What is My Destiny

What is My Destiny
11 Kecemburuan 1


__ADS_3

Seorang pria berkacamata dengan kamera menggantung di lehernya berjalan was-was. Matanya melihat ke kanan kiri, mengamati keadaan sekitar.  Saat merasa situasi aman, pria itu masuk ke dalam sebuah mobil yang sedang menunggunya di pinggir jalan.


Di dalam mobil itu terdapat dua orang wanita yang adalah Maretha Ferician dan ibunya, Myra Luciana. Juga seorang pria yang merupakan supir dan sekaligus orang kepercayaan mereka.


Lalu pria itu menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Nyonya Myra. Amplop coklat itu berisi foto-foto Axell. Kebanyakan pada foto-foto itu terlihat Axell sering berduaan dengan seorang wanita.


Retha yang melihat foto-foto tersebut menjadi geram dan bertanya, "Siapa wanita ini? Mengapa dia selalu terlihat berduaan dengan Axell?"


"Dia adalah salah satu pegawai di Ern&Do Collection. Namanya Ara. Aku telah mengamati mereka beberapa kali. Walaupun sering terlihat bersama, tetapi hubungan mereka selama ini hanya sebatas Bos dan pegawai saja. Tidak ada yang spesial." Jawab pria itu yang ternyata adalah seorang mata-mata yang dibayar mereka untuk mengamati Axell.


"Kita harus mewaspadai wanita ini. Awasi setiap gerak-gerik wanita ini dan laporkan pada kami." Nyonya Myra terlihat tidak suka dengan wanita itu. Ia merasa ada hubungan yang spesial diantara mereka.


Bekerja di perusahaan yang sama, tinggal di apartemen yang sama, beberapa kali pulang bareng dan juga terlihat makan bersama. Sungguh mencurigakan.


Nyonya Myra lalu memberikan dua buah amplop yang berisi segeplok uang kepada pria tersebut.

__ADS_1


Kemudian ia berkata "Lanjutkan pekerjaanmu dan ini bayarannya. Ingat jangan pernah langsung menghubungi aku atau Retha. Kontak pak Suryo saja jika ada suatu masalah penting atau mendesak."


"Baik Bu." jawab pria itu lalu ia keluar dari mobil setelah memastikan situasi di luar terlihat aman.


Retha kembali merengek pada ibunya. "Ibu bagaimana ini? Jika wanita itu terus menempel pada kak Axell, bahkan Shiena belum ditemukan, harapanku untuk bisa bersama dengan kak Axell akan pupus."


Nyonya Myra diam saja, ia terlihat sedang berpikir.


"Selama ini hati kak Axell selalu tertutup. Dia tidak pernah dekat dan berhubungan dengan satu pun wanita. Ia juga selalu bersikap acuh dan tak peduli padaku. Kupikir itu karena ia masih belum bisa melupakan Shiena. Hingga sekarang, aku masih belum berhasil membuka hatinya."


"Tetapi sekarang, muncul wanita pengacau ini. Bagaimana kalau hati kak Axell berhasil direbut olehnya?" lanjutnya lagi merengek cemas. Dirinya diliputi rasa kekhawatiran dan ketakutan.


Lalu Nyonya Myra teringat sesuatu. Ia pun menanyakan kepada supirnya, "Pak Suryo, apakah liontin dengan rancangan yang kita ambil diam-diam waktu itu sudah selesai dibuat?"


"Sudah, Bu." jawab Pak Suryo.

__ADS_1


Nyonya Myra melanjutkan, "Baik, sekarang juga kita pergi untuk mengambil liontin tersebut. Setelah itu, maka langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mencari seorang wanita yang kira-kira sebaya dengan Shiena untuk menyuruhnya berpura-pura menjadi dirinya yang palsu."


Mobil mereka akhirnya telah tiba di tujuan. Mobil itu berhenti di depan sebuah rumah kecil yang terlihat berantakan.


Nyonya Myra terlihat ragu, ia bertanya pada Pak Suryo, "Bapak yakin ini tempatnya?"


Pak Suryo menjawab, "Iya Bu. Walaupun tempat ini kecil dan terpencil, tapi pak tua itu sangat terampil dan rapih dalam melakukan pekerjaannya. Ia telah banyak membuat perhiasan tiruan. Tidak akan ada yang menyadari bahwa liontin yang kita buat ini adalah tiruan."


"Baiklah ambil liontin itu sekarang."


Setelah beberapa menit, Pak Suryo kembali dengan membawa kotak kecil perhiasan. Kotak itu berisi sebuah liontin dengan bentuk seperti sebuah bola kecil dengan beberapa bunga aster di sekelilingnya.


Retha mengambilnya dan mencoba membuka liontin yang berbentuk bola tersebut. Namun liontin itu tidak bisa dibuka.


Ia lalu memberitahu ibunya, "Ibu, seharusnya liontin ini bisa dibuka dan didalamnya terdapat huruf AF yang adalah inisial nama kak Shiena. Sama seperti liontin milikku ini."

__ADS_1


"Coba perlihatkan liontinmu pada Ibu." Ibu penasaran ingin melihat liontin milik Retha. Ternyata benar, pada liontin milik Retha yang berbentuk hati dapat dibuka. Di dalam liontin itu terdapat huruf MF yang merupakan inisial namanya.


Nyonya Myra pun memerintahkan pak Suryo kembali ke rumah pak tua si pembuat liontin palsu untuk memintanya mengubah liontin yang telah dia buat tersebut menyerupai liontin milik Retha yang bisa dibuka serta menambahkan huruf AF didalam bola liontin tersebut. Nyonya Myra juga memberikan sebuah amplop coklat yang berisikan sejumlah uang untuk diberikan kepada pak tua sebagai bayarannya.


__ADS_2