan memberikan kekuatan agar mereka selalu siap dengan keadaan yang terjadi di setiap kemungkinan yang akan mereka hadapi pada nasib putra mereka.


"Bukalah perlahan mata anda Tuan Richard! dan coba anda lihat di sekitar kamar ini, apakah ada sinar yang ada dari luar jendela yang sudah mulai masuk yang terlihat oleh anda karena ruangan ini sangat terang." Ucap dokter Gilbert.


Tuan Richard membuka matanya perlahan mengikuti instruksi dokter dan ia mulai tersenyum karena sudah melihat cahaya yang masuk dengan samar dan di hadapannya ia melihat kedua orangtuanya berdiri melihat ke arahnya.


"Mommy, Daddy!" Ucapnya sambil mengembangkan senyumnya dengan lebar." Aku bisa melihat kalian dan dokter." Ucap Tuan Richard bahagia.


Semua yang ada di ruang inap tersenyum lega dan saling berpelukan karena operasi donor mata Tuan Richard berhasil.


"Selamat nak!" Tuan Miller memeluk putranya dan juga nyonya Catherine menangis haru.


"Selamat Tuan Richard!" Anda bisa melihat lagi berkat kebaikan hati mendiang tuan Teddy. Dia pasti bahagia melihatmu sudah bisa melihat lagi." Ucap dokter Gilbert.


Senyum Tuan Richard kembali terbenam karena merasa kehilangan asisten terbaiknya. Iapun mengingat pesan terakhir yang diucapkan Teddy untuknya.

__ADS_1


"Astaga, Sandra!" Bagaimana dengan Sandra?" Apakah sudah ada kabar baik darinya?" Tanya Tuan Richard yang baru saja mengingat sang kekasih.


"Nak, tim penyelamat masih memperluas jangkauan pencarian mereka pada kekasihmu Sandra dan Sandra sampai saat belum bisa ditemukan oleh tim SAR. Keadaan cuaca di tengah hutan yang diselimuti oleh salju membuat tim mereka sulit untuk melakukan pencarian." Ucap tuan Miller terus terang kepada putranya.


Tuan Richard merasa sangat syok karena tidak mampu melakukan apapun untuk menyelamatkan kekasihnya.


"Mommy, aku sudah kehilangan Teddy, asisten pribadiku dan aku tidak mau kehilangan Sandra karena dia hadir di saat aku benar-benar terpuruk. Tolong selamatkan dia Daddy!" Pinta Tuan Richard kembali menangis.


"Kami sudah berupaya semampu kami nak, jika tujuh hari ke depan tidak ditemukan keberadaan Sandra berarti statusnya bukan hilang lagi, tapi sudah menjadi korban kecelakaan yang mungkin sudah meninggal. Itu standar SOP kepolisian setempat." Timpal tuan Miller pada putranya.


"Jangan katakan itu Daddy! Itu sangat menyakitkan. Dia pasti masih hidup saat ini." Ucap Tuan Richard yang tidak mau kehilangan kekasihnya Sandra.


Sementara di hutan itu, Sandra berpamitan dengan nenek Gloria yang memberikan dia seekor kuda untuk ditunggangi gadis itu mencapai kota terdekat dan segera mendapatkan bantuan setempat agar ia bisa kembali ke kota.


"Nenek Gloria, terimakasih atas kebaikan nenek selama ini. Aku akan menghubungi keluargaku setelah bisa mengisi baterai ponselku dan mudah-mudahan saja koneksi sinyalnya di kota terdekat sudah membaik." Ucap Sandra lalu memeluk nenek Gloria.


Kuda yang membawa tubuh gadis cantik itu berlari dengan kencang. Sandra seperti Koboy perempuan yang sedang menempuh perjalanan jauh.


Sekitar tiga jam perjalanan, ia pun sudah mencapai kota kecil dan masuk sebuah kedai makanan untuk mengisi perutnya yang lapar dan menumpang mengisi baterai ponselnya.


Sandra menghubungi temannya Amel untuk mencari tahu informasi tentang tuan Teddy.


"Selamat siang Amel!"


"Sandra!" Pekik Amel kegirangan karena ia sangat cemas dengan keadaan sahabatnya itu.


"Syukurlah kamu selamat dari kecelakaan itu!" Ucap Amel terharu.


"Iya Amel, ceritanya cukup panjang. Nanti aku akan menceritakan semuanya kalau kita sudah bertemu. Aku mau tahu tentang keadaan tuan Teddy, apakah dia selamat dari kecelakaan itu?" Tanya Sandra cemas.


Imel terdiam sejenak mendapat pertanyaan dari Sandra. Ia pun kembali terisak mengenang kepergian Teddy yang begitu mendadak.


"Amel, kenapa kamu menangis?" Tanya Sandra makin kuatir.


'Teddy meninggal dunia, Sandra." Ucap Amel dengan suara parau.

__ADS_1


Deggg....


__ADS_2