Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
31. Terungkap


__ADS_3

Nenek Debora hanya bisa menangis ketika mengetahui putrinya telah meninggal dunia.


"Maafkan mama, sayang!"


Mama begitu takut saat itu, hingga tidak bisa mempertahankan kamu karena ancaman nyonya Catherine." Tangisnya tak dapat terbendung sambil mencium baju bayi milik putrinya yang masih ia simpan sampai saat ini.


Sementara, keesokan harinya tuan Kevin mendatangi mansion milik tuan Jordan Miller untuk menemui nyonya Catherine yang merupakan adik iparnya.


Keluarga besar itu sedang berkumpul untuk menghabiskan akhir pekan mereka sambil bersenda gurau dengan anak, cucu dan menantu.


"Selamat malam!" Sapa tuan Kevin pada semuanya.


Tuan Jordan Miller, ayah dari Tuan Richard bangkit dari duduknya menyambut saudara kandungnya itu. Sedangkan nyonya Catherine sedikit gugup ketika melihat kakak iparnya itu bertamu ke rumahnya.


Anak-anak tuan Jordan Miller menyapa paman mereka termasuk Tuan Richard.


"Malam Kevin!" Sapa tuan Jordan sambil memeluk kakaknya.


"Oh, rupanya kalian sedang bersenang-senang saat ini dan kamu Richard, apa kabar!" Di mana istrimu, Sandra?" Tuan Kevin pura-pura bertanya keberadaan Sandra.


Kevin memegang tengkuknya dan menjawab pertanyaan pamannya.


"Sandra sedang menginap di rumah neneknya." Ucap Tuan Richard yang sudah berbohong sejak awal kedatangannya ke rumah orangtuanya.


"Benarkah?" Padahal saya baru saja dari rumah neneknya Sandra karena ada yang ingin saya ketahui tentang sesuatu yang di simpan oleh ibumu, nyonya Catherine." Ucap tuan Kevin sinis.


Duaaarrr...


Wajah nyonya Catherine berubah pucat dengan jantung yang sedang berdetak kencang, tanpa karuan.


"Apa maksudmu Kevin?" Rahasia apa yang di simpan istriku Catherine." Tanya Tuan Jordan Miller.


Tuan Kevin menarik sudut bibirnya dan berjalan mendekati nyonya Catherine yang sudah tertangkap basah saat ini.


"Apakah perlu aku yang menjelaskan perbuatanmu dua puluh lima tahun yang lalu Catherine?" Bisik tuan Kevin di kuping adik iparnya itu.


"Ada apa kalian berdua?" Rahasia apa yang disimpan Catherine dengan neneknya Sandra?" Timpal Tuan Jordan makin penasaran.


"Mengapa kamu tidak menanyakan istrimu sendiri, Jordan?" Sindir tuan Kevin sambil melirik wajah nyonya Catherine yang sedang tertunduk malu dan juga ketakutan.

__ADS_1


Tuan Richard menatap wajah pamannya Kevin yang sedang menahan amarahnya karena wajahnya saat ini makin memerah.


"Catherine!"


Bentak tuan Jordan yang sudah tidak sabar lagi mengetahui misteri yang disembunyikan istrinya.


Alih-alih mau menjawab pertanyaan suaminya, justru nyonya Catherine makin gemetar dan mulai menangis.


"Aku hanya ingin tahu Catherine, mengapa kamu tega menukar bayiku dengan bayi milik nenek Debora?" Tanya tuan Kevin dengan suara lantang.


Tuan Jordan berdiri, ia lalu menghampiri istrinya." Menukar bayi?" Apakah itu benar, Catherine?" Mengapa kamu lakukan itu?"


Plakkkk!"


Tuan Jordan menampar pipi istrinya dengan keras membuat ketiga anaknya memanggil ayah mereka.


"Daddy!" Teriak ketiga anaknya serempak.


"Jawab Catherine!" Atau aku akan mengusir kamu dari sini?"


"Maafkan aku Daddy!" Nyonya Catherine bersimpuh di kaki suaminya sambil menangis.


Tuan Richard makin bingung dengan rahasia yang tersimpan selama ini oleh ibunya tentang Sandra, istrinya.


"Mommy melakukan ini demi Daddy karena aturan yang dibuat oleh ayah mertua yang akan menjadikan pewaris pertama adalah putri dari Kevin.


Padahal seharusnya, putraku Richard lah, yang akan mewarisi harta peninggalan ayah mertua. Aku menggantikan putri Caroline dengan putri Debora. Dengan begitu Caroline dianggap berselingkuh dengan lelaki lain dan melahirkan putri yang bukan merupakan darah daging Kevin.


Aku sengaja mempengaruhi ibu mertua yang saat itu sangat menyayangiku. Debora tidak bisa berbuat apa-apa ketika aku meminta bayinya untuk ditukar dengan putri Caroline.


Aku mengancam Debora, jika dia tidak memberikan bayinya, maka aku akan membuka rahasianya karena sudah menjadi simpanan ayah mertua.


Bukti perselingkuhan ayah mertua yang aku sengaja memotret mereka ketika bertemu di salah satu hotel langganan mereka." Nyonya Catherine menceritakan motifnya memeras nenek Debora untuk mendapatkan ambisinya sebagai pewaris tahta kerajaan bisnis dari keluarga Vincent Miller yang saat ini sedang dijalankan oleh Tuan Richard dan suaminya.


Plakkkk...!" Tamparan keras itu mendarat sekali lagi pada nyonya Catherine dari suaminya yang begitu malu atas tindakan biadab istrinya yang begitu ambisius dengan harta kekayaan keluarganya.


"Berarti Sandra adalah putriku bukan?" Tanya tuan Kevin yang pura-pura tidak tahu.


Nyonya Catherine hanya mengangguk sambil menangis pilu. Tuan Richard pun juga begitu syok mendengar pengakuan ibunya, begitu pula dengan kedua adik perempuannya yang sedang menggendong bayi mereka.

__ADS_1


"Dan kau Richard, mengapa kamu tega menyiksa istrimu hanya karena dia telah menabrak dirimu dan membuatmu buta. Padahal dia ada di sampingmu, menjadikan dirinya sebagai matamu dan pada akhirnya kamu bisa melihat lagi demi kebaikan hati asisten pribadimu Teddy.


"Apakah kamu tahu, saat kamu menamparnya dan juga tega menendang perutnya, dia saat itu ia baru ingin menyampaikan berita gembira padamu, bahwa dirinya saat itu sedang hamil anakmu. Dia harus dilarikan di rumah sakit saat kamu tega mengusirnya dari rumah.


Putriku hampir kehilangan nyawanya dan juga bayinya karena mengalami pendarahan. Beruntunglah dia menghubungi kami saat itu, hingga kami bisa mengurusnya dengan baik.


Sekarang, kamu masih saja duduk manis di tengah keluargamu dan mencoba melupakan istrimu. Aku akan memisahkan kalian berdua karena kamu tidak pantas untuk putriku. Permisi!"


Tuan Kevin keluar dengan perasaan marah, sedih dan juga bercampur kecewa kepada keluarganya.


Tuan Jordan memegang dadanya yang terasa sesak karena menghadapi dua permasalahan sekaligus antara istri dan putranya dengan kasus yang berbeda.


"Kalian berdua pantas disebut pecundang, sama-sama egois dan memalukan." Ucap tuan Jordan lalu keluar dari mansionnya sambil memegang dadanya yang begitu terasa sakit.


Tuan Richard hanya duduk termangu menatap kepergian ayahnya dan merasa sangat syok mengetahui istrinya yang saat ini sedang hamil lima bulan.


Bayi yang selama ini ia nantikan justru datang bersamaan dengan berita yang sangat menyakitkan untuk dirinya saat itu.


"Ya Tuhan, aku sebentar lagi menjadi seorang ayah. Tapi bagaimana aku bisa menemui istriku kalau dia sudah berada bersama orangtua aslinya.


Tapi, apakah Sandra mengetahui kalau dia adalah putri kandungnya paman Kevin dan Tante Caroline?" Gumam Tuan Richard lirih.


Tuan Richard segera bangkit dari duduknya lalu meninggalkan kediaman orangtuanya. Sementara ibunya yang masih syok dibawa masuk oleh kedua putrinya ke kamar pribadinya.


"Mommy, kami tidak bisa menyalahkan mommy karena mommy memiliki alasan tersendiri. Hanya saja mommy mengambil jalan yang salah dengan memisahkan ibu dan anak hingga puluhan tahun." Ucap Celine, putri kedua dari nyonya Catherine.


"Maafkan mommy, sayang!" Saat itu mommy masih muda dan hanya memiliki pikiran praktis untuk merebut hak kalian bertiga sebelum jatuh ke tangan Sandra karena dia lahir dari Caroline yang suaminya merupakan putra pertama keluarga ayahmu." Ucap nyonya Catherine memberi alasannya.


"Sekarang, mommy istirahat saja." Ucap Celia.


Keduanya meninggalkan kamar ibu mereka dan kembali ke kamar mereka menemui suami dan anak-anak mereka.


Sementara Tuan Richard yang sudah pulang ke apartemennya mencoba menghubungi istrinya, Sandra.


Sandra yang belum bisa tidur memperhatikan layar ponselnya yang ternyata ada nama suaminya. Ia sengaja mendiamkan panggilan itu.


Sekitar lima kali panggilan masuk dari suaminya Tuan Richard, Sandra benar-benar mengabaikannya.


"Aku akan membuatmu putus asa Tuan Richard hingga kamu menyadari kesalahanmu." Gumam Sandra lirih.

__ADS_1


Ia kemudian mematikan ponselnya agar tidak mendengar lagi panggilan itu.


"Sandra, aku mohon angkatlah telepon dariku, sayang!!" Aku ingin mengetahui keadaan calon bayiku." Ucap Tuan Richard dengan perasaan galau saat ini.


__ADS_2