Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
22. Married


__ADS_3

Pesta pernikahan yang sangat meriah di gelar di perkebunan milik tuan Miller. Wajah cantik Sandra makin memukau dengan balutan gaun pengantin berwarna putih dipadukan dengan mahkota yang bertahta berlian.


Tuan Benard yang merupakan rektor universitas di mana Sandra pernah mengajar, kini menjadi pengiring pengantin wanita.


Kain transparan penutup kepala Sandra dibuka oleh Tuan Richard. Sandra tertunduk malu saat tatapan mata Tuan Richard menatapnya dengan intens.


"Kamu sangat cantik bidadariku." Puji Tuan Richard lalu mendaratkan kecupannya di bibir Sandra yang menawarkan sejuta rasa untuknya.


"Terimakasih suamiku, aku lah wanita pilihanmu yang sudah sah menjadi istrimu saat ini." Ucap Sandra.


"Jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang!" Aku tidak akan bisa hidup tanpamu." Ucap Tuan Richard.


Hingga berakhirnya acara pesta pernikahan itu, pasangan pengantin ini terlihat bahagia. Keduanya langsung menuju kamar hotel untuk melakukan ritual malam pertama mereka.


"Apakah kamu lelah sayang?" Tanya Tuan Richard ketika keduanya sudah berada di dalam kamar hotel.


"Tidak pernah lelah, jika bersama denganmu." Ucap Sandra sambil membuka Tiara yang masih berada di kepalanya.


"Kalau begitu bersiaplah untuk menerima serangan dariku." Tuan Richard mengangkat tubuh istrinya lalu membaringkannya di atas kasur empuk yang dihiasi dengan banyaknya kelopak bunga mawar.


Tuan Richard menyingkirkan sebagian kelopak mawar yang bertebaran diatas kasur, lalu mel*mat bibir sang istri dengan penuh kelembutan.


Keduanya mulai menikmati permainan panas mereka dengan setiap sentuhan yang merangsang gairah keduanya. Saat pemanasan awal sudah mereka rasakan bersama, kini keduanya sudah siap menjebol gawang pertahanan milik Sandra yang tetap terjaga sampai malam ini.


"Apakah kamu sudah siap sayang?" Tanya Tuan Richard yang sudah siap dengan benda pusakanya yang kian membesar dalam genggamannya.


Sandra mengangguk dengan menahan nafasnya kala sang suami mendorong perlahan memasuki gerbang pertama miliknya.


Tuan Richard mulai mengayunkan tubuhnya mengaduk dengan keras hingga Sandra mengerang kesakitan.


Darah kesucian mulai mengalir membasahi sebagian seprei putih itu.


Senyum Tuan Richard mengembang dengan rasa haru mendapati pengantin wanitanya yang masih suci.


Tuan Richard berhenti sejenak karena tidak ingin menyakiti istrinya yang terlihat tidak menikmati permainan itu.


"Apakah sangat sakit sayang, hmm?" Tanya Tuan Richard cemas.

__ADS_1


"Tunggulah sebentar sayang!" Pinta Sandra yang merasa ada yang masih terganjal pada miliknya.


Tuan Richard ingin terbahak melihat kepolosan wajah sang istri yang terlihat kaku dan bingung.


"Sayang!" Di luar sana banyak gadis yang tidak pernah menghargai dirinya karena sudah beralih tubuhnya dari lelaki satu ke lelaki lainnya. Sedangkan kamu benar-benar mempersembahkan kesucianmu hanya untuk aku yang akan menjadi pertama dan terakhir untukmu." Ucap Tuan Richard sambil membelai lembut pipi sang istri.


"Mungkin aku kelihatan kampungan di mata orang lain. Tapi, aku tidak pernah menyesalinya karena aku hidup mengikuti hati nurani ku, bukan untuk membahagiakan penilaian orang lain." Timpal Sandra.


"Terimakasih sayang untuk milikmu yang sangat istimewa. Aku sangat mencintaimu Sandra."


"Aku juga sayang!" Keduanya kembali berciuman mengulangi lagi permainan mereka yang sempat tertunda karena keduanya belum mencapai puncak kenikmatan yang sesungguhnya.


Sandra mulai terbiasa menerima milik sang suami untuk menggempur miliknya di malam panjang ini.


Keduanya saling berganti posisi untuk mendapatkan kenikmatan lain. Semuanya berjalan lancar hingga berapa kali sesi percintaan panas mereka malam itu berakhir dengan kelelahan dan keduanya sama-sama terkapar dengan tubuh yang saling menindih.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Keesokan paginya pengantin baru ini mandi bersama dan mengulangi percintaan panas mereka di kamar mandi.


"Ternyata lebih nikmat melakukannya dengan berhubungan intim dari pada sekedar melakukan pemanasan ringan." Ucap Sandra yang sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


"Tidak berarti aku akan membiarkan kamu seharian menghajar tubuhku." Gerutu Sandra ketus.


"Kamu makin cantik kalau sedang ngambek sayang."


"Apakah ini rahasia suami untuk mendapatkan lagi jatah bercintanya dengan terus merayu sang istri?"


Sandra merapikan pakaiannya dan siap untuk sarapan pagi.


Tuan Richard memeluk lagi punggung istrinya dan berharap Sandra menunda sarapan di pagi mereka.


"Sayang, kita bisa sarapan di kamar, kenapa harus turun ke restoran." Ujar Tuan Richard terdengar manja.


"Masih banyak waktu sayang, lagi pula aku sudah terlalu lapar setelah menguras tenagaku untuk bercinta denganmu semalam suntuk." Ucap Sandra menolak ajakan suaminya untuk bercinta lagi.


"Tapi setelah sarapan kita akan melakukannya lagi bukan?" Tanya Tuan Richard yang sudah menyusupkan tangannya di balik baju Sandra.

__ADS_1


"Ok, sayang!" Sekarang kita bisa sarapan bukan?" Sandra sedikit kesal dengan ulah suaminya yang merusak penampilannya.


Tuan Richard mengangguk setuju dan berjalan menuju pintu lift. Di restoran hotel, pelayan sibuk mengatur menu sarapan pagi yang sudah dipesan Sandra sebelumnya.


Wajah datar Tuan Richard yang berubah drastis saat keduanya duduk berhadapan di meja restoran. Dua orang pelayan tidak berhenti menatap wajah tampan sang Arjuna.


Sandra sengaja berdehem agar dua pelayan itu menyingkir dari mereka. Tuan Richard mengerti istrinya sedang cemburu padanya. Ia pun mengusir dua pelayan itu dengan menjentikkan jarinya.


"Apakah kamu sudah merasa nyaman sayang?" Tanya tuan Richard yang sedang menikmati salad buahnya.


"Apakah kamu selalu tebar pesona di hadapan para wanita?"


"Apakah kamu cemburu?"


"Apakah tidak boleh aku merasa cemburu pada mereka?"


"Tidak usah takut sayang, cincin ini mengingatkan aku bahwa aku adalah milikmu seutuhnya." Ucap Tuan Richard.


Ponsel Tuan Richard berdering, suami dar Sandra ini bangkit dari duduknya dan menerima panggilan telepon dari seseorang.


Kelihatannya pembicaraan mereka serius. Sandra yang sudah menghabiskan makanannya juga ikut bangkit dan menerima panggilan dari seseorang.


Tidak jauh dari tempat Sandra berdiri, seorang lelaki sedang menatap wajah cantik Sandra dan mengambil gambar Sandra dari berbagai pose.


Tuan Richard memperhatikan lelaki tampan itu dari balik kaca mata hitamnya.


"Sial!" Rupanya ada pengagum rahasia istriku." Gumam Tuan Richard lirih lalu berpamitan dengan koleganya.


Ia menghampiri meja lelaki tampan itu dan meraih ponsel lelaki itu secepat kilat.


"Hei, apa yang kamu lakukan?" Tanya lelaki tampan itu kesal.


Tuan Richard melihat foto istrinya yang sudah tersimpan rapi di galeri foto di ponsel lelaki itu.


"Apakah kamu ingin aku tuntut atas perbuatan tidak menyenangkan karena mengambil foto istriku tanpa ijin dariku atau darinya?" Tanya Tuan Richard sambil menghapus semua foto istrinya di galeri ponsel tersebut.


"Maaf tuan!"

__ADS_1


Aku tidak tahu kalau dia adalah istrimu, aku kira kalian hanya sedang berkencan saja." Ucap lelaki tampan itu berbohong kepada Tuan Richard.


"Hari ini, aku bisa memaafkan perbuatanmu, jika Anda masih berada di hotel ini dengan melakukan hal yang sama, aku tidak akan segan mematahkan hidung dan rahangmu." Ancam Tuan Richard lalu meninggalkan meja lelaki tampan itu.


__ADS_2