Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
41. Mengawasi


__ADS_3

Dalam setengah jam, Sandra sudah menjelma seorang gadis cantik dengan dress merah yang terlihat glamor dan elegan. Tuan Richard menatap wajah cantik istrinya begitu intens. Ia seperti sedang berhadapan dengan Sandra dua tahun lalu ketika melihat istrinya pertama kali di dalam lift saat masih berada di Amsterdam.


"Sandra, kalau tidak ingat ini momen berharganya paman Kevin, aku tidak akan mengijinkan kamu untuk bertemu dengan Marco." Ucap Tuan Richard sedih.


"Aku sudah empat bulan ini berada di sini dan tidak pernah keluar dari penjara istana ini. Aku ingin merasakan kebebasan saat berada bersama orang lain disekitar ku, walaupun aku tidak mengenali mereka sama sekali.


Mendengar perkataan istrinya, Tuan Richard memiliki ide cemerlang." Sayang!" Mungkin ini jalan bagi kita untuk bisa kabur bersama. Kamu bisa memberi alasan untuk ke toilet usai makan malam." Ucap Tuan Richard.


Sandra menatap wajah suaminya lalu tersenyum manis." Kalau begitu bawalah baju ganti untukku dengan rambut palsu, dengan begitu aku bisa kabur dari mereka." Timpal Sandra begitu gembira dengan ide suaminya.


"Kalau begitu bersiaplah tuan putri kita akan pulang bersama menemui putra kita di New York." Ucap Tuan Richard lalu mengecup bibir sensual milik istrinya.


Sandra keluar dengan melangkah anggun bak model cantik yang sedang berjalan di atas catwalk.


Tuan Richard menyaksikan kepergian istrinya dari kejauhan ketika tuan Marco membuka pintu mobil untuknya.


"Selamat malam cantik!" Ucap Marco lalu membawa mobil miliknya.


Tidak lama kemudian di susul mobil milik tuan Kevin bersama istrinya dan juga mobil pengawal.


Tuan Richard sudah ada di dalam mobil pengawal dan kebetulan Hendrick yang membawa mobil itu.


Dalam satu jam menempuh perjalanan menuju restoran yang berada di kota Florida, mobil mewah itu menurunkan keluarga tuan Kevin di depan restoran mewah.


Tuan Marco memberikan lengannya untuk di gandeng Sandra. Istri dari Tuan Richard ini tidak keberatan sama sekali dengan permintaan Marco karena sebentar lagi dia akan kabur bersama suaminya.


Pelayan restoran menyambut tamu penting itu dengan mengantar keluarga itu ke meja yang sudah ditunggu oleh keluarga Marco.


Kedua orangtuanya Marco begitu antusias saat melihat Sandra yang ternyata lebih cantik dari fotonya.

__ADS_1


"Wah, apakah ini putrimu, tuan Kevin?" Tanya Tuan Barack sambil menyalami tangan Sandra.


"Selamat malam paman, tante!" Sapa Sandra dengan ramah pada kedua orangtuanya tuan Marco.


"Bagaimana bisa orangtuamu mengabaikanmu setelah sekian lama terpisah." Ucap Nyonya Laura.


"Duniaku terlalu sempit, hingga langkah kakiku terhenti pada lingkaran awal sehingga aku mudah ditemukan oleh keluarga kandungku." Ujar Sandra dengan nada sinis.


"Hmm!" Tuan Kevin berdehem untuk mengingatkan putrinya agar menjaga etika di depan kedua orangtuanya Marco.


Pelayan datang menyajikan makan malam untuk tamu penting mereka. Setelah itu semuanya mulai menikmati makan malam tersebut.


Marco menyuapkan daging stik miliknya pada Sandra dan ia pun membisikkan sesuatu pada Sandra membuat gadis itu tercekat.


"Sayang, makanlah yang banyak!" Malam ini aku akan bercinta denganmu karena kamu sangat sexy malam ini." Ucap Marco tepat di kuping Sandra.


Tuan Marco tidak mati langkah, ia pun membalas hinaan Sandra dengan kata-kata yang menyakiti gadis ini." Bukankah kamu pernah menjadi simpanan Tuan Richard?" karena kamu terlalu kere untuk bisa melanjutkan pendidikanmu."


"Tapi, pada akhirnya aku tetap mengakhiri petualanganku hanya dengan satu lelaki saja hingga aku melahirkan putra tampan untuknya. Dia sangat sexy ketika berada di atas ranjang dan mampu memuaskan aku berkali-kali." Ucap Sandra dengan nada santai namun menyakitkan bagi Marco.


"Permisi!" Aku ingin ke toilet!" Ucap Sandra lalu membalikkan tubuhnya menuju arah toilet karena ia tidak lagi berselera untuk menikmati makan malamnya.


Tuan Kevin memberi kode pada anak buahnya untuk mengikuti Sandra. Di dalam kamar mandi, seorang wanita suruhan Tuan Richard memberikan bungkusan kepada Sandra yang merupakan baju ganti untuk gadis itu.


Sandra menggantikan semua baju dan sepatu dan juga tas lalu memberikannya kepada wanita itu untuk mengelabuhi pengawal ayahnya.


Ketika keluar dari toilet, Sandra yang sudah berganti busana dengan celana jins dan kaos di padukan dengan Coat hitam serta rambut palsu berwarna pirang dan tak lupa memakai masker.


Sandra berjalan dengan cepat menuju tempat parkir. Tuan Richard yang melihat istrinya langsung membuka pintu mobil dan segera kabur dari restoran mewah tersebut.

__ADS_1


Dalam sepuluh menit, teman Tuan Richard menunggu pasangan itu dengan sepeda motor miliknya agar keduanya berganti kendaraan. Dalam sekejap pasangan ini berubah menjadi anak motor menuju bandara di mana, pesawat jet pribadi milik Tuan Richard sudah menunggu.


Dalam beberapa menit, pesawat itu sudah berhasil tinggal landas meninggalkan kota Florida menuju kota New York. Sandra dan Tuan Richard berpelukan dengan perasaan terharu karena rencana mereka berhasil kabur dari istana tuan Kevin.


Sementara, dua keluarga yang sedang menunggu Sandra yang tidak balik juga dari toilet segera menyusul gadis itu.


"Bos, kami tidak menemukan putri anda di toilet dan sekitarnya." Ucap salah satu pengawal pribadi tuan Kevin. Sedangkan Hendrick terlihat pura-pura mencari Sandra padahal hatinya saat ini merasa bersyukur karena Sandra sudah bersama dengan suaminya lagi.


"Selamat jalan Sandra!" Semoga kamu bahagia bisa bertemu dengan bayimu." Gumam Hendrick membatin.


"Bagaimana kalian bisa kehilangan putriku?" Tanya tuan Kevin lalu memukul dan menendang anak buahnya yang sangat ceroboh mengawasi Sandra.


Nyonya Caroline terlihat senang karena Sandra bisa kabur dari pengawasan ayahnya. Keluarga Marco sudah pamit pulang dengan perasaan kecewa kepada calon menantu mereka, begitu pula Marco yang merasa bersalah telah merendahkan Sandra, wanita yang dianggapnya terlalu luar biasa.


Di dalam pesawat, Tuan Richard dan Sandra kembali bergumul, merayakan pertemuan mereka yang sudah terbebas dari tuan Kevin.


"Aku tidak menyangka, kalau ide spontan kita bisa berhasil dan itu sangat menegangkan Sandra!" Ucap Tuan Richard usai bercinta lagi dengan istrinya.


"Mungkin ini sudah saatnya aku bisa bertemu lagi dengan bayiku setelah sekian lama terpisah." Ucap Sandra.


"Aku akan meminta perlindungan hukum untukmu dan meminta ayahku untuk melaporkan paman Kevin, jika dia ingin menculik kamu lagi." Ucap Tuan Richard.


"Berarti kita harus lebih waspada lagi sayang mulai saat ini." Sahut Sandra.


Dalam waktu beberapa jam pesawat mereka sudah mendarat di bandara setempat. Tuan Jordan dengan para pengawalnya dan polisi setempat menjemput putranya Richard karena berhasil membawa pulang menantunya dari tawanan kakaknya yang sudah gila itu.


Pricilla dan Gwen ikut dalam rombongan penjemputan Sandra dengan tidak lupa membawa Brian sebagai kejutan untuk Sandra.


Tuan Richard dan Sandra turun dari pesawat itu dan melihat di depan mereka sudah banyak sekali kendaraan para pengawal yang siap mengawasi mereka dari incaran anak buahnya tuan Kevin.

__ADS_1


__ADS_2