
Cinta adalah asa dari setiap ikatan yang menyatukan perbedaan entah dari segi apapun. Cinta mengalahkan rasa ketakutan yang begitu besar dalam diri seseorang.
Seperti cinta Sandra yang saat ini sedang bersemayam dalam dirinya. Gadis ini nampak pasrah dengan keadaan. Yang ada pikirannya saat ini adalah menghabiskan waktunya bersama lelaki yang sangat ia cintai.
Tuan Richard dan Sandra mendatangi kedua orangtuanya Tuan Richard. Keluarga itu sangat senang karena Tuan Richard bisa menemukan lagi Sandra setelah tiga tahun menghilang begitu saja.
"Sandra, syukurlah sayang, akhirnya kamu kembali lagi ke Amerika. Aku sangat takut putraku akan menghabiskan usianya tanpa seorang istri di sampingnya." Ucap nyonya Catherine.
"Maafkan aku mommy karena sudah membuat kalian bersedih atas Tuan Richard. Aku hanya merasa tidak pantas saja bersanding dengan Tuan Richard padahal aku bukan siapa-siapa." Ucap Sandra berbohong.
"Richard memiliki prinsip yang kuat. Jika dia menginginkan sesuatu, dia tidak peduli dengan hal lainnya kecuali dia bisa mendapatkan lagi apa yang pernah hilang dalam hidupnya." Ujar nyonya Catherine kepada calon menantunya Sandra.
"Terimakasih mommy, sudah mau menerima saya sebagai calon anggota keluarga ini. Saya mohon bimbingannya jika saya tidak maksimal dalam melakukan tugas saya sebagai menantu maupun sebagai istri." Ucap Sandra penuh kerendahan hati.
Nyonya Catherine sangat senang dengan sifat yang dimiliki oleh calon menantunya ini. Sandra tidak hanya memiliki wajah yang sangat cantik namun kecerdasan dan sifatnya yang melengkapi kecantikan gadis ini.
Saat ini mereka sedang bersantai di ruang keluarga. Nyonya Catherine belum tahu banyak tentang latar belakang Sandra terutama keluarganya.
"Sandra, mommy dengar kamu adalah seorang gadis yatim piatu, apakah kamu tidak memiliki keluarga lainnya?" Tanya nyonya Catherine pada Sandra yang ini sedang mengupas apel.
"Aku memiliki seorang nenek dan mungkin mommy mengenalnya karena nenekku bekerja di perkebunan milik anda nyonya." Ucap Sandra hati-hati.
"Berarti kamu sudah mengetahui keluarga ini sebelumnya?" Tanya nyonya Catherine.
"Awalnya saya tidak tahu akan diperkenalkan oleh mendiang tuan Teddy pada Tuan Richard. Tapi ketika masuk di perkebunan milik Tuan Richard, aku sangat ketakutan karena nenekku bisa saja membunuhku jika aku menjadi wanita simpanan putra anda." Ucap Sandra sinis.
Tuan Richard yang baru mengetahui bahwa Sandra adalah cucu dari pelayannya baru mengerti mengapa Sandra selalu meminta semua pelayan untuk pergi menjauh jika mereka ingin berjalan-jalan di sekitar perkebunan.
"Jadi sekarang kamu belum memberi tahukan nenekmu kalau sebentar lagi kamu dan Richard akan menikah?" Tanya tuan Miller.
"Aku akan segera memberi tahunya dan aku harap nenekku tidak jantungan jika tahu aku menikahi putra dari pemilik perkebunan yang ada di desaku." Canda Sandra terlihat tetap tenang.
"Ngomong-ngomong, siapa nama nenekmu itu?" Tanya nyonya Catherine.
__ADS_1
"Debora Alfonso." Ucap Sandra.
Seketika pisau yang dipegang nyonya Catherine terlepas dari pegangannya ketika mendengar nama nenek Debora yang merupakan pengasuhnya dulu.
"Sandra, kau adalah...?"
"Mommy!" Apakah mommy baik-baik saja?" Tanya Tuan Richard yang melihat ibunya menatap tajam wajah Sandra dengan wajah yang sangat pucat.
"Iya sayang. Tiba-tiba saja Mommy merasa sangat pusing." Ucap nyonya Catherine lalu pamit kepada Sandra.
Wanita paruh baya ini masuk ke kamarnya dan merasakan sesak di dadanya.
"Sandra!" Orangtuamu masih hidup sayang dan akulah yang menjauhkan kamu dari orangtuamu." Ucap nyonya Catherine lirih.
Tuan Richard dan Sandra meneruskan perjalanan mereka menuju kediaman nenek Debora. Sandra begitu bahagia bisa bertemu lagi dengan neneknya.
"Mengapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya kalau kamu adalah cucu dari nenek Debora?" Tanya Tuan Richard.
"Aku takut kamu akan malu jika mengetahui aku adalah cucu dari pelayanmu." Ucap Sandra.
"Maafkan aku sayang!" Aku juga takut pada nenek Debora yang selama ini sudah merawatku. Jika dia tahu aku hanya sebagai wanita simpananmu, mungkin aku akan mendapat murka darinya." Ucap Sandra memberi pengertian kepada Tuan Richard.
"Ok, aku maafkan. Ini untuk terakhir kalinya kamu menyimpan rahasia hidupmu dariku dan aku tidak ingin mendengar lagi rahasia hidupmu selanjutnya." Ucap Tuan Richard dengan mimik serius.
"Apakah kamu akan menyingkirkan aku jika aku memiliki rahasia lagi?"
"Apakah masih ada lagi yang kamu sembunyikan dariku?"
Tuan Richard bertanya balik kepada sang kekasih yang merasa salah tingkah saat ini.
"Ya Tuhan, permainan apa ini?" Gumam Sandra membatin.
Mobil keduanya memasuki pekarangan rumah milik nenek Debora. Kebetulan sekali nenek itu ada di rumahnya karena saat ini dia sedang libur.
__ADS_1
Nenek Debora yang mengenali mobil majikannya tanpa bingung melihat Tuan Richard dan sang cucu turun dari mobil yang sama.
Sandra menghampiri neneknya yang sedang berkebun mengatur bunga-bunganya yang terlihat sangat indah.
"Nenek!" Panggil Sandra lalu memeluk neneknya setelah tiga tahun tidak berjumpa.
"Sandra, mengapa kamu bisa datang bersama dengan Tuan Richard?" Tanya nenek Debora.
Sandra tersenyum lalu melihat ke arah Tuan Richard." Dia adalah kekasihku nenek. Kami datang ke sini untuk meminta restu nenek karena sebentar lagi kami akan menikah." Ucap Sandra kepada neneknya yang sedang tercengang mendengar pengakuan gadis ini.
"Apa...?" Kamu dan Tuan Richard akan menikah?" Kapan kalian berhubungan?" Tanya nenek Debora setengah tak percaya.
"Nenek, aku datang ke sini, ingin melamar cucu anda Sandra." Ucap Tuan Richard meyakinkan nenek Debora.
"Oh, maaf Tuan Richard!" Silahkan masuk!" Ucap nenek Debora yang lupa menawarkan tamunya untuk duduk.
Tuan Richard melihat keadaan sekitarnya dan memperhatikan foto kecil Sandra dari usia bayi hingga dewasa, yang dipajang di atas meja Buffett yang ada diruang tamu tersebut.
"Ternyata kamu sudah cantik dari masih usia balita." Puji Tuan Richard kepada sang kekasih.
Sandra tersipu malu mendengar pujian itu." Tapi aku tidak melihat foto kedua orangtuamu Sandra. Seperti apa mereka saat masih hidup?" Tanya Tuan Richard membuat nenek Debora tersentak.
"Kata nenek, ia sudah membakar semua kenangan milik orangtuaku agar ia tidak merasa sedih." Ucap Sandra.
"Anak pintar." Puji nenek Debora lega.
"Nenek, aku mohon maaf karena aku baru tahu kalau Sandra adalah cucumu. Gadis nakal ini tidak pernah menceritakan tentangmu saat kami pacaran." Ucap Tuan Richard lalu meneguk minumannya yang sudah disiapkan nenek Debora.
"Tidak apa Tuan Richard, mohon maafkan cucu saya yang mungkin banyak menyusahkan hidup anda." Ucap nenek Debora merendah.
"Aku sangat mencintai cucumu Sandra nenek dan terimakasih anda telah merawatnya hingga ia menjadi seorang gadis dewasa yang telah menjaga dirinya dari godaan banyak lelaki." Ucap Tuan Richard.
"Sandra adalah anak yang baik, aku hanya bisa membesarkannya saja tanpa bisa membuatnya bahagia. Semoga Tuan Richard bisa memberikan kebahagiaan untuknya yang tidak bisa aku berikan kepadanya." Ucap nenek Debora sambil menangis haru.
__ADS_1
"Aku janji pada nenek akan membahagiakan cucu nenek ini dengan segenap jiwa ragaku." Ucap Tuan Richard.