
Kevin keluar dari ruangan Axell dan mencari beberapa karyawan untuk mengumpulkan laporan yang telah mereka kerjakan.
Sedangkan Axell sedang duduk terdiam di meja kerjanya sambil mengingat kejadian tadi. Sekilas terlihat senyum tipis muncul dari bibirnya. Ia merasa lucu mengingat ekspresi kaget dan ketakutan yang Ara lakukan tadi pagi. Axell memang bermaksud untuk iseng dan mengerjai Ara dengan secara tiba-tiba berhenti didepannya selama beberapa menit.
Sebenarnya, ketika tadi pagi Axell masuk ke dalam ruangan dan menemukan Ara berada di antara barisan para karyawan yang sedang menyambutnya, dirinya merasa sedikit terkejut. Walaupun dia sudah menduga kalau wanita itu bekerja di perusahaan milik keluarganya, tetapi dia tidak menyangka bahwa dia akan bekerja di perusahaan yang akan dipimpinnya. Axell bahkan mengangkat sebelah alisnya karena melihat Ara yang terus menundukkan wajahnya saat itu. Axell merasa sikap Ara sangatlah lucu, sikapnya itu berlawanan sekali dengan sikapnya di pertemuan mereka yang sebelumnya yang sungguh terlihat kasar dan sok berani. Bagi Axell, ketika itu Ara bagaikan anak macan yang ditinggal ayahnya sendirian didekat buaya sehingga terlihat begitu ketakutan.
Bisa dikatakan, yang Axell lakukan terhadapnya tadi merupakan suatu pembalasan dan juga sedikit pelajaran atas kekasaran dan kekurang ajaran yang sebelumnya Ara perbuat padanya. Dan upaya Axell itu berhasil, karena Ara pasti merasa sangat kesal padanya yang telah mempermalukan dirinya didepan teman-teman kerjanya. Axell juga merasa sangat terhibur melihat ekspresinya yang berlebihan itu. Hingga membuat Axell tidak dapat menahan dirinya untuk tidak tertawa jika mengingat kembali kejadian tersebut.
Dia yang pernah begitu beraninya mengumpat dan mengejek bahkan sampai menghinanya dengan kata-kata kasar, ternyata nyali nya hanya sekecil itu. Haha..
"La..la..laa~" hp Axell berbunyi karena ada panggilan masuk dari Maretha. Kegembiraannya terganggu karena panggilan tersebut.
"Dia lagi.." gumam Axell sambil memencet tombol jawab dengan kesal dan enggan.
"Halo..Kak Axell, bagaimana hari pertamamu di kantor? Apakah mereka menyambutmu dengan meriah?" tanya Retha dengan nada manjanya yang seperti biasa.
"Biasa saja. Kau tau kan aku tidak suka keramaian dan sesuatu yang dan berlebihan" jawab Axell seadanya.
"Sebenarnya aku ingin ikut denganmu datang ke kantor untuk menemanimu selama acara penyambutanmu tapi ibu melarangku."
__ADS_1
"Ibumu benar dengan melarangmu. Kamu pasti akan merasa bosan saat menemaniku di kantor. Lebih baik kamu pergi berbelanja saja."
"Tapi aku ingin ke sana, karena aku adalah calon tunanganmu dan aku mau para karyawanmu mengenalku."
Tidak ada jawaban dari sebrang telepon. Axell merasa malas untuk menanggapi ucapan Retha itu.
Namun walaupun begitu, Retha masih tetap berbicara di telepon. Baginya, tidak masalah untuk terus berbicara walaupun Axell tidak begitu mau menanggapinya.
"Ehmm..Kak Axell, aku sudah tidak sabar deh untuk bisa segera menghadiri acara pesta penyambutan dirimu yang telah pulang kembali ke Indonesia. Karena di acara itu kita juga akan bertunangan. Aku sudah menyiapkan sebuah gaun yang sangat indah yang nanti akan kupakai saat di pesta itu. Kamu pasti akan terpesona melihat kecantikanku dan aku..."
"Ya.. Hmm Retha, kurasa kita harus segera mengakhiri pembicaraan di telepon ini. Kamu tahu ini adalah hari pertamaku di kantor dan masih banyak hal yang harus kukerjakan. Jadi, dengan terpaksa aku harus memutus panggilan ini. Bye." Axell memotong ucapan Retha dan segera mengakhiri percakapan di telepon itu tanpa menunggu jawaban dari Retha.
Namun Retha hanya bisa melampiaskan kekesalannya itu dengan melemparkan beberapa benda yang ada di sekitarnya. Juga kepada orang-orang yang ada disekitarnya. Ia memberi berbagai perintah sambil berteriak-teriak marah. Ia lalu membuka lemari bajunya untuk bersiap pergi berbelanja agar bisa melupakan kekesalannya.
"Mengapa pakaian ini tidak ada yang terlihat bagus. Cepat siapkan supir untukku! Aku mau pergi belanja. Sekaranggg...!!" Retha berteriak mengamuk pada pelayannya sambil melempar semua baju yang ada di lemari kamarnya.
***
Di dalam ruang kerjanya, selesai berbicara dengan Retha melalui telepon, Axell kembali teringat pada percakapan yang terjadi dengan ayahnya melalui panggilan online saat masih di New York. Saat itu ayahnya meminta dengan sedikit memaksa padanya agar ia mau pulang kembali ke Indonesia untuk segera menikah dengan calon yang telah ayahnya pilihkan untuknya. Calon pilihan ayahnya tersebut adalah Maretha Ferician.
__ADS_1
"Axell, tahun ini usiamu akan mencapai 25 tahun. Kamu masih ingat kan dengan kesepakatan pernikahan antara keluarga kita dengan keluarga Ferician."
"Iya ayah aku ingat." jawab Axell singkat.
"Bagus kalau kamu masih ingat. Ayah berharap kamu dapat mempersiapkan dirimu dan membuka hatimu untuk Retha sebelum pernikahan kalian dilangsungkan."
Sebenarnya, ketika dulu kecil, ayah Axell dan keluarga Ferician membuat suatu perjanjian untuk saling menikahkan Axell dan Arshiena ketika mereka sudah besar. Hal itu dikarenakan Axell dan Shiena sangat dekat dan saling menyayangi sejak kecil. Selain itu juga karena kedekatan hubungan keluarga mereka yang telah terjalin lama. Sehingga ayah mereka berkeinginan untuk menjadikan hubungan mereka lebih erat lagi sebagai sebuah keluarga lewat jalinan pernikahan ini.
Namun, akibat tragedi hilangnya Shiena kesepakatan itu berubah. Atas saran serta permintaan dari Nyonya Myra, perjodohan itu tetap berlangsung dengan Shiena digantikan oleh adiknya, Maretha Ferician.
Axell memiliki keberatan akan perubahan tersebut dan terus menolak perjodohannya dengan Maretha. Selain karena dia tidak menyukainya, juga dikarenakan Axell sangat yakin sekali kalau Shiena pasti akan dapat dia temukan. Ayah Axell memberinya tenggang waktu sampai dia berusia 25 tahun untuk mencari Arshiena. Jika setelah ulang tahunnya yang ke-25 tahun Shiena masih belum juga ditemukan, maka Axell harus menerima perjodohan ini dan menikah dengan Maretha.
"Jangan menunda-nunda lagi. Pulanglah. Ayah juga dengar saat ini kamu bekerja di perusahaan perhiasan di New York. Mengapa kamu mengabaikan perusahaan keluargamu sendiri yang telah susah payah ayah rintis. Saat ini Ern&Do mengalami masalah karena kurangnya kreativitas dalam membuat desain perhiasan baru. Ayah harap kamu mau segera pulang ke sini."
"Baik Ayah, aku akan kembali ke Indonesia. Tapi beri aku waktu selama sebulan setelah aku tiba di Indonesia untuk mencari Shiena sebelum aku mengurusi urusan kantor. Mengenai pernikahanku dengan Maretha, nanti kita diskusikan lagi."
Kini, sudah sebulan lebih Axell berada di Indonesia. Dan diakhir pekan nanti, keluarganya akan mengadakan sebuah pesta untuknya. Pada pesta tersebut, terdapat 3 acara yang akan diselenggarakan.
Acara pertama adalah penyambutan kembalinya Axell ke Indonesia. Yang kedua adalah acara pengumuman Axell sebagai Direktur Ern&Do Collection kepada para kolega bisnis keluarga Ernando dan keluarga Ferician. Dan yang ketiga adalah acara pertunangan antara Axell Ernando dan Maretha Ferician.
__ADS_1
***