
Sandra menghentikan percakapannya dengan Alice dan menghampiri suaminya yang sedang menghardik seorang pria.
"Sayang!" Apa yang terjadi?" Tanya Sandra sambil menarik tangan suaminya.
"Pria ini dengan lancang mengambil fotomu." Ucap Tuan Richard lalu mengajak istrinya meninggalkan ruang terbuka restoran itu.
Sandra menatap sekilas wajah pria tampan itu yang sedang mengedipkan sebelah matanya pada Sandra.
"Sepertinya dia lagi sakit jiwa." Ucap Sandra juga ikutan kesal melihat tingkah konyol lelaki itu.
"Kamu tidak usah dandan kalau jadi pusat perhatian lelaki seperti dia." Gerutu Tuan Richard sambil menarik tangan istrinya.
"Aku berdandan cantik hanya untuk menyenangkan hatimu, bukan untuk orang lain. Andai pun dia kurangajar, itu adalah urusannya bukan urusan kita." Timpal Sandra.
"Gara-gara orang breng*k itu moodku jadi hilang." Ucap Tuan Richard.
"Syukurlah kalau begitu kita sebaiknya berenang saja." Ajak Sandra.
Tuan Richard membayangkan tubuh istrinya yang pasti menggunakan baju renang yang akan menjadi tontonan penghuni hotel.
"Tidak sayang!" Tolong jangan berenang di tempat seperti ini. Kalau kamu ingin berenang kita bisa lakukan di mansion." Ucap Tuan Richard yang tidak ingin tubuh istrinya terekspos di depan banyak orang.
Sandra yang mengerti suaminya terlihat posesif padanya saat ini memilih menuruti permintaan suaminya.
"Apakah kita akan segera cek out dari hotel?" Sandra berjalan sambil melangkah mensejajarkan langkah suaminya.
Keduanya sudah berada di kamar hotel.
"Dua hari lagi kita akan pulang sayang," ucap Tuan Richard.
"Apakah kita akan tinggal di apartemen milik kita?" Tanya Sandra.
"Tentu saja, aku ingin menikmati hari-hariku hanya dengan dirimu." Ucap Tuan Richard.
"Richard, aku ingin mengajar lagi, aku tidak bisa diam di rumah saja menunggu pulang kerja." Pinta Sandra.
"Lakukanlah apa yang kamu inginkan sayang, tapi saat aku pulang ke apartemen, kamu sudah ada di apartemen." Timpal Tuan Richard.
"Baiklah!" Aku akan memperhatikan itu. Terimakasih sudah mengijinkan aku tetap mengajar." Sandra memeluk suaminya erat lalu mencium bibir sang suami dengan sangat mesra.
Untuk menghibur suaminya, ia masuk ke ruang ganti mengenakan lengerie warna merah.
Tuan Richard yang sibuk dengan ponselnya seketika menatap tubuh sang istri bak peragawati yang sedang tampil show gaun tidur itu.
__ADS_1
Sandra mencoba menggoda suaminya dengan liukan tubuh yang membuat Tuan Richard terangsang. Ia pun meletakkan ponselnya di nakas lalu menghampiri sang istri.
Tangannya Sandra yang lembut mulai mengusap-usap punggung Tuan Richard dengan belaian erotis. Perlahan Sandra menempelkan tubuhnya di bagian depan ke punggung suaminya, rasa empuk dan hangat dari kedua gunung kembar miliknya menempel ke kulit Tuan Richard yang hangat.
"Sayang, kita bobok yuk!" bisik Sandra lembut di kuping suaminya penuh dengan nada menggoda. Tuan Richard mulai merasakan setiap sentuhan pada tubuh istrinya.
Pelan, tidak nampak terburu-buru. Tuan Richard mulai mendaratkan cumbuannya lembut di pipi, telinga dan ceruk leher milik Sandra sambil kedua lengan tangannya merapatkan pelukannya dipinggang istrinya tersebut.
Tuan Richard meneguk liurnya dengan gugup. Sekarang miliknya kini telah menegang seutuhnya. Begitu cumbuan Sandra berhenti terakhir pada milik Tuan Richard. Lelaki perkasa ini langsung menarik tubuh Sandra kencang, lalu merebahkan tubuh istrinya yang sudah ingin dinikmatinya pagi ini.
Tuan Richard dengan sangat kasar menghempaskan tubuh Sandra ke atas ranjang empuk mereka dan bagai singa lapar Tuan Richard langsung menerkam tubuh istrinya merobek lingerie dalam sekali sentak.
"Hmmmppm...akkhh!"
Kedua mulut dan lidah mereka saling berpagutan, mel*mat bergulat dengan liarnya di sela-sela serangan erotis dengan des*han manja Sandra yang ditindih oleh tubuh atletis milik suaminya, lalu tidak berhenti sampai di situ, karena tangan Tuan Richard terus bergerak liar menggerayangi semua lekuk tubuh Sandra dengan ganas, berusaha untuk melepaskan gairah liarnya serta insting primitif sebagai makhluk hidup, untuk bercinta habis-habisan dengan miliknya pagi ini.
Lidah Tuan Richard terus beredar mencumbu setiap lekuk wajah Sandra yang pagi ini semakin cantik di bawahnya. Lehernya, pipinya, lalu turun ke dadanya meninggalkan banyak bekas ciuman di bagian leher dan dadanya.
"Akkhhh.... ssssttt...auhhhtt!" Richard..!" Pekik Sandra di sela-sela rintihannya yang kian menggebu. Sandra memanggil nama suaminya dengan rengekan manjanya yang sangat disukai oleh Tuan Richard.
Sandra memanggil nama suaminya, wajahnya mulai kemerahan dan nafasnya tersengal-sengal. Tuan Richard benar-benar sempurna, itu yang dikatakan dalam hatinya.
Tidak butuh waktu lama, keduanya melakukan penyatuan tubuh mereka untuk mendapatkan kenikmatan surga duniawi.
Tubuh keduanya saling memompa dengan sangat harmonis sementara Sandra terus-menerus menyebut nama suaminya berulang kali, lelah tidak lagi mereka hiraukan karena kesempatan ini yang mereka nantikan selama lima tahun terakhir untuk mewujudkannya saat keduanya sudah sah menjadi suami istri.
Hingga akhirnya hempasan beribu gelombang kenikmatan mulai menyetrum area sensitif keduanya, yang kembali memberikan kepuasan untuk mereka.
Keduanya melepaskan lelah mereka dengan berbaring sejenak. Tuan Richard memejamkan matanya lalu tertidur pulas.
Sementara Sandra sedang menghubungi Imelda untuk mengetahui keadaan neneknya yang belum sempat ia temui sampai saat ini.
"Sayang!" Panggil Tuan Richard mengejutkan Sandra yang sedang chating dengan Imelda.
"Bukankah barusan kamu tidur sayang?" Tanya Sandra lalu mematikan ponselnya.
"Jika kita sudah berada di tempat tidur ini, aku harap kamu tidak sibuk menghubungi siapapun walaupun itu adalah nenekmu Debora." Titah Tuan Richard.
"Maafkan aku sayang!"
Aku tidak tahu kalau kamu bakalan bangun lagi setelah kelelahan bercinta." Ucap Sandra lalu meletakkan ponselnya di nakas.
"Sayang, apakah kamu tidak suka aku mengatur hidupmu?" Tanya Tuan Richard.
__ADS_1
"Kalau itu bisa membuat kamu nyaman dan bahagia, aku tidak keberatan asalkan kamu tidak mengkhianati aku dengan wanita lain." Sindir Sandra dengan kata-kata yang cukup menohok.
"Jika aku mau, mungkin aku tidak akan repot menunggu kamu dan juga mencarimu saat kamu menghilang begitu saja." Ucap Tuan Richard.
"Baiklah, aku sangat yakin bahwa kamu adalah pria bertanggung jawab dan juga tulus. Jangan pernah berubah setelah aku tidak lagi secantik ini jika waktu terus bergulir." Ucap Sandra manja.
"Asalkan kamu tidak membohongi aku, itu sudah membuat aku sangat mencintaimu, sayang." Timpal Tuan Richard.
"Bagaimana kalau kebohongan seseorang itu punya alasan tersendiri yang sulit untuk ia ungkapkan?" Tanya Sandra.
"Aku benci dengan kebohongan, lebih baik berkata apapun tanpa ketakutan, dengan begitu aku mudah memaafkan kamu." Jelas Tuan Richard.
"Semoga saja aku tidak belajar berbohong agar aku tidak menyakiti hati kamu, sayang." Ujar Sandra.
"Apapun masalah yang kita hadapi suatu saat nanti, walaupun itu sangat berat untuk diungkapkan, lebih baik kita melakukannya dengan cara berdiskusi untuk mencari solusinya, itu jauh lebih baik daripada harus mengamuk dengan perkataan yang saling menyakiti satu sama lain." Imbuh Tuan Richard.
"Apakah kamu juga akan memaafkan aku Richard, jika aku tenyata membohongi kamu?" Tanya Sandra membuat jantung Tuan Richard sesaat merasakan jika istrinya menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
"Apakah selama aku buta, kamu pernah menyukai seseorang, Sandra?"
"Jika tuduhanmu itu benar, mana mungkin aku harus menghabiskan waktu kesendirianku selama tiga tahun di Amsterdam.
Aku seperti perempuan cupu yang tidak pernah meninggalkan buku dengan berangkat ke kampus hanya memastikan busana yang aku pakai sudah rapi atau belum.
Aku bahkan tidak mengenakan makeup sama sekali, bahkan tidak berniat untuk memilikinya. Bagaimana mungkin aku mencoba membuka hatiku untuk pria lain, Richard." Ucap Sandra terus terang.
"Tapi, mengapa di malam pertama pertemuan kita, justru aku tidak melihat sosok Sandra seorang gadis cupu dengan julukan kutu buku.
Kamu bahkan seperti model internasional yang menggunakan dress indah yang dirancang oleh desainer ternama yaitu tuan Richardo Gonzales." Ucap Tuan Richard yang mampu mengetahui dress mewah yang dikenakan Sandra saat itu.
"Apa...?" Jadi kamu sudah mengetahui dress itu sangat mahal, mengapa kamu tega merobeknya?" Sandra merasa by syok mendengar penuturan suaminya yang tidak menghargai hasil karya orang lain.
"Aku sudah meminta asisten pribadiku membayar dress itu keesokan harinya. Walaupun awalnya tuan Ricardo menolaknya dan dia mengatakan itu sebagai hadiah untukmu, namun aku tidak bisa percaya begitu saja pada pria itu, karena dibalik kebaikannya, ia sudah jatuh hati kepadamu." Ucap Tuan Richard yang mengetahui perasaan tuan Richardo pada istrinya saat itu.
"Apakah kamu mengenal tuan Richardo, sayang?" Tanya Sandra penasaran.
"Pembisnis seperti aku, mana mungkin melewatkan desainer ternama yang sudah memiliki brand baju termahal, tidak dikenali oleh aku, sayang." Jawab Tuan Richard.
"Ternyata, kamu sudah mengetahuinya dan rasa cemburumu padanya membuat kamu nekat merobek bajunya saat itu. Sedangkan saat itu, aku hampir mati ketakutan karena aku tidak bisa menjaga pemberian tuan Richardo yang sangat berharga." Ucap Sandra kesal.
"Kamu terlalu naif Sandra, setiap kali ketulusan lelaki, biasanya dia punya niat jahat untuk mendapatkan sesuatu dari wanita yang saat ini, dia incar." Ucap Tuan Richard.
"Apakah kamu termasuk kategori itu, hingga bisa mendapatkan wanita cantik dengan mudah untuk bisa kamu gauli?" Tanya Sandra dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Tidak begitu juga Sandra, aku mendekati mereka karena mereka butuh uang atas jasa mereka saat melayani aku, jadi jangan semuanya sudah dibicarakan dari awal, saat kami mulai melakukan transaksi. Beda dengan wanita seperti kamu, yang tidak punya hubungan komersial di dalamnya, namun untuk mendapatkan hatimu bahkan tubuhmu, lelaki manapun dengan mudah menghamburkan uangnya atau memberikan sesuatu yang berharga yang ia miliki demi tujuannya, entah itu untuk cinta atau untuk birahinya. Keduanya terlihat beda tipis, sehingga tidak bisa dibedakan." Ucap Tuan Richard yang sedang menggambarkan perasaan lelaki pada wanita yang ia sukai.