Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
9. Surprise


__ADS_3

Perkuliahan Sandra akhirnya selesai. Gadis itu dengan semangat merapikan buku dan laptop miliknya. Iapun bergegas meninggalkan kelasnya karena ingin cepat-cepat bertemu dengan pangerannya.


"Wah, cepat sekali mereka menjemputku." Gumam Sandra lirih ketika melihat mobil milik sang kekasih. Sandra melambaikan tangannya dari kejauhan. Tuan Richard yang saat ini sedang memakai kacamata terlihat makin tampan saat berdiri di depan mobil dengan gayanya yang terlihat santai hingga orang tidak mengira lelaki tampan ini dalam keadaan buta.


"Hai sayang!" Sapa Sandra lalu mengecup bibir Tuan Richard dengan mesra.


Teman-teman Sandra melihat adegan kemesraan Sandra dan Tuan Richard mulai berbisik-bisik.


"Apakah itu kekasihnya Sandra?" Tanya Julia pada Leticia.


"Mungkin saja, pantas selama ini, ia begitu jutek dengan para cowok." Ucap Leticia.


"Sandra beruntung sekali dapat cowok, sudah ganteng, keren dan tajir lagi. Lihat saja mobil mewah dan gaya kekasihnya." Ujar Johana.


Asisten Teddy membukakan pintu untuk Sandra dan Sandra memberikan kecupannya dibibir Tuan Richard lagi untuk kesekian kali.


"Apakah perkuliahanmu hari ini lancar?" Tanya Tuan Richard sambil memeluk pinggang sang kekasih dengan trus menerus membalas kecupan pada bibir sensual milik Sandra.


"Semuanya lancar atas berkat doa anda Tuan Richard." Ucap Sandra lalu membalas kecupan Tuan Richard lagi.


"Aku punya kejutan untukmu sayang, semoga kamu menyukainya." Ucap Tuan Richard.


"Kejutan...?" Ulang tahun aku dua bulan lagi Tuan Richard." Ujar Sandra.


"Tidak semua pemberian itu harus menunggu momen spesial pasangannya." Timpal Tuan Richard.


"Baiklah pangeran ku yang tampan, aku siap menerima kejutannya darimu." Tawa Sandra kedengaran sangat renyah.


Tidak butuh waktu lama, mereka sudah tiba di depan gedung apartemen mewah yang tidak pernah dibayangkan oleh Sandra kecuali mengagumi gedung itu setiap kali melewatinya.


"Tuan Richard, jangan katakan bahwa kita berdua akan tinggal di apartemen ini." Ucap Sandra merasa sangat takjub dan terkesan kampungan.


"Apakah kamu menyukainya sayang?"


"Lebih dari perasaan suka, sayang. Ini seperti mimpi bagiku, aku tidak sedang memasuki alam mimpi bukan?" Tanya Sandra sambil melihat sekitarnya.


Jari tangan Sandra digigit oleh Tuan Richard." Auhhgt, sakit sayang!" Pekik Sandra kesakitan.


"Berarti ini nyata sayang karena saat ini kamu tidak sedang tidur." Ucap Tuan Richard sambil tersenyum.


Asisten Teddy menekan nomor kode pintu kamar apartemen milik Tuan Richard dan Sandra. Ia pun membuka pintu dan Sandra menyeruak langsung ke dalam ruang tamu yang menyuguhkan desain interior yang begitu modern.


Iapun berjalan ke sana ke mari memeriksa semua ruangan dan meninggalkan Tuan Richard dan Teddy yang hanya tersenyum geli melihat tingkah Sandra yang sedang kegirangan saat ini.

__ADS_1


"Teddy, apakah Sandra sesenang itu mendapatkan kejutan ini?" Tanya Tuan Richard yang merasa penasaran dengan ekspresi Sandra yang begitu excited melihat apartemen yang dihadiahkan olehnya untuk permaisurinya.


"Jika Tuan Richard bisa melihat tingkah gadis itu saat ini, mungkin anda yang paling bahagia melihat raut wajah polosnya yang mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.


Wajah cantiknya begitu berbinar dan terlihat bingung dengan semua hiasan interior dan fasilitas yang serba modern dan otomatis. Mungkin seluruh hidupnya yang ia lewati dengan penderitaan digantikan dengan kebahagiaan yang anda berikan untuknya Tuan Richard." Ucap asisten Teddy yang sedang menggambarkan perasaan Sandra saat ini pada Tuan Richard.


"Teddy, apakah dia benar-benar sangat cantik?" Tanya Tuan Richard lagi.


"Melebihi dari ekspektasi anda Tuan. Anda tidak akan menyesal saat anda sudah mampu melihatnya, mungkin anda tidak akan pernah berpaling darinya.


Mungkin saat pertama bertemu dengan anda, ia sedikit menjaga imagenya di depan anda dengan menampilkan dirinya sesuai dengan anda inginkan.


Namun melihat keceriaannya hari ini, ia kembali tampil seperti dirinya sendiri. Tanpa ada suatu tipuan karena hidupnya yang tidak pernah terlihat culas pada siapapun." Ucap asisten Teddy.


"Benarkah dia begitu naif?" Tanya Tuan Richard.


"Benar Tuan, tapi dari luar kelihatannya ia adalah gadis tangguh, tapi sepertinya ia sangat membutuhkan seseorang yang bisa menompang hidupnya. Dan ia sudah menemukan anda, Tuan Richard." Ucap asisten Teddy.


"Tuan Richard, tuan Teddy. Di sini terlalu banyak alat-alat yang tidak bisa aku gunakan." Ucap Sandra malu-malu.


Tuan Richard hampir ngakak mendengar kepolosan Sandra, tapi ia menahan tawanya agar gadis itu tidak malu kepada mereka berdua.


"Baiklah nona Sandra! saya akan menunjukkan cara penggunaannya agar anda tidak kesulitan untuk melakukannya nanti." Ucap Teddy dengan sedikit tersenyum.


Tuan Richard makin terkekeh mendengar ocehan Sandra yang terlihat seperti anak kecil.


Semua perkakas rumah tangga yang butuh penjelasan yang lebih detail, di jelaskan oleh asisten Teddy dan meminta gadis itu mengulang apa yang sudah ia ajarkan.


Alhasil, Sandra cepat memahami dan dia ingin melakukannya berkali-kali membuat Teddy tertawa geli.


"Sudah cukup nona Sandra, jangan menghabiskan kopi dan roti itu karena tidak ada tamu yang datang kecuali kita bertiga.


"Tidak apa tuan Teddy, kamu bisa membawanya dan membagikan orang-orang yang membutuhkan di jalan raya nanti. Katakan ini dariku supaya mereka akan mendoakan untuk kebahagiaan aku dan Tuan Richard.


Aku ingin tuan Richard segera mendapatkan donor mata agar ia bisa melihat wajahku." Ucap Sandra yang tiba-tiba terlihat mendung di wajahnya.


"Baiklah nona Sandra, aku akan membagikan kopi dan roti buatan mu." Teddy tidak ingin melihat Sandra bersedih.


"Sayang, kemarilah bawakan aku roti buatan kamu dan kopinya, kita makan bersama di sini." Pinta Tuan Richard yang ingin merasakan kopi buatan Sandra.


"Maaf Tuan Richard, aku terlihat bodoh di depanmu." Sandra baru menyadari dirinya terlihat kampungan di depan dua lelaki tampan itu.


"Justru, aku lebih senang kamu seperti ini sayang, dari pada kamu berusaha jaim di hadapan aku." Ucap Tuan Richard menghibur wanitanya.

__ADS_1


Keduanya duduk menghadap meja dan mulai menikmati makanan mereka berupa roti bakar yang dibuat oleh Sandra.


Tuan Teddy pamit pada keduanya untuk melanjutkan pekerjaannya. Ia pun membawa roti dan kopi untuk sekuriti apartemen.


Sepeninggalnya asisten Teddy, Sandra meminta sesuatu kepada Tuan Richard.


"Tuan Richard, apakah aku boleh meminta sesuatu kepadamu?" Tanya Sandra.


"Tentu saja sayang."


"Aku ingin membawa mobil sendiri ke kampus." Ucap Sandra.


"Aku akan meminta Teddy mengirimkan mobil untukmu."


"Bukan mobil anda Tuan Richard, tapi mobilku sendiri yang aku titipkan di apartemen ku yang lama." ujar Sandra.


"Tidak Sandra! kamu harus menggunakan mobil baru karena saat ini kamu sudah bersama denganku. Aku punya perusahaan mobil dan aku akan meminta Teddy mengirimkan satu unit mobil untukmu." Ucap Tuan Richard.


"Tapi, Tuan!"


"Hussstt, jangan coba-coba membantah ucapan ku atau aku akan memperkosamu." Ancam Tuan Richard serius.


"Mauuuu..!" Ujar Sandra lalu duduk di pangkuan Tuan Richard dengan mengalungkan kedua tangannya ke leher kokoh milik Tuan Richard.


Tuan Richard terkekeh dengan candaan Sandra yang tidak bisa membuatnya serius menghadapi gadis ini.


"Apakah kamu sedang menggodaku, sayang?"


"Dengan senang hati, sayang." Ucap Sandra manja.


"Kalau begitu kita coba bercinta di kamar baru kita." Pinta Tuan Richard.


"Tapi aku lapar Tuan Richard, sayang." Rengek Sandra manja.


"Astaga, aku lupa kalau kita belum makan malam. Tolong Carikan nomor restoran yang ada di ponselku. Biar aku yang akan menghubungi mereka." Titah Tuan Richard.


"Baiklah Tuan Richard!"


Sandra mencari satu persatu nama restoran yang tertera di dalam ponsel itu." Hahh...ini semua restoran mahal Tuan Richard." Ucap Sandra terkejut dengan semua restoran yang ia ketahui sangat mahal harganya.


"Siapa bilang aku mau beli sayang, itu restoran keluargaku jadi aku tinggal memesannya saja." Ucap Tuan Richard.


" Jadi dari sekian banyak restoran ini, adalah milik keluarga anda?"

__ADS_1


Lagi-lagi Sandra memperlihatkan kekagumannya pada sosok lelaki hebat di depannya yang membuat dirinya tidak layak berada di hadapan Tuan Richard.


__ADS_2