
Tanpa melakukan pemanasan seperti biasanya, Tuan Richard yang ingin membuktikan kesucian Sandra segera melucuti celana panjangnya yang membuat Sandra berteriak histeris sambil mendorong tubuh Tuan Richard hingga lelaki ini terjengkang.
"Jangan lakukan itu Tuan Richard, bukankah kamu memang berjanji untuk menikahi aku terlebih dahulu sebelumnya dan ingin menyaksikan darah kesucianku di malam pengantin kita." Ucap Sandra terbata-bata.
Tuan Richard tersenyum lega. Kau adalah Sandra ku, karena hanya janji itu yang aku ucapkan kepadamu. Akhirnya kita bertemu lagi sayang. Aku tidak butuh lagi alasan apapun darimu lagi karena aku segera akan menikahimu." Ucap Tuan Richard.
Tuan Richard membungkam bibir Sandra dengan bibirnya. Ia ingin menikmati lagi bibir lembut itu dengan penuh penghayatan hingga Sandra membalas ciuman itu dengan menautkan lidahnya pada lidah Tuan Richard yang sudah masuk dalam mulutnya.
Kedua tangan Tuan Richard melepaskan cengkraman tangannya yang sempat menahan lengan Sandra. Saling memagut dan merasakan setiap sentuhan yang diberikan oleh keduanya.
Sandra membiarkan tubuhnya dimanjakan lagi oleh lelaki yang sempat membuatnya bahagia. Sentuhan yang diberikan Tuan Richard dalam keadaan matanya yang saat ini bisa melihat, terdengar lebih bergairah karena ia bisa melihat setiap lekukan tubuh Sandra dengan aset yang begitu menggoda.
"Sandra, aku merindukanmu sayang!" Bisik Tuan Richard.
Des*an yang sudah terdengar mengalun merdu mengeluarkan suara erotis yang makin membakar gairah cinta yang menggelora saat ini.
"Kamu sangat cantik sayang. Aku tidak ingin berbagi kecantikanmu dengan orang lain. Aku tidak menyangka kamu secantik ini." Puji Tuan Richard yang mengagumi kecantikan Sandra malam ini.
Tuan Richard kembali memagut bibir itu yang sangat ia rindukan. Keduanya melakukan percintaan panas tanpa ada sentuhan yang berlebihan.
"Tidurlah di sini bersamaku, sayang!" Pinta Tuan Richard.
"Tapi, aku belum pamit pada temanku." Ucap Sandra.
"Kamu bisa mengirimnya pesan."
"Tapi rektor akan mencariku juga."
"Temanmu bisa menyampaikan pesanmu nanti. Apakah kamu ingin aku yang katakan sendiri ke tuan Ferdinand bahwa kamu sedang bersama denganku saat ini."
"Tidak!" Jangan katakan apapun pada tuan Ferdinand." Cegah Sandra.
"Tidak apa sayang, biar dia tahu kamu adalah calon istriku dan akan menjadi ibu dari anak-anakku." Ucap Tuan Richard yang ingin menggoda Sandra.
"Tolonglah Tuan Richard!" Aku mohon biarkan waktu yang menjawab hubungan kita. Setidaknya sampai kita menikah." Ucap Sandra tegas.
__ADS_1
"Aku hanya bercanda sayang, tolong jangan serius seperti itu." Ucap Tuan Richard.
"Apa yang harus aku pakai malam ini dan besok pagi?" Tanya Sandra sambil cemberut.
"Nanti aku akan memesan baju untukmu, tapi malam ini jangan pakai apapun saat bersama denganku." Ucap Tuan Richard yang mengulangi permainan panas mereka.
"Astaga, hanya dengan pemanasan ringan saja, dia begitu ketagihan, bagaimana dengan hubungan intim sebenarnya?" Bisa-bisa tubuhku akan remuk di gempurnya." Gumam Sandra membatin.
Alice membuka ponselnya hendak menghubungi Sandra, namun ia melihat ada pesan dari Sandra.
"Alice, aku sedang ada urusan penting, malam ini mungkin aku tidak pulang ke apartemen. Tolong jangan menunggu aku pulang." Tulis Sandra dalam pesannya untuk teman kerjanya sekaligus teman sekamarnya.
"Tumben bisa kelayapan di malam hari, biasanya kamu selalu berkutat dengan banyak buku." Ujar Alice sambil nyengir.
Gadis ini pulang sendiri setelah acara amal itu selesai.
"Apakah Sandra bersama Tuan Richard saat ini?" Sepertinya mereka berdua saling kenal. Apakah Sandra adalah mantan pacar tuan Richard. Bukankah mereka berasal dari negara yang sama?" Tanya Alice membatin.
Usai bercinta, Sandra memberanikan diri untuk bertanya pada Tuan Richard.
"Tidak bisakah kamu memanggil aku dengan kata sayang atau cinta?" Protes Tuan Richard.
"Maaf sayang!" Apakah aku boleh bertanya sesuatu kepadamu?"
"Hmmm!"
"Apakah kamu sudah menemukan wanita yang pernah menabrakmu?" Tanya Sandra hati-hati.
"Masih dalam penyelidikan polisi."
"Apa yang akan kamu lakukan pada wanita itu, jika kamu sudah menemukan dirinya?"
"Tentu saja aku akan menyerahkannya ke pihak berwajib dan di proses secara hukum." Ujar Tuan Richard.
"Bagaimana kalau dia tidak bersalah?" Bagaimana kalau dia punya alasan yang cukup masuk akal untuk diterima?"
__ADS_1
"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun darinya. Aku ingin wanita itu membusuk di penjara dan merasakan apa yang aku rasakan karena hidup dalam kegelapan selama dua tahun.
"Apakah tuntutan hukuman untuknya itu berat?" Sedangkan kamu sendiri sudah melihat saat ini."
"Dia hampir menghilangkan nyawaku dan juga meninggalkan aku si pinggir jalan begitu saja. Dua juga tidak sportif untuk mendatangi pihak berwajib mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada aku dan keluargaku. Dia menghilang begitu saja bak ditelan bumi." Ujar Tuan Richard makin gusar.
Sandra merasakan lidahnya kelu untuk bertanya lagi pada Tuan Richard.
"Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan..?" Dia butuh pengakuan dan minta maaf." Ucap Sandra dalam diamnya.
"Mengapa kamu menanyakan tentang wanita jal**Ng itu, hmm?" Tanya tuan Tuan Richard sambil mencium leher jenjang Sandra yang begitu mulus dan harum.
"Bukankah kamu pernah bilang kalau kamu bisa mengenali wajahnya dengan sekali lihat?" Tanya Sandra lagi.
"Entahlah Sandra, saat aku mengalami kebutaan, aku bisa membayangkan wajah wanita itu. Tapi setelah aku bisa melihat lagi, bayangan wajah si jal*Ng itu hilang begitu saja dari ingatanku." Ujar Tuan Richard.
"Bagaimana kalau aku mengatakan bahwa akulah wanita yang menabrak kamu saat itu." Ucap Sandra gugup sambil mengepalkan kedua tangannya, hingga merasakan tubuhnya seketika gemetar.
"Ha...ha... Jangan bercanda seperti itu sayang!" Itu adalah candaan sentimentil yang terdengar seperti sampah bagiku.
Kamu adalah wanitaku yang nyaris sempurna di mataku. Kamu tidak mungkin melakukan kegilaan seperti itu." Ucap Tuan Richard mengingkari pernyataan Sandra.
"Apa yang akan kamu lakukan kalau pelaku utama dari kecelakaan tabrakan itu adalah aku sendiri?" Apakah kamu akan mengirimkan aku ke penjara dan membiarkan aku membusuk di tempat yang menyeramkan itu?" Tanya Sandra penasaran.
Degggg....
Tuan Richard menatap wajah Sandra dengan penuh selidik.
"Apakah benar yang kamu katakan ini, sayang?'' Tanya Tuan Richard yang merasakan ada kebenaran dari pernyataan Sandra kepada dirinya.
"Kalau itu suatu kebenaran, mengapa kamu tidak menyelidiki aku?" Tanya Sandra sambil menatap manik Tuan Richard yang juga menatapnya untuk mendapatkan kebenaran di dalam sana.
"Sandra!"
"Kita baru saja bertemu, bagaimana mungkin aku harus menerima candaanmu yang tidak masuk akal. Kamu tidak akan bermain-main dengan nyawamu, bukan?" Aku tidak ingin menduga-duga apa yang kamu ucapkan itu adalah suatu kebenaran. Sekarang tidurlah!" Aku sangat lelah hari ini. Dan tolong jangan bahas lagi pelaku penabrakan itu karena aku tidak suka mendengarkannya.
__ADS_1
Sandra menarik tubuh Tuan Richard yang memunggunginya. Ia lalu bertanya sekali lagi pada pria tampan yang sekarang sudah bersama dirinya diatas satu tempat tidur.