Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
47. Kesepakatan


__ADS_3

Tuan Marco sangat yakin kalau Sandra akan berubah pikiran dengan tawarannya saat ini. Karena kehamilan Sandra yang akan memaksa gadis itu berubah.


"Jika gadis itu tidak hamil, mungkin dia akan menolak tawaranku tuan Lorenzo. Aku sangat mengenal gadis keras kepala itu. Selama ini dia selalu menghindar dariku, tapi kali ini dia tidak akan lari dari diriku lagi karena dia lebih membutuhkan kebebasan dalam melahirkan bayinya.


Ternyata, kehamilannya membawa keberuntungan juga untukku." Ucap tuan Marco pada sahabatnya tuan Lorenzo.


Keduanya terkekeh karena rencana mereka berhasil walaupun Sandra belum memberikan jawabannya pada persyaratan yang diajukan tuan Marco kepada dirinya.


Keesokan harinya, Tuan Richard menemui istrinya di rumah sakit dengan membawa makanan kesukaan Sandra. Ibu hamil ini ingin menemui putranya Bryan namun tidak diijinkan oleh pihak rumah sakit.


"Apa kabarmu sayang!" Tuan Richard mengecup bibir dan kening istrinya.


"Aku sangat merindukan Bryan." Ucap Sandra dengan wajah sendu.


"Kamu tahu sendiri, kalau anak kita masih balita dan pihak rumah sakit akan melarang dia menemui dirimu." Ucap Tuan Richard.


Tuan Richard menyuapkan makanan untuk istrinya. Sandra terlihat berpikir keras untuk bisa menyampaikan apa yang saat ini ia rasakan.


"Apakah kamu baik-baik saja Sandra?" Tanya Tuan Richard yang melihat kegelisahan istrinya.


"Sayang!"


"Hmm!"


"Semalam tuan Marco dan tuan Lorenzo menemuiku di sini." Ucap Sandra lirih.


"Apa....?" Apakah keduanya itu mempunyai hubungan hingga bisa bertemu denganmu disini?" Tanya Tuan Richard setengah tak percaya.


"Kalau itu aku tidak tahu, sayang. Semalam bajingan itu mengajukan persyaratan kepadaku." Ujar Sandra hati-hati.


"Apa maksudmu dengan persyaratan?" Tanya Tuan Richard tidak mengerti.


"Dia ingin aku menikah dengannya, dengan begitu dia akan membebaskan aku dari jeratan hukum." Ucap Sandra.


"Kesepakatan apa itu Sandra?" Lantas kamu menerima begitu saja dengan status kita yang masih sah sebagai suami istri, apa lagi saat ini kamu mengandung anak kita yang kedua sayang." Ucap Tuan Richard menahan amarahnya.

__ADS_1


"Aku tahu itu Richard dan aku sangat sadar akan statusku sebagai istri dan juga ibu dari dua anakku. Tapi, aku tidak ingin melahirkan bayiku di dalam penjara. Kondisi kehamilan yang saat ini aku jalani harus mengkonsumsi makanan apa saja, hanya untuk mengenyangkan perutku bukan untuk kebutuhan gizi bayi kita." Ucap Sandra terdengar serak.


"Dengar sayang!" Aku sudah mengupayakan untuk kita bisa naik banding, dengan begitu kamu akan segera bebas Sandra. Tolonglah bersabar sedikit!" Pinta Tuan Richard.


"Mau sampai kapan Richard?" Sebelum proses naik banding itu berhasil di menangkan oleh kita, perutku makin membesar dan bisa jadi aku akan melahirkan bayi kita dipenjara." Ucap Sandra.


"Jadi kamu setuju dengan tawaran Marco untuk menikah dengannya?" Apakah demi bayi ini kamu ingin mengakhiri pernikahan kita?" Ujar Tuan Richard dengan ketus.


"Kita harus membuat kesepakatan dulu Richard, aku tidak akan menerima begitu saja tawaran Marco. Aku butuh ijin darimu, jika kamu benar-benar menyetujui kesepakatan ini, maka aku akan memberi tahukan rencanaku selanjutnya untuk bisa bebas dari Marco dan setelah itu kita akan kembali bersama. Yang penting saat ini, aku hanya ingin bisa bebas dari jeratan hukum.


Dengan memanfaatkan kekuatan Marco untuk mempengaruhi tuan Lorenzo, kenapa kita harus mencari jalan yang begitu sulit untuk kita tempuh, jika ada jalan pintas yang bisa membebaskan aku dari jeratan hukum." Ucap Sandra sengit.


"Baiklah!" Tapi sebelumnya aku ingin tahu apa rencanamu dengan menerima persyaratan dari tuan Marco?" Tanya Tuan Richard penasaran.


Sandra menceritakan apa yang sudah ia rencanakan dalam benaknya dengan melibatkan beberapa pihak yang mendukung dirinya untuk bisa kabur dari tuan Marco.


Ide gila Sandra cukup masuk akal dalam benak Tuan Richard, namun resikonya sangat berat dan itu membutuhkan keahlian khusus agar bisa bebas dari pengawasan tuan Marco dengan semua anak buahnya yang sudah terlatih.


"Apakah kamu yakin, jika rencanamu ini akan berhasil?" Tanya Tuan Richard yang masih ragu pada istrinya.


"Jika bajingan itu bisa berlaku curang pada kelemahanku, mengapa kita tidak membalas permainan licik yang sama yang sedang ia mainkan." Ucap Sandra dengan tersenyum miring.


"Baiklah Sandra!" Jika itu memang alasan kuat untuk kita bisa kembali bersama, aku serahkan nasib pernikahan kita kepadamu sayang. Aku tidak akan rela kamu bersama dengannya." Ucap Tuan Richard dengan berat hati.


Sandra memeluk suaminya dengan erat ketika permohonannya disetujui oleh suaminya. Sandra tahu bahwa ini tidak mudah untuk dirinya namun hati kecilnya sangat yakin akan keberhasilan dengan ide gilanya tersebut.


Sandra tentu saja tidak bekerja sendirian. Tuan Richard yang akan menghubungi orang-orang yang Sandra sudah tunjuk untuk permainan gila ini.


"Kalau begitu aku pamit ke perusahaan dulu. Aku harus meyakinkan beberapa pihak untuk menerima ide gilamu dalam mengelabui tuan Marco. Semoga kita berhasil, sayang." Tuan Richard mengecup bibir istrinya dan meninggalkan Sandra seorang diri.


"Tidak ada jalan lain untuk bisa bebas dari hukuman dua tahun penjara sayang, kalau bukan ini satu-satunya cara untuk menerima persyaratan dari tuan Marco." Ucap Sandra lirih.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Ketika Sandra sudah dinyatakan sembuh oleh dokter, gadis ini siap di bawa ke penjara untuk menjalani masa hukumannya. Tepat di saat yang sama, tuan Lorenzo mendatangi Sandra untuk menanyakan penawaran yang terbaik yang pernah diajukan oleh tuan Marco untuk istri dari Tuan Richard ini.

__ADS_1


"Bagaimana nona Sandra?" Apakah kamu setuju atau menolak tawaran sahabatku?" Jika kamu bersedia menerima tawarannya, maka kamu tidak akan pulang ke penjara melainkan akan terbang kembali ke Florida di mana orangtua kandungmu berada, jika kamu menolaknya maka kamu hanya akan menghabiskan waktumu selama dua tahun penjara." Ucap tuan Lorenzo tegas dengan pilihan yang diberikan kepada Sandra saat ini.


"Bebaskan aku terlebih dahulu, setelah itu aku akan menerima penawaran tuan Marco. Aku ingin melihat surat kebebasanku terlebih dahulu karena aku tidak ingin dijebak oleh sahabatmu itu." Ucap Sandra datar.


"Aku sudah membawakan surat pembebasanmu hari ini Sandra karena itu sangat mudah padaku. Tapi ada surat lainnya dari tuan Marco yang harus kamu tandatangani terlebih dahulu sebelum surat pembebasanmu yang akan aku berikan kepada dua polisi itu dan juga mobil tahanan yang sudah menunggumu ditempat parkir rumah sakit." Ucap tuan Lorenzo penuh nada ancaman.


"Aku tidak ingin menandatangani kontrak perjanjian apapun sebelum aku dibebaskan." Ucap Sandra dengan mata melotot.


"Ternyata benar juga apa yang dikatakan oleh tuan Marco tentang anda nona Sandra, kamu adalah wanita tangguh yang sangat keras kepala." Sindir tuan Lorenzo pada wanita yang juga ia sukai ini.


"Berikan surat kebebasanku setelah itu aku akan membubuhkan tanda tanganku pada kontrak perjanjian itu." Sandra mengulangi ucapannya sekali lagi pada tuan Lorenzo yang terlihat mengulur-ulur waktu pembebasannya.


Tuan Lorenzo menarik nafas dalam-dalam lalu menyerahkan surat pembebasan Sandra pada petugas. Sandra terlihat lega dan hampir saja ia melompat kegirangan dengan memperlihatkan ekspresi bahagianya pada tuan Lorenzo, namun urung dilakukannya karena dia tidak ingin tuan Lorenzo mengetahui apa yang saat ini ia pikirkan.


Petugas polisi itu meninggalkan kamar inap Sandra dan kembali lagi ke markas mereka.


"Sekarang giliran anda nona Sandra." Titah tuan Lorenzo tidak sabaran.


Sandra menandatangani kontrak perjanjian dengan membaca isi perjanjian itu dengan seksama.


Tuan Lorenzo tersenyum puas karena Sandra bisa ditaklukkan dengan mudah.


"Ternyata kamu memiliki jiwa lugu dalam dirimu yang terlihat begitu angkuh, Sandra." Gumam tuan Lorenzo lalu merapikan berkas perjanjian yang telah ditandatangani oleh Sandra.


Isi dari berkas itu sendiri adalah, Sandra akan melahirkan bayinya terlebih dahulu di kota Florida di mana kedua orangtuanya berada saat ini.


Sandra harus menceraikan suaminya setelah menandatangani surat kontrak tersebut. Sandra akan menikah dengan tuan Marco setelah bayinya berusia dua bulan.


Sandra tidak boleh merawat bayinya setelah ia menikah dengan tuan Marco.


Sandra boleh bertemu dengan kedua buah hatinya saat Sandra mengandung anak dari Marco.


Calon bayi yang saat ini sedang dikandung oleh Sandra, tidak boleh dirawat oleh Tuan Richard selaku ayah biologisnya. Bayi itu akan dirawat oleh nyonya Caroline yang merupakan ibu kandung dari Sandra.


Awalnya Sandra merasa itu perjanjian yang banyak merugikan dirinya, tapi ia kembali lagi ke rencana awalnya di mana Sandra akan menerima semua persyaratan itu setelah ia bisa hirup udara segar diluar penjara.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan isi perjanjian konyolmu tuan Marco. Kamu akan menerima hukumanmu karena telah memisahkan aku dengan suami dan juga anak-anakku." Gumam Sandra membatin.


Tuan Lorenzo meninggalkan Sandra dan kembali ke kantornya.


__ADS_2