
Ketiganya akhirnya kembali ke Kadipaten Gendingan. Semua orang menyambut gembira terlebih Indira. Ia langsung berlari menghampiri dan memeluk Damar dengan erat. Indira Bersyukur semua kembali dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.
" Auch ..."
" Kakang, apakah ada yang terluka?"
Indira membawa Damar masuk ke penginapan untuk memeriksa luka begitu juga dengan sang romo. Ki prama yang lumayan kehilangan tenaga karena menghancurkan formasi yang dibuat Balaajaya itu juga tengah diobati oleh Wardani.
Semuanya berkumpul di ruang tengah penginapan. Damar dan Mahesa masih menunggu penjelasan Pramadana mengenai kejadian yang tadi mereka lihat.
Ki Prama menjelaskan bahwa Balaajaya memang mempelajari ilmu hitam. Ditambah dia salh dalam memperlajari buku rahasia. Dimana buku itu merupakan buku rahasia yang memiliki rangkaian dalam mempelajarainya. Seperti yang sudah di ajarkan oleh Pramadana sebelum Damar mempelajari jurus waktu itu, Damar harus bertapa untuk membersihkan hatinya. Hal tersebut tidak dilakukan oleh Balaajaya, sehingga ambisi dan obsesi memenuhi hatinya jadi jurus dan ilmu kanuragan yang dihasilkan menjadi tak lagi murni dan malah menjadi semakin menjerumuskan.
Memang terasa lebih kuat tapi kekuatan tersebut seperti menipu si pengguna. Kekuatan tersebut bukanlah kekuatan sebenarnya, keuatan tersebut merupakan manipulasi dari iblis yang ingin mengambil alih tubuh manusia.
Jadi bisa diambil kesimpulan, buku rahasia yang berjumlah 2 buah itu sejatinya merupakan buku pusaka yang jika salah mempelajarinya malah akan menimbulkan bencana.
Jika sudah begitu, tubuh asli kehilangan kuasanya dan berubah menjadi iblis. Ketika iblis menguasai maka bisa dipastikan akan terkalahkan melalui kelemahan yang dimiliki.
Damar, Mahesa dan yang lainnya kini paham dengan maksud Ki Prama dan pentingnya pengendalian diri dalam melakukan sesuatu. termasuk dalam belajar ilmu kanuragan.
*
*
*
Pertandingan di Kadipaten Gendingan dinyatakan ditunda untuk sementara waktu. Entah hal apa yang membuat dua kali Pertandingan tersebut selalu gagal di laksanakan di tempat itu. Hingga Ranawijaya meminta kepada Gusti Prabu Akilendra untuk mencari tempat lain jika ingin mengadakan pertandingan lagi.
Di sisi lain, Ranawijaya tentu senang melihat kembalinya Ki Pramadana atau yang memiliki nama asli Manggala. Ya, Ki Manggala merupakan seseorang yang pernah melatih dirinya sehingga Ranawijaya bisa mempunya ilmu kanuragan yang mumpuni juga.
__ADS_1
Sama halnya dengan Ranawijaya, Projo juga sangat senang dengan munculnya Ki Manggala. Ia bahkan membaa Ki manggala, Damar dan semua murid Padepokan Resik Jiwo kembali ke Padepokan Pedang sakti.
Ada rasa haru yan tidak bisa diungkapkan Ki Manggala saat menginjakkan kakinya di tempat dimana ia dibesarkan itu. Tempat yang ia tinggalkan puluhan tahun itu memang tidak banyak berubah.
Pun sama dengan Damar, meskipun dia tidak punya ingatan mengenai tempat itu. Namun bayangan-bayangan yang ia lihat berhasil membuat air mata anak itu luruh.
" Romo!"
" Itu merupakan salah satu keistimewaan mu le, bayangan-bayangan yang kamu lihat adalah masalalu yang memang pernah terjadi."
Damar tergugu, dan Ki Manggala langsung memeluk anak itu. Anak 14 tahun yang tidak pernah tahu siapa kedua orang tuanya itu kini tahu siapa orang tua yang sebenanrya mengenai bayangan masa lalu yang ia muncul dalam pelupuk matanya. Ada rasa senang dan sedih yang dirasakan Damar. Senang karena dia bisa mengetahui rupa romo dan ibunya, namun ia sedih kedua rang tuanya tiada dengan cara yang mengenaskan.
Namun satu hal yang ia berhasil lakukan adalah membalas kematian kedua orang tuanya tanpa dendam kesumat yang memenuhi hatinya.
Projo mengumpulkan semua orang di pendopo padepokan. Ia mengenalkan Damar sebagai penerus kepemimpinan Padepokan Pedang sakti. Projo menjelaskan bahwa Damar Pawitra adalah putra dari Wiradarma dan gayatri. tentu semua ornag sangat terkejut. Mereka semakin terkejut saat melihat Ki Manggala juga berdiri di sana.
" Tapi aki, aku tidak mau jadi pemimpin di sini?"
" Jika aku boleh membaeri saran. Biarkan Romo saja yang memimpin. Mari kita gabung padepokan pedang sakti dengan padepokan resik jiwo. Dan kita ubah semua pengajaran di padepokan peang sakti ini. Kita bangun menjadi lebih baik lagi."
Pemikiran bocah 14 tahun itu sungguh luar biasa. Bagaimana bocah semuda itu memiliki pola pikir yang maju ke depan.
" Lalu nama apa yang akan digunakan le?"
Damar terdiam sejenak mendengar ucapan sang romo. Ia tidak mungkin menggunakan salah satu nama dari kedua padepokan. Akan terkesan tidak adil.
" Ahhh, aku tahu. Mari kita menggunakan nama padepokan Pedang Jiwa Suci."
Nama yang diusulkan Damar membuat semua orang tersenyum mengangguk setuju. Damar pun menjelaskan mengapa memilih nama itu.
__ADS_1
Ia berharap setiap yang belajar dipadepokan tersebut memiliki jiwa yang bersih, hati yang baik yang tidak memiliki ambisi kotor dan rasa mementing diri sendiri.
Ki Manggala sungguh bangga dengan apa yang disampaikan oleh putranya itu. Sebenarnya Ki Manggala juga enggan untuk memimpin padepokan tersebut. Tapi ia merasa bertanggungjawab membenahi pedepokan yang sudah dirusak oleh Balaajaya belasan tahun. Terlebih Manggala juga besar ditempat itu. Ia merasa berkewajiban untuk membangun tempat dimana ia berasal setelah sebelumnya meninggalkannya karena kebencian Balaajaya juga.
" Baiklah sudah diputuskan, kita akan menggabungkan padepokan pedang sakti dan padepokan resik jiwo menjadi padepokan pedang jiwa suci."
Semua bersorak gembira dengan perombakan yang terjadi hari ini. Seperti mendapatkan air ditengah dahaga, ada rasa senang yang dirasakan masing-masing dari mereka.
" Le, maafkan aki yang tidak bisa melindungi kedua orang tuamu saat itu."
" Tidak apa-apa Ki Projo. Aku yakin dirimu waktu itu juga dalam situasi yang tidak bagus. Terimakasih sudah membiarkan aku hidup."
" Le, bolehkan aku memelukmu?"
Damar mengangguk, Pojo kemudian lagsung memeluk Damar mencurahkan rasa bersalahnya dan rasa bahagianya bisa bertemu dengan anak dari Wira dan gayatri.
"Den lihatlah, anak mu sungguh jadi pemuda yang hebat dan berbudi luhur. Kau benar-benar harus bangga dengan putramu."
Damar tahu apa yang tenggah dirasakan oleh Ki Projo, ia pun mengusap punggungKi Projo dengan lembut.
Kini semua nya kembali sesuai degan yang diharapkan Projo. Ia yakin di angan Ki Manggala tempat ini akan menjadi lebih baik lagi bahkan semakin baik. Terucap syukur dalam hati Ki Projo melihat keharmonisan yangia lihat saat ini.
semua sudah kembali pada keadan yang semestinya. Kebaikan megalahkan kejahatan dan kesalahan harus dipertnggungjawbkan.
... - SELESAI-...
Warrior of The Seven Swords Selesai sampai disini ya teman-teman. Terimakasih yang sudah mau membaca karya Author.
Sampai jumpa lagi di karya-karya author yang lain.
__ADS_1
Terimaksaih, matursuwun. Khamsahamida.