Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
43. Balas Dendam


__ADS_3

Tuan Richard dan Sandra memulai hari-harinya dengan mengurus bayi mereka Brian yang sudah mulai belajar duduk.


Selama sebulan lebih, Sandra tidak berani keluar dari kediaman suaminya yang dijaga cukup ketat oleh para bodyguard di gerbang utama. Setiap sudut ruangan di pasang CCTV hingga ke taman belakang, karena Sandra selalu menghabiskan waktu bersama putranya di taman belakang.


Peran Sandra sebagai ibu rumah tangga, benar-benar dijalaninya dengan baik. Bagi Sandra, saat ini Brian lebih membutuhkan perhatiannya saat ini dari pada ketimbang memikirkan karirnya sebagai dosen.


Sandra juga menebus waktunya yang telah hilang bersama putranya yang ia tinggalkan saat masih terbaring di inkubator, walaupun bukan murni kesalahannya.


Tuan Richard yang baru pulang kerja, langsung berlari ke taman belakang begitu tiba di mansion untuk menemui keluarga kecilnya.


Baginya, bersama Sandra dan putranya adalah sesuatu yang membuat dirinya sangat bahagia dan menghilangkan kelelahannya karena seharian bekerja.


"Brian!" Panggil Tuan Richard pada putranya yang sedang merangkak mengambil bolanya.


"Daddy!" Panggil Brian pada Tuan Richard yang langsung menghentikan langkahnya.


Tuan Richard dan Sandra saling berpandangan karena ini kata pertama yang disebut oleh putranya.


"Richard!" Apakah kamu dengar itu?" Tanya Sandra yang menunggu kata yang sama dari putranya.


"Daddy!" Panggil Brian lagi sambil memperlihatkan dua giginya pada kedua orangtuanya.


"Waaahh!" Sandra Brian memanggil aku Daddy." Pekik Tuan Richard lalu mengangkat tubuh putranya tinggi.


Brian cekikikan ketika tubuhnya di angkat lebih tinggi dari tempat papanya berdiri. Liur putranya jatuh mengenai wajah tampan Tuan Richard, namun lelaki ini tidak peduli.


"Daddy!" Brian berulang kali memanggil Tuan Richard. Iapun memeluk putranya bersama dengan istrinya.


Dari kejauhan, Pricilla merekam momen bahagia keluarga abangnya dengan ponselnya. Ia pun, mengirimnya ke Instagramnya tanpa berpikir akibat perbuatannya yang akan membawa bencana besar bagi keluarga kakaknya.


Sandra yang melihat Pricilla dengan bangga memamerkan Brian yang sudah bisa memanggil suaminya dengan sebutan Daddy.

__ADS_1


"Pricilla, Brian sudah bisa menyebutkan kata pertamanya dan itu adalah Daddy. Aku akan mencatat perkembangan putraku di setiap tumbuh kembangnya, terutama kata pertamanya." Ucap Sandra.


Pricilla pura-pura tidak mengetahuinya dan ia pun memuji kepintaran keponakannya. Niat Pricilla yang ingin memberikan kejutan pada kakaknya tuan Richard, ketika Tuan Richard akan membuka instagramnya.


Sementara itu, nyonya Caroline yang sedang membuka instagramnya begitu terkejut melihat adegan haru dari cucunya yang bisa memanggil Tuan Richard dengan sebutan Daddy, tapi ia sangat kuatir jika suaminya melihat ini akan berdampak negatif untuk Sandra.


"Astaga!" Kenapa Pricilla begitu ceroboh mengirim adegan ini di Instagramnya di saat pamannya sedang kebingungan mencari Sandra selama sebulan ini." Gumam nyonya Caroline ditengah kebahagiaannya.


Sementara di kantor angkatan laut, Tuan Marco yang melihat Instagram itu sangat kaget melihat wanita pujaannya sudah bersama lagi dengan keluarga kecilnya.


"Sial!" selama ini aku dan ayahmu mencari kamu ke manapun, tapi ternyata kamu sudah bersama dengan keluargamu." Ucap tuan Marco dengan geram.


Ia lalu menghubungi tuan Kevin untuk memberikan informasi penting mengenai keberadaan Sandra.


Sambungan telepon sudah diterima oleh tuan Kevin yang sedang berada di ruang kerjanya.


"Kapten!" Apakah anda sudah melihat Instagram anda hari ini?" Tanya tuan Marco memancing tanya dari tuan Kevin.


"Tapi, tuan harus melihat Instagram anda Tuan Kevin, kalau anda ingin mengetahui di mana putri anda Sandra." Ucap tuan Marco sambil mendesak tuan Kevin melalui ponselnya.


"Apa maksudmu, Marco?" Tanya tuan Kevin bingung.


"Lihat saja sendiri!" setelah itu anda baru mengerti, tapi hati-hati jangan sampai darah tinggi anda bisa kumat." Ucap tuan Marco mengingatkan tuan Kevin yang mulai terpancing oleh permintaannya.


Tuan Kevin menuruti permintaan tuan Marco, dengan membuka aplikasi Instagram miliknya. Setelah beberapa ia melihat berbagai macam tayangan di Instagram, akhirnya ia menemukan juga apa yang dikatakan oleh tuan Marco.


"Apa..?" Sandra sudah bersama suaminya?" Tanya tuan Kevin dalam diamnya.


Amarahnya mulai terpancing dengan ekspresi wajah yang terlihat merah padam hingga rahangnya terlihat mengatup rapat dengan dua tangan yang di kepalkan, ingin menonjok wajah menantunya, tuan Richard.


Tuan Kevin meminta anak buahnya untuk menyiapkan helikopter untuk dirinya. Dalam sepuluh menit ia sudah berada di helikopter menuju New York untuk menemui putrinya Sandra.

__ADS_1


Setibanya di kediaman adik kandungnya tuan Jordan, para penjaga, tidak mengijinkan tuan Kevin masuk ke dalam rumah itu atas perintah tuan Jordan.


"Apa yang kalian lakukan, hah!" Aku ingin menemui putriku Sandra. Apakah seorang ayah tidak boleh menemui putri kandungnya, hah!" Bentak tuan Kevin kepada para penjaga itu yang telah menghalanginya masuk ke dalam mansion milik tuan Jordan.


"Mohon maaf Tuan!" Anda tidak di perkenankan untuk masuk ke dalam mansion, karena tuan Richard dan nona Sandra sendiri tidak ingin menemui anda." Ucap salah satu penjaga tersebut.


Tanpa pikir panjang, tuan Kevin mengeluarkan pistolnya lalu mengarahkan ke kepala penjaga itu.


"Bukan pintu itu atau kepalamu akan aku ledakan dengan pistol ini!" Titah tuan Kevin yang tidak sabar lagi berdebat dengan para penjaga tersebut.


Para penjaga itu lalu membuka pintu pagar itu hingga tuan Kevin masuk ke dalam halaman istana itu dengan mobilnya.


Tuan Richard dan Sandra sangat kaget dengan kehadiran tuan Richard. Sandra menyembunyikan tubuhnya di balik punggung suaminya.


Tuan Richard nampak gagah perkasa menghadang ayah mertuanya itu yang ingin memisahkan lagi Sandra dengan dirinya.


"Apa mau ayah..?" Tanya tuan Richard geram.


"Serahkan putriku Sandra!" Titah tuan Kevin.


"Aku lebih berhak atas dirinya dari pada anda ayahnya karena kami sudah menikah dan memiliki anak, bukankah ayah lebih tahu hukumnya, bukan?" Ucap Tuan Richard.


"Sandra, apakah kamu tidak takut jika aku bisa melaporkan kejahatan ibu mertuamu itu, jika kamu bersikeras untuk tidak ikut denganku." Ucap tuan Kevin yang memanfaatkan kelemahan putrinya.


"Lakukan apapun yang kamu mau Kevin karena aku tidak takut akan ancaman dari kamu lagi." Ucap nyonya Catherine yang tidak ingin putranya dipisahkan lagi dengan menantunya.


Tuan Kevin menarik sudut bibirnya dan dia pun tidak segan melaporkan nyonya Catherine kepada polisi setempat. Tuan Kevin sedang menghubungi kantor polisi terdekat sementara nyonya Catherine tidak bergeming sedikitpun.


"Jika aku ditangkap, jangan lupa Kevin kalau putrimu Sandra akan bernasib sama denganku." Nyonya Catherine berusaha untuk menyadarkan tuan Kevin agar lelaki itu tidak serius dengan ucapannya.


"Aku tidak peduli lagi dengan nasib bodoh gadis tidak tahu diri ini. Jika kalian berdua bisa sama-sama mendekam di penjara itu jauh lebih baik daripada melihat kebahagiaan putramu yang sudah membuat putriku menderita." Ucap tuan Kevin.

__ADS_1


__ADS_2