Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
18. Pembuktian


__ADS_3

"Mampus aku!" Ujar Sandra terlihat gugup saat ini.


Tuan Richard hendak melangkah mendekati gadis yang selama ia sangat rindukan, namun Sandra tidak ingin memalingkan wajahnya pada Tuan Richard.


Ia tetap berjalan dengan anggun, walaupun hatinya saat ini sedang bermuara banyaknya bom yang akan siap meledak kapan saja.


Tuan Richard sangat yakin bahwa Sandra yang ditemuinya saat ini adalah gadis yang sama yang pernah bersamanya sekitar tiga tahun yang lalu.


"Sandra, apakah kamu mengenal tuan tampan itu?" Tanya Alice yang merasa curiga dengan Sandra dan juga pria tampan yang terus mengikuti mereka saat ini.


"Aku tidak mengenalnya Alice, aku bahkan baru melihatnya hari ini dan aku lebih membutuhkan minuman saat ini." Ucap Sandra lalu mengambil minuman yang sedang di bawakan oleh pelayan untuk para tamu yang sedang berdiri saling berbincang satu sama lain.


"Apakah aku terlambat mengikuti acara amal ini, Alice?" Tanya Sandra sambil melangkah dengan cepat menuju ke ruang acara amal yang sedang berlangsung malam ini.


"Tentu saja Sandra !" Ini sudah menampilkan tiga orang yang memberi kata sambutan. Tapi rektor belum di panggil ke depan, mengapa kamu bisa datang terlambat? Tapi ngomong-ngomong, ternyata kamu sangat cantik malam ini." Ucap Alice tersenyum puas melihat penampilan Sandra yang begitu elegan malam ini.


"Setidaknya aku tidak mempermalukan kampus kita." Canda Sandra sambil tertawa kecil.


Tanpa di sadari oleh Sandra, Tuan Richard merekam semua tingkah laku Sandra saat ini. Sudah berulangkali Tuan Richard mengambil foto Sandra dari jarak beberapa meter darinya berdiri.


Acara amal mulai digelar. Setiap perusahaan dan juga para pejabat serta elit politik lainnya saling memberikan sumbangan mereka dengan nilai fantastis.


Dari perusahaan Tuan Richard yang lebih banyak memberikan sumbangan lebih besar dari lainnya. Tentu saja iapun mendapatkan penghargaan dari dunia pendidikan.


Ternyata namanya juga di panggil karena harus menerima penghargaan itu oleh MC.


"Sebagai apresiasi dari kami selaku panitia penyelenggara acara amal ini, kami akan memberikan penghargaan untuk pengusaha hebat yang kali ini datang dari negara New York, dia adalah Tuan Richard Miller, kepada tuan Richard diharapkan segera naik ke panggung.


Yang akan menyerahkan penghargaan ini, kami minta dosen terbaik yaitu nona Casandra Thalia." Ucap MC acara itu yang memanggil keduanya untuk naik ke atas panggung.


Sandra hampir saja ambruk di tempatnya berdiri karena namanya disebut lagi oleh MC acara, itu berarti ia tidak bisa berkelit dari Tuan Richard.


"Sekarang tertangkap kamu gadis nakal!" Ucap Tuan Richard sambil menarik sudut bibirnya.


Sandra maju dengan langkah yang cukup lama menuju panggung. Tuan Richard tersenyum penuh kemenangan kepada gadis yang selama ini ia rindukan.


"Rupanya kamu sedang melarikan diri dariku. Kamu tidak menyangka kita akan bertemu disini bukan?" Tuan Richard bermonolog di tempatnya berdiri.

__ADS_1


Sandra menyerahkan penghargaan itu kepada Tuan Richard. Saat keduanya bersalaman, tanpa diduga Tuan Richard mengecup pipi Sandra secepat kilat hingga membuat gadis ini tersentak.


Tuan Richard mengedipkan sebelah matanya pada Sandra dengan senyum yang terlihat nakal. Saat keduanya berdiri berdampingan untuk di foto oleh kameraman, Tuan Richard membisikkan sesuatu kepada Sandra.


"Kamu boleh menipuku dengan tidak mengakui siapa dirimu Sandra, tapi harum tubuhmu masih tetap sama seperti tiga tahun yang lalu yang sering aku nikmati." Bisik Tuan Richard.


Sandra tidak bisa membalas perkataan Tuan Richard. Ia sibuk memberikan senyum terbaiknya kepada kameraman.


Keduanya turun dari atas panggung. Sandra berusaha berjalan dengan cepat meninggalkan Tuan Richard yang terus mengikuti langkahnya.


Sandra keluar dari room hotel tersebut menuju pintu lift karena ia ingin lari dari Tuan Richard. Saat pintu lift di buka, Tuan Richard ikut masuk bersama Sandra dan langsung mendorong tubuh gadis itu ke sudut ruang lift.


"Apakah kamu masih ingin lari dariku Sandra?" Tanya Tuan Richard sambil mencengkram leher Sandra membuat gadis itu melotot kepadanya.


"Aku tidak mengenal anda Tuan." Ucap Sandra berusaha tenang.


Mendengar ucapan Sandra seperti itu membuat hati Tuan Richard makin dongkol. Pintu lift di lantai sembilan belas di bukanya. Tubuh Sandra di seret dengan paksa oleh Tuan Richard.


"Jika kamu bukan Sandra, gadis yang aku kencani selama dua tahun, aku akan membuktikan sendiri bahwa kamu wanitaku atau bukan!" Ancam Tuan Richard seraya mengatupkan rahangnya dengan keras.


Sandra makin mengelak dan ingin melepaskan diri dari cengkraman tangan Tuan Richard, namun tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan tenaga lelaki tampan ini.


Pintu kamar hotel itu dibuka oleh lalu Tuan Richard. Lelaki tampan ini tidak segan mendorong tubuh Sandra ke dalam kamarnya.


"Lepaskan aku!" Sandra merasa ketakutan karena Tuan Richard bisa mengenali dirinya yang pernah menabrak pria yang dihadapannya ini sampai pria ini mengalami buta.


"Apa yang kamu takutkan Sandra?" Bukankah sebelumnya kamu sangat mencintaiku?" Tanya Tuan Richard penasaran.


"Aku bukan wanitamu!" Mungkin kebetulan saja kami hanya memiliki nama yang sama." Ucap Sandra sambil memejamkan matanya.


"Aku akan membuktikan dulu kamu Sandra gadisku ataukah orang lain yang kebetulan memiliki nama yang sama denganmu bahkan suara kalian juga sama. Kau ingin mengakuinya atau masih mau mengelak dariku?" Tanya Tuan Richard lalu mendorong tubuh Sandra ke tempat tidurnya.


"Apakah kamu ingin memperkosaku?" Tanya Sandra makin tersudut saat ini.


"Kalau itu dibutuhkan sayang, karena kamu terlalu nakal dan ingin mengerjai ku." Ucap Tuan Richard yang terus mendesak Sandra agar gadis ini mengakui dirinya adalah kekasih Tuan Richard.


Tuan Richard menanggalkan jas dan kemejanya lalu membuka resleting celana panjangnya begitu cepat.

__ADS_1


Tubuh Sandra sudah bisa di kuasainya membuat gadis itu tidak berdaya.


"Katakan Sandra, mengapa kamu tega meninggalkan aku dan membuat aku bingung mencarimu seperti orang gila di tempat kecelakaan helikopter tiga tahun lalu.


Apa yang kamu takutkan?" Dan sekarang kamu berpura-pura tidak mengenali aku, padahal jelas-jelas kamu adalah Casandra Thalia. Apakah karena sebelumnya aku buta dan dengan mudahnya kamu ingin berkelit dariku, hmm!"


Gaun Sandra di robek oleh Tuan Richard di bagian belahan samping yang menunjukkan kaki jenjangnya yang nampak indah saat berjalan di atas panggung beberapa waktu lalu.


"Dan hari ini, aku sangat marah dan cemburu melihatmu menjadi pusat perhatian semua orang dengan tubuhmu yang terlihat sek*i di tambah lagi wajahmu yang sangat cantik.


Jika aku tidak datang di acara ini, mungkin banyak lelaki akan menggodamu dan akan membawamu ke tempat tidur ini." Teriak Tuan Richard makin murka pada Sandra yang tetap tidak bergeming.


Ingin rasanya Sandra mengeluarkan ilmu bela dirinya agar ia bisa bebas dari Tuan Richard, namun gaun satu-satunya penutup tubuhnya sekarang sudah terbelah menjadi dua. Kini hanya tersisa pakaian dalam yang masih melekat ditubuhnya untuk menutup aset berharganya.


"Aku tidak tega menendang tubuh mu karena aku sangat mencintaimu Tuan Richard." Gumam Sandra membatin sambil menangis.


Tubuh Sandra yang terekspos di depan Tuan Richard membuat mata lelaki ini menikmati gundukan yang masih terbungkus kain hitam yang terdapat di dadanya.


Dulu Sandra bertelanjang polos di depan Tuan Richard tanpa merasa malu pada lelaki tampan ini karena mata Tuan Richard masih buta. Sekarang tubuh Sandra merespon dengan perasaan berbeda karena mata Tuan Richard menatap tubuhnya seperti harimau kelaparan.


"Apa yang ingin kamu buktikan untuk membedakan aku dan gadismu yang bernama Sandra itu?" Tanya Sandra menatap tajam wajah Tuan Richard.


"Sandra ku masih perawan, jika kamu tidak suci lagi, berarti kamu bukan wanitaku." Ucap Tuan Richard penuh ketegasan sambil menatap manik biru milik Sandra yang baru ia sadari gadis ini benar-benar cantik seperti perkataan mendiang asisten pribadinya Teddy.


Deggg....


Sandra menelan salivanya yang terasa getir di tenggorokannya. Sementara Tuan Richard sudah sangat yakin bahwa Sandra yang saat ini berada di bawah kungkungannya, adalah wanitanya yang pernah ia sayangi selama ini.


"Aku masih ada urusan dengan acara amal itu. Aku mohon berikan aku waktu sebentar saja untuk melakukan tugasku sebagai panitia acara itu." Ucap Sandra sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Bagaimana kalau aku tidak mengijinkanmu untuk mengatur atau apalah yang menjadi tugasmu?"


"Tentu saja aku akan di omelin di depan para dosen dari berbagai fakultas. Setelah itu rektor Bernard akan memecat aku karena aku tidak bisa bertanggungjawab atas tugas yang diembankannya padaku." Ucap Sandra serius.


"Justru itu yang aku inginkan, sayang. Aku ingin kamu di pecat setelah itu kita akan pulang bersama ke New York. Kita akan segera menikah dan aku akan memberikan kesempatan kepadamu untuk mengembangkan dirimu di negara kita sendiri." Ucap Tuan Richard panjang lebar.


"Mengapa kamu masih saja keras kepala kalau aku bukan kekasihmu atau wanita di masa lalumu." Ucap Sandra yang belum bisa move on dari kesalahannya pada lelaki tampan itu.

__ADS_1


"Rupanya kamu masih saja berkelit dariku. Jika aku mengijinkan kamu keluar dari kamar ini dengan alasan bodohmu itu, berarti aku akan kelelahan mencarimu di manapun karena kamu adalah gadis yang suka kabur tanpa bisa terlacak." Ujar Tuan Richard yang mengetahui niat Sandra.


"Sialan!" Rupanya lelaki ini tidak bodoh dengan aku mengelabui dirinya. Bagaimana caraku bisa terlepas darinya. Tuan Richard, jika waktu bisa di putar kembali, aku ingin saat itu naik kereta untuk bisa mencapai kota dari pada membawa mobilku hingga menabrak dirimu." Ucap Sandra yang sedang merutuki dirinya sendiri.


__ADS_2