
Sandra memahami keadaan suaminya yang saat ini sedang marah kepadanya. Ia tahu bahwa suaminya sudah mencurigai dirinya, hanya saja Tuan Richard tidak ingin mengakui kesalahan istrinya yang sudah membuat dirinya buta.
Sandra menangis dalam keheningan malam. Suara ombak laut yang terdengar pecah setiap kali menghempaskan dirinya di tepi pantai.
Sandra berusaha memejamkan matanya setelah permainan panas mereka berakhir. Sementara tuan Richard sudah melayang ke negeri mimpi dengan membawa kegalauan dalam hatinya.
Keesokan paginya, Tuan Richard dan Sandra pamit pulang kembali ke apartemen milik mereka. Tuan Kevin dan nyonya Caroline merasa sangat kehilangan. Terutama mereka merasa sedih dengan kepulangan Sandra. Entah mengapa hati mereka seakan terpaut pada gadis itu.
"Sandra, kalau kamu sedang liburan panjang, datanglah kemari." Ucap nyonya Caroline dan Sandra hanya mengangguk.
"Sandra, jangan segan untuk hubungi kami jika ada yang ingin kamu ceritakan dan jangan memendamnya sendiri." Ucap tuan Kevin yang ingin mengetahui kebenaran dari teka-teki kecelakaan yang pernah dialami oleh keponakannya, Tuan Richard.
Mobil mewah milik Tuan Richard menembus beberapa lapis penjagaan yang cukup ketat untuk bisa keluar dari kediamannya tuan Richard.
Sepanjang perjalanan Sandra terlihat murung dan masih menikmati hamparan laut yang terbentang sejauh mata memandang. Begitu pula dengan Tuan Richard yang lebih memilih diam dengan tetap fokus membawa kendaraannya.
🌷🌷🌷🌷
Tiga bulan berlalu, Tuan Richard dan Sandra berusaha tetap mesra walaupun ada tembok penghalang dihati keduanya. Hal ini membuat Sandra merasa serba salah. Ia pun memutuskan untuk bertemu dengan Imelda yang merupakan sahabat lamanya.
Janji temu siang itu di suatu cafe tempat Sandra bekerja dulu. Sandra yang sedang menunggu Imel dengan sibuk membaca beberapa pesan email yang masuk ke dalam ponselnya dan tentu saja itu berhubungan dengan pekerjaannya sebagai dosen.
"Sandra!" Panggil Imelda ketika sudah tiba di cafe tersebut.
Sandra menghamburkan pelukannya ke dada Imel sambil menangis pilu." Hei!" Apa yang terjadi Sandra?" Tanya Imelda seraya mengurai pelukannya pada sahabatnya itu.
Keduanya lalu duduk dan Sandra menceritakan permasalahan rumah tangganya yang tidak lagi harmonis.
"Aku selalu mendapatkan kekerasan fisik setiap kali Richard mengajak aku berhubungan intim." Ucap Sandra lugas pada sahabatnya itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi Sandra?" Sampai membuat Tuan Richard menyiksamu seperti itu." Tanya Imelda penasaran.
"Entahlah Imelda, aku tidak tahu apakah ini bodoh atau terlalu naif. Aku berusaha jujur pada Tuan Richard kalau akulah yang telah menyebabkan matanya buta." Ucap Sandra lirih.
Mata Imelda seketika terbelalak mendengar pengakuan Sandra.
__ADS_1
"Apakah kamu sedang bercanda dengannya?" Hingga membuat Tuan Richard murka."
"Ini bukan candaan Imelda. Ini adalah kebenaran. Akulah orang yang menabrak Tuan Richard saat aku berusaha ngebut dari desaku agar cepat tiba di kampus untuk. mengikuti ujian semester pertama." Ucap Sandra.
Amel makin merasa sesak mendengar kelanjutan cerita Sandra." Lantas bagaimana kamu bisa menabraknya Sandra?"
"Aku menghindar dari mobil dua orang pemuda mabuk yang menyetir mobil mereka secara ugal-ugalan. Saat itu, Tuan Richard sedang menghubungi seseorang dengan di belakang mobilnya. Aku hanya turun dan memegangi nasinya yang masih berdetak tapi pelipisnya banyak mengeluarkan darah hingga membasahi wajahnya.
Aku menghubungi petugas ambulans untuk menolongnya dan aku kembali ke mobilku untuk mengikuti ujian pagi itu." Ucap Sandra.
"Jadi saat kamu pertama kali bertemu dengannya, kamu sudah tahu kalau Tuan Richard adalah korban kecelakaan karena ulahmu?"
Sandra mengangguk lalu menangis di atas meja makan beralaskan kedua tangannya.
"Sekarang aku mengerti, kamu saat itu mau kabur ke Amsterdam karena ingin bebas dari Tuan Richard." Gumam Imelda sambil menghela nafasnya yang terasa berat.
"Sandra! sampai saat ini, Tuan Richard tidak mengetahui kedekatan kita berdua karena Teddy sudah merahasiakannya hingga ia meregang nyawa.
Satu hal yang harus kamu tahu kalau Teddy sangat mencintaimu Sandra dan hal itu diketahui oleh Tuan Richard setelah membaca buku agenda kerja milik Teddy yang tersimpan di laci meja kerjanya.
"Sandra, apakah kamu mendengarkan ceritaku?" Tanya Imelda yang melihat pemandangan mata sahabatnya yang terlihat kosong.
"Aku sudah mengetahui itu malam sebelum kejadian naas itu terjadi yang membuat helikopter kami jatuh karena kerusakan mesin helikopter." Ucap Sandra.
"Beruntunglah Teddy meninggal Sandra. Kalau tidak persaingan antara dua lelaki tampan itu memperebutkan dirimu." Ucap Imelda.
"Aku rasa cerita cinta milik Teddy sudah terkubur bersama jasadnya Imel. Yang aku pikirkan saat ini adalah bagaimana cara aku menghadapi suamiku yang sering mabuk-mabukan dan selalu pulang menggauli tubuhku dengan sangat menyakitkan." Ucap Sandra lirih penuh kesedihan.
Imelda menggenggam tangan sahabatnya dan memberikan kekuatan.
"Tuan Richard ingin memastikan sendiri kebenarannya tapi bukan dari mulutmu tapi dari fakta yang saat ini ia kumpulkan. Kamu cukup mempersiapkan dirimu dengan memberikan alasan apa adanya walaupun itu tidak akan mudah di terima olehnya." Ucap Imelda.
Keduanya berpamitan dan kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Sandra menuju ke kampus dengan membawa kendaraannya sendiri.
Tuan Richard tidak pernah lagi mengantar dirinya seperti biasa lelaki tampan itu lakukan di awal pernikahan mereka.
__ADS_1
Sandra pun tidak banyak menuntut karena rasa bersalahnya melebihi haknya sebagai istri Tuan Richard.
Di tengah perjalanan Sandra merasakan pusing dan mual datang bersamaan. Ia menepikan mobilnya dan segera turun untuk mencari tempat agar bisa mengeluarkan isi perutnya.
Setelah di rasanya cukup, ia kembali ke mobil dan meneguk air mineral lalu memutuskan untuk ke rumah sakit.
Setibanya di sana, ia mengunjungi dokter kandungan karena ia menyadari saat ini, ia sudah dua bulan tidak mendapatkan menstruasi lagi.
"Selamat siang dokter!" Sapa Sandra lalu duduk di hadapan dokter.
"Siang nona Sandra!" Apa keluhan anda saat ini?" Tanya dokter spesialis kandungan itu seperti biasanya pada pasien hamil muda.
"Barusan saya mengalami pusing dan mual, makanya saya langsung ke sini karena dua bulan ini saya tidak mendapatkan menstruasi." Ucap Sandra.
"Baiklah!" Coba anda berbaring dan kita bisa melakukan USG pada perut anda. Semoga hasilnya memuaskan." Ucap dokter Baby ramah.
Sandra menuruti permintaan dokter dengan dibantu oleh seorang suster.
"Nona Sandra, ternyata anda sedang mengandung. Saat ini kandungan anda memasuki sepuluh Minggu." Ucap dokter Baby yang sedang mengarahkan stik USG ke permukaan perutnya Sandra.
Sandra terlihat senang dan berharap Tuan Richard bisa melupakan kemarahannya dengan kehadiran calon bayi mereka.
Sementara di sisi lain, Tuan Richard sudah menemukan mobil yang pernah menabraknya enam tahun yang lalu melalui seorang detektif yang ia sewa untuk menyelidiki kasusnya yang saat ini, ia hadapi.
"Siapa pemilik mobil ini Tuan Kenzo?" Tanya Tuan Richard penasaran.
"Tuan Richard, saya harap anda lebih banyak bersabar setelah mengetahui nama pemilik mobil ini." Ucap tuan Kenzo hati-hati.
"Cepat katakan tuan Kenzo!" Aku tidak sabar ingin bertemu dengan jalan* itu," ucap Tuan Richard dengan menahan amarahnya.
"Gadis itu adalah nona Casandra Thalia, istrimu sendiri."
Duaaarrr...
Bagai di sambar petir di siang bolong, Tuan Richard merasa tubuhnya hampir limbung mengetahui kebenaran itu. Wajahnya terlihat pucat dan ia pun jatuh terduduk bersandar di bekas mobil milik istrinya.
__ADS_1
"Tidak mungkin!" Ucap Tuan Richard sambil menggelengkan kepalanya.