What is My Destiny

What is My Destiny
32 Datang Menjemput


__ADS_3

Ryon lalu menelepon Axell untuk menanyakan tentang Ara.


"Axell, Apakah kamu tahu dimana Ara sekarang? Aku tadi menelepon hpnya tapi ia mematikannya dan setelah itu hpnya sudah tidak aktif lagi."


"Kurasa dia ada di rumahnya. Mungkin dia sedang ingin menghindar darimu."


"Di rumahnya? Rumah yang di kampungnya di Jogja?"


"Bukan, di rumah paman Arman."


"Tapi tadi sebelum aku meneleponnya aku melihat titik lokasi pada GPS hpnya terletak di perkebunan teh di Desa Pager..mm Pager.."


"Maksudmu Desa Pagerharjo yang terletak di DI Yogyakarta?"


Axell yang mendengar itu segera mendatangi rumah Ara untuk mencari tahu apa yang terjadi.


Ternyata para pelayan juga tidak tahu keberadaan Ara dan sedang kepanikan mencari-cari dirinya. Supir pribadi Ara juga tidak mengetahuinya.


Axell menjadi panik. Hatinya sangat cemas dan ketakutan. Mengapa dia pergi secara diam-diam. Dia lalu mencari Retha dan ibunya.


"Tante Myra..Retha.. Apa kalian tahu kemana Ara pergi? Kalian tidak mengusirnya, kan?"


"Ada apa Axell..tenang dulu. Kami tidak tahu, kami juga tidak mengusir siapapun. Kalaupun dia pergi, mungkin saja itu kemauannya sendiri." Tante Myra menjawab Axell dengan berpura-pura tidak tahu.


"Pasti kalianlah yang telah mengusirnya. Mengapa kalian melakukan ini padanya?"


"Axell kami tidak tahu apa yang kamu bicarakan. Dia mungkin hanya sedang pergi joging atau .."


"Retha jangan berbohong. Aku tahu dia saat ini telah kembali ke Jogja. Dan itu pasti karena kalian telah mengusirnya pergi dari sini. Aku akan membiarkan masalah ini dulu, tunggu aku kembali baru aku akan berurusan dengan kalian."


"Kak Axell.. kamu mau kemana..kak Axell.."

__ADS_1


Axell pergi tanpa memedulikan Retha yang memanggil-manggilnya. Ia ingin segera mengurus keberangkatannya ke DI Yogyakarta.


Nyonya Myra lalu memanggil Retha untuk membiarkan Axell pergi. "Retha..sudah biarkan dia pergi. Kurasa kita harus mencari bukti kepalsuan wanita itu. Kita harus melakukan tes DNA yang sebenarnya."


"Tapi Ibu, bagaimana kalau kak Axell menyusulnya pergi ke Jogja?"


"Biarkan saja, setelah ia tahu kebenarannya maka ia pasti akan kembali membenci wanita itu."


Axell berangkat ke DI Yogyakarta menggunakan pesawat dengan penerbangan di pagi hari. Ia sekarang telah sampai di Bandara Internasional Yogyakarta. Untuk menuju ke perkebunan teh tempat Ara tinggal, Axell harus menyewa sebuah mobil tinggi dan besar seperti jeep.


Saat tiba di perkebunan tersebut, ia merasa takjub dengan pemandangan alam yang begitu indah dan asri dengan hamparan kebun teh yang luas. Ia merasa sangat damai dengan udara yang terasa sejuk dan menyegarkan. Semua penat dan stress nya serasa menghilang semua.


Mobil jeep yang ia tumpangi berhenti dan parkir di tempat pool rental mobil jeep yang disediakan untuk para wisatawan. Ia turun dari mobil jeep tersebut.


Di salah satu mobil jeep yang terparkir di tempat itu, terlihat ada seorang wanita duduk di kursi pengemudi.


Dalam hatinya ia berpikir, luar biasa wanita itu. Badannya yang kecil bisa juga membawa mobil jeep yang besar itu. Tetapi Axell tidak bisa melihat wajah wanita itu karena wanita itu duduk membelakangi dirinya. Axell hanya bisa melihat wajah pria muda yang sedang berbicara dengan wanita itu.


Axell lalu melihat sekelilingnya dan merasa kebingungan. Di tempat yang luas dan asing ini, bagaimana mencari Ara. Ia tidak memiliki fotonya. Lalu ia berpikir mungkin ia bisa menggunakan nama Ara untuk mencarinya karena namanya cukup unik.


"Ara..ayo turun.."


Axell mendengar seseorang memanggil nama Ara, wanita yang sedang dicarinya.


Lalu Axell melihat wanita tadi yang duduk di kursi pengemudi pada salah satu mobil jeep yang ada di sana turun dari mobil tersebut. Pria muda yang berpenampilan menarik seperti seorang wisatawan itu membantunya turun.


Wanita itu memegang bahu pria tersebut agar bisa menjadi pijakan saat dia turun dari ban mobil yang tinggi itu karena sulit baginya untuk turun sendiri. Lalu pria itu meletakkan kedua tangannya pada pinggang wanita tersebut untuk mengangkat tubuhnya dan wanita itu sedikit melompat turun.


Axell seperti merasa tidak asing dengan sosok wanita itu. Tubuhnya yang kecil dengan rambut hitam panjang sebahu yang terurai. Axell mengenali bahwa wanita itu adalah Ara. Ia lalu memanggil namanya.


"Ara...?!"

__ADS_1


Wanita itu pun menengok ke belakang, ke arah sumber suara. Ternyata benar, wanita itu adalah Ara. Dan Ara pun terkejut melihat keberadaan Axell di sana.


Ia lalu buru-buru melepaskan pegangan tangannya dari pria yang membantu nya turun.


"Ehmm..aa..mm..Axell.." Ara terlihat kaget dan kebingungan, juga terlihat seperti salah tingkah. Ia sampai tidak bisa berbicara apa-apa.


Pria muda yang ada disampingnya kembali merangkulnya dan bertanya, "Siapa dia? Apakah kamu mengenalnya?"


"Dia mantan bosku. Rey, lepaskan tanganmu." Jawab Ara pada pria itu sambil menurunkan tangan pria itu dari bahunya. Pria muda itu bernama Reynaldi Anthoro. Ara biasa memanggilnya dengan sebutan Rey. Dia adalah teman main dan juga sangat dekat dengan Ara sejak kecil. 


Rey merangkul Ara kembali, bahkan lebih kencang. Ia lalu menarik tubuh Ara dan membisikkan sesuatu "Mantan bos tapi jauh-jauh datang kesini menyusulmu.. Sungguh menarik."


Lalu Rey berteriak kencang, "Hei mantan bos. Ada apa kamu memanggil Araku."


Axell kaget dan bingung. Siapa pria ini. Bukankah dia seorang wisatawan juga. Mengapa ia menyebut Ara dengan "Araku". Tapi ia tidak meladeni pria itu.


Axell berjalan menghampiri mereka. Setelah berada di dekat Ara, ia menarik tangan Ara untuk membawanya pergi.


"Ikut aku, aku mau bicara denganmu."


Rey juga ikut menarik tangan Ara yang sebelah lagi untuk menahannya pergi.


"Aww..sakittt.." Ara berteriak kesakitan dan meminta mereka melepaskan tangannya.


"Kalian berdua. Lepaskan tanganku."


Mereka berdua saling bertatapan kemudian bersama-sama melepaskan tangan Ara.


Tapi Rey lalu menarik tubuh Ara lagi dan menantang Axell untuk balapan off-road dengannya.


"Mantan bos, bagaimana kalau kita lakukan balapan off-road saja. Jika kamu menang, maka kamu boleh membawa Ara pergi."

__ADS_1


"Oke, aku setuju."


__ADS_2