
Hari kedua berlalu dengan hanya kedatangan Saka di atas bukit Wono Ageng. Setelah teman Damar itu datang tidak ada lagi murid yang datang lagi. Kini keduanya meringkuk bersama di sebuah pelataran batu yang berada di atas bukit. Tidak ada lagi kata yang mereka berdua ucapkan. Keduanya memilih tidur memejamkan matanya dan berharap besok pagi murid-murid peserta pertandingan akan berdatangan.
Sungguh suasana bukit Wono Ageng amat begitu sepi. Hanya ada dua anak manusia yang ada di atasnya seperti tidak terlihat. Hal tersebut tentu saja terjadi karena bukit Wono Ageng sendiri memiliki kekuatan yang tidak bisa ditembus oleh hewan hutan biasa. Maka dari itu, sebenarnya Damar dan Saka akan aman-aman saja berada di atas bukit.
Damar dan Saka terlelap. Hawa dingin malam itu membuat kedua remaja tersebut terlihat kedinginan. Terlebih angin yang berhembus di atas bukit lumayan kencang. Wulung akhirnya menampakkan wujudnya menjadi elang emas. Ia kemudian melebarkan sayapnya agar bisa menutupi kedua tubuh bocah. Terlihat perubahan ekspresi baik dari damar maupun Saka. Wulung meyakini mereka sudah cukup hangat saat ini. Kedua anak tersebut tampak lebih nyaman ketimbang tadi.
Suara lolongan Serigala membuat Wulung waspada dan senantiasa berjaga. Ia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Damar. Bagaimanapun ia telah menandatangani kontrak tuan dan pengikut. Dengan begitu ia harus memastikan sang tuan aman.
Tidak disangka serigala tersebut rupanya naik ke atas bukit. Bisa dipastikan bahwa itu bukan binatang biasa. Wulung kemudian menjamkan matanya mencoba melihat apakah serigala tersebut adalah serigala biasa tau merupakan binatang mistis penghuni hutan larangan seperti dirinya.
Sesaat kemudian Wulung tersenyum. Senyuman tersebut lebih seperti seringai. Tatapan tak bersahabat sang serigala yang ternyata juga merupakan binatang mistis itu pun membuat Wulung waspada.
" Mau apa kau serigala putih?"
" Berikan anak itu kepada ku?"
" Wohooo kau tidak bisa sembarangan begitu. Dia adalah tuanku. Kau jangan macam-macam."
Serigala putih itu kini menunjukkan wujud aslinya. Yang tadinya ia berwujud serigala biasa kini ia berubah menjadi serigala yang bewarna putih dengan sebuah mata emas di sisi kanan dan mata biru disisi kiri.
Auuuuuuuuuu
Lolongan serigala putih itu sungguh memekakkan telinga bagi mereka yang bisa mendengarkan. Dan, tentu saja Damar langsung terbangun. Wulung tentu saja terkejut, begitu juga serigala tersebut. Bagaimana bocah itu bisa terbangun?
" Wulung, apakah ada serigala di hutan ini? Woaaaah itu serigala betulan. Cantik sekali. Mana warna matanya beda lagi. Hei siapa namamu?"
Serigala tersebut sungguh heran, bocah yang baru saja bangun dari tidurnya itu selain bisa mendengar suaranya juga bisa melihat wujudnya dan tidak takut terhadapnya.
__ADS_1
" Kau bisa melihatku?"
" Eeeh tentu saja bisa. Orang kau terlihat begitu besar bulu mu begitu putih, masa iya tidak lihat. Wulung, apa dia temanmu? Apa kau membawa teman kemari?"
Wulung, si elang emas itu hany tersnyum simpul. Bocah yang jadi tuannya ini memang bukan bocah biasa. Jika anak seusia mereka akan takut jika melihat binatang mistis, tapi Damar tidak.
" Dia bukan temanku, dia mau meminta kau untuk jadi makanannya?"
Damar menaikan sebelah alisnya. Ia sungguh tidak percaya dengan ucapan Wulung. Tatapn tidak percaya itu semakin menjadi saat Damar mecoba menelusup ke mata sang serigala.
" Kau salah Wulung, dia bukannya mau memakanku. Dia hanya mau meminta sedikit energiku untuk menyembuhkan luka ditubuhnya."
Serigala putih bermata emas dan biru itu sungguh terkejut mendengar ucapan bocah yang berada di depannya. Bagaiman bocah itu bisa tahu kalau dia terluka dan membutuhkan kekuatan untuk menyembuhkan lukanya. Lain dengan serigala itu yang keheranan, Wulung hanya tersenyum. Ia akan membiarkan serigala putih tersebut semakin terkejut dengan kemampuan Damar.
Meninggalkan serigala putih yang masih terkejut, Damar kemudian memanggil pedang pitu miliknya. Pedang itu pun muncul di tangan kananya. Damar menaruh di depan tubuhnya lalu merapal kan mantra. Sesaat pedang berubah menjadi sebuah cahaya hijau, sama dengan saat damar menyembuhkan luka di tubuh wulung. Tapi karena luka dalam yang ada di tubuh serigala ini lumayan dalam. Damar kemudian merapal kan mantra lagi dan mengeluarkan sosok pedang pitu yang berwarna emas. Fungsinya ialah untuk mendorong cahaya hijau itu agar bisa menaembus tubuh serigala putih.
Ternyata Damar juga tahu bahwa bulu putih milik serigala tersebut bukan hanya sekedar bulu yang melindungi tubuh melainkan ada kekuatan yang terkandung dalam bulu putih tersebut yang melindungi pemiliknya dari kekuatan lain dari luar.
Syuuuut
Sluuuup
Cahaya kehijauan milik pedang pitu masuk dan menelusup menembus tubuh serigala putih. Sesaat serigala putih tersebut mengeranng karena rasa panas saat cahaya berwarna hijau itu berhasil mengenai luka dalamnya. Namun setelah itu rasa dingin dan berubah menjadi rasa nyaman bisa ia rasakan oleh sang serigala.
Damar mengembalikan pedang pitu kewujud semula lalu menyimpannya kembali ke dalam tubuhnya. Tentu saja serigala putih itu sungguh takjub dengan apa yang diperbuat Damar.
" Terimakasih bocah kau sudah menyelamatkanku. Jika bukan karena mu bulan purnama besok aku pasti akan mati."
__ADS_1
" Sama-sama. sesama makhluk hidup harus saling menolong bukan?"
Serigala putih tersebut tertegun mendengar ucapan Damar. Baru kali ini dia dianggap sebagai makhluk hidup. Biasanya mereka yang menemuinya ingin mengusainya karena dianggap sebagi senjata ampuh dalam melawan musuh.
" Bocah, maukah kau menadatangani kontrak dengan ku."
" Wohooo jangan sembarangan kau serigala, Damar sudah punya aku, mengapa harus tambah kau juga."
" Tidak ada larangan seseorang memiliki lebih dari satu bintang mistis."
Damar sungguh terkejut. Niatnya menolong lagi-lagi malah harus membawa binatang mistis bersamanya.
" Tapi kata wulung benar serigala, aku sudah punya dia."
" Panggil aku Taraksa. Tidak masalah bocah, aku hanya akan ikut dengan mu. Tampaknya aku sudah menemukan rumahku."
Damar sedikit bingung, namun ia juga tidak tega jika harus menolak. Damar pun akhirnya setuju, ia kembali menandatangi kontrak dengan bintang mistis tersebut. Dengan cara yang sama yakni ia meneteskan sedikit darahnya ke kepala serigala putih. Dan dengan demikian ia resmi menjadi tuan serigala putih itu.
" Haish, apa kata romo nanti jika aku pulang membawa dua binatang mistis."
Damar menguap, lalu kembali melanjutkan tidurnya.
" Anak ini benar-benar istimewa," ucap Serigala tersebut.
" Haaaah, itu yang aku katakan saat pertama kali saat bertemu dengannya. Aku yakin dia akan jadi seorang pendekar hebat," sahut Wulung si elang emas.
Taraksa termenung, ia menatap lekat wajah bocah yang jadi tuannya itu. Tampak wajah yang tulus dan tanpa pamrih. Bahkan setelah menolong pun pemuda itu tidak berkata apapun.
__ADS_1
" Sungguh manusia yang langka. Aku berjanji akan mengikuti mu sampai kapanpun."
TBC