Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
33. Terluka


__ADS_3

Imelda menyelesaikan urusan asmaranya lalu menghubungi lagi Tuan Richard untuk menjelaskan alasan Sandra bisa menabrak bosnya itu.


Tuan Richard menerima panggilan dari Imelda.


"Selamat malam Tuan Richard!"


"Malam Imel!"


"Tuan Richard, aku ingin menjelaskan kronologi peristiwa kecelakaan tabrakan itu, yang dilakukan oleh Sandra. Istri anda memang salah dalam hal ini untuk beberapa hal. Tapi, ia saat itu sedang terburu-buru untuk mengikuti ujian semester pertamanya di kampus.


Jika ia telat, maka ia harus mengulangi mata kuliah yang sama dan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena tega nggak tega, ia terpaksa meninggalkan anda begitu saja di lokasi kejadian yang memang saat itu, tidak ada orang yang melintas.


Tapi, walaupun begitu ia masih berinisiatif untuk menghubungi petugas ambulans untuk menjemput anda. Saat itu ia merasa Tuan Richard hanya mengalami luka ringan dan akan berangsur membaik, namun ia tidak menyangka orang yang ingin berkencan dengan dirinya saat itu adalah lelaki yang ia pernah tabrak.


Dan Sandra merasa sangat bersalah ketika mengetahui anda buta karena ulahnya. Antara butuh uang dan ketakutan, Sandra berusaha tenang dan menerima tawaran anda untuk menjadi wanita simpanan anda saat itu dan penghubungnya adalah saya." Ucap Imelda apa adanya.


"Astaga!" Jadi selama ini kalian berdua sekongkol untuk mengerjai aku?" Tanya Tuan Richard geram.


"Tidak seperti itu Tuan Richard. Aku memang yang mengenalkan Sandra pada Teddy yang saat itu sangat kebingungan mencari gadis yang masih perawan untukmu.


Aku sangat mengenal Sandra karena dia adalah kandidat satu-satunya yang belum pernah dijamah lelaki manapun. Ia sangat menjaga dirinya karena ia menguasai ilmu bela diri.


Jika dia mau, mungkin anda sudah babak belur dihajar olehnya. Tapi ia sangat mencintai anda, hingga ia rela pergi dari apartemen anda karena ia memang merasa bersalah.


Terlepas anda kaya dan tampan, Sandra memang sudah jatuh cinta padamu, Tuan Richard." Ucap Imelda.


"Tapi Imelda, aku tidak bisa menemuinya saat ini Imelda. Aku sangat merindukannya, apa lagi saat ini, ia sedang mengandung anak kami." Ucap Tuan Richard sedih.


"Apa...?" Sandra hamil, Tuan Richard?" Pekik Imelda kegirangan.


"Ia Imel!" Ucap Tuan Richard.


"Selamat ya Tuan Richard!" Tapi, di mana Sandra saat ini?"


"Ia tinggal di rumah paman dan bibiku di Florida." Ujar Tuan Richard.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, Tuan Richard. Bukankah anda bisa menemuinya di sana?" Ucap Imelda heran.


"Masalahnya, Sandra sendiri adalah putri kandung mereka." Ucap Tuan Richard.

__ADS_1


"Apa...?" Tanya Imelda lagi-lagi merasa syok mendengar pernyataan Tuan Richard tentang sahabatnya.


"Bisa nggak kamu tidak membuatku kaget?" Ucap Tuan Richard kesal karena Imelda selalu berteriak kepadanya.


"Ok, maafkan saya Tuan Richard!" Aku tidak mengerti dengan semua ini. Setahuku Sandra adalah gadis yatim-piatu yang dibesarkan di panti asuhan kemudian dirawat lagi oleh neneknya setelah dia berusia 12 tahun." Ucap Imelda.


"Ceritanya panjang Imelda, nanti saja aku akan menceritakan kepadamu di perusahaan." Ucap Tuan Richard yang tidak ingin membahas kehidupan Sandra yang sangat rumit karena ulah ibu kandungnya.


"Baiklah, Tuan Richard!" Berarti kalian berdua masih memiliki hubungan keluarga." Ucap Imelda merasa terharu karena Sandra masih memiliki orangtuanya.


Tuan Richard mematikan ponselnya setelah membahas beberapa hal mengenai Sandra.


Ia kembali merenungi cerita Imelda tentang alasan Sandra yang memang tidak sengaja menabrak dirinya dan meninggalkan begitu saja dirinya di lokasi kejadian.


Tuan Richard begitu menyesal telah melakukan kekerasan kepada istrinya yang saat itu sedang hamil.


"Permisi Tuan!" Ucap pelayannya.


"Ada apa?" Tanya Tuan Richard menatap wajah pelayannya.


"Tadi aku bersih-bersih di ruang tamu, aku menemukan surat ini Tuan Richard. Mungkin sangat penting untuk anda karena ini sepertinya dari rumah sakit." Ucap pelayan itu seraya menyerahkan surat hasil tes kehamilan Sandra yang terpental saat dirinya menendang istrinya.


Tuan Richard mengambil surat itu lalu membacanya. Tangannya seketika gemetar dengan mata berkaca-kaca menahan tangisnya.


Tuan Richard menyimpan lagi surat itu di laci nakas dan merebahkan tubuhnya yang begitu lelah hari ini.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Beberapa hari kemudian, Imelda menghubungi Sandra karena ingin mengetahui keadaan gadis itu. Sandra menerima panggilan dari sahabatnya itu.


"Hallo Sandra!"


"Hallo Imelda!"


"Apa kabar Sandra!"


"Aku baik-baik saja Imel!"


"Di mana kamu sekarang?" Bolehkah aku bertemu denganmu?" Tanya Imel.

__ADS_1


"Tentu saja Imelda!"


"Di mana kita bisa bertemu Sandra?" Tanya Imel yang pura-pura tidak tahu jika saat ini Sandra sudah tinggal dengan orangtua kandungnya.


"Aku lagi berada di Florida, tepatnya di rumah keluarga Richard. Jika kamu ingin bertemu denganku, kita bisa bertemu di tempat pariwisata di tepi pantai, tidak jauh dari kediaman pamanku." Ucap Sandra.


"Baguslah kalau begitu. Besok aku akan menemuimu." Ucap Imelda.


Keduanya sama-sama mengakhiri telepon. Tuan Richard yang sedang berada di ruang asisten pribadinya itu, ingin mengetahui rencana pertemuan dua sahabat ini.


"Bagaimana Imel?" Apakah dia mau bertemu denganmu?" Tanya Tuan Richard penasaran.


Imelda mengangguk senang karena bisa menyenangkan hati bosnya itu.


Keesokan harinya keduanya sudah berada di pantai Florida. Tuan Richard mengatur semuanya agar ia juga bisa bertemu dengan istrinya itu. Tapi ia harus tetap waspada karena Sandra mungkin didampingi nyonya Caroline atau pengawal pribadi yang akan mengawasi Sandra atas perintah tuan Kevin, mengingat Sandra adalah anak seorang pejabat pemerintah.


Imelda mengirim pesan kepada Sandra bahwa ia ingin bertemu dengan ibu hamil itu di kamar hotel karena saat ini ia sedang kurang sehat setelah perjalanan jauh. Sandra pun menyanggupinya dan meminta pengawalnya untuk tidak ikut ke kamar sahabatnya.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri. Kamu cukup duduk manis di bar hotel dan setelah aku selesai aku akan menghubungimu." Ucap Sandra pada pengawalnya.


"Baik nona Sandra!" Ucap pengawalnya.


Setibanya di kamar Imelda, Sandra memencet bel berapa kali dan Imelda membuka pintu kamarnya dengan senang hati.


"Sandra!"


"Imelda!"


Keduanya berpelukan erat sambil melepaskan rasa kerinduan mereka. Tapi, Sandra merasa ada orang lain berdiri di belakang punggungnya yang ingin juga mendapatkan pelukan dari dirinya. Sandra membalikkan badannya dan melihat sosok orang yang ia rindukan, tapi juga ia benci.


Sandra membelalakkan matanya tanpa bisa berkata apa-apa. Ia melirik Imelda yang hanya mengangkat kedua tangannya dengan bahu bergidik seakan mengatakan ini semua rencana Tuan Richard.


"Apa kabar sayang!" Sapa Tuan Richard menatap wajah Sandra yang makin cantik dengan kehamilannya yang sudah memasuki usia enam bulan.


Sandra memalingkan wajahnya. Imelda meninggalkan kamar itu menuju kamarnya sendiri karena ia sengaja membooking dua kamar sekaligus.


Sandra begitu bingung menentukan sikapnya saat ini karena ia juga masih merasa bersalah dengan peristiwa yang pernah menimpa suaminya tapi di sisi lain ia juga masih merasa terluka karena suaminya telah memperlakukan dirinya begitu kasar dan hampir membuat ia kehilangan janinnya.


"Sandra, aku sudah melupakan sakit hati dan amarahku kepadamu setelah mendengar semua cerita sebenarnya dari sahabatmu Imelda.

__ADS_1


Dia berusaha meyakinkan aku bahwa kamu punya alasan kuat meninggalkan aku saat kecelakaan itu terjadi. Apakah kita bisa memperbaiki segalanya karena aku juga bersalah kepadamu. Aku baru melihat surat hasil tes kehamilan kamu yang ingin kamu berikan kepadaku." Ucap Tuan Richard.


Tuan Richard mendekati wajah Sandra lalu memberikan kecupan manisnya pada sang istri.


__ADS_2