
Tidak lama kemudian polisi setempat datang menjemput nyonya Catherine dan Sandra untuk di tahan di kantor polisi.
Keluarga besar itu nampak kaget ketika melihat dua mobil polisi sudah terparkir di depan Mension milik Tuan Jordan Miller.
Tuan Jordan mencoba menjelaskan keadaan sebenarnya kepada polisi dibantu oleh Tuan Richard sebagai suami dari Sandra.
"Maaf tuan Jordan, tuan Kevin dan nyonya Catherine sudah melayangkan tuntutan mereka kepada istri kalian berdua dengan kasus yang berbeda dan ini surat perintahnya." Ucap polisi Mark pada dua pengusaha hebat yang terkenal di kota tersebut.
"Tapi kejadian ini sudah lama dan aku adalah korbannya, aku sudah memaafkan istriku, Sandra setelah dia menjelaskan alasannya yang tidak sepenuhnya dia yang bersalah." Ucap Tuan Richard berusaha membela istrinya.
"Maafkan kami, tuan-tuan!" Saat ini kami sedang menjalani tugas saja, kalian berdua bisa menggunakan jasa pengacara untuk melindungi hak-hak yang akan disampaikannya oleh penyelidikan nanti.
Mengingat saat ini istri anda masih memiliki bayi, jadi nona Sandra bisa didampingi pengacara yang anda rekomendasikan untuknya." Ucap polisi Mark.
"Tidak apa sayang, saya siap dibawa oleh petugas polisi demi mempertanggungjawabkan perbuatan saya kepada kamu. Dengan begitu hatiku tidak begitu resah dikejar rasa bersalah selama ini, walaupun kamu sudah memaafkan aku." Ucap Sandra menenangkan suaminya.
"Sandra, kamu bicara seperti itu karena kamu belum merasakan bagaimana kerasnya hidup di penjara dan aku tidak tahu berapa lama kamu divonis hukuman penjara oleh pengadilan." Ucap Tuan Richard sedih.
Empat orang petugas polisi yang saat ini sedang menjalani tugas mereka untuk menjemput kedua wanita yang merupakan mertua dan menantu ini untuk digelandang ke kantor polisi.
Apapun yang diucapkan oleh Tuan Richard dan tuan Jordan tidak mempengaruhi penangkapan kepada kedua istri mereka. Tuan Kevin yang sedari tadi diam, merasa sangat bersalah kepada putrinya karena ambisinya untuk mendapatkan kenaikan jabatan malah berakhir dengan penahanan putrinya oleh polisi.
"Maafkan kami tuan-tuan!"
Polisi itu memasang borgol untuk dua orang wanita yang menjadi target utama dalam operasi penangkapan tersebut.
"Tunggu tuan-tuan!" Pinta Sandra karena ia ingin meminta waktu untuk bicara kepada ayahnya.
__ADS_1
Polisi Mark mengangkat satu tangannya kepada anak buahnya untuk mengabulkan permohonan Sandra.
"Aku lebih sudi mendekam di penjara dari pada harus mengikuti ide gilamu yang ingin memisahkan aku dari suami dan putraku dan menikah dengan pria bodoh pilihanmu itu. Aku kira menemukan kembali kedua orangtua kandungku, aku akan mendapatkan limpahan perhatian dan kasih sayang, namun ternyata aku hanya dimanfaatkan untuk memenuhi ambisimu semata." Ucap Sandra yang terlihat sangat kecewa kepada ayahnya.
Tuan Kevin terlihat serba salah dan sangat malu dihadapan keluarganya sendiri, apa lagi pada putri kandungnya yang ia baru temui.
Tuan Richard dan tuan Miller meminta satpam untuk mengusir keluar tuan Kevin dari kediaman mereka.
Nyonya Catherine yang sudah berada di mobil polisi sudah dibawa terlebih dahulu ke kantor polisi setempat lalu di susul Sandra yang hendak masuk ke dalam mobil polisi dengan wajah sendu.
"Mommy!" Mom...!" Panggil Brian, putra semata wayangnya itu.
Semua yang ada di situ merasa tercengang bercampur haru ketika Brian sudah bisa memanggil ibunya.
Sandra menghentikan langkahnya ketika mendengar putranya memanggilnya sebanyak tiga kali. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap wajah polisi Mark untuk memberikan kesempatan untuknya lagi bisa memeluk putranya.
Polisi Mark melepaskan borgol dari tangan Sandra.
"Baby!" Pekik Sandra lalu mengambil putranya dari gendongan adik iparnya Gwen.
"Baby, maafkan mommy sayang!" Kita harus berpisah lagi untuk sementara waktu." Ucap Sandra sambil menangis sesenggukan.
Brian menatap wajah cantik ibunya lalu mengusap bulir bening itu dari pipi ibunya. " Don't cry, mommy!" Ucap Brian dengan lidah cadelnya membuat yang berada disitu ikut menitikkan air mata.
Karena terlalu lama bicara dengan putranya, tubuh Sandra ditarik oleh polisi dan Tuan Richard buru-buru mengambil putranya lalu mengecup bibir istrinya sekilas.
Para pelayan, dua adik iparnya Sandra turut melepaskan Sandra dengan kesedihan yang mendalam. Brian menangis histeris melihat ibunya dibawa paksa oleh petugas kepolisian.
__ADS_1
Tuan Richard membawa masuk putranya berusaha menenangkan bayi berusia tujuh bulan itu. Pricilla yang terlihat lebih sedih dari semua orang karena merasa bersalah atas kecerobohan yang ia lakukan kepada keluarga kakaknya.
Tuan Jordan menenangkan putri bungsunya itu karena mengira putrinya itu menangisi penangkapan istrinya di depan mereka.
"Pricilla, Daddy akan mencari cara untuk bisa membebaskan ibumu dari tuntutan hukum atas kesalahannya." Ujar tuan Jordan menasehati putrinya.
"Daddy, aku menangis bukan karena mommy ditangkap tapi, aku menangis karena kecerobohanku yang memasukkan rekaman video Brian memanggil kakak dengan sebutan Daddy untuk pertama kalinya di laman Instagram pribadiku." Ucap Pricilla membuat mata ayahnya membelo.
"Apa?" Jadi semua ini karena ulahmu hingga Kevin mengetahui keberadaan Sandra yang selama ini kita mati-matian menyembunyikan kakak ipar mu itu." Amarah tuan Jordan makin memuncak setelah mendengar pengakuan putrinya.
"Maafkan aku Daddy!" Pricilla bersimpuh di kaki ayahnya dengan tangisan yang makin menjadi.
"Dasar gadis bodoh!"
Teriak Tuan Jordan lalu menghempaskan tubuh putrinya dari kakinya hingga membuat tubuh Pricilla terjungkal ke belakang.
"Kau bukan hanya menjatuhkan reputasi keluarga ini, tapi kamu secara tidak sadar telah memisahkan lagi Sandra dengan keponakanmu yang masih bayi dan saat ini, ia sedang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari ibu kandungnya. Kamu dan ibumu sama-sama pecundang." Ucap tuan Jordan berapi-api.
Lelaki tampan yang masih terlihat gagah di usianya yang ke enam puluh tahun masuk ke kamarnya dengan membanting pintu kamarnya.
Gwen membujuk adiknya untuk masuk ke kamar agar terhindar dari pandangan mata pelayan yang ikut menikmati drama keluarga besar mereka hari ini.
Pricilla masuk ke kamarnya lalu melanjutkan lagi menangisi kebodohannya.
"Pricilla, semua sudah terjadi, mungkin sudah saatnya mommy dan kakak ipar harus menjalani hukuman mereka atas apa yang mereka lakukan di masa lalu mereka walaupun dalam hal ini, keponakan kita Brian yang menjadi korbannya." Ucap Gwen sedih.
"Apakah kakak bisa mengurangi masa hukumannya kakak ipar dengan ia menjadi saksi dan sekaligus jadi korban dari peristiwa penabrakan itu?" Tanya Pricilla kepada kakaknya yang kebetulan merupakan lulusan sarjana hukum.
__ADS_1
"Itu sudah pasti Pricilla, apa lagi kakak sangat mencintai kakak ipar. Semoga saja kak Sandra bebas dari jeratan hukum." Ucap Gwen menghibur adiknya agar tidak terlalu merasa bersalah atas peristiwa penangkapan yang cukup dramatis hari ini.