Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
36. Bawa aku bersamamu


__ADS_3

Sandra dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil ambulans. Tuan Richard menggenggam tangan istrinya sambil memberikan dukungannya pada sang istri yang sedang menahan sakit yang setiap kali terjadi kontraksi.


"Sayang!" Jangan pikirkan apapun!" Pikirkan tentang anak kita saja." Pinta Tuan Richard dengan wajah sendu.


"Ini sangat sakit Richard, aku tidak peduli dengan paman Kevin ataupun mommy Catherine. Aku hanya membutuhkan kamu Richard karena hidup matiku akan bersamamu selalu." Ucap Sandra sambil meringis menahan sakit.


Tuan Richard merasa sangat terharu mendengar ucapan istrinya. Ia mengecup bibir pucat Sandra sambil mengusap perut besar itu.


Setibanya di rumah sakit, Sandra di bawa ke ruang bersalin untuk melakukan proses persalinan secara normal. Tuan Richard turut menemani sang istri atas permintaan dokter.


Di luar kamar bersalin, keluarga besar sudah berkumpul menunggu kondisi Sandra yang belum terdengar tangisan bayi.


Nyonya Caroline yang terlihat lebih tenang menghadapi situasi sambil terus berdoa untuk keselamatan putrinya.


"Ya Tuhan!" Selamatkan putri dan dan cucuku." Gumamnya lirih.


Tidak lama kemudian, tangis bayi terdengar nyaring hingga membuat ekspresi wajah keluarga itu tersenyum bahagia.


"Oh cucuku!" Ucap tuan Jordan lalu berdiri di depan pintu menunggu dokter yang menangani putrinya bersalin keluar dari pintu tersebut.


Cek lek...


"Dokter bagaimana dengan putri saya?" Tanya nyonya Caroline yang lebih mengkuatirkan keadaan putrinya saat ini.


"Nyonya Sandra sangat baik dan proses persalinannya berjalan lancar, hanya saja keadaan bayi nona Sandra perlu mendapatkan perawatan intensif karena belum genap usianya untuk dilahirkan.


Bayinya laki-laki, berat 3 kg dan panjang 55 cm. Saat ini bayinya berada di ruang NIKU dan di dalam tabung inkubator." Dokter Baby menjelaskan keadaan Sandra dan bayinya pasca melahirkan.


"Apakah kami melihat bayinya dokter?" Tanya nyonya Catherine.


"Silahkan! kalian bisa ke ruang NIKU."


"Apakah aku boleh melihat putriku Sandra?" Tanya nyonya Caroline.


"Nanti saja nyonya, kalau nona Sandra sudah di pindahkan ke kamar inap." Jawab dokter Baby.


Tidak berapa lama, brangkar Sandra di dorong oleh dua orang suster menuju ruang inap. Spontan keluarga menghampiri Sandra yang tertidur karena kelelahan pasca melahirkan.

__ADS_1


"Sandra!" Nyonya Caroline mencium pipi putrinya lembut.


Tuan Richard setia mendampingi istrinya dan meminta keluarganya tidak membahas hal yang berhubungan dengan masalalu.


"Mulai sekarang hentikan semua omong kosong kalian yang berkaitan dengan hidup istriku. Dia hanya menginginkan aku dan bayi kami dan aku mohon, tolong berdamai lah dengan keadaan." Ujar Tuan Richard tegas.


Tuan Kevin tidak terima dengan ucapan Tuan Richard begitu saja. Ia ingin melabrak keponakannya yang selalu memanfaatkan keluguan putrinya Sandra.


"Kamu kira aku menyerah begitu saja setelah mengetahui kebenaran masalalu ibumu yang ambisius ini?" Tantang tuan Kevin pada Tuan Richard.


"Sekarang, paman Kevin mau apa?"


"Aku ingin kalian bercerai karena aku tidak sudi punya besan seperti ibumu itu."


"Apakah dengan memisahkan kami berdua, Sandra akan bahagia mengikuti kemauan pakan?" Cinta Sandra hanya untukku paman, jadi kalau paman ingin memisahkan kami, berarti paman ingin menghancurkan hidup Sandra dan juga bayi kami yang baru lahir." Balas Tuan Richard.


"Sudah diam!" Bentak tuan Jordan yang tidak begitu suka dengan pertengkaran adik dan putranya.


"Apakah kalian tidak malu dengan kelakuan kalian seperti anak kecil yang memperebutkan mainan?" Putriku baru saja melahirkan dan saat ini kalian sedang unjuk gigi untuk mempertahankan ego kalian." Ujar nyonya Caroline sengit.


Dokter Baby meminta keluarga pasien untuk meninggalkan kamar inap karena Sandra harus banyak istirahat. Keluarga itu keluar sambil membuang muka satu sama lain.


Nyonya Catherine mengajak suaminya untuk melihat cucu mereka di ruang NIKU. Sementara nyonya Caroline meninggalkan suaminya begitu saja menuju kantin rumah sakit.


"Mengapa kamu tidak mau membela aku Caroline untuk merebut kembali putri kita?" Tanya tuan Kevin sambil berlari mengejar langkah istrinya.


"Apakah dengan aku membelamu, waktu akan berubah mundur untuk bisa mengambil Sandra yang saat itu masih bayi?" Tukas nyonya Caroline sinis.


"Sayang, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin terbaik untuk Sandra dan masih banyak lelaki lain yang menginginkan putriku, tidak seperti bajingan itu yang mendekati putri kita lagi setelah mengetahui Sandra hamil anaknya." Imbuh Tuan Kevin.


Nyonya Caroline membalikkan badannya lalu berkata," aku hanya tahu putri akan hidup bahagia bersama dengan Richard, keponakanmu. Jadi jangan coba-coba menghalangi kebahagiaan mereka atau aku akan menggugat cerai dirimu." Ancam nyonya Caroline lalu masuk ke kantin rumah sakit.


Sementara di kamar inap, Sandra baru berani membuka matanya setelah kamarnya hening. Ia melihat suaminya sedang berbaring di sofa sambil menutup mata dengan lengannya.


"Richard!" Panggilnya lirih.


Tuan Richard segera bangkit menghampiri Sandra.

__ADS_1


"Sayang, apa yang kamu rasakan?" Perutmu yang sakit atau...?"


"Richard, bawa aku pergi bersamamu. Aku tidak ingin dipisahkan denganmu." Pinta Sandra dengan berkaca-kaca.


"Aku tidak akan membiarkan paman Kevin mengambilmu dariku. Aku akan melaporkannya ke pihak berwajib, jika dia nekat memisahkan kita." Ucap Tuan Richard, meyakinkan istrinya.


"Aku mencintaimu Richard dan juga putra kita. Oh iya, mana bayiku?" Tanya Sandra.


"Sayang, bayi kita mengalami kelahiran prematur, jadi dia harus masuk ke dalam tabung inkubator. Mungkin tiga hari lagi dia bisa di bawa pulang." Ucap Tuan Richard.


"Aku belum sempat melihat wajahnya, apakah kamu mengambil fotonya?"


Tuan Richard memperlihatkan foto dan video ketika bayi mereka baru di lahirkan pada istrinya.


"Dia sangat mirip denganmu sayang." Ucap Sandra terharu.


"Wajahnya perpaduan antara kita berdua, sayang. Dia sangat tampan." Ucap Tuan Richard lalu ******** bibir istrinya, menumpahkan rasa kasih sayangnya kepada wanita yang telah melahirkan keturunan untuknya.


"Sepertinya aku menghasilkan banyak ASI, aku ingin memompa ASI untuk baby kita." Ucap Sandra


Tuan Richard meminta suster untuk membawakan botol susu kosong untuk bayinya. Tidak lama suster datang membawa dua botol kosong itu untuk Sandra.


Tuan Richard melihat pa**ara istrinya yang begitu besar membuat juniornya mulai mengacung.


"Sial!" Kenapa kamu tidak memahami situasi." Ujarnya membatin sambil menenangkan si junior untuk kembali tidur.


Sandra menyerahkan lagi ke suster untuk diberikan kepada bayinya.


Tidak lama nyonya Caroline masuk dengan membawa banyak makanan untuk putrinya.


"Oh, sayang!" Kamu sudah bangun, nak?" Tanya Nyonya Caroline lalu memeluk putrinya seraya mengucapkan selamat kepada Sandra yang baru saja melahirkan cucu untuknya.


Sandra merasa canggung dengan nyonya Caroline setelah mengetahui bahwa nyonya Caroline adalah ibu kandungnya. Sandra tidak membalas ucapan ibunya dan memilih bungkam sehingga membuat nyonya Caroline merasa sedih.


"Apakah kamu kecewa pada mommy, sayang?" Tanya nyonya Caroline hati-hati agar Sandra tidak menolak kedatangannya.


"Mohon maaf Tante Caroline!" Sandra butuh waktu untuk menyesuaikan dengan keadaan kalian karena ini tidak mudah untuknya." Ucap Tuan Richard menengahi kedua wanita yang sangat ia cintai ini.

__ADS_1


__ADS_2