What is My Destiny

What is My Destiny
7 Kedatangan Bos Baru


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, tak terasa sebulan telah berlalu. Persiapan yang dilakukan oleh para karyawan Ern&Do Collection untuk menyambut kedatangan bos baru mereka sudah rampung semuanya. Semua tugas yang diberikan kepada para karyawan sudah dikumpulkan. Kini, para karyawan hanya bisa berpasrah ketika nanti harus menghadapi bos baru mereka yang terkenal perfeksionis dan tegas tersebut.


Saat ini semua karyawan, yang terdiri dari para staff dan para petinggi yang memegang jabatan penting di perusahaan Ern&Do Collection sudah berbaris dengan rapih, bersiap untuk menyambut kedatangan Bos baru mereka. Mister Andi yang memiliki wewenang tertinggi saat ini, bertanggung jawab untuk memastikan acara penyambutan akan terlaksana dengan baik. Dia sudah mengecek bahwa segala hal yang diperlukan telah dipersiapkan dengan baik. Terakhir, dia melakukan pengecekan apakah semua karyawan telah hadir. Sang sekretaris juga membantunya dengan memperhatikan satu persatu penampilan karyawan yang telah berbaris dengan rapih di posisi masing-masing dan memperbaiki penampilan mereka jika ada yang terlihat kurang rapih.


Seseorang datang dari luar ruangan dan memberi informasi bahwa Direktur baru, Tuan Axell dan asistennya sudah sampai di gedung kantor. Saat ini mereka sedang berada dalam lift untuk menuju ke ruangan ini.


Tak lama kemudian, terlihat 2 orang pria muda masuk ke dalam ruangan. Pria muda yang pertama kali masuk ke dalam ruangan mengenakan pakaian jas berwarna abu-abu dengan dasi biru gelap. Di wajahnya terlihat senyum manis yang memancarkan keramahan di wajahnya. Dia adalah Kevin Tarena, asisten si bos baru.


Berbeda dengan pria kedua. Wajahnya terlihat serius, tanpa senyum. Tatapan matanya yang tajam dan dingin begitu menusuk orang yang menatapnya. Sudah bisa dipastikan dia adalah si bos baru. Ia berjalan masuk melewati para karyawan satu per satu sambil mengamati dan memperhatikan wajah dan penampilan mereka, membuat mereka semakin terlihat gugup dan merasa tegang. Bahkan suhu di ruangan terasa lebih dingin dari biasanya. Tidak ada satupun staff yang berani menatapnya. Mereka semua hanya bisa semakin menundukkan kepalanya ke bawah menghindari tatapannya.


Suasana terasa semakin tegang ketika ia tiba-tiba berhenti di depan salah satu karyawan yang memakai name tagĀ  bertuliskan nama "Ara".


Ara yang sedang menundukkan kepalanya menyadari bahwa sang Bos sedang berdiri didepannya sambil terus memandanginya. Dia tidak dapat melihat wajah Bos barunya itu karena kepalanya tertunduk dan arah pandangnya hanya bisa ke bagian bawah lantai. Diperhatikan oleh si Bos baru membuatnya tegang dan takut. Jantungnya berdegup kencang. Tidak tahu mengapa bos baru itu berhenti tepat di depannya. Dalam hatinya dia bertanya-tanya, ada kesalahan apa yang telah diperbuatnya.


Setelah cukup membuat Ara dalam keadaan takut dan tegang, Axell berkata padanya, "Aku melihat ada serpihan coklat dikemejamu." Dengan refleks Ara melihat ke bagian atas tubuhnya mengikuti arah pandang bosnya. Benar, dia melihat ada sedikit serpihan coklat menempel di bajunya.


Betapa terkejutnya Ara ketika menaikkan wajahnya untuk melihat kepada bosnya untuk meminta maaf atas kecerobohannya. Sungguh Ara tak menyangka melihat pria itu kini sedang ada didepannya. Hatinya semakin berdebar dengan sangat kencang. Entah debaran karena rasa takut, kaget, atau karena perasaan senang.


Ternyata pria itu adalah bosnya yang baru. Dia adalah orang yang pernah berebut roti dengannya di kedai roti Sweet Hut dan pernah bertemu di lift yang ada di apartemen tempatnya tinggal beberapa hari lalu.


Ohh tidakk! Ternyata dia adalah bos baruku, teriak Ara dalam hati.


Habislah aku. Tamatlah riwayatku. Selama ini sikapku kasar dan buruk padanya. Bagaimana ini.. Ara panikk!

__ADS_1


"Pssttt ppsstt.." Seseorang berusaha memanggilnya agar tersadar dari lamunannya.


"A..a mm..baik Pak." jawabnya tergagap.


Orang-orang yang berada di sana berusaha menahan tawa mendengar jawaban Ara yang gugup dan tidak nyambung itu.


"Baiklah. Selamat pagi pada para petinggi dan para staff yang saya hormati. Perkenalkan nama saya Kevin Tarena, asisten dari Tuan Axell Ernando, Direktur baru kita. Seperti yang telah kalian ketahui, bahwa pada pagi ini kita semua berkumpul di sini untuk menyambut kedatangan Direktur baru kita, Tuan Axell Ernando. Oleh karena itu, mari kita berikan tepuk tangan yang meriah sebagai sambutan baginya." Kevin mengarahkan telapak tangannya kepada Axell yang berdiri di sampingnya setelah itu dia bertepuk tangan yang diikuti oleh para karyawan. "Mulai hari ini dan untuk selanjutnya Tuan Axell akan menjadi pemimpin di perusahaan kita. Segala hal yang berurusan dan berkaitan dengan perusahaan Ern&Do Collection untuk selanjutnya harus dilaporkan serta dengan atau melalui ijin dan persetujuannya. Mohon dukungan dari para direksi dan staff untuk membantu pemimpin kita yang baru. Semoga kedepannya kita dapat menjalin hubungan kerja dengan baik dan bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas perusahaan agar menjadi lebih baik lagi. Jangan merasa sungkan ataupun canggung terhadap kami, anggap saja kami seperti orang lama dan bekerjalah dengan profesional seperti yang biasanya kalian lakukan. Baiklah, tanpa berbicara panjang lebar lagi, kupersembahkan waktu dan tempat pada Tuan Axell untuk memberikan beberapa patah kata sambutan bagi para karyawan yang telah hadir di sini."


Semua karyawan, baik petinggi maupun para staff memperhatikan dan mengamati bos baru mereka yang berdiri dihadapan mereka untuk mendengarkannya. "Terima kasih atas kehadiran kalian pada pagi hari ini. Saya rasa apa yang dikatakan oleh Kevin tadi sudah sangat jelas dan telah mewakilkan apa yang ingin saya sampaikan. Jadi, mari kita tutup dan akhiri saja sesi perkenalan ini." Axell berbicara dengan singkat. Saat berbicara, wajahnya terlihat dingin dan tanpa ekspresi seperti biasanya sehingga terkesan tegas dan serius. Dia bahkan tidak mengulas sedikitpun senyuman diwajahnya. Setelah menutup dan mengakhiri sesi perkenalan, dia langsung pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju ke ruangannya.


Ditinggal pergi dengan begitu saja oleh Bos nya, Kevin hanya diam dengan wajah yang melongo menatap kepergian bosnya. Setelah tersadar, Kevin hanya bisa memberikan senyuman manis dengan canggung kepada para karyawan yang tengah menatapnya. Mereka pastinya mengharapkan untuk mendengar beberapa kata sambutan yang penuh keramah-tamahan dari bos baru mereka agar mereka bisa lebih mengenalnya dan mendekatkan diri padanya sehingga suasana kerja akan terasa lebih menyenangkan. Kini, hatinya merasa bersalah dan tidak enak dengan para karyawan yang ada didepannya sambil berbaris dengan rapih, tetapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa.


Kevin telah sangat mengenal bosnya itu. Dia tahu bahwa bosnya tidak suka banyak berbicara dan jarang tersenyum. Wajahnya selalu terlihat serius sehingga terkesan angkuh. Raut wajahnya dingin tanpa ekspresi. Membuat orang terkadang merasa takut dan segan padanya. Tetapi justru dengan sikapnya yang dingin itu membuatnya terlihat misterius dan memiliki pesona yang dapat menarik hati banyak wanita hingga menjadi tergila-gila padanya.


Akhirnya acara penyambutan bos baru telah berakhir. Seluruh karyawan merasa lega dan dapat membuat diri mereka lebih rileks sekarang. Setelah beberapa hari bekerja mengumpulkan data untuk menyusun dan membuat laporan. Dan puncaknya, pada pagi hari ini selama beberapa menit mereka melihat dan merasakan betapa serius dan menegangkannya bos baru mereka itu. Dan kini, setelah bos baru mereka itu pergi meninggalkan ruangan tempat mereka bekerja, rasa takut dan menegangkan hingga atmosfir di ruangan yang terasa dingin telah menghilang. Mereka lalu kembali ke meja kerja masing-masing. Tetapi bukan untuk segera melanjutkan pekerjaan mereka, melainkan untuk bergosip. Terutama para karyawan wanita. Mereka membuka aplikasi chat messenger dari laptop mereka dan grup chat langsung menjadi ramai.Satu persatu pesan mulai diketik, lalu dikirim dan bermunculan di layar laptop mereka.


"Wahh tadi sungguh menegangkan." bunyi salah satu pesan yang membuka percakapan.


"Direktur baru kita ganteng banget ya" muncul pesan masuk yang lainnya lagi.


"Tapi dia sungguh menakutkan."


"Wajahnya selalu serius tak ada senyum sama sekali."

__ADS_1


"Iya benar-benar, tapi justru itu kan pesonanya."


"Asik juga punya bos baru yang cool dan ganteng seperti Axell jadi ada pemandangan indah di kantor"


"Tapi Pak Kevin juga ganteng, ramah lagi. Senyumnya itu loh, ga pernah lepas."


"Benar benar. Aku demen banget melihat pak Kevin. Dia masih single engga sih."


"Kudengar sih dia sudah berkeluarga, lihat saja jari manisnya sudah ada cincin."


"Ohh ya bagaimana dengan Pak Axell"


"Sepertinya belum"


"Iya dia masih single deh. Oh iya kalian ingat kejadian tadi si anak training."


"Ara maksudmu?"


"Iya sepertinya ada sesuatu deh antara mereka. Pak Axell perhatian banget dengannya sampai bisa tau ada bekas coklat dibajunya."


"Tidak mungkin. Itu hanya kebetulan saja. Memang Pak Axell orangnya teliti dan detail."


"Ssttt ayo kembali kerja. Ada seseorang keluar dari ruang kerja Bos tuh"

__ADS_1


Para karyawan wanita yang tadi sibuk bergosip buru-buru menutup layar chat dari laptop mereka dan segera melanjutkan pekerjaan mereka.


__ADS_2