
Keesokannya Axell datang lagi ke rumah mereka untuk berbicara dengan Retha.
"Retha, aku ingin membahas pertunangan kita. Berhubung kakakmu yang hilang telah ditemukan..maka aku ingin memutuskan pertunangan kita.
Retha dengan marah bertanya, "Mengapa? Bukankah selama ini kamu tidak mau mengakui dan menerima dia sebagai Shiena.."
"Tapi sekarang sudah tidak lagi."
"Apa maksudmu? Apakah sekarang kamu sudah mau menerima dan mengakui wanita itu sebagai kakak Shiena asli?"
"Iya, aku percaya padanya. Aku juga sangat yakin dia adalah Arshiena Ferician. Jadi aku akan menjaga dan melindunginya dari kejahatanmu dan ibumu. Aku tidak akan membiarkan kalian menyakitinya lagi."
"Sejak kapan? Katakan padaku sejak kapan kamu mempercayainya? Dasar wanita penggoda. Dia pasti sering mendekatimu dan menggodamu sehingga kamu pun jatuh dalam perangkapnya dan berhasil membuatmu percaya pada kebohongannya itu."
"Retha, jaga mulutmu. Dia adalah kakakmu, tidak pantas kamu menghina nya seperti itu. Sudah, aku malas berbicara denganmu lebih lama lagi. Lebih baik aku pulang sekarang."
Axell lalu pergi meninggalkannya.
Axell sebenarnya masih ingin mengunjungi dan menjenguk Ara di kamarnya. Tetapi ia takut Ara akan mengusirnya lagi. Jadi ia mengurungkan niatnya itu.
Retha segera menemui ibunya dan menceritakan apa yang baru saja Axell katakan padanya.
"Ibu, kak Axell memutuskan pertunangan kami karena dia bilang Shiena telah kembali..Sekarang dia telah percaya pada wanita itu. Bagaimana ini. Rencana kita gagal. Wanita itu bagaikan parasit."
"Wanita itu benar-benar licik. Aku telah melakukan kesalahan dengan menjadikannya Shiena palsu. Kita harus segera menyingkirkan wanita itu dari rumah ini."
__ADS_1
Mereka berdua memutuskan untuk membuat Ara keluar dari rumah mereka karena Ara telah mengacaukan rencana mereka. Mereka juga takut Axell akan direbut olehnya.
Awalnya mereka menggunakan Ara untuk menyamar sebagai Shiena karena mereka melihat kedekatan Axell dengan wanita itu. Mereka ingin Axell membencinya dengan membuat dia sebagai penipu di mata Axell. Selain itu mereka ingin menggunakan Ara yang telah dipercaya Tuan Arman sebagai Shiena untuk membatalkan dan menghancurkan rencana perjodohan antara Axell dan Shiena.
Tapi ternyata rencana mereka hancur berantakan dan gagal total. Sekarang bukan hanya Axell percaya bahwa Ara adalah Shiena, ia bahkan telah jatuh cinta pada wanita itu.
Satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan sekarang adalah membuat wanita itu pergi jauh-jauh.
Nyonya Myra dan Retha datang ke kamar Ara. Mereka meminta maaf atas perlakuan buruk mereka selama ini seperti telah bersikap kasar dan memukulinya.
Mereka mau membebaskannya dan membatalkan perjanjian yang telah mereka lakukan. Mereka sudah menyiapkan tiket pesawat untuknya sehingga dia bisa pulang ke kampungnya di Jogja. Mereka memberikan sejumlah uang padanya dan juga akan mengirimkannya tiap bulan untuk membantu kebutuhan hidupnya di sana.
Tentu saja Ara merasa sangat senang karena akhirnya mereka memberikannya kebebasan yang telah lama dinantikannya dan membatalkan perjanjian kontrak itu.
Ia melihat tiket itu. Jadwal penerbangannya adalah malam ini. Ara ingin protes, tapi tidak jadi. Karena dia berpikir, semakin cepat ia pergi dari sini maka akan semakin baik. Ia juga bisa pergi diam-diam sehingga Axell tidak mengetahui kepergiaannya itu.
Axell..mengingat nama pria itu tiba-tiba hatinya terasa berat. Ia merasa sedih dan seperti tidak ingin pergi meninggalkan semua ini.
Mengapa rasa senangnya tadi tiba-tiba hilang? Rasa senang karena telah bebas dari penderitaan yang mereka berikan. Bebas dari perjanjian kontrak. Bebas dari penyamaran dan kebohongan ini.
Selama ini ia berpikir betapa senang dan bahagianya dia jika ia mendapatkan kebebasannya. Tapi yang ia rasakan sekarang justru tidak seperti itu..
"Ada apa Ara? Mengapa kamu diam saja?" Panggilan Nyonya Myra membangunkannya dari lamunannya.
"Tidak apa-apa. Hanya saja..aku lebih suka untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta."
__ADS_1
"Kalau begitu, kami akan memberikanmu tiket kereta dengan jadwal keberangkatan yang sama pada malam ini."
"Baiklah. Terima kasih."
Ara pun membereskan barang-barangnya. Kemudian ia teringat dengan barang-barang berharga miliknya yang ia titipkan pada tante Tamara. Ia lalu menelepon tante Tamara dan mengatakan bahwa ia akan menyuruh supirnya datang ke sana untuk mengambil barang yang dia titip waktu itu.
Tante Tamara merasa heran dan bertanya mengapa diambil. Ara pun berkata ia ingin mengunakannya dan juga menjelaskan bahwa sekarang Retha telah berubah dan berjanji tidak akan merebut barang-baranhnya lagi. Ara berkata ini semua berkat Axell. Dialah yang membuat Retha berubah.
Tante Tamara pun percaya pada apa yang di katakan Ara. Dia tidak curiga sedikitpun bahwa Ara akan pergi.
Ara hanya membawa barang-barang miliknya yang ia beli sendiri dengan uang hasil keringatnya. Barang-barang yang didapatnya dan dibeli dari uang milik Tuan Arman ia tinggalkan dan tidak dibawa pergi.
Ia lalu melihat sebuah gaun berwarna biru muda. Ia sudah tahu bahwa gaun itu pemberian Axell. Ia merasa sedih harus meninggalkan gaun itu karena ia sangat menyukainya. Tetapi ia tahu gaun itu bukan miliknya melainkan milik nona Arshiena Ferician yang asli.
Setelah semuanya beres, ia pun pergi ke Stasiun Gambir dengan diantar oleh Pak Suryo. Orang rumah tidak ada yang mengetahuinya saat ia pergi. Bahkan Bi Tina dan supirnya juga tidak tahu.
Ara tiba di Stasiun Tugu Jogja saat subuh. Keluarga Ara tinggal di daerah perkebunan teh yang ada di sekitar Desa Pagerharjo. Desa itu berjarak sekitar 30 Km dari Stasiun Tugu Jogja.
Setibanya di sana, Ara merasa senang sekali karena ia bisa melihat dan merasakan kembali pemandangan di desanya yang sangat dirindukan olehnya. Sungguh sejuk dan damai rasanya.
Tiba-tiba hpnya berdering. Ada panggilan dari Ryon. Selama beberapa hari ini, Ryon berada di kota Bogor karena ada keperluan untuk membuat iklan sebuah produk minuman teh.
Ara pun buru-buru mematikan panggilan itu dan menonaktifkan hpnya karena ia telah pergi meninggalkan mereka dan tidak mau berurusan lagi dengan mereka.
Ryon merasa kaget panggilannya dimatikan. Ia pun mencoba untuk meneleponnya lagi. Namun hp Ara sudah tidak aktif.
__ADS_1