Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
42. Kejutan


__ADS_3

Gwen turun dari mobil dengan menggendong putranya Sandra. Istri dari Tuan Richard ini sangat terharu melihat putranya sudah tumbuh besar dan sehat.


"Oh baby!" Sandra mengambil putranya dari gendongan Gwen. Bayi berusia 5 bulan ini menatap wajah cantik ibunya dengan heran.


"Baby!" Ini mama, sayang." Ucap Sandra lalu mencium pipi putranya penuh kerinduan.


Brian masih belum terbiasa dengan wajah baru yang dilihatnya, bayi bertubuh tembem ini menangis lalu meminta ayahnya menggendongnya.


Sandra merasa kecewa dan juga sedih karena putranya tidak menyukainya.


"Baby!" Ini mama sayang." Tangis Sandra yang ingin menggendong lagi putranya.


"Sabar sayang, Brian butuh waktu untuk adaptasi denganmu karena kalian sudah lama terpisah." Tuan Richard menghibur istrinya.


"Tapi, aku ingin menggendongnya, sayang. Apakah aku ibu yang paling kejam telah meninggalkannya?" Sandra terisak.


"Sayang!"


Yang kamu hadapi itu bayi lima bulan dan belum mengerti apapun. Dia hanya mengenali wajah orang yang setiap hari ia lihat. Bukankah kamu nanti akan bersamanya terus setiap saat. Di saat itulah kamu bisa merebut perhatiannya lagi." Ucap Tuan Richard.


"Baiklah!" nanti kalau Brian sudah tidur, berikan dia kepadaku!" Pinta Sandra.


"Hmm!" Lebih baik, kamu memanjakan papanya terlebih dahulu, baru anaknya." Rayu Tuan Richard lalu mencium pipi istrinya.


Sandra tertunduk malu sambil menyisihkan sebagian rambutnya ke samping kupingnya.


"Sandra, jiwa malu-malu masih melekat di dirimu, aku makin sayang padamu sayang." Ucap Tuan Richard.


Mobil mewah itu telah tiba di depan mansion milik keluarga Tuan Richard. Sandra mengambil bayinya yang sudah terlelap dalam gendongan suaminya.


Nyonya Catherine menyambut kedatangan menantunya.


"Selamat datang Sandra, akhirnya kamu bebas juga dari penjara istana ayahmu." Ucap nyonya Catherine yang masih terlihat sinis.


Alih-alih membalas perkataan sinis ibu mertuanya, justru Sandra memuji ibu mertuanya itu.


"Aku sangat berterimakasih dan juga bersyukur kepada Tuhan dan mommy, karena kedengkian mommy ada manfaatnya juga untuk Sandra.

__ADS_1


Jika Sandra tidak ditukar dengan bayi nenek Debora, mungkin hidup Sandra seperti burung di sangkar emas." Nyonya Catherine tersentak. Ucapan Sandra di luar dugaannya.


Ia yang ingin mencela menantunya malah berbalik mendapatkan pujian dari Sandra, walaupun ada kata-kata Sandra yang menjatuhkan kehormatannya sebagai menantu dari Miller.


"Apakah gadis ini sedang memujiku atau menghina diriku?" Gumam nyonya Catherine dalam hatinya.


"Mommy!" Apakah mommy siap di penjara, jika ayahku datang mengancam mommy dengan kasus pertukaran bayi yang terjadi di masa lalu dan korbannya adalah aku dan putrinya nenek Debora." Sandra sengaja memancing reaksi ibu mertuanya yang terlihat tetap tenang walaupun harus mengorbankan pernikahan putranya, Tuan Richard.


Duaaarrr....


Nyonya Catherine terlihat pucat mendengar pertanyaan menantunya. Ia yang awalnya terlihat tenang kini mulai terganggu dengan pertanyaan Sandra yang tidak ia sangka.


"Apakah ayahmu juga siap?" Kalau skandal ayah mertua dengan pelayan Debora di munculkan di publik?" Nyonya Catherine mengancam balik Sandra.


"Jika, sudah saatnya kebenaran keluarga ini harus terungkap, kenapa tidak dilakukan, mommy." Timpal Tuan Richard mendukung pernyataan istrinya.


"Termasuk melaporkan perbuatan istrimu yang telah menabrak kamu hingga membuatmu buta?" Nyonya Catherine menyerang putranya.


Deggg...


Tuan Richard terperanjat, ia lupa akan kesalahan istrinya kepada dirinya dan itu akan berimbas pada kasus keluarganya. Tuan Richard seketika terdiam dan berpikir keras bagaimana cara menyelamatkan reputasi keluarganya.


"Sayang, jangan berkata seperti itu!" Kamu baru saja bertemu dengan putra kita, apakah kamu tega meninggalkan lagi kami dalam waktu yang lama?" Tuan Richard menjadi sangat kesal dengan ibunya yang tidak memikirkan nasib dirinya dan cucunya.


Sandra begitu kelihatan pasrah, namun tidak dengan Nyonya Catherine, ia terlihat kuatir jika ancaman tuan Kevin akan terbukti dan itu akan menjatuhkan reputasinya yang ia bangun selama ini.


Setelah melewati perdebatan yang cukup menyakitkan, Tuan Richard mengajak Sandra membawa babynya ke kamar mereka karena Brian masih dalam gendongan Sandra.


🌷🌷🌷🌷🌷


Tuan Kevin menghubungi adiknya tuan Jordan untuk memastikan apakah Sandra dibawa oleh Tuan Richard.


Tuan Kevin berpura-pura menanyakan keadaan cucunya dan setelah itu ingin mengetahui apakah saat ini Richard berada di rumah adiknya itu.


"Apa kabarmu adikku, Jordan dan juga cucuku!" Sapa Kevin ramah.


"Aku baik-baik saja. Tumben kamu ingin mengetahui keadaan cucumu, bukankah kamu selama ini sibuk menyekap Sandra?" Bagaimana dengan menantuku, Sandra, Kevin?" Tanya tuan Jordan ikut bersandiwara.

__ADS_1


"Sial!" Rupanya putriku belum tiba di New York. Berarti dia masih berada di kota Florida." Gumam tuan Kevin membatin.


"Kalau begitu, aku ingin bicara dengan Richard. Apakah dia ada di rumahmu?"


"Dia akan mau bicara, jika kamu mengijinkan putraku bicara dengan istrinya, Sandra." Ujar tuan Jordan.


"Aku akan memberikan kesempatan kepada Richard untuk bicara dengan Sandra, tapi aku ingin bicara dulu dengan Richard karena ponselnya Richard tidak aktif." Ujar tuan Kevin gusar.


Tuan Jordan meminta pelayan untuk memanggil Tuan Richard. Semuanya diajak kerjasama untuk mengelabui tuan Kevin.


Tuan Richard menuruni anak tangga dan mengambil telepon dari ayahnya. Tuan Richard memulai perannya untuk ikut bersandiwara.


"Hallo paman Kevin!" Apakah aku bisa bicara dengan Sandra?" Tanya Tuan Richard serius.


"Ternyata bajingan itu, tidak bersama dengan putriku. Di mana Sandra?" Gerutu Tuan Kevin membatin.


"Paman Kevin!" Apakah aku bisa bicara dengan Sandra?" Tuan Richard mengulangi lagi pertanyaannya.


"Sandra sudah tidur." Ucap tuan tuan Kevin lalu mematikan ponselnya.


Tuan Richard dan ayahnya terkekeh karena mereka berhasil mengelabui tuan Kevin.


"Biarkan dia memikirkan keberadaan Sandra sampai dia mampus." Ucap tuan Jordan sambil terkekeh.


Sementara itu, tuan Kevin memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari keberadaan putrinya yang masih berada di kota Florida.


"Richard masih ada di mansion, berarti Sandra melarikan diri tanpa bantuan Richard." Gumam tuan Kevin lirih di hadapan istrinya.


"Apa maksudmu Kevin?" Jadi putriku tidak bersama dengan suaminya?" Tanya nyonya Caroline pura-pura cemas.


"Aku tidak tahu!" Bentak tuan Kevin lalu membalikkan tubuhnya sambil memeluk bantal gulingnya dengan hati gundah.


Nyonya Caroline terlihat puas melihat suaminya sedang frustasi memikirkan keberadaan Sandra yang kabur dengan cepat sehingga tidak bisa dilacak oleh anak buahnya.


Tuan Richard menemui lagi istrinya dan menceritakan semuanya apa yang terjadi saat ini. Keduanya tertawa terbahak-bahak dan merasa bahagia karena Tuan Kevin sedang kalang kabut mencari Sandra di setiap sudut kota.


"Tapi, bagaimana kalau paman Kevin datang ke sini dan mengambil aku darimu lagi, Richard?" Tanya Sandra sambil mengigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"Bukankah kita akan mengupayakan menempuh jalur hukum jika dia berani memisahkan kita lagi." Ucap Tuan Richard.


"


__ADS_2