Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
24. Awal Pernikahan


__ADS_3

Pasangan pengantin baru ini menjalani hari-hari bahagia mereka dengan berbagai aktivitas. Tuan Richard mengurus perusahaannya dibantu oleh asisten barunya Imelda, sementara Sandra mengajar di kampus almamaternya sendiri sebagai dosen Neuro since.


Seperti biasa, Tuan Richard tidak mengizinkan istrinya membawa mobil sendiri. Pria tampan ini lebih senang mengantar jemput istrinya sendiri.


"Kamu lelah sayang?" Tanya Tuan Richard sambil memijit betis istrinya yang seharian berdiri mengajar dari kelas ke kelas.


"Lelah itu resiko sayang, yang penting kepuasan batin yang sulit dicapai setiap orang." Ucap Sandra sambil telungkup merasakan pijatan lembut suaminya.


"Aku ingin kamu segera hamil Sandra, pernikahan kita sudah hampir satu bulan tapi kamu belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Kalau kamu hanya mengejar kariermu kapan kita bisa memiliki anak." Ucap Tuan Richard.


"Apakah kalau aku diam di rumah saja bakalan cepat hamil?" Semua itu bergantung dari benihmu siapa diantara mereka dari lima ratus juta sp**ma, hanya satu benih ataupun dua atau empat benih yang keluar menjadi pemenangnya." Ucap Sandra berdasarkan ilmu yang ia ketahui.


"Iya aku tahu sayang, tapi kalau indung telurnya tidak siap untuk dibuahi, bagaimana bisa akan berhasil?" Timpal Tuan Richard.


"Dengar sayang!" Jika pernikahan ini hanya berdasarkan keturunan, jelas aku sangat keberatan karena aku menikah denganmu karena cinta bukan karena anak. Kalau kita punya anak itu adalah hadiah Tuhan untuk melengkapi kebahagiaan kita. Jadi aku mohon jangan terlalu banyak menuntut aku agar segera hamil." Imbuh Sandra.


"Kalau begitu, kita lakukan lagi!"


Tuan Richard mengecup punggung mulus istrinya lalu membalikkan tubuh indah itu.


Tiba-tiba Sandra merasakan sesuatu keluar dari miliknya dan ia merasakan sakit pada perutnya.


"Richard, sepertinya aku menstruasi." Ucap Sandra lalu bangkit dari tempat tidur begitu saja menuju ke kamar mandi.


"Apa...?" Menstruasi?" Tuan Richard begitu kecewa karena miliknya baru saja mengacung keras dibawah sana.


"Richard!" Sayang!" Apakah kamu bisa membelikan aku pembalut?" Titah Sandra dari dalam kamar mandi.


"Aku..?" Mana mungkin aku yang harus beli pembalut wanita?" Oh ini sangat memalukan." Tuan Richard menengadahkan wajahnya ke atas sambil mengacak rambutnya dengan kesal.


Sandra keluar hanya menggunakan handuk dan memperlihatkan tubuhnya yang terlihat sangat sexsi.


"Sayang, apakah aku harus membelinya sendiri?" Sungut Sandra kesal.

__ADS_1


"Lebih baik kamu berpakaian dan tidak perlu menunjukkan sebagian tubuhmu dihadapan ku. Itu sangat menyiksaku." Gerutu Tuan Richard lalu meninggalkan kamar apartemennya dengan membawa dompetnya.


Sandra cekikikan melihat wajah gusar suaminya yang tidak bisa menyalurkan hasratnya pada dirinya.


"Dasar mesum!" Sekarang rasain sendiri, bagaimana rasanya kalau istri menstruasi." Tawa Sandra sambil mengenakan baju tidurnya.


Beberapa saat kemudian, Tuan Richard datang dengan membawa beberapa merk pembalut wanita. Sandra menerimanya dengan senang hati lalu mengecup bibir suaminya dengan mesra.


"Terimakasih sayang, maaf sudah merepotkan kamu." Ucap Sandra lalu kembali lagi ke dalam kamar mandi untuk memasang pembalutnya.


Tuan Richard sudah berbaring sambil menguak ngatik ponselnya. Sandra mendekati sang suami yang terlihat masih menginginkan dirinya.


"Sini aku bantu sayang!" Agar kamu terbebas dari belenggu birahimu." Ucap Sandra lalu memberikan pelayanan terbaik untuk sang suami.


Tuan Richard terlihat sangat gembira dengan permainan istrinya yang bisa membuatnya terlepas dari cengkraman birahi yang luar biasa membelenggu dirinya.


Akhirnya keduanya bisa tidur dengan tenang setelah melakukan ritual ringan dalam hubungan intim mereka.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di saat mereka menikah, paman Kevin dan Tante Caroline tidak bisa hadir karena alasan sakit.


"Apakah pamanmu orang baik?" Tanya Sandra yang sedikit segan harus bertemu dengan keluarga lain, Tuan Richard.


"Mereka sangat baik Sandra, hanya saja mereka baru kehilangan putri mereka karena sakit keras. Usianya sama denganmu dan juga tanggal lahir dan tahun yang sama persis.


Jika Tante Caroline bertemu denganmu, dia akan semangat lagi untuk hidup." Ucap Tuan Richard sambil mengendarai mobilnya.


"Mengapa aku baru mendengar nama mereka setelah sekian lama kita berhubungan sampai dengan kita menikah?" Tanya Sandra sangat kecewa pada suaminya.


"Cerita mereka cukup pelik sayang. Yang aku dengar dari cerita ayahku, ternyata putri mereka itu bukan anak biologis paman Kevin dan Tante Caroline dituduh selingkuh oleh keluarga ayahku.


Keduanya di suruh bercerai oleh kakek dan nenekku tapi, paman Kevin sangat mencintai istrinya dan memilih keluar dari keluarga besar dengan mengambil resiko tidak menerima harta warisan dari kakek.

__ADS_1


Semua harta warisan itu di limpahkan semua kepada ayahku." Ucap Tuan Richard.


"Ya Tuhan, apakah mereka bisa bertahan hidup dengan tidak menerima harta warisan dari kakekmu?" Tanya Sandra.


"Paman Kevin dan Tante Caroline tidak mempedulikan harta warisan kakek karena mereka berdua memiliki skill yang sangat cerdas.


Keduanya menjadi pejabat publik yang sebelumnya paman Kevin adalah ajudan presiden. Setelah usianya sudah tua, ia sekarang memegang jabatan di perlemen pemerintahan."


"Aku sangat senang dengan ceritamu Richard. Aku senang dengan prinsip seseorang yang tidak begitu ambisius dengan materi kehidupan karena ia lebih mengutamakan cintanya untuk membuat ia bahagia.


Aku ingin segera bertemu dengan paman Kevin dan ingin belajar banyak darinya tentang makna hidup, apa lagi dia adalah mantan ajudan presiden yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan itu." Ucap Sandra yang sangat antusias ingin bertemu dengan keduanya.


"Sekitar tiga ratus meter lagi kita tiba sayang. Rumah mereka terletak di pinggir pantai dan sedikit jauh dari pemukiman warga. Rumahnya di jaga ketat oleh para perwira." Ucap Tuan Richard.


"Apakah kita bisa menemui mereka dengan lapisan penjaga yang begitu banyak?" Tanya Sandra kuatir di usir oleh para penjaga kediaman Tuan Kevin.


"Tidak usah kuatir sayang, data wajahku sudah masuk ke akses mereka, jadi kita aman berkunjung ke sana." Timpal Tuan Richard meyakinkan istrinya.


Pintu gerbang utama dibuka oleh penjaga. Keduanya melalui pemeriksaan begitu detail hingga diijinkan masuk ke istana yang cukup megah itu.


Sandra menikmati keindahan laut biru dengan pasir putih di sepanjang jalan menuju rumah milik tuan Kevin.


Mobil keduanya diparkir menghadap ke laut. Tuan Richard turun terlebih dahulu dan membuka pintu mobil untuk wanitanya.


Nyonya Caroline yang sudah mendapat kabar kedatangan keponakannya Richard dari penjaga, segera keluar menemui pasangan pengantin baru itu.


"Richard!" Apa kabar sayang!" Nyonya Caroline memeluk keponakannya itu dengan penuh kerinduan.


"Sangat baik Tante, oh iya kenalkan ini Sandra, istri Richard Tante." Ucap Tuan Richard sambil memperkenalkan kedua wanita berbeda generasi itu.


"Wah, kamu hebat Richard mendapatkan istri secantik ini." Ucap Nyonya Caroline.


Keduanya berpelukan erat walaupun baru saja bertemu. Nyonya Kevin tidak ingin melepaskan pelukannya pada Sandra ketika ia merasakan sesuatu pada gadis itu.

__ADS_1


"Mengapa aku merasa sangat merindukan gadis ini?" Padahal aku baru saja bertemu dengannya. Apakah karena aku baru saja kehilangan putriku, Lisa?" Tanya Nyonya Caroline membatin.


__ADS_2