Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
35. Perceraian


__ADS_3

Tuan Richard dan Sandra sudah berada di apartemen. Tuan Jordan yang belum mengetahui kalau Sandra sampai saat ini belum tahu kalau dirinya putri dari tuan Kevin dan nyonya Caroline.


Sandra menyambut kedatangan ayah mertuanya itu dengan suka cita. Ia melayani mertua dan suaminya di atas meja makan.


"Sandra, bagaimana dengan kandunganmu, nak?" Tanya tuan Jordan Miller.


"Dia baik-baik saja Daddy. Hanya saja aku sangat sulit untuk banyak bergerak sekarang." Ucap Sandra.


"Mengapa kamu tidak banyak belajar pada ibumu saat kamu tinggal bersamanya kemarin." Ucap ayah mertuanya membuat Tuan Richard seketika menendang kaki ayahnya sambil menatap tajam wajah ayahnya.


Seketika tuan Jordan merasa aneh dengan putranya, tapi secepat mungkin tuan Jordan memahami perkataannya yang salah ucap sebelumnya.


"Tante Caroline bukan ibuku, Daddy!" Sandra mengingatkan ayah mertuanya yang mungkin salah ucap.


"Oh maaf Sandra!" Kalau kamu ingin menanyakan hal yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan, sebaiknya kamu bisa menanyakan mommy Catherine." Ucap tuan Jordan mengalihkan perhatian Sandra.


Sandra mengambil air dingin untuk suaminya. Tuan Richard membisikkan sesuatu kepada ayahnya.


"Dia belum tahu kalau Tante dan paman Kevin adalah orangtua kandungnya. Aku tidak mau pikirannya terganggu dengan kenyataan yang tidak terduga oleh Sandra yang mengakibatkan pertumbuhan bayi kami bermasalah." Ucap Tuan Richard.


"Daddy, aku mau menemui mommy, aku sangat merindukannya." Ucap Sandra serius.


Tuan Richard dan ayah saling bertatapan karena takutnya, nyonya Catherine akan membuka mulutnya menceritakan keadaan sebenarnya pada Sandra.


"Sandra, jangan hari ini sayang!" Kalau bisa Minggu depan saja. Mommy saat ini sedang melakukan perjalanan wisata bersama teman-teman sosialitanya." Ucap tuan Jordan bohong.


"Baiklah Daddy!" Ucap Sandra lalu melanjutkan makan malam mereka.


Seminggu kemudian Sandra mengunjungi ibu mertuanya dengan membawa kue buatannya sendiri. Tapi, nyonya Catherine yang masih merasa sakit hati pada ayah kandung Sandra menjadi dingin bertemu dengan menantunya itu.

__ADS_1


"Apa kabar mommy!" Sapa Sandra dengan tersenyum sumringah.


"Biasa saja seperti yang kamu lihat." Ucap nyonya Catherine sambil menyusun bunga ke dalam vas keramik.


Sandra tidak terlalu peduli dengan sikap ibu mertuanya. Ia tetap bersikap hangat, bahkan membantu ibu mertuanya memilihkan bunga segar untuk disandingkan bersama dengan bunga lainnya ke dalam vas.


"Mommy, lihatlah!" Beraneka ragam jenis bunga dengan warna cantik bisa terlihat indah ketika di sandingkan bersama. Mengapa manusia sulit sekali menyamakan persepsi dalam suatu hubungan yang memiliki perbedaan karakter?" Sindir Sandra dengan bahasa yang cukup lugas.


"Hidup tidak terlalu sempurna seperti yang kamu inginkan Sandra. Kadang kamu harus melawan hati nuranimu untuk melihat kebenaran dengan memenuhi egomu untuk menaklukkan dunia bahkan hati seseorang seperti yang kamu lakukan kepada putraku, Richard." Balas nyonya Catherine dengan kata-kata menohok.


Sandra terlihat pucat dan murung seketika ketika mendengar sindiran halus dari ibu mertuanya.


"Maafkan aku mommy karena kurang berani menyatakan kebenaran sebelumnya karena besarnya cintaku kepada putramu, Richard.


"Berani sekali kamu merendahkan putriku dengan kata-kata sampah yang keluar dari mulutmu yang berbisa itu. Bagaimana dengan dirimu sendiri yang menghancurkan kehidupan putriku selama dua puluh lima tahun!" Bentak tuan Kevin dari belakang.


Nyonya Catherine terbelalak mendengar ucapan kakak iparnya yang muncul tiba-tiba di hadapan mereka. Sandra terlihat bingung dengan perkataan tuan Kevin dengan sebutan putri kandung.


"Kevin!" Ada apa ini?" Tanya Jordan?"


"Tanyakan kepada istrimu yang begitu sinis menghina perbuatannya pada putramu yang pernah membuatnya cacat. Tapi dia lupa kesalahannya sendiri yang memisahkan Sandra dengan keluargaku selama ini. Siapa yang lebih kejam dan egois kalau bukan istrimu yang munafik ini.


Dia bisa hidup dengan tenang selama dua puluh lima tahun menikmati semua kemewahan yang diberikan ayah kita, sementara putriku harus berjuang menghidupi dirinya dengan bekerja keras di luar sana. Apakah itu adil bagi Sandra dengan mengorbankan mata Richard?" Bahkan nyawa Richard tidak bisa menggantikan kesedihannya yang dilalui dalam hidupnya hingga ia rela menjual tubuhnya yang masih suci pada putramu Richard." Ungkap tuan Kevin begitu frontal membuat semuanya terdiam kecuali Sandra yang belum mengerti apapun yang terucap dari mulut tuan Kevin.


Tuan Richard memeluk Sandra dan ingin membawa gadis itu pergi dari tempat itu.


"Ada apa ini, Richard?" Mengapa paman berbicara aku adalah putrinya dan memarahi mommy?" Tanya Sandra kebingungan.


"Richard!" Jangan bawa putriku ke mana-mana, karena aku ingin dia mengetahui wajah monster ibu mertuanya yang belum ia ketahui.

__ADS_1


Dan kamu Sandra, kamu adalah putri kandungku yang sengaja di tukar oleh Catherine karena ingin menguasai kekayaan keluargaku. Padahal dalam aturan keluarga kamulah yang mendapatkan bagian paling besar harta kekayaan dan juga perusahaan milik kakekmu Vincent Miller, namun sayang keserakahan Catherine yang membutakan mata batinnya hingga menukar kamu dengan anak dari Debora untuk memfitnah istriku hamil dengan lelaki lain.


Aku mengetahui kamu putriku ketika kamu hampir kehilangan bayimu karena pendarahan hebat. Saat itu akulah yang memiliki darah Rhesus B sama denganmu. Karena penasaran siapa kamu, aku mulai melakukan tes DNA yang menyatakan kamu adalah putri kandungku." Ucap tuan Kevin sambil mengusap air matanya.


Sandra begitu syok hingga ia pun pingsan mengetahui latar belakang hidupnya yang sangat memilukan.


"Sandra!" Tuan Richard membawa tubuh istrinya ke dalam kamarnya dan meminta pelayan untuk memanggil dokter keluarga.


Tuan Kevin bergegas menuju kamar Richard namun di cegah oleh tuan Jordan yang begitu geram kepada kakak kandungnya ini.


"Tidak bisakah kamu menunggu putrimu melahirkan terlebih dahulu tanpa menceritakan kebenarannya?" Bentak tuan Jordan murka.


Tidak perlu menunggu Sandra melahirkan cucu kita karena aku ingin putriku bercerai dengan Richard." Ucap tuan Kevin menatap manik tuan Jordan dengan nyalang.


"Kevin!" Apakah kamu ingin menghancurkan masa depan Sandra setelah sekian lama ia melewati hidupnya yang pelik?"


Saat dia menemukan kebahagiaannya bersama Richard dan kembali mengalami kemelut rumah tangga karena kecelakaan disebabkan oleh Sandra, dan keduanya memutuskan untuk berdamai.


Apakah kamu ingin menghancurkan lagi hidup putriku, hah!" Teriak tuan Jordan pada kakaknya yang begitu egois.


Sandra hanya gadis bodoh yang sudah tertipu dengan putramu yang arogan itu. Aku ingin mereka bercerai setelah Sandra melahirkan. Kalau bisa aku ingin membawa pulang lagi putriku ke Florida." Tuan Kevin menerobos masuk ke dalam kamar Richard untuk melihat putrinya yang sedang di periksa oleh dokter keluarga.


Sandra yang sudah sadar merasakan kontraksi hebat pada perutnya.


"Dokter, mengapa istri saya tiba-tiba merasa perutnya sangat sakit, padahal usia kandungannya baru memasuki delapan bulan." Ucap Tuan Richard kuatir.


"Nona Sandra mengalami setress berat sehingga mempengaruhi kehamilannya. Sebaiknya cepat dibawa ke rumah sakit karena dia bisa saja melahirkan bayi anda secara prematur." Ucap dokter keluarga Miller.


Semua wajah yang ada di kamar Richard menegang termasuk tuan Kevin yang merasa bersalah kepada putrinya karena tidak bisa mengontrol emosinya.

__ADS_1


"Sayang!" Perutku sangat sakit, Richard." Keluh Sandra.


"Iya sayang, kita akan segera ke rumah sakit sekarang." Ucap Tuan Richard lalu menggendong tubuh istrinya dengan air mata bercucuran menahan kekecewaannya kepada keluarganya yang sudah mengorbankan istri dan anaknya.


__ADS_2