Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
7. Kesepian


__ADS_3

Sandra duduk bersama teman-temannya untuk mendapatkan perkuliahan pertama mereka setelah menghabiskan liburan yang cukup panjang.


Setiap perkataan dosen yang mengandung ilmu dan menjadi unsur penting dalam setiap penjelasan yang di sampaikannya, Sandra selalu mencatatnya dan juga merekamnya.


Sesaat ia tersenyum menatap ponsel baru yang diberikan oleh Tuan Richard untuknya, bahkan dia juga mendapatkan black card untuk kebutuhan hidupnya.


Sandra termasuk siswa yang sangat cerdas di kelasnya. Makanya, teman-temannya menaruh hormat kepadanya karena kecerdasannya.


Tapi diantara teman lelaki, tidak ada yang berani mendekati gadis ini karena Sandra memiliki ilmu bela diri yang cukup tangguh.


Selain cantik dan cerdas, Sandra mengusai ilmu bela diri untuk melindungi dirinya. Itulah sebabnya, Sandra sulit disentuh oleh lelaki lain.


Hari demi hari dilalui Sandra dengan penuh semangat. Ia ingin menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Tiba-tiba wajah Tuan Richard memenuhi pikirannya. Wajah tampan yang terlintas sesaat itu, seakan memanggilnya untuk cepat kembali ke perkebunan milik Tuan Richard.


"Apakah kamu sedang merindukan aku sayang?" Gumam Sandra membatin.


Tidak terasa, waktu sepekan perkuliahan mereka hari ini berakhir. Itu berarti Sandra harus segera kembali ke perkebunan milik Tuan Richard untuk bertemu dengan sang pujaan hati.


Sandra mempercepat langkahnya karena tuan Teddy terus menghubunginya.


"Nona Sandra, tolong dipercepat langkahmu karena Tuan Richard saat ini sedang mengamuk. Hanya kamu yang bisa menenangkannya." Ucap tuan Teddy seakan merasa tertekan.


"Ini aku sudah setengah berlari tuan Teddy." Ucap Sandra lalu berlari lebih kencang menuju pelataran parkir mobil.


Sandra buru-buru masuk dan memasang seat belt pada tubuhnya.


Mobil mewah berwarna merah itu melaju dengan kecepatan tinggi.


"Apakah aku harus menghubunginya terlebih dahulu bahwa aku sudah berada bersamamu saat ini." Tanya Sandra.


"Jangan menghubunginya selagi Tuan Richard masih marah. Sebaiknya kita langsung menuju ke istananya." Ujar tuan Teddy.


"Sandra sayang!" Mengapa saat kamu hanya menghilang sesaat, aku sudah merasakan kerinduan yang mendalam kepadamu, padahal sebelumnya aku tidak punya perasaan kerinduan sesakit ini pada wanita liar yang sempat singgah di ranjangku.


Apa yang kamu mau miliki sayang?" Hingga aku merasa kamu lebih berarti dan mengikat jiwaku bersamamu!" Teriak Tuan Richard yang seperti sedang kehilangan induknya.


Pelayan tidak bisa berkutik jika tuan mereka sedang mengamuk. Tidak lama, mobil tuan Teddy memasuki gerbang utama perkebunan itu.

__ADS_1


Para pelayan segera kembali ke kamar mereka dan meninggalkan istana utama untuk tidak melihat wajah permaisuri Tuan Richard.


Sandra berlari ke dalam istana yang cukup besar itu. Ia menaiki anak tangga menuju kamar Tuan Richard.


"Tuan Richard! aku pulang sayang" ucap Sandra langsung memeluk punggung Tuan Richard dengan erat.


"Sandra! kamu datang sayang..?Tuan Richard membalikkan tubuhnya dan memeluk wanita yang sangat ia rindukan.


"Mengapa harus mengamuk?" Bagaimana kalau kamu sendiri yang terluka?" Kenapa tidak pindah ke kota saja, supaya aku bisa pulang ke tempatmu?" Mengapa harus menyembunyikan dirimu di sini?" Setiap saat." Tanya Sandra.


"Aku tidak mau tinggal di rumah orangtuaku. Aku tidak ingin mereka makin sedih dengan keadaanku." Ucap Tuan Richard.


"Tuan Richard bisa tinggal di apartemen, cukup kita berdua di sana." Sandra memberi solusi terbaik bagi mereka berdua.


"Astaga, kenapa tidak terpikir olehku akan solusi itu?" Gumam Tuan Richard membatin.


Tuan Richard tidak ingin mengabulkan permohonan Sandra begitu cepat. Ia ingin melakukannya nanti dengan tida menyetujui saran dari Sandra untuk kebaikan mereka.


"Jika tuan keberatan dengan saran dariku, tidak apa sayang. Yang penting sekarang, Tuan Richard jangan mengamuk lagi seperti tadi. Aku tidak ingin kamu terluka." Ucap Sandra terlihat sedih.


Entah mengapa, setiap ekspresi kesedihan Sandra yang tidak bisa dilihat oleh Tuan Richard, namun pria tampan ini sangat peka terhadap suasana hati Sandra entah gadis ini sedang gembira maupun sedang kesal atau sedih kepadanya.


Apakah sekarang kamarku terlihat hancur?" Tanya Tuan Richard.


"Aku akan meminta Carlos untuk membersihkannya dan sementars, mereka merapikan kembali kamar ini, kita berdua membersihkan diri. Aku ingin makan malam bersamamu dan tidur." Pinta Tuan Richard.


"Baiklah sayang!" Lakukan apapun yang kamu mau." Ucap Sandra.


Tuan Richard segera menghubungi Carlos dan meminta kepala pelayan itu untuk menyiapkan makan malam di kamarnya.


Carlos mengerti apa yang diperintahkan Tuan Richard kepadanya.


"Carlos, rapikan kembali kamarku dan antarkan malam untuk aku dan wanitaku. Sekarang aku mau mandi dengannya." Ucap tuan Richard.Tuan Richard.


"Siap Tuan Richard!"


Sandra menuntun Tuan Richard untuk masuk ke buthtub dengan mengatur suhu air itu sesuai yang di inginkan oleh Tuan Richard.

__ADS_1


Gadis ini pun menuangkan sabun aroma terapi agar bisa menenangkan pikiran Tuan Richard yang terlihat gusar karena terlalu lama menunggu dirinya pulang ke perkebunan.


"Sandra, mendekat lah!" Aku ingin kamu duduk membelakangi ku!" Pinta Tuan Richard agar tubuh gadisnya duduk diantara kedua pahanya, dengan begitu ia bisa leluasa mengusai tubuh Sandra dari belakang.


Sandra yang mengerti akan permohonan Tuan Richard, segera mendekati tubuh pria tampan itu.


Tuan Richard ingin menyabuni tubuh kekasihnya dari dekat. Iapun mulai memijat lembut tubuh Sandra yang saat ini sedang kelelahan.


"Tuan Richard, anda cukup lihai dalam hal memijat. Ia sangat enak, aku menyukainya." Ucap Sandra ketika tangan kekar itu memijat lembut pada pundaknya yang memang terasa pegal.


Setelah terasa cukup dengan memijat pundak dan punggung Sandra, Tuan Richard memulai pijatan pada bagian tertentu yang membangkitkan rasa nikmat pada wanitanya.


"Bagaimana dengan ini, hmm?"


"Ini lebih baik."


"Duduklah di atas pinggir buthtub ini, aku akan memijit kakimu!" Titah Tuan Richard.


Lagi-lagi Sandra menuruti permintaannya Tuan Richard . Dua kakinya Sandra sudah terjulur. Sandra siap menerima sentuhan lembut pada kakinya.


Pria tampan itu sudah bermain-main dengan miliknya dan Tuan Richard yang sudah membawanya ke angkasa biru.


Kelopak mata Sandra yang terlihat sayu dengan getaran hebat yang datang menghampiri tubuhnya.


"Apakah cukup, sayang?" Tanya Tuan Richard yang mendengar desah*n nafas Sandra yang tidak teratur.


Sandra mengangguk dengan mata yang terlihat berat. Walaupun tidak begitu mencapai puncak kenikmatan, namun ia sudah merasakan sensasi luar biasa yang membuat Sandra berbunga-bunga.


Akhirnya keduanya menghentikan aktivitas mereka yang saling memuaskan lalu mandi dengan benar dan menyelesaikannya segera mungkin.


"Sandra, bagaimana dengan perkuliahanmu, apakah kamu menemukan kendala?" Dan mengapa kamu tidak mau menggunakan black card yang aku berikan kepadamu?" Apakah kamu tidak ingin jajan atau membeli baju atau apapun yang berhubungan dengan kebutuhan wanita." Tanya Tuan Richard yang menerima laporan dari pihak bank tidak ada pengeluaran dari black card miliknya yang ia berikan kepada wanitanya.


"Aku masih punya banyak uang kalau sekedar untuk makan sehari-hari." Ucap Sandra apa adanya.


"Sandra, tolong jangan terlalu mempertahankan harga dirimu karena kamu adalah wanita ku saat ini. Jika kamu tidak menggunakan fasilitas yang aku berikan kepadamu, maka aku sangat sakit hati." Ucap Tuan Richard .


"Sayang, berilah aku kesempatan untuk bisa memanfaatkan hartamu jika memang aku sangat butuhkan untuk keperluan yang sangat mendesak." Ucap Sandra terlihat ingin menjaga perasaan kekasihnya.

__ADS_1


Tuan Richard berpikir sesaat untuk memahami apa yang saat ini sedang dirasakan gadis itu yang tidak ingin merusak kepercayaan yang diberikannya pada wanitanya.


__ADS_2