
Sandra bersimpuh di kaki suaminya sambil menangis. Ia merasa tidak pantas mendapatkan kebaikan dari suaminya.
"Maafkan aku Richard." Ucap Sandra sambil memegang kaki suaminya.
"Hei, apa yang kamu lakukan sayang?" Tuan Richard menarik tubuh istrinya dan mengajak istrinya duduk di tepi tepi tempat tidur.
Pria tampan itu membelai rambut panjang milik istrinya yang berwarna pirang dengan menatap manik biru yang sangat indah milik Sandra.
Bibir itu di pagut perlahan sambil mengisap air mata Sandra yang tertumpah menetes di ujung bibirnya.
"Aku juga bersalah padamu sayang. Aku juga minta maaf telah menyakitimu secara lahir batin. Jangan lagi merasa bersalah atas peristiwa kecelakaan itu karena aku sudah melihat kebenarannya.
Sekarang, pikirkan calon bayi kita. Aku sangat merindukan kalian berdua. Aku ingin mengunjungi bayiku, bolehkah?" Tanya Tuan Richard dengan nafas memburu. Percintaan panas pun kembali berlangsung dengan begitu seru, hingga akhirnya keduanya sama-sama berbaring melepaskan lelah mereka sesaat.
Keduanya berpelukan dengan tubuh yang penuh peluh. Seulas senyum Sandra membuat Tuan Richard kembali mabuk.
"Sayang!" Aku rindu senyum indah ini." Ucap Tuan Richard Tuan Richard sambil mengusap perutnya Sandra.
Tuan Richard bangkit ketika bayinya menendang tangannya untuk pertama kalinya.
"Wah, bayiku menendang tanganku." Ucapnya dengan penuh takjub.
"Dia merasa bahagia karena ayahnya baru mengunjunginya." Ucap Sandra dengan cekikikan.
"Apakah kamu ingin ayah kunjungi kamu lagi sayang?" Bisiknya di perut istrinya.
"Richard, aku harus pulang sayang, karena pengawal paman sedang menungguku di lobi hotel." Ucap Sandra tidak enak hati.
Tuan Richard mengabaikan permintaan istrinya karena dia ingin menikmati sekali lagi percintaan panas mereka.
__ADS_1
Permainan panas pagi itu cukup menghebohkan dengan dua suara yang menggema mengisi keheningan pagi yang disaksikan oleh burung-burung yang mulai bertengger di jendela kamar Tuan Richard.
🌷🌷🌷🌷🌷
Tuan Richard mengajak istrinya untuk kembali ke apartemen mereka. Sandra menyetujuinya karena keduanya sudah saling memaafkan atas kesalahan mereka masing-masing.
Sandra menemui pengawalnya dan membicarakan hal penting untuk di sampaikan kepada tuan Kevin jika menanyakan dirinya.
Pengawal pribadinya mengerti hubungan suami istri ini, lalu meminta ijin untuk kembali ke kediaman Tuan Kevin.
Tuan Richard menghubungi asistennya untuk kembali pulang bersama mereka.
Sandra tampak bahagia bisa jalan berdua dengan Imelda, sahabat baiknya. Di dalam pesawat jet pribadi milik Tuan Richard, keduanya mengobrol satu sama lain. Sementara itu Tuan Richard sedang mengerjakan pekerjaannya dan memberikan kesempatan untuk istri dan asistennya itu melepaskan kerinduan mereka.
Di sisi lain, tuan Kevin dan nyonya Caroline menghubungi ponsel Sandra yang saat ini tidak aktif. Tuan Kevin kembali menghubungi pengawalnya untuk mengetahui keadaan Sandra yang sampai sore ini belum balik juga ke rumahnya.
"Di mana Sandra, David?" Tanya tuan Kevin panik.
"Apa...?" Bukankah Sandra tadi ingin bertemu dengan sahabatnya dan mengapa malah bertemu dengan Richard?" Tanya tuan Kevin bingung.
"Entahlah Tuan Kevin, saya sendiri tidak tahu. Ketika nona Sandra turun menemui saya di lobi hotel, ia sudah bersama dengan Tuan Richard, keponakan anda Tuan." Ujar David.
Tuan Kevin tidak terima dengan perlakuan Tuan Richard yang membawa pergi begitu saja putrinya. Ia begitu marah besar karena belum rela di tinggalkan lagi oleh putrinya setelah sekian lama berpisah.
"Aku tidak akan membiarkan putriku bersama dengan bajingan itu. Apa lagi mengetahui bahwa ibu dari Richard yang telah memisahkan putriku dengan kita dari dia baru dilahirkan.
Jika aku ingin, rasanya aku ingin menjebloskan Catherine di penjara jika tidak mengingat dia adik iparku sekaligus ibu mertuanya Sandra." Ucap tuan Kevin geram.
"Sayang sudahlah!" Hentikan amarahmu yang tidak berguna itu. Karena bagaimanapun juga, kebahagiaan Sandra di atas segalanya. Tolong jangan sakiti hatinya karena selama ini kita belum pernah membahagiakan dirinya dengan limpahan kasih sayang. Dia hanya butuh perhatian dan pengertian kita. Jika kita mengikuti ambisi kita, maka kita akan kehilangannya lagi." Ucap nyonya Caroline menenangkan suaminya.
__ADS_1
"Tapi setidaknya Richard datang ke sini dan pamit baik-baik kepada kita, jika dia memang ingin membawa pulang istrinya.
Selama ini kita yang telah merawat istrinya sampai sembuh, tapi setelah Sandra sudah membaik dan sehat, ia seenaknya membawa pergi istrinya begitu saja."
Tuan Kevin masih tidak terima dengan perlakuan Tuan Richard yang tidak sopan membawa pulang istrinya tanpa ijinnya.
"Sayang...!" Richard itu suami dari Sandra, keponakan kita sendiri. Jika dia membawa pulang istrinya lagi, itu haknya dia.
Kita tidak punya kuasa di sini karena Sandra masih menganggap kita adalah paman dan tante dari Richard." Imbuh nyonya Caroline.
"Aku tidak peduli dengan status mereka. Aku hanya ingin membawa pulang lagi putriku bagaimana pun caranya." Teriak tuan Kevin dengan mata menyalang membuat istrinya tersentak.
Nyonya Caroline meninggalkan suaminya yang sedang terbakar emosi. Gelas minuman yang di pegang oleh tuan Kevin di lempar ke lantai hingga pecah berantakan.
"Aku akan menikahkan Sandra dengan lelaki lain yang lebih terhormat dan dia adalah putra dari sahabatku sendiri.
Sandra!" Tunggulah sayang, ayah akan menjemput kamu. Suamimu adalah putra dari ibu yang telah membuat kita berpisah selama ini.
Aku tidak peduli dengan Catherine, walaupun dia adalah adik iparku sendiri. Jika kamu menghalangi putriku untuk bersama denganku, aku akan mengirim ibu kandungmu itu ke penjara Richard." Tuan Kevin bermonolog.
Di dalam kamar, nyonya Caroline terlihat sedih. Ia memang tidak ingin berpisah dengan putrinya ketika mengetahui kalau Sandra adalah putri kandungnya, namun ia tidak ingin menjadi ibu yang egois untuk memisahkan Tuan Richard walaupun lelaki tampan itu pernah membuat putrinya menderita.
Nyonya Caroline memandangi foto-foto kebersamaan dirinya dengan Sandra di dalam album.
"Sandra, kamu begitu dekat denganku, tapi aku tidak bisa mengakui diriku bahwa aku adalah ibu kandungmu.
Harusnya, aku mengakui lebih awal agar kamu tidak akan merasa sendirian di dunia ini, sayang. Aku ingin kamu memanggil aku ibu dan aku ingin kamu katakan bahwa akulah ibu terbaik yang kamu miliki.
Ya Tuhan, sampai kapan?" Aku bisa mengakui diriku sebagai ibu kandungnya Sandra. Berilah aku kekuatan untuk bisa menatap wajah cantik putriku dan memintanya untuk memanggil aku dengan kata ibu." Gumam nyonya Caroline sambil mengusap wajah cantik putrinya, Sandra yang ada di foto.
__ADS_1
Sementara di ruang kerjanya tuan Kevin, ayah kandung Sandra ini menghubungi sahabatnya yang selama ini jarang ia temui. Ia ingin mengatur pertemuan antara mereka untuk membahas perjodohan antara Sandra dan putranya yang saat ini masih berlayar ke luar negeri.