Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
15. Kabur


__ADS_3

Tubuh Sandra sempat terhuyung ke belakang saat mengetahui kematian Teddy yang begitu cepat. Wajahnya tampak tercengang seakan ini hanya sebuah mimpi.


"Sandra, apakah kamu masih di sana?" Tanya Imelda yang tidak lagi mendengar suara Sandra.


"Iya Imel, aku masih di sini. Apakah kamu mengetahui kabar Tuan Richard?"


"Sekarang Tuan Richard sudah bisa melihat lagi setelah mendapatkan donor mata dari Teddy menjelang kematiannya, Teddy meminta dokter untuk mendonorkan matanya pada bos-nya sendiri yaitu Tuan Richard." Ucap Imelda dengan gamblang.


Duaaarrr.....


Sandra seakan tercekik seakan kehabisan nafasnya. Dua kabar antara sedih dan gembira secara bersamaan, namun sangat membuatnya hampir mati kutu. Ia pun buru-buru memberitahukan kepada Imelda untuk tidak memberi tahukan tentang dirinya pada Tuan Richard dan menganggap Imelda tidak mengenalnya sama sekali.


"Imelda, sekarang tugasku untuk menemani Tuan Richard sudah selesai. Aku ingin melanjutkan hidupku tanpa terlibat lagi dalam kehidupan Tuan Richard.


Aku mohon kepadamu agar tidak memberi tahukan keberadaanku karena aku ingin meneruskan pendidikanku agar aku bisa menjadi seorang dosen. Jika aku selalu bersamanya maka, pengorbananku untuk mencapai mimpiku selama ini akan terasa sia-sia.


Aku telah mengorbankan tubuhku hanya untuk mencapai tujuanku, aku harap kamu mengerti Imelda." Pinta Sandra dengan setengah mengiba.


"Sandra, aku juga baca perjanjian antara kamu dan mendiang Teddy. Jadi urusan kamu dan Tuan Richard sudah berakhir. Aku mendukung keputusanmu untuk melanjutkan pendidikanmu yang lebih tinggi.


Jangan kuatir Sandra!" Aku tidak akan membuka mulutku tentang siapa kamu. Pergilah ke luar negeri dan jangan pernah memperlihatkan dirimu di kota ini lagi." Ucap Imelda.


"Terimakasih Imel, kamu adalah teman terbaik aku yang selalu menolong aku ketika aku dalam keadaan susah. Aku tidak bisa membalas kebaikanmu, tapi aku harap kamu mengerti kondisiku yang masih punya impian panjang. Aku sangat mengandalkanmu, Imelda." Ucap Sandra penuh keyakinan kepada sahabatnya Imelda.


"Aku senang melakukannya untukmu Sandra, tapi kasihan para tim SAR yang sampai saat ini belum menemukan tubuhmu. Jika beberapa hari ke depan mereka tidak menemukan kamu, itu berarti kamu sudah di anggap meninggal dunia karena kecelakaan itu.


Sandra, aku harap kamu yakin atas keputusanmu untuk meninggalkan Tuan Richard. Setahuku dari informasi yang aku dapat dari tuan Teddy, Tuan Richard ingin menikahimu." Ucap Imelda.


"Tuan Richard sudah bisa melihat saat ini Imelda, itu berarti ia bisa berubah kapan saja karena ia memiliki banyak kelebihan dalam hidupnya. Pria tampan seperti dia sangat mudah untuk mendapatkan wanita manapun Imelda. Aku bukan prioritasnya yang akan menjadi target utamanya setelah ia bisa melihat diriku." Ucap Sandra terlihat sedih karena harus melepaskan pria yang sangat ia cintai saat ini.


"Hati-hati Sandra!" Aku menunggu kabar darimu selanjutnya."


"Terimakasih untuk segalanya yang kamu lakukan untukku Imelda, tapi aku ingin minta tolong padamu untuk mengunjungi makam tuan Teddy dan belilah bunga mawar untuk diletakkan di atas makamnya." Titah Sandra pada sahabatnya itu.


Keduanya mengakhiri percakapan mereka. Sandra meminta kuda yang di naikinya saat ini untuk kembali lagi ke rumahnya nenek Gloria. Sementara ia sendiri menumpang sebuah bus menuju kota untuk mengambil semua perlengkapan miliknya seperti dokumen pribadi berupa paspor dan lainnya yang dibutuhkan untuk bisa kabur ke luar negeri.


Tapi sebelumnya ia harus berkunjung ke tempat neneknya yang belum sempat ia bertemu dua tahun terakhir ini.


Butuh waktu tempuh yang cukup lama untuk bisa tiba rumah neneknya. Beruntunglah neneknya sedang berada di rumah.

__ADS_1


Pintu itu di ketuk dengan perlahan oleh Sandra. Nenek Deborah membuka pintu itu dan melihat cucunya sudah berdiri tegak di depan rumahnya.


"Sandra!" Astaga aku kira kamu sudah kabur dengan lelaki selama dua tahun ini, meninggalkan nenek sendirian di sini." Ucap nenek Deborah haru.


"Nenek, maafkan Sandra!" Karena Sandra sibuk belajar hingga melupakan nenek." Ucap Sandra sambil memeluk neneknya.


"Apakah mobilmu mogok sehingga kamu pulang ke sini dengan bis umum?"


"Jalanan kota masih tertimbun salju, Sandra takut mobil Sandra akan tergelincir jika tidak hati-hati. Naik bus lebih aman, nenek." Ucap Sandra sambil mengunyah makanan yang sudah disiapkan oleh nenek Deborah untuknya.


"Apakah kamu akan menginap di sini malam ini, nak ?"


"Paling aku hanya bisa menginap di sini hanya selama dua hari, nenek karena sekarang aku harus bekerja." Ucap Sandra berbohong.


"Nenek hanya takut, jika nenek mati, kamu tidak akan tahu karena ponsel milikmu sulit dihubungi." Ucap nenek Debora yang tidak ingin Sandra pergi lagi dari dirinya.


"Musim salju begini, koneksi internet sulit di dapat nenek." Ujar Sandra memberi alasan yang cukup masuk akal kepada neneknya.


"Tapi lagi musim panas, apakah internet di kota juga rusak?" Sindir nenek Deborah sinis.


"Kalau itu, Sandra mohon maaf karena terlalu sibuk antara kerja dan kuliah dan setiap kali pulang ke apartemen, Sandra sudah sangat lelah untuk menghubungi nenek." Ucap Sandra berbohong.


Sandra tidak lagi menjawab kata-kata neneknya, ia terlelap di sofa tua yang ada di ruang tamu.


Nenek Deborah menyelimuti tubuh Sandra dan mengecup pipi dan kening cucunya.


"Sayang, andai kamu tahu siapa ayahmu, mungkin kehidupanmu tidak sesulit ini yang kamu jalani." Gumam nenek Deborah membatin.


Nenek Deborah merapikan peralatan makanan bekas mereka berdua yang sudah menghabiskan makan malamnya.


Seminggu kemudian Sandra sudah terbang menuju Belanda. Ia menjual mobilnya untuk memenuhi kebutuhannya selama berada di negara kincir angin tersebut. Walaupun ia sudah memiliki banyak uang dari Tuan Richard yang membayar jasanya di awal perjanjian mereka.


Sementara di apartemen Tuan Richard, pria tampan ini mendatangi kamar apartemennya dan melihat keadaan di dalamnya yang belum pernah terlihat olehnya selama matanya sudah di operasi.


Tuan Richard memeriksa lemari dan laci mejanya yang mungkin saja bisa memberikannya petunjuk untuk bisa menemukan Sandra.


"Siapa kamu Sandra?" Bahkan satu foto dirimu pun tidak aku temukan di dalam ruangan manapun. Apa lagi semua CCTV di matikan olehmu. Bagaimana cara aku bisa menemukan jejakmu.


Tuan Richard hanya menemukan black card yang ia berikan kepada Sandra yang tidak pernah digunakan gadis itu sekalipun.

__ADS_1


"Kamu benar-benar unik Sandra. Hampir semua wanita akan menghabiskan uangku untuk menyenangkan hati mereka, tapi tidak denganmu, kamu bahkan tidak menikmati kemewahan yang aku berikan. Kamu tidak memanfaatkan aku. Kamu mudah mengagumi hal-hal baru, namun enggan untuk memilikinya." Tuan Richard hanya menarik nafas lebih dalam dan menghembuskan nafasnya dengan lembut.


Tuan Richard berangkat ke perusahaannya untuk mencari tahu sesuatu yang ada di ruang kerja asisten Teddy karena sebelumnya ia sudah meminta kepada siapapun staffnya untuk tidak masuk ke ruang kerja Teddy kecuali dirinya.


"Selamat pagi Tuan Richard!" Sapa Imelda yang merupakan sekertarisnya Teddy.


"Pagi Imelda!" Apakah kamu sudah masuk ke ruang kerja Teddy?" Tanya Tuan Richard.


"Bukankah anda sendiri yang melarang kami untuk masuk ke sana?"


"Baguslah!"


Tuan Richard masuk ke ruang kerja Teddy dan merasakan kembali kehilangan yang amat mendalam dalam hatinya.


Ia hanya melihat ada foto dirinya dan Teddy yang bertengger di atas meja kerja asistennya itu.


Ia memeriksa apa saja yang terdapat di dalam ruang kerja itu. Lagi-lagi, apa yang ia harapkan untuk bisa mendapatkan petunjuk tentang kekasihnya Sandra tidak ia temukan kecuali sebuah buku agenda.


Tuan Richard sengaja membuka buku catatan pekerjaan milik Teddy dan seketika matanya fokus pada catatan kecil yang ditujukan untuk Sandra.


"Hai Sandra...!"


Senang berkenalan denganmu. Gadis cantik yang mempesona nyaris tanpa cela.


Bidadari yang memelihara kesuciannya hanya untuk satu laki-laki yang mungkin kelak dia adalah suamimu. Sayangnya lelaki itu adalah Tuan Richard yang ingin mendapatkan kesucian yang kamu jaga dengan segenap jiwamu, namun direnggut olehnya hanya karena hausnya pada tubuh wanita.


Jika ada lagi wanita di dunia ini sepertimu, mungkin aku tidak akan menggantikannya dengan seribu wanita cantik di luar sana karena aku sudah memiliki apa yang menjadi idamanku.


Sayangnya, gadis langkah sepertimu hanya kamu seorang Sandra. Ternyata cinta yang kamu punya untuk tuan Richard begitu besar walaupun suatu saat nanti dia juga akan mencampakkan dirimu jika ia bisa melihat lagi dunia ini.


Sandra, suatu kebahagiaan bagiku saat aku pertama kali melihat dirimu. Aku sangat mengagumi dirimu ketika aku mengantarkan dirimu ke perkebunan untuk menemui Tuan Richard.


Aku telah mewakili dirinya untuk menikmati wajah cantikmu dengan tubuhmu yang sangat indah. Andai saja dia bisa melihatmu saat itu, mungkin dia tidak akan membuat perjanjian konyol hanya untuk menjadikan kamu sebagai wanita simpanannya.


Sandra!" Aku rela menerima kamu jika Tuan Richard sudah tidak menginginkan kamu lagi. Aku akan berhenti bekerja dengannya dan memulai hidup baru bersamamu di negara manapun di dunia ini." Tulis asisten Teddy dalam buku agendanya.


"Aku sangat mencintaimu Sandra."


Degggg....

__ADS_1


__ADS_2