
Asisten pribadi Tuan Richard yaitu Imelda menghubungi Tuan Richard yang masih berada di rumah sakit untuk menunggu istri dan bayinya yang belum boleh pulang karena keadaan baby milik Sandra yang masih berada di ruang NIKU.
"Tuan Richard!" Mohon maaf menganggu anda istirahat Anda Tuan Richard . Saya mau menyampaikan bahwa saat ini ada masalah di perusahaan anda Tuan Richard. Anda dibutuhkan untuk segera ke perusahaan karena ini sangat urgen." Ucap Imelda cemas.
"Tapi, Sandra sangat membutuhkan aku Imel, apakah kamu tidak bisa menanganinya sendiri?" Ujar Tuan Richard sedikit memohon.
"Jika aku bisa, aku tidak akan menghubungi anda Tuan Richard." Timpal Imelda.
Tuan Richard menatap wajah cantik istrinya yang sedang menatapnya.
"Apakah ada masalah, sayang?" Tanya Sandra.
"Perusahaan dalam keadaan bermasalah." Timpal Tuan Richard kuatir.
"Apakah kamu ingin ke perusahaan sekarang?"
"Aku akan pergi sebentar sayang, jika sudah selesai aku segera kembali ke sini." Ucap Tuan Richard sambil memeluk istrinya.
"Tapi kenapa hatiku merasa tidak enak ya, saat kamu ingin pergi." Ujar Sandra memeluk erat suaminya.
"Aku akan menghubungi Gwen dan Pricilla untuk menemani kamu di sini." Ucap Tuan Richard yang ingin meminta tolong kepada kedua adiknya.
"Apakah mereka tidak sibuk?"
"Tidak sayang!" Kedua adikku sangat pengertian." Ujar Tuan Richard lalu mengecup bibir istrinya.
Suami dari Sandra ini segera berangkat ke perusahaan miliknya. Dua orang suster datang memeriksa keadaan Sandra.
"Selamat pagi nona Sandra!" Sapa keduanya lalu memeriksa keadaan Sandra sesuai prosedur perawatan.
"Ini obatnya, kalau sudah sarapan tolong di minum secepatnya supaya rahim anda cepat pulih." Ucap salah satu suster tersebut.
"Terimakasih suster!"
Sandra menuruti permintaan suster lalu menghabiskan sarapannya dan meminum obatnya. Tidak lama kemudian, ia merasakan ngantuk yang luar biasa lalu tidur.
Tuan Kevin memerintahkan dua suster itu membawa pergi putrinya dari rumah sakit.
__ADS_1
"Lakukan sesuai dengan rencanaku. Setelah kalian berhasil, aku akan membayar sisa upah kalian." Ucap tuan Kevin yang ingin menculik putrinya sendiri dari keponakannya, Tuan Richard.
"Baik Tuan Kevin!" Putri anda sudah berada di mobil dan tidak terekam CCTV." Ucap salah satu suster.
"Terimakasih untuk kalian berdua. Pekerjaan kalian sangat bagus." Ujar tuan Kevin sambil terkekeh.
Orang suruhan tuan Kevin membawa pergi Sandra dari rumah sakit lalu menuju bandara di mana pesawat milik tuan Kevin sudah menunggu.
Karena pengaruh obat tidur, Sandra di gendong oleh ayahnya menaiki pesawat pribadi miliknya. Ia pun tersenyum penuh kemenangan karena berhasil memisahkan putrinya dan Tuan Richard setelah mengacaukan perusahaan milik keponakannya tersebut.
Tuan Richard yang berada di ruang kerjanya tampak serius menyelesaikan kekacauan data perusahaannya yang di masuki virus oleh haters.
Tidak lama kemudian, ponselnya berdering dan Tuan Richard mengangkatnya sambil menekan tombol enter untuk menyelesaikan kekacauan data perusahaannya.
"Hallo!" Sapa Tuan Richard pada adiknya Gwen.
"Hallo kak Richard!" Apakah Sandra sudah pindah kamar?" Tanya Pricilla.
"Apa..?" Sandra tidak mungkin pindah kamar. Coba kamu tanya suster jaga atau lihat dia ke ruang NIKU. Mungkin dia sedang menjenguk babynya." Ucap Tuan Richard panik.
"Baik kak, aku dan Pricilla akan berpencar mencari Sandra." Ucap Gwen.
Sementara Pricilla mendatangi ruang NIKU untuk melihat kakak iparnya namun yang ada hanya bayinya yang masih bertahan di inkubator.
Gwen pun demikian, saat menanyakan keberadaan Sandra dan ia hanya mendapatkan informasi Sandra sudah pulang.
Kedua kakak beradik ini menghubungi lagi Tuan Richard untuk mengkonfirmasi tidak ditemukan Sandra di rumah sakit.
Tuan Richard menghubungi nomor telepon apartemennya dan pelayannya memberikan informasi yang sama bahwa istrinya belum pulang ke apartemen mereka.
"Sandra, sayang!" Di mana kamu sekarang?" Gumam Tuan Richard lalu berpikir sesaat.
"Jangan-jangan, paman yang membawa pergi Istriku." Pekik Tuan Richard lalu segera ke bandara.
🌷🌷🌷🌷🌷
Tuan Kevin berhasil membawa pulang putrinya Sandra di kediamannya. Nyonya Caroline begitu kaget melihat putrinya yang masih dalam keadaan tidak sadar sudah berada di kamar.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Kevin?" Tanya nyonya Caroline dengan amarah yang membuncah.
"Sandra akan aku nikahkan dengan putra sahabatku. Sekarang dia sedang berlayar ke luar negeri dan sebentar lagi kapal angkatan laut itu akan tiba dua hari lagi."
Plakkkk...!" Nyonya Caroline menampar wajah suaminya yang nekat memisahkan Sandra dengan Tuan Richard.
"Caroline!" Ujar tuan Kevin sambil mengusap pipinya yang sakit.
"Kamu pantas mendapatkan itu karena terlalu terobsesi dengan putrimu." Ucap nyonya Caroline yang merasa sakit hati atas perbuatan suaminya.
"Aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk putriku, apakah itu salah?" Tanya tuan Kevin dengan nada tinggi.
"Sangat salah Kevin, karena kamu tidak merasakan bagaimana sakitnya seorang ibu yang dipisahkan dengan anaknya saat ia belum sempat menggendong bayinya dalam dekapannya." Ujar nyonya Caroline tidak kalah sengit.
"Bayi milik Sandra berada bersama Richard dan keluarganya, dan itu suatu yang adil aku lakukan. Sandra dengan orangtuanya sementara putranya dengan keluarga suaminya. Jadi dua keluarga ini tidak mengalami ketidak adilan bukan?" Tuan Kevin makin menjadi gila dengan idenya yang konyol.
"Itu bukan adil, tapi itu adalah sifat serakahmu yang sudah di bakar rasa amarah dan dendam pada keluargamu sendiri. Sesuatu yang sudah tidak berguna malah kamu perdebatkan. Lantas apa perbedaan kamu dengan Catherine di mata keluarga. Kalian berdua sama-sama orang yang menjijikkan." Ucap nyonya Caroline lalu menghampiri putrinya yang sudah mulai sadar.
"Terserah apa katamu Caroline!" Yang jelas, aku ingin putriku tetap bersama kita dan menikah dengan seorang pria baik-baik bukan seorang lelaki pecundang seperti Richard.
"Aduh, kenapa kepalaku sangat pusing." Keluh Sandra sambil memijit pelipisnya.
Nyonya Caroline mengambil obat penawar agar Sandra tidak terlalu terpengaruh dengan obat tidur.
"Sayang, minum ini agar obat tidur yang kamu minum bisa hilang." Ucap nyonya Caroline seraya menyerahkan minuman herbal untuk putrinya.
Sandra menatap wajah ibu kandungnya dan sekitarnya. Tenggorokannya seakan tercekat ketika menyadari dirinya sudah berada di Florida, di mana orangtuanya tinggal.
"Tante, mengapa aku bisa berada di sini?" Di mana bayiku dan suamiku?" Tanya Sandra panik dan mencoba untuk turun dari ranjangnya.
Tubuhnya seketika lemas dan ia kembali duduk. Sandra menangis histeris karena ia telah tertipu dengan dua orang suster yang bekerjasama dengan ayah kandungnya.
"Tante, tolong bawa aku pulang kembali ke suami dan bayiku. Aku tidak ingin tinggal di sini Tante...hiks.. hiks!" rengek Sandra pada ibu kandungnya yang juga terlihat menangis bersama dengannya.
"Kamu tidak akan ke manapun Sandra karena ayah akan menikahkan kamu dengan lelaki lain." Ucap tuan Kevin.
"Kau, aku aku kira kau adalah lelaki hebat dan penyayang, tetapi ternyata kamu tidak lebih dari seorang monster yang berhati batu. Aku lebih bersyukur di besarkan oleh nenek Debora dengan keterbatasannya dari pada memiliki orangtua yang sangat egois seperti kalian!"
__ADS_1
Plakkkk!" Tuan Kevin tidak segan menampar putrinya.