Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
46. Rayuan


__ADS_3

Tuan Marco merasa puas setelah mendengar kalau saat ini Sandra mendapatkan vonis penjara selama dua tahun. Berkat bantuan sahabatnya yang merupakan jaksa penuntut umum, Sandra yang awalnya bisa di hukum hanya enam bulan penjara, namun kecerdikan seorang jaksa yang sudah menerima suap dari Marco harus mempelitir kasus Sandra hingga hakim memutuskan untuk menghukum Sandra selama dua tahun.


Marco yang saat ini sedang bertemu dengan tuan Lorenzo di salah satu restoran untuk makan malam bersama.


"Bagaimana tuan Marco, apakah hukuman dua tahun bisa membuat wanita idamanmu itu menyerah?" Tanya tuan Lorenzo sambil memotong daging stik miliknya.


"Aku rasa cukup untuk gadis angkuh itu. Aku ingin tampil menjadi pahlawan untuk membebaskan dia dari jeratan hukum dengan syarat ia mau menikah denganku setelah bercerai dengan Tuan Richard." Ujar tuan Marco percaya diri.


"Aku lihat gadis cantik itu pingsan setelah hakim agung mengetuk palu." Ucap tuan Lorenzo terlihat kuatir.


"Pingsan...?" Apakah dia sakit?" Tanya tuan Marco kuatir.


"Dia tidak begitu sehat saat masuk ruang sidang. Aku belum mencari tahu apa penyebab gadis cantik itu pingsan." Ucap tuan Lorenzo yang juga terdengar cemas.


"Tolong cari tahu informasi tentang dirinya untukku, tuan Lorenzo. Aku sangat mencintai gadis itu walaupun ia sudah memiliki suami dan juga seorang putra." Pinta tuan Marco.


"Jika aku tahu Sandra bukan gadis yang kamu sukai Marco, mungkin akulah yang akan membuat dia menjadi milikku." Gumam tuan Lorenzo membatin.


Tuan Lorenzo menghubungi kepala sipir penjara wanita yang sangat ia kenal untuk menggali informasi tentang Sandra yang saat ini masih berada di rumah sakit.


"Hallo selamat malam Celine!" Sapa tuan Lorenzo ramah.


"Selamat malam tuan Lorenzo!" Apa yang bisa aku bantu untukmu, tuan Lorenzo?" Tanya Celine dengan nada menggoda.


"Aku ingin tahu tentang tahanan yang bernama Sandra yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit, apa yang dialami tahanan itu?" Tanya Tuan Lorenzo terlihat tenang namun penasaran.


"Gadis itu saat ini sedang hamil anak ke dua. Usia kandungannya sudah memasuki tiga bulan. Ia menderita mag akut dan harus dirawat beberapa hari lagi di rumah sakit." Ucap Celine.


"Apakah separah itu sakitnya Celine?" Tuan Lorenzo menggigit bibir bawahnya mulai kuatir dengan tindakan nekatnya menghukum gadis itu selama dua tahun penjara.


"Apa yang terjadi dengan Sandra tuan Lorenzo?" Tanya tuan Marco penasaran.


"Gadis itu hamil tuan Marco dan lebih parahnya, gadis itu mengalami mag akut. Mungkin selama di dalam tahanan polisi, Ia tidak makan teratur yang membuatnya mudah jatuh sakit." Ucap tuan Lorenzo.


"Apakah keluarganya diperbolehkan untuk menunggu dia di rumah sakit?" Tanya tuan Marco.


"Keluarga hanya di perbolehkan mengunjungi tahanan sesuai dengan jadwal besuk pasien tapi tidak diperkenankan untuk menunggu pasien seperti pasien lainnya karena status Sandra sebagai tahanan." Jelas jaksa penuntut umum itu pada tuan Marco.

__ADS_1


"Kalau begitu, apakah aku bisa menemuinya saat ini?" Tanya Marco berharap banyak pada sahabatnya ini.


"Masalahnya saat ini jam besuk di rumah sakit sudah berakhir tuan Marco." Ucap tuan Lorenzo.


"Bukankah kamu punya kuasa untuk itu?" setidaknya kamu bisa membesuknya ke sana dengan menggunakan jabatanmu sebagai seorang jaksa." Ucap tuan Marco.


Tuan Lorenzo berpikir sesaat karena ia tidak pernah menemui para tahanan setelah keputusan pengadilan menjatuhkan vonis penjara pada terdakwa.


Tapi, ia juga sangat ingin mengetahui keadaan Sandra saat ini karena hatinya juga sudah jatuh cinta kepada gadis itu.


"Baiklah!" Kalau begitu kita bisa berangkat sekarang." Ucap tuan Lorenzo.


"Terimakasih tuan Lorenzo, aku tidak akan melupakan kebaikan anda saat ini." Ucap Marco.


"Demi persahabatan kita, aku rela harus mendengarkan cibiran dari kolega ku, jika mereka mengetahui perbuatan aku mengunjungi tahanan yang saat sedang dirawat." Ujar tuan Lorenzo.


"Kamu hanya cukup menebalkan perasaanmu tidak tidak peduli dengan ucapan mereka karena kamu melakukan itu demi kemanusiaan." Tuan Marco mencoba menenangkan hati tuan Lorenzo.


Keduanya berangkat ke rumah sakit setelah membayar bil restoran untuk makan malam mereka.


Setibanya di rumah sakit, tuan Lorenzo bicara sebentar dengan para suster jaga di lantai sepuluh, di mana saat ini Sandra di rawat di kamar 103. Suster itu mengijinkan keduanya setelah tuan Lorenzo menunjukkan id card miliknya.


Petugas polisi yang menjaga di depan kamar Sandra segera bangkit berdiri untuk memberikan hormatnya kepada jaksa penuntut umum tersebut.


Tuan Lorenzo dengan kewibawaannya mengangguk hormat pada polisi itu lalu membuka pintu kamar Sandra. Gadis itu sedang tidur dengan beberapa peralatan medis menempel ditubuhnya.


Tuan Marco mendekati brangkar milik Sandra dan mencoba membangunkan gadis itu. Tapi, baru saja ia ingin menyapa Sandra, ia melihat borgol di salah satu tangan Sandra yang terpaut pada sisi ranjang.


"Astaga!" Kenapa mereka tega sekali memborgol tangannya saat ia sakit parah?" Tanya tuan Marco sedih.


"Sebentar!" Aku akan meminta polisi itu untuk membuka borgol gadis ini." Ucap tuan Lorenzo lalu menemui polisi untuk meminta kunci borgol milik Sandra.


Beberapa saat kemudian, Tuan Lorenzo membuka kunci borgol ditangannya Sandra membuat gadis ini tersentak kaget saat seseorang memegangi tangannya.


"Marco!" Pekik Sandra syok melihat kehadiran Marco dengan jaksa penuntut umum yang sudah berada di kamar inapnya.


"Tenang Sandra!" Aku akan menyelamatkan kamu. Aku sengaja meminta mereka melepaskan borgol ini dari tanganmu, apa kabarmu Sandra!" Apakah saat ini kamu sedang hamil?" Tuan Marco mengajukan banyak pertanyaan pada Sandra hingga membuat gadis ini makin tidak menyukai pria tampan ini.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan di sini?" Bagaimana mungkin kalian bisa datang berdua menemuiku?" Apa hubungan kalian berdua?" Apakah hukuman yang dijatuhkan padaku karena permintaan tuan Marco padamu, Tuan Lorenzo?" Tanya Sandra dengan suara parau.


"Hei, Sandra!" Mengapa kamu berpikiran picik seperti itu?" Justru aku datang ingin menyelamatkan kamu dengan meminta tolong jaksa ini untuk bisa memproses lagi hukumanmu supaya bisa dikurangi masa penahanannya." Ucap tuan Marco bohong.


Sandra mulai tertipu dengan perkataan tuan Marco padanya. Ibu hamil ini berpikir sesaat untuk keselamatan bayinya jika dia berada di penjara. Sementara tuan Marco mengedipkan matanya pada tuan Lorenzo untuk bisa meyakinkan Sandra atas niat baiknya.


"Benar nona Sandra, apa yang diucapkan oleh tuan Marco benar adanya. Kami tidak saling kenal satu sama lain. Kedatangan ia padaku karena ingin menolongmu setelah mencari tahu keberadaan aku dari beberapa media yang ia baca." Ucap tuan Lorenzo meyakini Sandra.


"Apakah hukumanku bisa dikurangin, tuan Lorenzo?" Tanya Sandra menatap tajam wajah tuan Lorenzo.


"Astaga!" Dia makin cantik saat terlihat pasrah seperti itu." Gumam tuan Lorenzo sambil menelan salivanya dengan gugup ketika ditatap oleh Sandra.


"Itu tergantung kamu Sandra. Jika kamu bersedia menceraikan Tuan Richard dan mau menikah dengan ku, akan menyelamatkan kamu dari balik jeruji besi.


Tapi jika kamu menolak, kamu bisa menjalankan masa hukumanmu selama dua tahun di penjara dan mungkin kamu akan melahirkan bayimu di penjara, bagaimana nona Sandra?" Tanya tuan Marco yang ingin memanfaatkan situasi Sandra saat ini.


"Dasar biadab!" Kamu ingin memerasku saat aku dalam keadaan lemah seperti ini, terkutuk kau tuan Marco!" Teriak Sandra lalu mengambil gelas yang ada di nakas dan melemparkan gelas itu ke arah tuan Marco.


"Nona Sandra!" Apakah kamu mendengarkan perkataan aku?" Tanya tuan Marco yang menyadarkan Sandra dari lamunannya.


Sandra terperangah dengan bayangannya sesaat. Ia lalu kembali fokus pada permintaan tuan Marco yang terdengar licik dan menjijikkan.


"Jika dengan cara ini aku bisa bebas dari penjara, lebih baik aku mengikuti saja syarat lelaki breng*ek ini daripada aku harus melahirkan bayiku di penjara.


Semoga saja suamiku mau menerima rencanaku ini agar dia bisa menceraikan aku sementara waktu dan kami bisa menikah lagi setelah itu." Gumam Sandra membatin.


"Sandra!" Apakah kamu mau menerima persyaratan yang aku ajukan untuk kepentingan kita berdua?" Tanya tuan Marco yang tidak sabaran mendengar penuturan Sandra dengan tawarannya.


"Aku ingin kamu memberikan waktu untuk aku bisa memikirkan hal yang berat dalam hidupku. Aku mohon pengertianmu, tuan Marco." Ucap Sandra pura-pura jual mahal karena dia tidak ingin pria bre*gsek ini mengetahui kelemahannya.


"Baiklah Sandra!" Kalau begitu kami pamit pulang. Aku harap kamu tidak terlalu lama memikirkan tawaranku karena aku bukan lelaki yang cukup sabar menanti seseorang." Ucap tuan Marco dengan angkuh.


Keduanya meninggalkan Sandra yang masih terlihat bengong ditempat tidurnya.


"Kamu lihat saja nanti tuan Marco!" Aku akan membalas penghinaan ini dengan membuatmu jera untuk menggoda wanita yang sudah bersuami." Ucap Sandra bermonolog.


Gadis ini merebahkan lagi tubuhnya dan memejamkan matanya setelah kepergian kedua lelaki br*ngsek itu dari kamar inapnya.

__ADS_1


__ADS_2