Wanita Simpanan CEO Buta

Wanita Simpanan CEO Buta
20. Penolakan


__ADS_3

"Tolong jangan bercanda sayang. Itu adalah candaan sentimentil yang terdengar seperti sampah.


Kamu tidak akan melakukan kebodohan dalam hidupmu dengan membohongi aku selama ini, kalau kamu benar-benar pelaku tabrakan itu." Ucap Tuan Richard terdengar menghardik Sandra dengan tatapan matanya yang begitu tajam.


Sandra merasa serba salah, mengakui kebenarannya atau menolaknya. Melihat sikap Tuan Richard yang begitu membenci pelaku tabrakan itu membuat hatinya seketika menciut, apalagi saat ini mereka baru bertemu membuatnya enggan untuk berkata jujur pada Tuan Richard.


"Ya Tuhan, tolong aku!"


Sandra bangkit hendak ke kamar mandi. Rasanya perutnya makin mual karena begitu setress menghadapi situasi yang tidak berpihak kepadanya.


"Bagaimana caraku untuk berkata jujur kalau dia sendiri sangat membenciku yang telah menabrak dirinya hingga membuatnya buta.


Sekarang dia meminta aku menjadi istrinya sementara permasalahan sebelumnya belum terselesaikan, apakah aku nekat saja menerima pinangannya untuk menikah?" Oh, Tuan Richard kamu ingin menjadikan aku permaisurimu, namun di saat yang sama kamu juga akan menjadikan aku sebagai tawananmu." Keluh Sandra sambil membersihkan tubuhnya.


Tanpa di sadari Sandra, Tuan Richard sudah berada di belakangnya dan memeluk tubuh polos itu.


"Astaga!" Sentak Sandra yang begitu kaget dengan kehadiran Tuan Richard.


"kenapa kamu begitu kaget sayang?" Apakah kamu sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Tuan Richard lalu mematikan shower.


Keduanya kembali berciuman dan seperti biasa tidak terjadi hubungan intim diantara keduanya karena mereka sudah sepakat untuk melakukannya di malam pengantin.


🌷🌷🌷🌷🌷


Keesokan harinya, Sandra kembali ke kampusnya di antar oleh Tuan Richard. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan. Ketika memasuki ruang dosen, semua nampak terpana melihat pasangan ini terlebih Alicia yang menunggu sahabatnya itu semalam suntuk.


"Selamat pagi!" Sapa pasangan itu bersamaan.


"Pagi!" Ucap para dosen yang nampak senang melihat Sandra berhasil mengikat sang Milioner yang sudah banyak menyumbang dana untuk peningkatan pendidikan di kampus mereka.


"Perkenalkan ini Tuan Richard!" Ucap Sandra malu-malu."

__ADS_1


Mereka pun saling bersalaman dengan menyebutkan nama mereka kepada Tuan Richard.


"Sandra, aku senang kamu akhirnya bertemu dengan seorang lelaki tampan dan kamu tidak akan di anggap gadis cupu lagi." Sindir Anna yang merupakan dosen senior di kampus itu.


"Kami ke sini ingin pamit karena saya akan menikahi Sandra dalam waktu dekat ini." Ucap Tuan Richard.


"Apa...?" Bagaimana mungkin Tuan Richard bisa menikahi nona Sandra secepat itu, padahal kalian baru berkenalan." Ucap Gabriel.


"Kami sebelumnya sudah dekat sejak lima tahun yang lalu, hanya saja gadis nakal ini kabur dariku dan aku beruntung bisa menemukannya di sini." Ucap Tuan Richard sambil melirik sang kekasih yang kelihatan grogi di depan rekan kerjanya.


"Pantas saja dia tidak mau membuka hatinya untuk siapapun dan tidak ingin ke manapun kecuali ke kampus dan pasar." Ucap Elisabeth.


Mendengar pengakuan semua teman-teman Sandra tentang pergaulan sang kekasih, membuat Tuan Richard makin kagum dan sangat mencintai wanitanya.


"Sandra!" Berarti selama ini, hati dan ragamu hanya untukku." Gumam Tuan Richard membatin sambil mengulum senyumnya.


Sandra memeluk satu persatu rekan kerjanya dan diantara mereka mendoakan kebahagiaan gadis ini.


Alisia merasa sangat kehilangan atas kepergian sahabatnya itu.


"Kamu bisa ke Amerika jika kamu merindukanku Alicia." Ucap Sandra yang juga ikut menangis.


"Dia datang hanya untuk mengambilmu dari kami. Jika Tuan Richard menyakitimu, kamu tahu tempat yang bisa kamu datangi, Sandra. Tempat itu adalah kampus ini." Ucap nyonya Elisabeth.


Adegan haru biru itu akhirnya berakhir dengan Tuan Richard membawa kekasihnya pulang kembali ke tanah air mereka.


Di dalam pesawat jet pribadi milik Tuan Richard, Sandra di sambut baik oleh pramugari.


"Selamat datang nona!" Ucap ketiganya kepada Sandra.


Sandra hanya mengangguk hormat dengan sedikit membungkukkan badannya kepada pilot dan ketiga pramugari tersebut.

__ADS_1


Tuan Richard mengajak wanitanya masuk ke kamarnya. Sandra melihat keadaan di kamar itu yang membuatnya makin takjub.


"Beginikah menjadi orang kaya?" Semuanya terasa berada di surga dengan para pelayan yang siap melayani kebutuhanmu." Ujar Sandra sedikit sinis pada Tuan Richard.


"Ini juga milikmu sayang, karena sebentar lagi kamu sudah menyandang nyonya Richard Miller." Ucap Tuan Richard lalu mencium bibir Sandra dengan gemas.


"Aku seperti putri Cinderella yang merupakan gadis Upik abu yang mendapatkan pangeran sepertimu Tuan Richard." Ujar Sandra lalu menghenyakkan tubuhnya di atas tempat tidur itu.


"Sandra, sayang!" Apakah kamu sangat menyesal dilahirkan ke dunia ini dengan segala keterbatasan ekonomi dan memaksamu untuk bekerja keras untuk mendapatkan keinginanmu?" Tanya Tuan Richard.


"Aku harus merelakan tubuhku disentuh olehmu karena setiap lembar dollar yang sudah mengantar aku ke impianku menjadi seorang dosen." Ucap Sandra.


"Sayang, mungkin awalnya aku memperlakukan kamu seperti itu, tapi seiringnya waktu, aku merubah statusmu menjadi seorang kekasih. Apakah kamu masih merasa terhina dengan status itu?" Tanya Tuan Richard seraya menangkup dagu Sandra yang terlihat bergetar karena menahan tangisnya.


"Andai saja aku bukan pelaku penabrakan itu, mungkin aku wanita yang paling bahagia menjadi istrimu, Tuan Richard." Ucap Sandra dalam diamnya.


"Aku takut jika masanya tiba, mungkin kamu akan sangat membenciku lebih dari perasaan cintamu padaku." Timpal Sandra.


"Hei, aku tidak punya alasan untuk itu Sandra. Membencimu tanpa sebab, bukankah itu adalah hal yang sangat konyol."


"Ah, andaikan saja aku mampu berkata yang sejujurnya, mungkin hatimu tidak akan terlanjur mencintaiku." Air mata Sandra tidak kuasa menahan tangisnya yang makin menjadi, membuat Tuan Richard bingung menghadapi gadis ini.


"Sandra, jangan memikirkan hal yang belum kita lewati. Kita akan menikah lalu kamu hamil dan melahirkan banyak anak untukku, bukankah itu adalah impian sederhana setiap pasangan?" Tanya Tuan Richard.


Sandra nampak pasrah dengan keadaan saat ini karena dia tidak mampu memadamkan cinta yang sedang berkobar di Tuan Richard untuk dirinya.


"Yang terjadi biar saja terjadi nantinya. Aku pasrah akan takdir ini sekalipun aku akan dilemparkan ke dalam jurang kehancuran karena menyimpan rahasia besar ini." Ujar Sandra dalam diamnya.


Pesawat yang membawa mereka kembali ke tanah air berjalan tanpa ada hambatan. Cuaca di luar sana begitu cerah, secerah hati pemilik cinta antara Tuan Richard dan Sandra saat ini.


Keduanya kembali bergumul dengan cinta yang mereka punya tanpa melewati batas komitmen yang mereka ikrar kan bersama.

__ADS_1


Pramugari mengetuk pintu kabin milik Tuan Richard untuk menawarkan beberapa kudapan yang diinginkan oleh pasangan ini.


Tuan Richard menanyakan kepada wanitanya untuk menu makan siang mereka, namun Sandra, saat ini masih saja termenung walaupun Tuan Richard sudah melakukan berbagai cara untuk menghibur sang kekasih.


__ADS_2