
Tuan Richard pulang dengan membawa segudang amarah sementara Sandra pulang dengan membawa sejuta kebahagiaan.
Dua sisi yang kontradiksi.
"Astaga, kenapa harus kamu Sandra yang menjadi pelakunya?" gerutu Tuan Richard sambil menyetir mobilnya.
"Richard, kita akan segera memiliki momongan sayang, kamu pasti sangat bahagia dengan momen berharga ini." Ucap Sandra yang ingin cepat tiba di rumah.
Ia melirik lagi hasil tes kehamilannya yang diberikan dokter baby padanya beserta hasil USG dari usia kandungan yang sudah memasuki tiga bulan.
Sandra masuk ke apartemennya lalu membersihkan dirinya dan berdandan secantik mungkin dengan mengenakan lengerie ***** berwarna hitam.
Berulang kali ia mematut dirinya di depan cermin lalu keluar dengan menggenggam surat hasil pemeriksaan kehamilannya.
Baru saja ia duduk di sofa, terdengar Tuan Richard sedang menekan nomor sandi rumah mereka. Sandra buru-buru menghampiri pintu kamar apartemennya dengan tangan di taruh di belakang punggungnya sambil menggenggam erat surat kehamilannya.
Cek..lek!"
Pintu di buka oleh Tuan Richard dengan kasar membuat Sandra tersentak. Sandra mundur beberapa langkah ketika melihat ekspresi wajah sinis suaminya yang sedang menatapnya.
"Dasar wanita jalan*!"
Plak!" Tuan Richard mendaratkan tamparan keras di pipi Sandra membuat gadis ini terhuyung ke belakang.
"Ada apa Richard?" Tanya Sandra ketakutan.
Belum sempat Sandra berdiri dengan sempurna, Tuan Richard menampar lagi lalu menendang tubuh Sandra hingga gadis itu terpental.
"Auhhhggt!" Sandra merasakan pinggangnya begitu sakit dan surat kehamilannya dari dokter jatuh entah ke mana.
Sandra mundur dengan mengeset tubuhnya menjauhi Tuan Richard yang sedang mengamuk padanya saat ini.
"Aku berharap bahwa apa yang pernah kamu akui padaku adalah suatu bualan semata, dan ternyata faktanya kamu yang telah menabrak ku hingga membuat aku buta.
Dan parahnya lagi, kamu mengetahui akulah korban itu, tapi kamu masih berani mendekati aku dan membuat aku jatuh cinta kepadamu.
"Sekarang, keluar dari rumahku!" Cepat!" Tuan Richard mengusir istrinya dan tidak ingin memberikan kesempatan Sandra menjelaskan alasan dari keadaan sebenarnya.
Sandra berjalan ke kamarnya dengan sisa tenaga yang ada saat ini. Tubuhnya gemetar karena menahan sakit yang mendera pada perutnya.
Ia masuk ke ruang ganti dengan memakai gaun longgar dan mantel dan membawa tas tangannya.
Tuan Richard tidak peduli dengan kondisi Sandra karena ia sudah masuk ke kamar mandi menyalakan shower dan duduk di bawah pancuran air dengan baju yang masih lengkap.
__ADS_1
Sandra menghubungi taksi untuk mengantarnya ke rumah sakit. Tidak lama taksi datang dan menunggu Sandra di depan lobi apartemen.
"Tuan, tolong antar aku ke rumah sakit!" Ujar Sandra sambil memegang perutnya yang sangat sakit.
"Sayang, maafkan mommy, sayang karena tidak bisa melindungimu!" Ucap Sandra sambil terisak.
Mobil taksi itu, melesat dengan cepat menuju rumah sakit.
Tidak lama ponsel Sandra berdering dan ternyata nyonya Caroline yang menghubunginya.
"Sandra!" Apakah kamu baik-baik saja?" tanya nyonya Caroline yang mendengar suara tangis Sandra yang tertahan.
"Tante, tolong Sandra!" Saat ini Sandra sedang menuju rumah sakit." Ucap Sandra yang bingung mau menghubungi siapa karena ia tidak ingin neneknya tahu permasalahannya dengan Tuan Richard.
"Sandra, apa yang terjadi sayang?" Tanya Nyonya Caroline lagi.
"Tolong datang ke rumah sakit ini!" Sandra menyebutkan alamat rumah sakitnya.
"Baiklah sayang!" Tante dan pamanmu akan menyusulmu ke rumah sakit dengan helikopter supaya lebih cepat tiba di rumah sakit." Ucap nyonya Caroline terdengar panik.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Setibanya di rumah sakit, Sandra baru dibawah masuk ke ruang IGD. Nyonya Caroline sempat bertemu dengan Sandra sebentar sebelum ditangani oleh dokter.
"Tante Caroline, tolong rahasiakan aku dirawat rumah sakit karena Richard sedang marah padaku. Aku saat ini sedang hamil tiga bulan dan perutku sangat sakit karena pertengkaran tadi.
Dokter meminta nyonya Caroline untuk keluar karena mereka sedang menangani Sandra.
Nyonya Caroline tidak sampai hati melihat keadaan Sandra yang begitu memprihatinkan.
"Apa yang terjadi antara Richard dan Sandra, sayang?" tanya tuan Kevin dengan wajah terlihat tegang.
"Sandra hamil dan sepertinya Richard memukulnya hingga kandungnya terasa sakit. Sepertinya mereka mengalami pertengkaran hebat dan Richard tidak tahu, jika istrinya saat ini sedang hamil anak mereka.
Tuan Kevin mengepalkan kedua tangannya sambil mengatupkan rahangnya hingga mengeras.
"Mengapa Richard tega memukul istrinya sendiri tanpa ada alasan." Ujar tuan Kevin lalu meninggalkan istrinya.
Tuan Kevin menghubungi ponsel Tuan Richard dan lelaki segera mengangkatnya.
"Richard, kamu di mana?" Tanya tuan Kevin geram.
"Aku lagi tidak ingin bicara dengan siapapun saat ini paman. Aku butuh waktu sendiri." Ucap Tuan Richard lalu mematikan ponselnya dan tidur sambil meratapi kesedihannya karena mengusir istrinya begitu saja.
__ADS_1
Di dalam ruang IGD, Sandra mengalami pendarahan hebat hingga dokter berusaha ingin menyelamatkan kandungan Sandra.
"Dokter, nona Sandra kehabisan darah, kita butuh darah Rhesus B." Ucap dokter Baby kepada rekannya.
"Coba tanyakan siapa keluarganya yang memiliki darah yang sama dengannya agar kita bisa melakukan transfusi darah secepatnya." Ujar dokter Viktoria.
Dokter Baby keluar menemui keluarga pasien. Ia membicarakan tentang kondisi Sandra saat ini.
"Apakah diantara kalian memiliki darah Rhesus B?" Tanya dokter Baby.
"Saya dokter!" Ucap tuan Kevin singkat.
"Tolong ikut dengan saya, Tuan karena pasien harus segera di selamatkan atau dia dan bayinya akan meninggal saat ini juga." Ucap Dokter Baby dengan cepat.
Tuan Kevin mengikuti langkah dokter Baby lalu ia di periksa terlebih dahulu kesehatannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dokter Baby segera melakukan transfusi darah untuk Sandra.
Nyonya Caroline berjalan bolak-balik yang diikuti dua ajudan suaminya.
"Apakah kalian kurang kerjaan hingga mengikuti langkahku dari tadi?" Ucap nyonya Caroline kesal kepada pengawalnya.
Keduanya langsung berdiri tegap ditempat sambil mengawasi nyonya Caroline yang terlihat gelisah.
Tidak lama, dokter Baby dan suaminya keluar dari ruang IGD menemui Nyonya Caroline.
"Bagaimana keadaan Sandra dan calon cucuku?" Tanya nyonya Caroline.
"Kami berhasil menyelamatkan kandungnya nona Sandra." Ucap dokter Baby dengan perasaan lega.
"Ya Tuhan, terimakasih atas kemurahanMu," ucap nyonya Caroline terharu.
"Maaf Nyonya!" Apakah kalian berdua orangtua kandungnya nona Sandra?" Tanya dokter Baby.
Ketika, nyonya Caroline hendak menjawab pertanyaan dokter Baby, tuan Kevin mencegah istrinya untuk menjawab dan bertanya balik pada dokter Baby.
"Apa maksud anda dokter?" Menanyakan status kami dengan Sandra." Tanya tuan Kevin penasaran.
"Hanya keterikatan darah yang sama antara anak kandung dan orangtua yang memiliki golongan darah langkah seperti Rhesus B." Ucap dokter Baby secara ilmiah.
Tuan Kevin dan istrinya Caroline saling menatap satu sama lain.
"Terimakasih dokter Baby, sudah menyelamatkan putri kami dengan calon bayinya." Ucap tuan Kevin asal.
__ADS_1
"Setelah nona Sandra siuman, dia akan di pindahkan ke kamar inap, tolong urus admistrasinya!" Ucap dokter Baby lalu pamit kepada nyonya Caroline dan tuan Kevin yang saat ini sedang memikirkan keadaan Sandra.
"Apakah Sandra memiliki hubungan darah dengan kita?" Mengingat mendiang Putri kita adalah putri orang lain." Ucap nyonya Caroline curiga.