What is My Destiny

What is My Destiny
20 Alergi


__ADS_3

Selesai makan, Ryon mengajak Ara untuk lanjut makan es krim terenak yang ada di Jakarta. Ia mengatakan kalau es krim adalah makanan yang paling baik untuk mengubah mood jelek seseorang menjadi baik lagi.


Ini pertama kalinya ia makan es krim. Ara mengambil sesendok es krim miliknya yang memiliki rasa stroberi. Lalu memasukkannya ke dalam mulutnya. Ia merasa ternyata es krim ini enak sekali. Biasanya di kampung ia hanya makan es mambo atau es potong. Karena di sana tidak ada yang menjual es krim.


Tiba-tiba ia merasa ada yang tidak nyaman pada tubuhnya. Ia merasa sedikit sesak dan seperti sulit untuk bernafas, wajah dan kulitnya terlihat memerah dan muncul ruam. Tubuhnya terasa lemas dan saat ia mencoba berbicara, tidak ada suara yang keluar.


Ryon kaget melihat yang terjadi pada Ara. "Ara! Apa yang terjadi? Kamu kenapa? Ara..!!"


Ryon panik melihat Ara yang seperti kesulitan bernafas dan tidak menjawab pertanyaannya. Ia segera membawa Ara pergi mencari dokter.


Setelah dokter memeriksanya, diketahui ternyata Ara memiliki alergi susu. Dokter memberikan suntikan dan beberapa menit kemudian ia terlihat membaik.


Dokter mengatakan kalau Ara memiliki alergi susu. Dokter menyarankan Ara untuk menghindari konsumsi susu dan makanan yang mengandung susu. Ia juga berpesan untuk lebih berhati-hati agar alerginya tidak muncul lagi.


Ryon bertanya pada Ara apakah dia tidak tahu bahwa dirinya alergi susu. Ara mengatakan ia tidak tahu.


"Memang selama ini kamu tidak pernah memakan es krim?

__ADS_1


"Tidak pernah, di kampungku hanya ada es tradisional saja seperti es mambo atau es potong. Dan es itu tidak mengandug susu."


"Jadi selama ini kamu tidak menyadari alergi susu yang kamu miliki ya. Untung tidak terjadi sesuatu yang membahayakan."


"Sebenarnya, dulu kecil aku pernah mengalami ruam dan gatal-gatal jika makan jajanan seperti roti dan coklat. Tapi tidak semua produk roti dan coklat yang aku makan menyebabkan ruam, hanya merk tertentu saja. "


"Aku ingat sekarang, Axell pernah bercerita padaku kalau Shiena sangat menyukai roti, tapi ia hanya bisa makan roti yang tidak mengandung susu. Sehingga ia sering membeli roti goreng yang dijual di kedai roti dekat Gedung kantor Fernan. Karena roti goreng mereka menggunakan resep tradisional yang tidak pakai susu."


"Aku tahu kedai roti itu, kedai Sweet Hut kan. Aku dan dia pertama kali bertemu di sana. Bahkan kami sempat berebut roti di sana.."


"Jadi kamu juga menyukai roti goreng coklat yang dijual mereka?"


"Tunggu sebentar. Kamu dan Shiena kecil sama-sama memiliki alergi susu. Juga sama-sama menyukai roti goreng. Ini bisa jadi bukti kalau kamu memang Shiena. Tidak mungkin kalau ini hanya kebetulan saja. Dan tidak mungkin juga kamu tadi berpura-pura alergi kan."


Dalam benaknya, Ara berpikir.


"Ya. Shiena kecil dan aku memang sama-sama memiliki alergi susu dan menyukai roti goreng. Tapi itu semua hanyalah sebuah kebetulan saja."

__ADS_1


"Oh iya, berarti mulai sekarang aku harus membiasakan diri untuk memanggilmu Shiena."


"Tidak apa, kamu masih bisa tetap memanggilku Ara jika kamu lebih terbiasa dengan nama itu."


"Baiklah. Ara, Ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu ke rumah. Kebetulan aku juga mau ke rumah Axell."


Setibanya di rumah, Ara berpapasan dengan Nyonya Myra yang juga baru pulang. Ia pun menyapa dan memanggilnya.


"Ibu Myra..Aku ingin berbicara denganmu mengenai kontrak perjanjian.."


Belum selesai berbicara, Nyonya Myra memotong omongan Ara.


"Ssttt..sudah kubilang jangan sembarangan membicarakan hal ini apalagi saat di rumah."


"Tapi anda selalu menghindari aku, pesan dan panggilanku juga tidak direspon. Aku tahu ibu sengaja mengabaikanku. Karena itu aku terpaksa membicarakannya disini."


Ugghhh..Anak ini. Sungguh mengganggu dan menjengkelkan. Ibu mengeluh kesal dalam hatinya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengatur waktu denganmu untuk keluar dan berbicara di sana."


__ADS_2